Tugas 4 Penerapan K3 di Industry

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam semua lingkungan pekerjaan karena kesehatan dan keselamatan kerja berfungsi untuk melindungi kesejahteraan pekerja dalam bekerja. Kesehatan dan Keselamatan Kerja dapat diterapkan dalam semua aspek bidang kerja, baik di dalam industri, pabrik, industri rumahan, maupun di dalam salon. Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam lingkungan kerja dapat di wujudkan dalam pemakaian alat pelindung diri, tersedianya kotak P3K, alat bantu darurat seperti alat pemadam kebakaran dalam lingkungan kerja, dan kenyamanan lingkungan kerja yang dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor.

Maka dari itu kami ingin mengetahui seberapa jauh penerapan K3 dalam lingkungan kerja salah satunya salon. Kami tertarik untuk membahas penerapan kesehatan dan keselamatan kerja dalam lingkungan salon karena salon merupakan salah satu pekerjaan yang menggunakan banyak bahan kimia dan menggunakan listrik setiap harinya. Kami ingin mengetahui seberapa jauh salon menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja dan bagi pelanggannya

Secara menyeluruh atau secara global proses perawatan di salon ialah sebagai berikut:

Uraian produksi perawatan salon di mulai dari pencucian rambut, di lanjutkan dengan pemotongan rambut sesuai keinginan pelanggan, kemudian dilanjutkan dengan tahap pencucian rambut untuk menghilangkan sisa-sisa potongan rambut. Apabila pelanggan ingin melakukan perawatan yang lebih intensif pelanggan dapat memilih beberapa perawatan seperti hair spa, creambath, hair masker, coloring, toning, spa atau ozon, yang dilanjutkan dengan tahap pencucian ulang untuk pembersihan sisa obat-obat kimia. Tahap terakhir dari proses ini ialah pembentukan rambut sesuai keinginan seperti di blow, curly atau catok.

Lingkungan kerja merupakan faktor yang sangat penting. Di dalam.lingkungan kerja yang baik akan mendukung adanya tingkat produktivitas kerja yang tinggi, sehingga akan dapat meningkatkan produktivitas dari perusahaan yang bersangkutan. Lingkungan kerja yang menyenangkan bagi karyawan akan dapat menimbulkan rasa bergairah dalam bekerja sehingga terhindar dari rasa bosan dan lelah, jika lingkungan kerja tidak dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan karyawan, maka dapat menimbulkan kebosanan dan kelelahan sehingga akan menurunkan kegairahan kerja karyawan yang akhirnya menyebabkan karyawan tidak mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja seperti:

  1. Faktor Kebersihan

Kebersihan lingkungan kerja berpengaruh pada kesehatan jasmani dan kesehatan jiwa seseorang. Bagi orang yang normal, lingkungan yang bersih menimbulkan rasa senang dan rasa senang ini mempengaruhi seseorang untuk lebih bersemangat lagi. Kebersihan disini bukan hanya bersih untuk tempat bekerja saja, tetapi juga kamar kecil yang selalu dijaga kebersihannya.

b.Faktor Pertukaran Udara

Pertukaran udara sangat diperlukan, apalagi didalam ruangan yang banyak orang. Karena pertukaran udara yang cukup ini menyebabkan kesegaran fisik dan mendorong semangat kerja karyawan. Untuk menimbulkan pertukaran udara yang baik, maka ruangan harus banyak ventilasinya. Sehingga udara bebas masuk dan kesehatan fisik karyawan akan terjamin.

c.Faktor  Penerangan

Seseorang yang bekerja membutuhkan penerangan yang cukup agar dapat bekerja dengan baik. Pada waktu siang hari penerangan dapat diambil dari sinar matahari agar sinar matahari dapat masuk hendaknya ruangan-ruangan tertentu diberi plafon atau genting kaca yang tembus cahaya. Selain itu apabila suatu penerangan yang memakai penerangan dari lampu, hendaknya cahaya yang keluar tidak menimbulkan kelelahan pada mata atau menyilaukan sehingga efektivitas dapat terjamin.

d.Faktor  Keamanan

Rasa aman akan menimbulkan ketenangan dan ketentraman dalam bekerja, sehingga dapat menciptakan semangat kerja karyawan. Rasa aman disini adalah aman pada diri sendiri, aman pada diri sendiri merupakan suatu hal yang diutamakan karena seseorang akan merasa tenang bekerja apabila lingkungan tempat ia bekerja dapat menjamin keselamatannya

Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. Kecelakaan yang sering timbul di tempat kerja ialah terjatuh, tertimpa benda, tertumbuk atau terkena benda-benda, terjepit oleh benda, gerakan-gerakan melebihi kemampuan, pengaruh suhu tinggi, terkena arus listrik dan kontak bahan-bahan berbahaya atau radiasi. Keserasian peralatan dan sarana harus diperhatikan oleh pihak perusahaan dan disesuaikan dengan tenaga kerja yang dimilikinya agar kecelakaan kerja dapat diminimalisasi oleh karena kesalahan atau ketidak serasian antara peralatan dan sarana kerja dengan pegawai yang menggunakan. Ketidak serasian antara peralatan dan sarana dengan tenaga kerja dapat  menimbulkan berbagai masalah yang akhirnya dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja pegawai atau tenaga kerja itu sendiri.Berdasarkan observasi yang telah di lakukan di “My Salon”  tentang faktor lingkungan kerja maka di peroleh hasil bahwa secara keseluruhan lingkungan kerja “My Salon” telah memenuhi kualifikasi Kesehatan Keselamatan dan Kecelakaan Kerja. Berikut hasil observasi tempat kerja “My Salon”:

a.       Faktor Kebersihan

Lingkungan kerja “My Salon” dapat dikatakan bersih, karena di tunjang dengan peralatan kebersihan yang memadai seperti tempat sampah yang diletakan di setiap bagian bawah meja rias dan di sebelah pintu masuk. Tersedia juga sapu dan cikrak di sudut ruangan yang berfungsi untuk membersihan potongan rambut yang berserakan di lantai.

b.      Faktor ventilasi udara

Berdasarkan observasi, kami tidak menemukan ventilasi di “My Salon”, kami hanya melihat sebuah AC untuk penyejuk ruangan yang di dukung dengan pengharum ruangan.

c.       Faktor penerangan

“My Salon” memiliki penerangan yang baik, karena seratus persen pencahayaan berasal dari bola lampu yang menyala sepanjang jam kerja. Hal ini disebabkan “My Salon” tidak memiliki ventilasi sebagai jalan masuknya cahaya matahari, selain itu pintu masuk dari sisi teras tertutup oleh banner di kaca pintu sehingga menghambat masuknya cahaya matahari.

d.      Faktor keamanan

Dari segi keamanan,” My Salon” bisa dikatakan aman karena lokasinya yang berada di pusat perbelanjaan (Malang Town Square) yang di tunjang oleh adanya petugas keamanan (Security). Selain itu “My Salon” juga memberikan fasilitas asuransi bagi setiap karyawannya.

Berdasarkan observasi di “My Salon” maka dapat diperoleh bahwa hasil potensi bahaya di tempat kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dapat dikelompokan antara lain:

  1. Potensi bahaya fisik seperti kebisingan, suhu ekstrim, pencahayan, dan sebagainya. Kami menemukan banyak alat penghantar panas yang menggunakan tenaga listrik seperti hair dryer, catok dan alat creambath, yang menghasilkan radiasi panas dari penggunaan alat elektronik tersebut
  2. Bahaya kimia seperti berbagai macam obat-obatan salon. Kami menemukan penggunaan bahan kimia untuk pencucian, perawatan, dan penataan rambut menggunakan bahan kimia yang aman dan bersifat lembut
  3. Bahaya fisiologis seperti ergonomi, sikap dan cara kerja. Kami melihat bahwa tenaga kerja selalu berdiri pada saat melayani konsumen baik pada saat pemotongan rambut maupun perawatan intensif lainnya.

“My Salon” memiliki sarana dan peralatan kerja yang memadai. Hal ini tampak dari tersedianya tempat pencucian rambut, meja dan kursi rias yang di lengkapi dengan cermin, lemari penyimpanan obat-obat salon, peralatan potong yang memadai dan alat pelindung diri. Selain itu tersedia juga fasilitas bagi konsumen agar tidak merasa bosan dan jenuh saat menunggu antrian, seperti ruang tunggu yang di lengkapi dengan majalah, komputer yang di lengkapi dengan fasilitas internet, serta mainan anak-anak untuk balita.

Setiap tempat kerja selalu mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat memperngaruhi kesehatan tenaga kerja atau dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat kerja. Potensi bahaya adalah segala sesuatu yang berpotensi meyebabkan terjadi kerugian, kerusakan, cidera, sakit, kecelakaan atau bahkan dapat mengakibatkan kematian yang berhubungan dengan proses dan system kerja.

Pengenalan potensi bahaya ditempat kerja merupakan dasar untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tenaga kerja,serta dapat dipergunakan untuk mengadakan upaya-upaya pengendalian dalam rangka pencegahan penyakit akibat kerja yang mungkin terjadi.

Berdasarkan pada penelitian maka diperoleh hasil bahwa potensi bahaya di tempat kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dapat dikelompokkan antara lain dan cara penanggulangannya ;

  1. Potensi bahaya fisik yaitu potensi bahaya yang dapat menyebabkan ganguan-gangguan kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar,misalnya; terpapar kebisingan intensitas tinggi,suhu ekstrim(panad dan dingin),intensitas penerangan yang kurang memadai,getaran dan radiasi.berdasarkan hasil penelitian di di My Salon ada beberapa potensial hazard dari lingkunga fisik yang ditemukan yaitu ;
    1. Terpapar panas dari alat-alat yang digunakan yang memanfaatkan tenaga listrik .
    2. Terpapar radiasi dari penggunaan alat-alat elektronik yang dapat menghantarkan radiasi

Berdasarkan potensial hazard fisik yang ada di My salon maka sebaiknya digunakan APD dalam bekerja untuk mencegah timbulnya penyakit atau kecelakaan akibat kerja.APD yang digunakan adalah kaus tangan jari untuk mencegah panas dari alat yang digunakan.

  1. Potensi bahaya kimia yaitu potensi bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi.Potensi bahaya ini dapat memasuki atau mempengaruhi tubuh tenaga kerja melalui inhalation(melalui pernafasan),ingestion(melalui mulut kesaluran pencernaan),Skin contact(melalui kulit).Terjadinya pengaruh potensi kimia terhadap tubuh tenaga kerja sangat tergantung pada jenis bahan kimia atau kontaminan,bentuk potensi bahaya debu,gas,uap.asap daya acun bahan(toksisitas)cara masuk dalam tubuh.Berdasarkan penelitian di My Salon ada potensial hazard kimia yang ditemukan yaitu; penggunaan bahan kimia pada kosmetik yang digunakan untuk make up,mencuci rambut,member conditioner pada rambut,memotong,mengkriting,menata rambut,dan mewarnai rambut,hair sprey,dll.

Berdasarkan potensial hazard kimia yang ada di tempat kerja maka untuk mencegah penyakit atau kecelakaan akibat kerja maka digunakan APD.APD yang dimaksud adalah dengan menggunakan masker agar zat kimia dari bahan kecantikan tidak terhirup masuk kesaluran pernafasan,menggunakan sarung tangan sekali pakai saat melayani pelanggan dengan perawatan rambut misalnya ; mencuci rambut,memberi conditioner,memotong, mengkriting,menata rambut,dan mewarnai rambut.

  1. Potensi bahaya biologis yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal dari atau sumber pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tententu.potensi hazard lingkungan biologis yng ditemukan di My Salon yaitu penularan penyakit akibat bakteri,jamur,handuk,termasuk kursi salon,dipan tempat cuci rambut.Berdasarkan pada potensi hazard biologis yang ada di My Salon maka sebagai petugas salon sebaiknya rajin mencuci bersih tangan sendiri,maupun peralatan salon seperti gunting,pisau cukur,handuk,termasuk kursi salon,dipan tempat cuci rambut sebaiknya dilakukan setiap kali selesai melayani seorang pelanggan.
  2. Potensi bahaya fisiologis yaitu potensi bahaya yang berasal atau yang disebabkan oleh penerapan ergonomic yang berlaku,dalam melakukan pekerjaan serta peralatan kerja termasuk ; sikap dan cara kerja yang tidak sesuai,peraturan kerja yang tidak tepat,beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja ataupun ketidakserasian antara manusia dan mesin.potensial hazard yang ditemukan adalah posisi kerja pada pekerja yang tidak ergonomic yaitu ; posisi yang berdiri terus menerus saat melayani pelanggan,yang membutuhkan waktu lama dalam pelayanan.berdasarkan potensial hazard fisiologis seharusnya para pekerja disediakan tempat duduk yang nyaman dengan sandaran dilapisi gabus agar pada saat pekerja lelah berdiri maka dapat beristirahat sebentar dan duduk di kursi yang telah disediakan.
  3. Potensi bahaya psiko-sosial yaitu potensi bahaya yang berasal atau ditimbulkan oleh kondisi aspek-aspek psikologis ketenaga kerjaan yang kurang baik atau kurang dapat perhaatian.berdasarkan hasil penelitian yang diperhatikan tidak ditemukan potensial hazard lingkungan psikologis karena tenaga kerja ditempatkan sesuai dengan bakat,minat,kepribadian,motivasi,temperament atau pendidikannya,keterampilan kerja sangat baik karena di didik langsung oleh pemilik salon yang pernah sekola kecantikan,hubungan antara pekerja dan pemilik salon sangat baik,pekerja sebagai pekerja salon merupakan hobi dari pekerja,jadi pekerja merasa nyaman dan cepat dalm melayani pelanggan

dengan demikian kesimpulan yang dapat ditarik yakni:

1.    Para pekerja mempunyai tingkat pengetahuan yang baik tentang kesehatan dan keselamatan kerja, menurut mereka kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu kondisi bekerja yang membuat mereka nyaman dan terhindar dari segala potensi yang dapat menimbulkan bahaya bagi mereka dan bagi pelanggan baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

2.    Kondisi lingkungan kerja di My Salon  memiliki potensial hazard fisik yaitu : terpapar panas dan radiasi, potensial hazard  kimia yaitu : terpapar bahan kimia dari kosmetik yang digunakan, potensial hazard biologi yaitu : bakteri, virus, dan jamur dari handuk, gunting dan peralatan salon lainnya, potensial hazard fisiologi yaitu : posisi yang tidak ergonomi pada saat melayani pelanggan.

3.    Meskipun para pekerja mempunyai tingkat pengetahuan yang baik tentang kesehatan dan keselamatan kerja namun pada pelaksanaannya para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat bekerja yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja

4.    Penyakit penyakit yang bisa timbul akibat dari bekerja disalon adalah :

a.    Penyakit saluran pernafasan akibat debu, kapas, bahan kimia dari obat kecantikan, mis; hair spray, dan lain-lain. Cara pencegahannya adalah dengan menggunakan masker dan sarung tangan

b.    Asma akibat dari sensitivitas zat perangsang dari zat kimia bahan  kecantikan (terutama yang disemprotkan). Cara pencegahannya  adalah dengan menggunakan masker agar zat kimia dari bahan kecantikan tidak terhirup masuik kesaluran pernafasan

c.    Penyakit kulit yang disebabkan oleh: faktor fisik, kimiawi dan biologis

5.    Para pekerja di My Salon tidak mempunyai jaminan kesehatan dari Salon. Jika terjadi kecelakaan kerja para pekerja akan segera kefasilitas kesehatan terdekat yaitu puskesmas, namun sejauh ini balum pernah terjadi kecelakaan kerja yang terjadi ditempat kerja.

SARAN

1.    Para pekerja sebaiknya diberi pelatihan pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja untuk meningkatkan pengetahuan para pekerja tentang kesehatan dan keselamatan kerja

2.    Pemilik salon sebaiknya menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat digunakan para pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

DOKUMENTASI:

IMG00282-20121025-0957 IMG00282-20121025-0957-1 IMG00284-20121025-0958 IMG00286-20121025-0958 IMG00287-20121025-1002 IMG00288-20121025-1002 IMG00285-20121025-0958  IMG00283-20121025-0958

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-Daru Tri Agustin, Bus1A12-HidayatuRohmah, BUS1A12-Irene Fransisca, BUS1A12-Putri Martha Riandini, BUS1A12-Zefanya Stefanny, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s