Tugas 4 Penerapan K3 di industri

K
PENERAPAN K3 DI IC COLLECTION
LATAR BELAKANG
Di industri sering kali terjadi kecelakaan kerja yang tentu saja sangat membuat semua orang ketakutan dan merasa khawatit terus terlebih apabila tidak mendapat fasilitas di perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan merasa sangat di rugikan karena perusahaan pasti akan kehilangan karyawan yang mulai satu persatu akan keluar atau mengundurkan diri, selain rugi tenaga kerja, rugi waktu dan rugi biaya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar, karena manusia adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dilakukan dengan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat kerja. Pada dasarnya semua perusahaan sudah membeikan fasilitas dan alat pelindung diri kepada karyawan walaupun masih banyak juga karyawan yang menolak memakai alat yang di berikan dari perusahaan namun hal tersebut dapat di cegah dan di atasi dengan menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat kerja.
Dengan menerapkan dan melaksanakan K3 di tempat kerja, karyawan dapat mengetahui bahayanya apabila tidak menggunakan masker, alat pelindung diri dan lain-lain. Selain karyawan menjadi tenang dan tidak merasa di rugikan, perusahaan juga merasa aman,dan tidak merasa ketakutan akan bangkrut. Dan hal yang paling kecil adalah perusahaan juga harus memperhatikan alat-alat yang digunakan untuk karyawan, penerangan pada ruangan, ventilasi yang cukup, ruangan yang tidak terlalu sempit, aliran listrik di buat agak jauh agar tidak terjadi kecelakaan kesetrum. Karena dengan begitu karyawan merasa nyaman dan bahaya akan terjadinya kecelakaan daapat di cegah.
1.1 Tujuan
a. Mengetahui sejarah berdirinya IC Collection.
b. Mengetahui penerapan K3 dan potensi bahaya kecelakaan di IC Collection.
c. Mengetahui alat dan bahan yang di gunakan dan produksi IC Collection.
IDENTIFIKASI MASALAH
1. SEJARAH PERUSAHAAN
IC Collection adalah perusahaan yang bergerak untuk membuat tas, sepatu, dan berbagai macam baju anak. Pemilik produksi IC collection adalah Viviana bersama suaminya, Ale. Usaha ini di mulai pada tahun 2011, bersamaan dengan kelahiran anak perempuannya yang bernama Aisyah yang sering di panggil Aisy sehingga Viviana dan Ale berniat untuk memberi nama IC Collection (dalam bahasa Inggris IC di baca Aisy).
Awal mula sebelum memiliki produk sendiri, mereka melakukan proses marketing. Di mana proses marketing adalah menjual produk Kanada dari temannya untuk dipasarkan. Dari keuntungan memasarkan produk tersebut, Viviana dan Ale memulai bisnis dan membuat produk sendiri. Secara bertahap, pada awalnya mereka memiliki 5 karyawan yang khusus dan tidak tetap posisinya. Dalam mengelola bisnis ini Viviana bersama suami selalu memperhatikan kualitasnya, sehingga mereka mencari karyawan atau orang-orang yang profesional. Dengan berjalannya waktu IC Collection ini memiliki cabang yaitu di Blitar. Di Blitar ini , mereka mempunyai banyak karyawan sekitar 40 orang yang selalu bekerja tepat waktu dan di Blitar ini juga karyawan lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan karyawan karena menurut mereka kesehatan itu penting dan nomor 1 dan tidak bisa digantikan oleh apapun. Di Blitar, karyawan selalu memakai masker dan alat pelindung diri lainnya berbeda dengan yang karyawan di klayatan yang karyawannya tidak mau menggunakan masker atau alat pelindung diri lainnya, dalam menciptakan produk, mereka tidak pernah berfikir produknya banyak, tetapi mereka memperhatikan kualitas dan kenyamanannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, mereka memanfaatkan teknologi ini menjadi sesuatu yang bermanfaat yaitu menjual produk dagangannya secara online dan sampai sekarang produk yang baby wrap terkenal sampai luar negeri.
2. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Faktor lingkungan kerja
– Tempat mendesain/komputer : Penerangan, luas tempat kerja dan jumlah pekerja.
– Tempat pembuatan pola : Penerangan, luas tempat kerja dan jumlah pekerja.
– Tempat memotong bahan : Penerangan, luas tempat kerja dan jumlah pekerja.
– Tempat pemberian motif : Penerangan, luas tempat kerja dan jumlah pekerja.
– Tempat menjahit : Penerangan, luas tempat kerja dan jumlah pekerja.
– Tempat pengepakan : Penerangan, luas tempat kerja dan jumlah pekerja.
Potensi bahaya kecelakaan kerja
– Tempat mendesain/komputer : Salah mendesain gambar.
– Tempat pembuatan pola : Salah pembuatan pola.
– Tempat memotong bahan : Salah motong bahan, jari terpotong oleh gunting.
– Tempat pemberian motif : Salah memberi motif.
– Tempat menjahit : Ujung jari terkena jarum jahit.
– Tempat pengepakan : Tidak ada
Keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja

- Tempat mendesain/komputer : Keserasian meja, kursi serta layar komputer.
– Tempat memotong bahan : Keserasian meja dengan tinggi badan karyawan.
– Tempat menjahit : Keserasian meja mesin, dan kursi.
Faktor manusia
Permasalahan yang terjadi pada faktor manusia meliputi faktor menejerial dan faktor tenaga kerja. Permasalahannya dapat merupakan :
a. Menejemen.
• Pemahaman yang kurang tentang hiperkes dan keselamatan kerja
• Tidak melaksanakan teknik-teknik hiperkes dan keselamatan kerja
• Tidak menyediakan alat proteksi/pelindung diri
b. Tenaga Kerja.
• Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K-3
• Tidak mengenakan alat proteksi yang telah disediakan
• Tidak mempunyai naluri cara kerja sehat

Keserasian Sikap dan Sistem Kerja
Dalam bekerja sebaiknya memperhatikan keserasian sikap kerja dan system kerja. Hal ini berguna untuk mencegah adanya kemungkinan penyakit yang mungkin timbul. Misalnya, pada saat menuangkan warna apabila posisinya terlalu menunduk maka akan terjadi nyeri pinggang, dan apabila berkelanjutan akan menjadi penyakit yang serius (Osteoporosis).
Dalam penerapan K3, keserasian sikap dan system kerja ini disebut ergonomi. Ergonomi sendiri memiliki ketentuan tersendiri pada saat bekerja. Misalnya, tentang aturan menjinjing beban. Beban yang diangkat tidak melebihi aturan yang ditetapkan ILO sebagai berikut :

• Laki-laki dewasa 40 kg
• Wanita dewasa 15 – 20 kg
• Laki-laki (16-18 th) 15-20 kg
• Wanita (16-18 th) 12-15 kg

PENERAPAN K3

Di IC Collection, penerapan K3 masih di bawah standart. Walaupun demikian di IC Collection masih memberikan alat pelindung diri yaitu masker, akan tetapi masih banyak saja karyawan yang tidak mematuhi peraturan tersebut kecuali yang di Blitar karyawan sudah menggunakan masker dan alat pelindung diri lainnya,tetapi pemilik perusahaan memang tidak terlalu mengekang sehingga apabila karyawan ada yang tidak menggunakan masker sanksinya hanya di tegur sekali dua kali tapi apabila karyawan tetap tidak merespons maka resiko di tanggung karyawan sendiri. Namun sampai saat ini pun tidak laporan kalau karyawannya sakit atau kesehatannya terganggu dan tidak ada karyawan yang mengeluh atau terjadi kecelakaan.karena apabila demikian, perusahaan atau pemilik IC Collection tidak akan bertanggung jawab karena pemilik IC Collection sudah memperingatkan tetapi tidak dilakukan oleh karyawan itu sendiri.
POTENSI BAHAYA KECELAKAAN DI PERUSAHAAN
• Arus listrik yang dapat menimbulkan kebakaran
• Mesin yang kurang bersih (berkarat) dapat menyebabkan kain yang dijahit kurang bagus.
• Jari terpotong apabila tidak hati-hati saat menggunting
DIAGRAM ALIR DAN URAIAN PROSES PRODUKSI
• Desain
• Pembuatan pola
• Memotong bahan
• Merader
• Proses menjahit
• Obras
• penyetrikaan
• Pengepakan/packing
BAHAN YANG DI GUNAKAN
• Batok kelapa
• Kain spandex
• Viselin
• Katun
• Rayon
• Kain keras
ALAT YANG DI GUNAKAN
• Meja memotong
• Mesin jahit
• Mesin obras
• Mesin bordir
HASIL PRODUKSI
• Dompet
• Legging
• Sepatu lukis
• Baby wrap
• Bedong
• Topi
• Baby head
• Tas
• Jilbab
• Mukena
• Long dress
• Cardigan
REKAYASA TEKNOLOGI PENGENDALIAN
A. LINGKUNGAN KERJA
Dalam bekerja di suatu pabrik terutama di pabrik yang menggunakan bahan-bahan kimia yang tentunya mudah terbakar dan berbahaya bagi lingkungan maupun bagi kesehatan karyawan, maka suatu pabrik itu harus memperhatikan mengenai AMDAL. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ini dapat diterapkan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung untuk proses penyelesaian pekerjaan di suatu pabrik. Dengan terciptanya lingkungan yang kondusif maka akan tarciptalah suatu kenyamanan dalam bekerja dan akan menciptakan suatu kinerja yang maksimal, sehingga menghasilkan suatu produk yang masimal pula.
B. KESELAMATAN KERJA
Selain memperhatikan lingkungan kerja, suatu pabrik juga harus memperhatikan keselamatan kerja baik dirinya sendiri maupun karyawan yang lain. Keselamatan kerja merupakan hal utama yang perlu di perhatikan dalam suatu perusahaan. Dikarenakan kondisi seorang pegawai dan keselamatan kerjanya sangatlah berpengaruh dalam proses kinerjanya. Salah satu contoh dalam observasi di pabrik IC colection. Dari berbagai bahan yang digunakan terdapat bahan-bahan kain yang berbau tajam(zat kimia). Hal ini dikarenakan zat kimia yang terkandung dalam bahan tersebut belum hilang sepenuhnya dan sangat berbahaya kalau langsung di hirup. Selain memperhatikan keselamatan kerja karyawan, pabrik IC colection ini juga memperhatikan keselamatan pabrik itu sendiri. Keselamatan pabrik itu merupakan suatu upaya yang di lakukan agar suatu pabrik tidak mengalami kecelakaan kerja sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar.
C. PENERAPAN ERGONOMI
Penerapan ergonomi adalah suatu penerapan keseimbangan antara pekerja dengan peralatan kerjanya. Penerapan ergonomi juga harus diperhatikan dalam suatu pabrik, karena keseimbangan antara pekerja dengan peralatan kerja itu sangatlah penting. Penerapan ergonomi ini meliputi keseluruhan alat kerja yang harus di seimbangkan dengan karyawannya. Hal ini di terapkan agar kinerja dalam suatu pabrik bisa seimbang dan tidak mengakibatkan kekurangan pegawai karna peralatan kerjanya terlalu banyak ataupun kelebihan pegawai karena peralatan kerjanya tidak memenuhi. Selain itu penerapan ergonomi diterapkan dalam suatu pagrik agar hasil yang di dapatkan bisa maksimal dan tidak mengganggu proses kinerja yang berlangsung. Dalam pabrik ini penerapan ergonominya sudah di terapkan. Antara pegawai dan peralatanya pun juga seimbang.
PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN DARI ASPEK MANUSIA
A. PENYAKIT AKIBAT KERJA
Dikarenakan pewarna itu kebanyakan berbahan kimia sehingga mengakibatkan beberapa penyakit dalam seperti halnya sesak nafas dan batuk. Pewarna yang berbahan kimia ini juga mengakibatkan penyakit luar seperti halnya gatal-gatal, kulit kering, terkadang kulit sampai mengelupas dan lain sejenisnya.
B. SIKAP DAN SISTEM KERJA
Dalam hal ini maka karyawan di harapkan lebih memperhatikan sikap dan kinerja dalam suatu pabrik. Hal-hal yang perlu di perhatikan meliputi:
1. Mentaati peraturan yang diberlakukan dalam pabrik.
2. Tidak melakukan hal-hal yang nenimbulkan kerugian pada pabrik dan diri sendiri.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Tulisan ini dipublikasikan di D3Bus2012-NovitaMirantiDewi, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s