Tugas 3 Serba-serbi K3 TI

PENTINGNYA APD DI TEMPAT INDUSTRI/PERUSAHAAN

Eksistensi K3 sebenarnya muncul bersamaan dengan revolusi industri di Eropa, terutama Inggris, Jerman dan Prancis serta revolusi industri di Amerika Serikat. Era ini ditandai adanya pergeseran besar-besaran dalam penggunaan mesinmesin produksi menggantikan tenaga kerja manusia. Pekerja hanya berperan sebagai operator. Penggunaan mesin-mesin menghasilkan barang-barang dalam jumlah berlipat ganda dibandingkan dengan yang dikerjakan pekerja sebelumnya. Revolusi IndustriNamun, dampak penggunaan mesin-mesin adalah pengangguran serta risiko kecelakaan dalam lingkungan kerja. Ini dapat menyebabkan cacat fisik dan kematian bagi pekerja. Juga dapat menimbulkan kerugian material yang besar bagi perusahaan.

Revolusi industri juga ditandai oleh semakin banyak ditemukan senyawasenyawa kimia yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan fisik dan jiwa pekerja (occupational accident) serta masyarakat dan lingkungan hidup. Pada awal revolusi industri, K3 belum menjadi bagian integral dalam perusahaan. Pada era in kecelakaan kerja hanya dianggap sebagai kecelakaan atau resiko kerja (personal risk), bukan tanggung jawab perusahaan. Pandangan ini diperkuat dengan konsep common law defence (CLD) yang terdiri atas contributing negligence (kontribusi kelalaian), fellow servant rule (ketentuan kepegawaian), dan risk assumption (asumsi resiko) (Tono, Muhammad: 2002). Kemudian konsep ini berkembang menjadi employers liability yaitu K3.

K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja, misalnya kebisingan, pencahayaan (sinar), getaran, kelembaban udara, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran, gangguan pernapasan, kerusakan paru-paru, kebutaan, kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet, kanker kulit, kemandulan, dan lain-lain. Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. K3 dalam konteks ini berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja, shift, kerja wanita, tenaga kerja kaum muda, pengaturan jam lembur, analisis dan pengelolaan lingkungan hidup, dan lain-lain. Hal-hal tersebut mempunyai korelasi yang erat terhadap peristiwa kecelakaan kerja.

Kajian mengenai kesehatan dan keselamatan kerja amatlah penting di sosialisasikan dalam suatu tempat kerja/ produksi suatu barang yang memiliki pegawai, hal ini penting dilakukan agar keuntungan produksi bisa dimaksimalkan semaksimal mungkin. Kesehatan dan keselamatan kerja dapat dipaparkan sebagai berikut.

-          Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan ( Suma’mur, 1985)

-          Kesehatan kerja menurut ILO/WHO didefinisikan sebagai promosi dan pemaliharaan fisik, mental dan kesejahteraan sosial pekerja pada tingkat tertinggi pada setiap pekerjaan melalui usaha preventif, mengontrol risiko dan pengadaptasian pekerjaan ke pekerja.

-          Instrument yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.

-          Keselamatan dan kesehatan kerja menurut ILO/WHO Joint Safety and Committe , 1998 yaitu promosi dan pemeliharaan derajat tertinggi fisik, mental dan kesejahteraan sosial setiap pekerja disemua pekerjaan, pencegahan gangguan kesehatan terhadap pekerja yang disebabkan oleh kondisi kerja, melindungi pekerja dari risiko dan faktor risiko.

Resiko yang bisa muncul bisa suatu tempat produksi kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja yaitu keuntungan tidak bisa dicapai, bila ada yang mengalami kecelakaan yang berat badan perusahaan / produksi tersebut harus mengganti rugi(kompensasi bagi pegawai), lebih  parahnya bila ada pegawai yang mengalami sakit yang berkepanjangan jadi hasil dari produksi tidak sesuai dengan target. Menurut data pada tahun 2002, di dunia kecelakaan yang terjadi sebanyak 66.367 kasus, dengan korban meninggal dunia 4.142 orang, luka berat/cacat 20.970 serta sementara tidak mampu bekerja (STMB) 87.390 orang (Jacob Nuawea,2003), kerugian langsung dari kecelakaan kerja mencapai 498.160.780 jam kerja hilang atau total kerugian serta

dengan 4% dari Produk Nasional Bruto Negara (Report ILO). Dengan adanya berbagai resiko seperti yang dipaparkan diatas maka perlu adanya suatu usaha pencengahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Jenis pengendalian yang dapat dilakukan yang berkaitan dengan Permenaker No. 05/MEN/1996 adalah:

-     Pengendalian teknis atau rekayasa yang meliputi eliminasi, subtitusi, isolasi, ventilasi, hygiene dan sanitasi

-     Pendidikan dan pelatihan

-     Pembangunan kesadaran dan motivasi yang meliputi sistem bonus, insentif, penghargaan dan motivasi diri.

-     Evaluasi melalui internal audit, penyelidikan insiden dan etiologi.

Pengendalian tersebut di atas dapat diterapkan dengan memahami Hirarki pengendalian. Seperti, dengan penerapan penggunaan alat pelindung diri yang diterapkan pada tempat kerja.

 Gambar

Gambar betapa pentingnya adanya alat pelindung diri

Diambil dari http://www.google.com/search?q=alatpelindungdiri

Sesuai dengan peraturan UU No 1 tahun 1970 tentang Kesker :

-          Pasal 3 ayat (1) butir f menyatakan bahwa  dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat untuk memberikan APD

-          Pasal 9 ayat (1) butir c menyatakan bahwa pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD.

-          Pasal 12 butir b menyatakan bahwa dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk memakai APD.

-          pasal 14 (3) menyatakan bahwa pengurus diwajibkan menyediakan secara Cuma-Cuma semua APD yg

diwajibkan pd tenaga kerja yg berada dibawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yg memasuki tempat kerja disertai dengan petunjukpetunjuk yg diperlukan.

-           Pasal 15 diterangkan tentang hak & kewajiban tenaga kerja diantaranya adalah memakai APD yg di wajibkan.

Serta diperkuat dengan adanya :

  • Permenakertrans No.Per.01/MEN/1981 Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan alat pelindung diri dan wajib bagi tenaga kerja untuk menggunakannya untuk pencegahan penyakit akibat kerja.
  • Permenakertrans No.Per.03/MEN/1982 Pasal 2 butir I menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan makanan ditempat kerja.

Dengan adanya berbagai macam peraturan UU yang ada maka saat bekerja, seorang pekerja diharuskan / diwajibkan untuk  menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Apa sih alat pelindung diri itu? Banyak pengertian yang memaparkan mengenai pengertian dari alat pelindung diri. Alat pelindung diri biasa disingkat dengan  APD.

 Gambar

Gambar berbagai alat pelindung diri

Diambil dari http://www.google.com/search?q=pakaian+pengaman

Alat Pelindung Diri (APD) :

  • Peralatan keselamatan yg harus dipergunakan oleh personil apabila berada dalam suatu tempat kerja yang berbahaya.
  • suatu alat yg berfungsi untuk melindungi tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan agar terhindar dari bahaya di tempat kerja. Tempat kerja yg berbahaya, semua tempat yg dipergunakan untuk menyimpan, memproses, dan pembuangan limbah bahan kimia dapat dikategorikan sebagai tempat kerja yg berbahaya.
  • Seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja.
  • APD merupakan peralatan yg harus disediakan oleh pengusaha untuk karyawannya.
  • APD standart untuk bahan kimia berbahaya adalah pelindung kepala, pelindung mata, pelindung wajah,pelindung tangan, dan pelindung kaki.

 

Standar Alat pelindung Diri .

Menurut Standar Perusahaan Umum Milik Negara (SPLN) 66 : 1986 dalam lampiran surat Keputusan Direksi PLN No. 051/DIR/86, 2 Agustus 1986, peralatan keselamatan kerja terdiri dari peralatan keselamatan kerja utama, peralatan keselamatan kerja pelengkap dan peralatan pemadam kebakaran termasuk juga dalam standar APD (alat pelindung diri).


Pelindung Kepala

Kegunaannya melindungi kepala terhadap bahaya listrik, mekanik, kimia, panas dll. Terbuat dari bahan polyethylene, plastik, katun, aluminium dan bahan sintetis lainnya. Contohnya :

a.Topi Pengaman (helmet), melindungi kepala dari kemungkinan benturan atau pukulan dan kejatuhan benda.

b. Tudung atau topi, melindungi dari api, ketel uap dan korosif.

c. Tutup Kepala, menjaga kebersihan kepala atau rambut dan mencegah rambut terlilit bagian mesin yang berputar,

 Gambar

Gambar topi pengaman untuk melindungi kepala

 Diambil dari http://www.google.com/imgres?q=pelindung+diri+pelindungkepala

Pelindung Mata

Kegunaannya melindungi mata dari loncatan bunga api, loncatan benda-benda kerja, percikan bahan kimia dan sinar yang bersifat keras.

 Gambar

Gambar alat pelindung mata

Diambil dari http://www.google.com/imgres?q=pelindung+diri+pelindungmata

Pelindung telinga

Memiliki kegunaan melindungi pendengaran petugas dari suara keras yang melampaui batas kekuatan pendengar dengan spesifikasi sesuai tempat kerja. Pelindung telinga ini terbuat dari karet.

 Gambar

Gambar ear plag(pelindung telinga)

Diambil dari http://www.google.com/imgres?q=pelindung+diri+pelindungtelinga

Pelindung pernapasan

Memiliki kegunaan untuk melindungi alat pernafasan petugas (kerongkongan, paru-paru dll) terhadap bahaya yang timbul oleh debu, serbuk-serbuk cat, gas beracun lainnya. Pelindung pernafasan ini terbuat dari karet, plastik, filter dan bahan sintesis lainya.

 Gambar

Gambar masker sebagai pelindung pernafasan

Diambil dari http://www.google.com/imgres?q=pelindung+diri+masker

Pelindung Kaki

Kegunaannya melindungi kaki terhadap bahaya listrik, mekanik, kimia, panas, dll. Dengan spesifikasi daya sekat 1 – 6 kV, 6 – 20 kV dan terbuat dari bahan karet, kulit, kanvas, dan bahan sintesis lainnya.

 Gambar

Gambar pelindung kaki

 Diambil dari http://www.google.com/imgres?q=pelindung+diri+sepatu

Pelindung Tangan

Kegunaannya melindungi tangan terhadap bahaya listrik, mekanik, kimia, panas dll , dengan spesifikasi daya sekat l.000 Volt, I-6 kV, 6 k V. Terbuat dari bahan katun, nilon, kanvas, kufit, karet, lapisan  asbes dan bahan sintetis lainnya dan memiliki ukuran pendek dan panjang.

 Gambar

Gambar pelindung tangan

 Diambil dari http://www.google.com/imgres?q=pelindung+diri+pelindungtangan

Pakaian Pelindung

Kegunaannya melindungi badan terhadap bahaya listrik, mekanik, kimia, panas dll. Dengan spesifikasi besar (LL), besar (L), sedang (M) dan kecil (S). terbuat dari bahan katun, karet, neoprene, polveethane, campuran/lapisan sabes, timah hitam dan bahan sintesis lainya. Pakaian kerja harus dianggap sebagai alat pelindung diri. Pakaian tenaga kerja pria yang melayani mesin harus sesuai dengan pekerjaanya. Pakaian kerja wanitasebaiknya berbentuk celana panjang,baju yang pas,tutup rambut dan tidak memakai perhiasan-perhiasan.Pakaian kerja khusus untuk pekerjaan dengan sumber bahaya tertentu seperti :

a.     Terhadap radiasi panas, pakaian yang berbahan bisa merefleksikan panas, biasanya aluminium dan berkilat.

b.     Terhadap radiasi mengion, pakaian dilapisi timbal (timah hitam).

c.     Terhadap cairan dan bahan-bahan kimiawi, pakaian terbuat dari plastik atau karet.

 Gambar

Gambar pakaian pelindung

Diambil dari http://www.google.com/search?q=pakaian+pengaman

Sabuk Pengaman

Memiliki kegunaan untuk melindungi petugas dari bahaya jatuh pada waktu bekerja di tempat yang tinggi dan terbuat dari bahan kulit, kanvas dan nilon.

 Gambar

Gambar sabuk pengaman

Diambil dari http://www.google.com/search?q=pakaian+pengaman

Begitu juga bila bekerja di bidang busana, baik dalam hal pengolahan serat,pewarnaan serat,serta proses pembuatan busana, penggunaan alat pelindung diri sangat dibutuhkan. Tetapi, Penerapan  APD ini dikalangan perusahaan ataupun tempat industry  kecil lainnya, belum terlalu memperhatikan/mempersoalkan karena banyak dari mereka yang menganggap APD/alat pelindung diri ini lebih membuat mereka terganggu dalam menjalankan perkerjaan mereka, lebih parahnya mereka juga menganggap bahwa pemakaian APD di industry ini dianggap menghambat mereka saat bekerja  dan APD karena tidak bisa bergerak lebih cepat serta tidak bisa membuat mereka nyaman. Ini perlu adanya ketegasan dari atasan atau mungkin orang yang berwenang terhadap hal seperti itu. Maka dari itu APD perlu memenuhi karakteristik dari APD.

Karakteristik alat pelindung diri yang bisa melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan :

  1. Harus memberikan perlindungan yg cukup terhadap bahaya yg dihadapi tenaga kerja atau sesuai sumber bahaya yg ada.

2. Tidak mudah rusak.

3. Tidak mengganggu aktifitas si pemakai.

4. Beratnya seringan mungkin

5. Mudah diperoleh dipasaran

6. Memenuhi syarat spesifik lain

7. Enak dipakai.

8.Bentuknya cukup menarik

9.  Dapat diapakai secara fleksibel

10.Tahan untuk pemakaian yang cukup lama

Penerapan  APD ini, dikalangan perusahaan ataupun tempat industry  kecil lainnya, belum terlalu memperhatikan/mempersoalkan karena banyak dari mereka yang menganggap APD/alat pelindung diri ini lebih membuat mereka terganggu dalam menjalankan perkerjaan mereka, lebih parahnya mereka juga menganggap bahwa pemakaian APD di industry ini dianggap menghambat mereka saat bekerja  dan APD karena tidak bisa bergerak lebih cepat serta tidak bisa membuat mereka nyaman. Karena APD di anggap mempunyai keterbatasan. Keterbatasan yg dimaksud adalah:

- Tidak menghilangkan bahaya.

- APD akan mengganggu si pemakai/ menambah bahaya jika saja

- APD yg dipakai menggaggu indranya.

- APD hanya melindungi si pemakaisaja, berbeda dengan alat pengaman.

- Bila APD rusak atau tidak efektif lagi, maka sipemakai akan terpapar pd bahaya yg ada.

- APD tidak selalu digunakan dengan tepat dan cocok.

- Daya lindung tidak sempurna, karena cara pemakaian APD yang salah, memakai APD tidak tepat dan APD tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan.

Ini perlu adanya ketegasan dari atasan atau mungkin orang yang berwenang terhadap hal seperti itu. Karena alat pelindung diri disini memiliki peran yang lebih dari pada kekurangannya, alat pelindung diri disini dapat di artikan sebagai benteng si pekerja saat bekerja, saat bekerja banyak sekali macam-macam factor bayaha yang bisa menyebabkan kecelakaan serta hal-hal yang tidak di inginkan menghantui saat si pekerja itu bekerja, hal ini bisa di cegah atau bahkan dihindarkan dengan adanya alat pelindung diri ini. Faktor bahaya disini merupakan segala sesuatu yang ada di tempat kerja yang dapat menimbulkan terjadinya suatu penyakit akibat karja. Pada bagian operasi dan pemeliharaan terdapat berbagai jenis bahaya, sumber maupun dampak yang dapat merugikan pekerja, proses, alat maupun perusahaan. Penggunaan bahan-bahan kimia B3 dan iritasi pada kulit. Bahaya ergonomik antara lain seperti cidera otot dan nyeri tulang belakang. Bahaya psikologis yang terdapat di area kerja berupa beban kerja yang menjadi target dan tanggung jawab yang harus dicapai dalam bekerja. Bahaya fisik bisa ditimbulkan dari akibat ketidak sesuaian antara beban kerja dengan kapasitas si pekerja sendiri, jadi beban kerja melampaui batas maksimum kemampuan si pekerja.

Alat pelindung diri perlu di jaga serta diperlihara karena kita tahu bahwa setiap hari saat bekerja si pekerja senantiasa memakai hal tersebut. Sehingga tidak cepat rusak, tidak berbau karena keringat saat digunakan bekerja, senantiasa bersih saat digunakan serta bisa menghingdarkan si pemakain dari penyakit/kuman yang bisa dibawa dari alat pelindung diri itu. Secara umum pemeliharaan APD dapat dilakukan antara lain dengan :

1. Menyimpan dengan benar alat pelindung diri.

2. Mencuci dengan air sabun, kemudian dibilas dengan air secukupnya. Terutama untuk helm, kaca mata, sepatu kerja, pakaian kerja, sarung tangan kain/kulit/karet.

3.Menjemur Di bawah sinar matahari untuk menghilangkan bau, terutama pada sepatu dan helm.

Hal diatas perlu diterapkan sehingga kebersihan dari alat pelindung diri bisa terjaga.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Tulisan ini dipublikasikan di BuS1A12-Liachikmatulfitri, Dwi Astuti Sih Apsari, s1. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s