Tugas 1 Lingkungan Sekitar Liachikmatul Fitri

SEPENGGAL KISAH DALAM 18 TAHUN PERJALANAN HIDUPKU, . . . .

“Aku terlahir dari kandunganmu ibu yang sangat berhati mulia, engkau telah merawat aku hingga dewasa kini, terima kasih ibu telah merawat aku hingga saat ini. Jasa mu tak kan pernah ku lupa sepanjang hayat ini.”

Itulah sepatah kataku yang aku tunjukan pada ibuku yang telah melahirkanku, mempertaruhkan nyawa demi aku. Namaku Liachikmatul fitri, keluargaku biasa memanggilku “Lia”.

 Gambar

Gambar ketika aku masih kecil

Diambil dari dokumentasi pribadi.

Aku dilahirkan di dalam keluarga yang harmonis walau serba kekurangan tapi bapak dan ibuku selalu mensyukuri apa yang telah diberikan yang Maha Kuasa pemilik alam raya ini. Pada saat aku lahir yaitu pada tanggal 21 maret tahun 1994, dikota tercintaku yaitu Tulungagung, kota kecil dan belum terlalu terkenal seperti kota-kota tetangga, yaitu Kediri, Blitar. Disana dikota kelahiranku serta tempat kelahiran kedua orang tuaku, keluargaku masih diposisi kurang mampu dalam hal materiil. Beliau (orang tuaku) senantiasa bekerja keras mencari nafkah demi aku si buah hati mereka, ibuku saat itu bekerja menjadi seorang penjahit borongan serta bapakku bekerja menjadi petani di sawah sendiri, walaupun sedang mengandung aku, tapi ibuku tetap menjahit borongan. Begitulah kata ibuku saat bercerita tentang masa yang sangat sulit itu, waktu aku kecil sekitar umur 6 tahun aku sangat senang diceritakan kisah waktu aku masih kecil,hal itu sangat berkesan bagiku,karena biasanya saat aku diceritakan hal itu aku sambil manja-manja pada ibuku. Pada saat aku beranjak sekolah di TK Dharwa Wanita yaitu sekitaran tahun 2000, di waktu itu aku merasakan masa kecil yang amat membahagiakan. Di karenakan sekitar rumahku saat itu banyak anak-anak sebayaku, kami senantiasa bermaian di lingkungan sekitar rumahku.keadaan alam saat itu saat mendukung, karena saat itu di lingkungan desaku masih belum terlalu canggih dadi semua peralatan mainan yang digunakan saat bermain itu membuat sendiri, biasanya aku main permainan cowok karena banyak yang cowok dibandingkan yang ceweknya, jadi biasanya yang cewek mengalah.

 Gambar

Gambar lahan dimana aku pernah bermain bersama dengan kawan-kawan kecilku

Diambil dari dokumentasi pribadi

Disaat itu lahan sawah didesaku yaitu desa batokan kecamatan ngantru daerah Tulungagung yang bagian utara dekat perbatasan antara Tulungagung dan Kediri, banyak yang sedang panen kami biasanya main layang-layang pada ladang tersebut, alam didesaku saat itu amat indah pemandangan asri,apalagi dipagi hari ketika sang surya sedang ingin menampakan sinarnya yang terang benderang itu,hawa dingin serta embun yang masih segar membuat aku betah disana, layang-layang yang diterbangkan, biasanya kami buat sendiri. Walau hasilnya agak berantakan tapi kami tetap merasa senang dan merasa puas dengan hasil yang didapat,kami membuat layang-layang dari bahan-bahan bekas. Contohnya : plastik bekas belanjaan,untuk melekatkan plastic tersebut biasanya menggunakan ubat nyamuk bakar yang sudah tidak dipakai karena telah terpotong-potong, kemudian untuk ragangan(bahasa jawa yang artinya pola yang digunakan untuk membuat layang-layang) kami buat sendiri dari bekas bamboo yang tumbuh di depan rumahku. Biasanya kami yang anak cewek hanya meliat-lihat saja bila teman-teman cowok sedang menerbangkan lanyang-lanyang mereka. Jadwal bermain kami diladang yaitu dari sepulang sekolah sekitar jam 1 sampai jam 3 sore.

       GambarGambar

Gambar keadaan rumah saya.

Diambil dari dokumentasi pribadi.

Saat itu aku sangat senang bermain, (gila permainan) sehingga setiap hari di isi dengan permainan. Bila telat sampai rumah biasanya dimarahi sama ibuku. Kadang aku lupa waktu pulang karena saya merasa saat bermain itu waktu amat terasa singkat dan amat pendek sekali, selain bermain layang-layang diladang biasanya aku dan kawan-kawan kecilku juga bermain di sungai dekat rumahku, sungainya amat jernih indah seperti pantai saat itu belum ada pengambilan pasir di sungai-sungai jadi pasir yang ada di sungainya amat melimpah sehingga sungai tersebut nampak seperti pantai disekitar sungai masih rimbun ditutupi pepohanan yang hijau cerah serta dengan adanya berbagai tumbuhan yang liar,lingkungan sekitar rumahku pada tahun 2000-an memang masih terjaga keasriannya. Biasanya kami disana bermain diatas pohon yang tumbuh di tepian sungai itu, pohon itu tumbuh melengkung tepat berada diatas sungai, sehingga saat saya dan kawan kecilku naik diatas pohon tersebut kami bisa berada tepat diatas sungai tanpa baju kami basah terkena air sunggai.aku sangat menyukai kegiatan tersebut, hal itu menurutku bisa menenangkan pikiran yang telah capek/bisa menghilangkan penat yang ada di tubuh ini, selain itu aku juga sering main badminton, blagsodor, blagunder, ular-ularan, karetan(semprengan), gedrik, boy-boynan, sikepan(sirep kembang asem), kelereng(gundu), boneka-bonekanan yang terbuat dari pelepah pisang, pasar-pasaran, rumah-rumahan yang dibuat dari tanah yang dibentuk-bentuk/disekat-sekat seperti rumah sungguhan. Kami para penyuka permainan, sering memainkan permainan tersebut. Aku dan kawan-kawanku bermain hal tersebut hingga aku beranjak masuk ke SD/Sekolah Dasar sekitar tahun 2001 dan aku berumur 7 tahun.

 Gambar

Gambar tugu identitas dari sekolah SDN Batokan 1

Di ambil dari dokumentasi pribadi

 Aku bersekolah didekat rumahku yaitu SDN Batokan 1, disekolah itu banyak kengan yang ada,dari mulai rsa senang rasa sedih dan rasa-rasa yang lainnya bercampur disana selama 6 tahun aku bersekolah disana menurutku sekolah di SD tersebut belumlah maju seperti dikota-kota,pada angkatanku saja yang bersekolah disana cuman 14 anak,yang terdiri dari 10 anak wanita dan 4 anak laki-laki,dalam kelasku ada anak cowok yang nakal sekali sukanya mengganggu teman-teman, badannya kecil pendek tapi nakalnya amat sangat luar biasa.selain ada anak yang nakal, dalam kelasku juga ada anak yang amat pandai dia cowok tapi pintar orangnya, dari luar dia kelihatan sekali aura-aura kepandaiannya, dia juga pendiam dan sangat ramah, sesuai dengan peribahasa,”padi semakin berisi semakin merunduk.” Disekolahku itu sangat memperhatikan kesehatan dari siswa-siswanya, disekolah tersebut ada progam pemerhati kesehatan anak,dulu aku pernah diperiksa kesehatanku mengenai kesehatan gigi, terus gigiku juga pernah dicabut saat pemeriksaan itu, serta cara mengosok gigi yang benar, terus juga ada pemeriksaan mengenai tes mengenai kandungan garam yang dikonsumsi para siswa, aku diberitahu mengenai garam beryodium dan garam yang tidak beryodium, selain kesehatan diluar sekolah. Aku dan kawan-kawan juga diajarkan menjaga kebersihan dilingkungan sekolah, kami setiap hari selalu dilakukan kegiatan bersih-bersih dalam kelas maupun luar kelas yaitu sesuai dengan jadwal piket yang dibuat berupa menyapu dalam kelas dan menyapu halaman kelas, maklum sekolahku dulu belum ada yang namanya pak kebun.

Selain itu setiap hari jum’at juga diadakan yang namanya jum’at bersih, dihari itu setiap siswa wajib melakukan bersih-bersih seperti menyapu dalam maupun luar ruangan,mencabuti rumput liar yang tumbuh tak terawatt,menyirami taman, kadang bila ada bunga yang ada ditaman mati biasanya kita juga mengganti bunga tersebut dengan yang baru, biasanya kita dapat bunga tersebut dari rumah temanku yang dekat dengan sekolah, selain adanya kegiatan penjagaan lingkungan di sekolahku setiap hari selasa juga diadakan selasa bugar, karena dihari itu biasanya setiap siswa wajib mengikuti senam kebugaran jasmani, hal tersebut amat menyenangkan, biasanya anak-anak melakuan gerakan senam yang telah diinstruksikan ditambah dengan gayanya sendiri serta diberi nama-nama yang aneh-aneh,hal itu amat lucu, ada gaya mandi dengan gayuh,serta ada gaya memakai celana,ada gaya gerak jalan,dan banyak lagi, maklum anak kecil agar mudah menghafal gerakan-gerakan yang begitu banyak.

 Gambar

Gambar lapangan tempat dilaksanakannya senam kebugaran

Di ambil dari dokumentasi pribadi.

 Di SD tersebut banyak hal yang tak akan pernah kulupa,kenangan yang amat menyenamgkan bersama ke-13 temanku. Selama 6 tahun sudah aku disana, waktu aku lulus dari sana aku pernah berkata pada diriku sendiri, suatu saat waktu aku sudah dewasa aku ingin kembali ke SD itu dan berkumpul bersama teman-teman serta para guruku, yang telah membina aku hingga aku bisa seperti ini, disana di SD ku tercinta yang penuh dengan kenangan, perjuangan, dan rasa persatuan, persaudaraan.

      Gambar

Gambar keadaaan ruang di SDN 1 Batokan

Diambil dari dokumentasi pribadi

Setelah dari SDN Batokan 1 aku melanjutkan pendidikanku di SMPN 1 Ngantru, SMP itu lumyan dekat dengan rumahku biasanya aku berangkat naik sepeda bersama teman-temanku, tahun 2006 aku masuk SMP itu, jadi aku berumur bekisar 12 tahunan.

 Gambar

Gambar tampak luar SMPN1 Ngantru

Diambil dari dokumentasi pribadi.

Di sini di SMP 1 Ngantru aku mulai merubah diriku dari yang awalnya tidak memikirkan mengenai prinsip hidup,dari situ aku mulai manyusun prinsip hidup. Karena aku ingin menjadi yang terbaik aku bisa melakukan itu. Karena aku bukan anak SD lagi, aku dulu berkelas di kelas H.

 Gambar

Gambar tampak dalam dari ruang kelas yang aku tempati dulu.

Diambil dari dokumentasi pribadi.

(tempat pertama kali bertemu dengan lia)

Pertama aku tahu aku masuk kelas H, aku amat kecewa, karena menurutku kelas H itu terjelek, anaknya nakal-nakal, karena dari tahun di atasku anak-anaknya seperti itu, dulu kelas H di cap sebagai kelas ternakal, aku sampai sekarang juga tidak mengerti kenapa aku bisa masuk kelas H, mungkin itu telah menjadi takdirku, ternyata kekecewaanku itu amat salah,dikelasku ternyata anaknya tidak nakal-nakal, mungkin ada yang nakal tapi masih wajarlah nakalnya anak-anak diusia-usia pencarian jati diri, disana aku satu kelas dengan sepupuku dari bapakku, orangnya pandai sekali walau dia laki-laki tapi dia tidak nakal dan pintar bercanda, makanya banyak yang senang bergaul dengan dia termasuk aku, di SMP itu aku mempunyai teman yang akrap denganku, namanya sama denganku yaitu Lia, aku kaget waktu pertama ketemu dengannya saat hari terakhir MOS( Masa Orientasi Sekolah), karena namanya denganku sama, mungkin ini yang namanya takdir, aku dijodohkan sebangku dengannya, anaknya amat rajin, datangnya selalu paling pagi, serta tidak pernah terlambat, biasanya datangnya itu sekitar jam enaman/jam enam lebih sedikit jadi dia datang paling awal sendiri, kami dulu amat akrap sekali sampai-sampai kemana-mana selalu bersama, selalu berkelompok bersama,kadang aku juga bingung, biasanya bila kelompok itu yang menentukan gurunya, tapi kita selalu bergabung dalam satu kelompok, tapi itu amat membuatku senang karena tidak usah bingung-bingung bila kelompokan karena sudah kenal dengan baik jadi tidak usah repot-repot untuk mengenal anggota kelompok lagi. Aku sangat merasa senang di SMP itu walau SMPnya belum terlalu maju dan belum canggih, karena masih dipinggiran kota/bukan didalam kotanya. SMPku itu berada di pingiran jalan besar yang merupakan jalan utama Tulungagung-Kediri,jadi SMPku itu berada dipinggir kota Tulungagung dan Kediri.

  GambarGambar

 Gambar

Gambar lingkungan SMPN 1 Ngantru

Diambil dari dokumentasi pribadi

Di sekolahanku hampir sama dengan sekolahku waktu SD dulu, karena setiap hari ada jadwal piket kelas serta ada jum’at bersih. Dan pada akhir semester biasanya ada yang namanya classmeeting, dimana ada suatu lomba yaitu lomba kelas terbersih,terunik,termenarik. Jadi, biasanya anak-anak amat rajin membersihkan kelasnya masing-masing, ada yang mengecat ulang kelasnya serta ada yang menghiasi kelasnya agar tampak menarik. Selain itu juga, ada satu hal yang amat aku ingat saat SMP yaitu dengan hadirnya romansa cinta dalam kelas, walau bukan aku yang jadi tokoh utamanya. Dulu saat masih kelas satu SMP temanku ada yang keluar sekolah karena ditolak cintanya oleh wanita yang disanyanginya, haduh itu merupakan kisah sedih di hari rabu, karena itu terjadi saat hari rabu, sebenarnya aku salut dengan keberanian si cowok itu, dia berani mengungkapkan bila dia cinta dengan cewek itu, tapi apa dikata si cewek tidak merasakan hal yang sama seperti yang dirasa oleh si cowok serta si cewek ingin fokus di pelajaran, sehingga zha ditolaklah si cowok itu. Mungkin karena merasa malu apa merasa sakit hati atau merasa marah, si cowok itu keesokan harinya tidak masuk sekolah tanpa ada surat pindah atau keluar. Cewek itu amat sangat menyesal dengan keluarnya si cowok itu, sampai dia pernah meneteskan air dari kedua bola matanya yang indah itu, aku tahu semua itu karena semua itu terjadi di dalam kelasku yaitu kelas H yang amat penuh dengan kenangan. Waktu aku kelas VIII/2 smp,aku pernah diajar oleh seorang guru baru namanya pak bagus,kesan pertama aku melihat guru itu, aku menganggap guru itu aneh. Karena waktu pertama aku serta kawan- kawanku yang banyak itu diajar oleh pak bagus, kami disuruh menggambar apapun yang ada dipikiran kita saat itu, pokoknya apapun yang ada disuruh menuangkan dalam bentuk output, saat itu dalam benakku menganggap hal itu aneh karena guru itu mengajar mata pelajaran matematika, tetapi kenapa kita disuruh menggambar, itu yang menjadi tanda tanya besar dibenakku. Sampai saat ini aku belum mengerti kenapa aku disuruh menggambar saat itu. Saat itu aku menggambar sesuatu yang ada di fikiranku serta sesuatu yang aku idam-idamkan. Setelah beberapa saat aku diajari oleh pa bagus mengenai matematika aku mulai mengerti letak keasyikan matematika itu sendiri,aku mulai menyadari bahwa matematika itu asyik. Aku sendiri juga bingung kenapa aku baru tau saat itu, kenapa gak dari dulu saja, menurutku cara pengajaran pak bagus itu mudah dipahami, tapi ada sesi yang amat tidak aku sukai saat peljaran dari pak bagus, kita semua(aku dan kawan-kawan) biasanya diberi soal secara lesan dan disuruh untuk cepat menjawabnya, bila jawaban tadi salah maka dapat hukuman, maka setiap kesalahan bagi cewek cium lutut bagi cowok sit up, jumlahnya sebanyak 5/bahkan lebih tergantung kebijakan dari pak bagus itu sendiri. Tapi hal itu tidak berpengaruh pada nilai, menurut pak bagus hal itu untuk mengetes kemampuan kita, jadi kita akan senantiasa berusaha untuk bisa agar tidak terkena hukuman. Waktu memang terasa amat cepat, tidak terasa saat itu aku sudah kelas IX. Dan disitu aku memiliki wali kelas yang bernama pak among, beliau mengajar matematika,beliau amat sangat tegas,tertib,senantiasa menjaga kebersihan, kerapihan. Setiap pelajaran matematika yang dimulai jam ke-1 kami senantiasa disuruh berbaris terlebih dahulu didepan kelas, kemudian cek kerapihan, cek kebersihan,bila ada anak yang kuku jarinya panjang langsung disuruh memotong kuku terlrbih dahulu, baru boleh masuk kelas, pokoknya kami dituntut tertib dan tidak boleh telat,karena wali kelasku teryata waka ketertiban. Jadi, pak among itu ingin bila dia bisa menertibkan kelasnya terlebih dulu baru anak-anak dari kelas yang lain, menurut pak among dia merasa malu bila dia menceramahi anak dari kelas lain yang melakukan pelanggaran, ech!!!!! ternyata anak yang menjadi walinya juga melakukan pelanggaran serta tidak tertib. 3 tahun telah bergulir tidak terasa  selama 3 tahun bersama teman-teman semua, banyak kenangan yang telah dibuat, serta tidak bisa bila diungkapkan disini semuanya. Kegokilan yang telah dibuat kawan-kawan serta rasa kebersamaan yang telah terjalin selama 3 tahun tak akan bisa dilupakan atau dihapus dalam ingatan ini,serta tak akan mungkin bisa diulang, aku punya lagu kenangan saat SMP dulu bila ku putar lagu itu memoriku langsung datang saat SMP dulu, lagu tersebut milik dari “Benua Band” dengan judul “Terbang Dalam Surga”, mungkin lagu itu amat sederhana bila didengarkan secara biasa-biasa saja tanpa dihayati. Lagu tersebut pernah dialunkan teman sekelasku saat ada acara di sekolahan yaitu perpisahanku saat kelas IX.

Setelah menyelesaikan belajarku di SMP 1 NGANTRU, sekitar tahun 2009 dan aku berumur sekitar 15 tahun, aku melanjutkan lagi ke SMKN 2 BOYOLANGU, aku memilih SMK itu karena disana ada jurusan yang aku inginkan dari kecil yaitu busana, karena aku ingin bisa menjahit seperti ibukku,bahkan aku ingin bisa melebihi ibukku. Aku amat senang menjahit,menurutku menjahit merupakan suatu kegiatan yang mengasikan, maklum karena keterbatasan biaya dulu waktu aku kecil pakaianku amat terbatas, jadi tidak bisa ganti-ganti setiap hari, serta bila ingin membeli pakaian susah mencari ukuran yang cocok karena bentuk tubuh yang kebelihan lemak. Dari latar belakang itu, aku ingin menciptakan bajuku sendiri agar pakaian yang aku miliki banyak sehingga bisa ganti-ganti sesuka hati dan bisa membuat model baju sesuka hati sesuai ukuranku sendiri, sehingga pas dan nyaman waktu dipakai.

 Gambar

Gambar tugu identitas sekolah yaitu SMKN 2 Boyolangu.

Yang diambil dari dokumentasi pribadi.

Sekolahku SMK itu amat jauh dari rumah. Mungkin sekitaran 15 km, sekolahku berada di dekatnya pasar burung boyolangu, disitu SMKnya ada tiga, yaitu SMKN 1,SMKN2,SMKN3 BOYOLANGU. Ketiga sekolah itu berada di satu ruang lingkup amat dekat sekali, bahkan berdempetan, sehingga bila ada orang yang belum kenal daerah itu pasti binung mana yang sekolah smk 1, mana yang sekolah smk 2, dan mana yang sekolah smk 3. Disekolahku didominasi oleh kaum hawa, maklum jurusan yang ada di smkn 2 boyolangu banyak yang berkaitan dengan kewanitaan. Disana ada 7 prodi, meliputi; Tata Busana,Tata Kecantikan Rambut, Tata kecantikan kulit, Tata Boga, Patiseri, Akomodasi Perhotelan (APh). Biasanya para cowok yang masuk di SMK2 masuk dijurusan Tata Boga dan akomodasi perhotelan. Sekarang ini di SMK 2 sudah lumanya banyak para adamnya tidak seperti dulu yang cuman sedikit para adamnya. Itu mungkin dikarenakan semakin banyak laki-laki yang tertarik dengan jurusan yang ada di SMK 2 BOLOYANGU. Sekolahku ini dulunya bernama SMKK banyak orang-orang yang lebih mengenal smkk dibandingkan dengan smkn 2 boyolangu. Disini aku sangat merasa senang bersekolah di smkk, aku memiliki banyak teman ada yang satu jurusan denganku dan ada juga yang berbeda jurusan aku mengenal mereka dari suatu organisasi yang aku ikuti yaitu PRAMUKA/PRAJA MUDA KARANA. Banyak kenangan yang telah kami ukir bersama,sebenarnya teman-teman yang aku kenal tidak hanya dari smkk saja tapi juga dari berbagai macam seperti SMK 3 BOYOLANGU atau lebih akrabnya STM, kami bersama-sama memajukan pramuka yang ada di sekolah kami dan juga yang ada di kota kelahiranku yaitu Tulungagung. Kami sering mengadakan kegiatan bersama, hal ini dikarenakan di smkk itu cowoknya sedikit, sedangkan stm itu ceweknya yang sedikit jadi kita saling melengkapi satu sama lainnya agar bisa mencapai tujuan bersama dengan mudah. Kegiatan yang kami lakukan juga beragam ada juga yang berkaitan dengan lingkungan, kami turun langsung ke perkampungan untuk membantu membersihkan daerah-daerah tersebut. Ada juga kegiatan penanaman pohon masal di lereng pegunungan di Tulungagung. Aku sangat menikmati saat-saat itu dimana kami merasa senang dan susah bersama serta melewati semuanya dengan bersama-sama. Sekolahku di smk 2 bololangu merupakan sekolah adiwiyata.

 Gambar

Gambar logo dari adiwiyata

Diambil dari dokumentasi pribadi

 Disana kami diajari untuk berwirausaha dibidang selain yang kami geluti, misalnya, ada yang berjualan hasil dari pertanian yang telah mereka tanam sendiri serta penjualan pupuk organic dari hasil pengolahan sampah yang telah dibusukan, berjualan sampah plastic (bungkus air mineral) yang telah dipisah-pisahkan,dll. Kami senantiasa juga diajari untuk hidup sehat,senantiasa menjaga lingkungan serta serta memanfaatkan barang-barang yang mungkin masih layak dipakai, misalnya bungkus dari jajanan bisa dimanfaatkan menjadi tas, sandal,dll. Banyak kenangan yang telah aku lewati disana, aku punya sahabat akrap yang bernama sofi, aku bersama dia dan juga teman-teman anak pramuka biasanya sepulang sekolah bila pada musim buah senantiasa mencari buah disekitar smkk, walaupun smkk itu sekolah kecil dan mungil tapi didalam sana banyak di tanam berbagai macam buah dan sayuran yang sangat enak, seperti mangga, matoa, sirsak, sawo manila, jambu air dan jambu isi,dll. Lingkungan di sekolahku itu sangat asri dan indah jd membuatku serta teman-temanku senang berada disana sehingga kami betah berlama-lama berada di smkk, walau kami selesai jam pelajaran jam 2 sore tapi biasanya kami selesai jam tidak langsung pulang melainkan berputer-puter ria mengelilingi smkk/hanya duduk-duduk menikmati suasana sehingga kami bisa pulang sekolah hingga jam 4 sore.

   GambarGambar

 Gambar

 GambarGambar

Gambar lingkungan sekitar SMKN 2 Boyolangu

Diambil dari dokumentasi pribadi.

 GambarGambar

     GambarGambar

     Gambar

Gambar hasil dari kekreatifitasan siswa

Diambil dari dokumentasi pribadi

 GambarGambar

Gambar mengenai jurusan busana

Diambil dari dokumentasi pribadi

Aku amat merasa senang bisa bersekolah di smkk, setelah aku selesai bersekolah di SMKN 2 BOYOLANGU, aku melanjutkan sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu ke universitas. Dan pada saat aku memilih universitas aku tertarik dengan universitas negari malang (UM). Sebelumnya aku tidak tahu banyak mengenai universitas ini, tapi aku banyak-banyak mencari info di web mengenai universitas ini, aku tertarik dengan universitas ini dikarenakan disini ada jurusan busananya aku ingin melanjutkan belajarku mengenai pembuatan busana, aku mencoba masuk lewat jalur undangan. Alhamdulillah bisa lolos dan sekarang aku telah masuk sebagai mahasiswa universitas negeri malang. Kini sekitar 2 bulanan lebih aku telah terlampaui serta 2 bulan juga aku hijrah ke malang, yang aku rasakan diwaktu ini adalah rasa kangen pada orang tua, rasa aneh bila jauh dari orang tua, semuanya harus mandiri dilakukan sendiri. Begitulah catatan mengenai kehidupanku, sekarang aku berumur 18 tahun dan aku telah menjadi seorang mahasiswa universitas negeri malang.

 GambarGambar

Gambar sedikit mengenai UM serta keadaan di kelas saat kuliah

Diambil dari dokumentasi pribadi

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-Liachikmatulfitri, Dwi Astuti Sih Apsari, s1. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s