k3 1 Ina Khusniawati

KISAH HIDUPKU
Namaku Ina Khusniawati. Saya terlahir dari sepasang suami istri, ibu saya bernama Yuni Susiani dan ayah saya bernama Suhariono. Ibu saya berasal dari Desa Dadaprejo, dan ayah saya berasal dari desa yang kita tempati bersama sekarang, yaitu Desa Bocek Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang. Saya bersyukur bisa lahir dengan selamat pada tanggal 9 Februari 1994 di rumah nenek saya (dari ibu), karena dulu nenek masih ingin dekat dengan ibu. 10 hari sebelum aku dilahirkan, kakek saya (dari ibu) meninggal dunia, sehingga saya tidak tahu dan tidak pernah merasakan kasih sayang dari kakek. Sebulan setelah saya dilahirkan, kami (ayah, ibu, dan saya) pindah ke Desa Bocek, desa ayah berasal. Kami tinggal di desa ini bersama kakek, nenek, dan paman (dari ayah). Semasa saya kecil, saya dirawat oleh nenek, karena ayah dan ibu bekerja. Keadaan ekonomi keluargaku ketika saya masih kecil sudah terbilang mapan, karena ayah dan ibu sama-sama bekerja, oleh karena itu giziku selalu terjaga. Ayah bekerja di sebuah perusahaan ternak yang lumayan besar sebagai petugas kandang, sedangkan ibu bekerja di sebuah perusahaan plastik sebagai Staf Administrasi. Selama saya kecil, saya juga ditemani oleh sepupu laki-laki dari keluarga ayah yang umurnya selisih 9 bulan lebih tua dari saya. Semua kegiatan sehari-hari selalu berkaitan dengan dia, karena memang dia juga dirawat oleh nenek. Semua suka dan duka kita alami berdua, mulai dari bermain bersama, mandi bersama, makan bersama, bertengkar, kejar-kejaran, sampai hampir semua barang yang kita miliki harus sama, karena apabila tidak sama kita pasti akan bertengkar.
Banyak kisah yang terjadi mewarnai hidup saya, saya akan mengungkapkannya mulai dari awal hingga hari ini saya menulis cerita ini.
1.    Masa balita
Seperti yang telah tertulis diatas, bahwa ketika saya masih balita saya diasuh oleh nenek saya (dari ayah) bersama dengan sepupu laki-laki saya. Seringkali, nenek mengajak saya untuk ikut serta ke acara pengajian, dan sepupu saya diasuh oleh kakek. Ketika jam tidur siang, saya selau dijaga (dikelonin) sama nenek saya, terkadang kalau saya susah untuk ditidurkan, nenek membasuh wajah saya dengan air kemudian menggendong saya dengan selendang. Saya hanya bisa berkumpul dengan ayah dan ibu ketika hari sudah malam, ketika kami melihat TV bersama dengan kakek dan nenek, itu karena ayah sudah harus berangkat kerja setelah sholat subuh karena tempat kerjanya yang jauh, ayah harus sudah menunggu mobil jemputan yang telah disediakan perusahaan sebelum ketinggalan. Sedangkan ibu berangkat kerja pada pukul 7 pagi. Ketika hari mulai sore, ayah saya lah yang pulang dari kerja, setelah melepas lelah, tidak lama kemudian ayah pergi untuk menjemput ibu dikantor. Seringkali ketika ayah yang melihat saya sudah mandi, bersih, dan tampil cantik, ayah mengajak saya untuk ikut serta menjemput ibu, dan tak lupa mereka pasti membelikan snack dan susu untuk saya ketika pejalanan pulang. Begitulah seterusnya hari-hari yang saya jalani ketika masih balita.

balita

 

 

 

 

Gambar 1
Foto ketika balita
Terjadi insiden yang menyedihkan ketika saya masih balita, peman saya (adik ayah saya) meninggal karena suatu hal yang menurutku sepele. Waktu itu, dia masih berusia 19 tahun, dia ingin menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren, tetapi tidak diizinkan oleh kakek dan nenekku karena mereka tidak punya uang yang cukup untuk membiyai kebutuhan paman saya di pondok pesantren. Akan tetapi, paman saya tetap bersi keras berangkat ke Pondok Pesantern itu, kemudian ketika masih dalam perjalanan, dia haus dan kemudian diberi segelas minuman oleh temannya. Entah apa yang dicampurkan teman paman saya kedalam minuman itu, yang pasti setelah minuman itu diminum, paman saya langsung kehilangan kesadaran. Selidik punya selidik, bahan yang dicampurkan adalah serbuk dari tanaman kecubung hitam yang mengandung racun. Jelang 13 hari setelah kejadian itu, paman saya meninggal dunia.
2.    Masa usia TK
Saya berlajar di Raudlatul Athfal Nasyrul Ulum, satu-satunya sekolah TK di desa saya (saat itu). Saat itu saya juga masih bersama sepupu laki-laki ku, jadi aku masuk TK lebih awal dari yang seharusnya supaya aku bisa bersama sepupuku itu, dan juga supaya nenekku tidak kerepotan.
Pada masa ini, ayah mempunyai masalah terhadap pekerjaanya. Beliau dianggap melanggar peraturan yang telah dibuat oleh perusahaan. Waktu itu, ayahku sebagai seorang petugas kandang dengan serangkaian tugas yang berat dimintai tolong oleh temannya (sama-sama petugas kandang) untuk menggantikan pekerjaanya pada hari libur karena beliau ada keperluan. Ayahku tidak begitu saja menerima tawaran itu, karena setiap bulan seorang pegawai harus sudah membuat jadwal untuk hari liburnya dan sekalipun tidaklah boleh merubah dan melanggar jadwal yang telah dibuat tersebut. Akan tetapi, teman ayahku tetap saja memohon, akhirnya ayahku mau membantu asal sudah diketahui dan diizinkan oleh pengawas. Dengan keputusan ini, berubahlah sebagian jadwal ayahku dan dianggap melanggar peraturan. Ayahku dirumahkan selama 2 bulan tanpa alasan yang jelas, karena pengawas tidak mengungkapkan kejadian yang sebenarnya. Dengan jangka waktu tersebut ayahku tidaklah diam, beliau berusaha mempertahankan dan mendapatkan kembali haknya sebagai karyawan suatu perusahaan dengan membuat pengaduan kepada pihak pusat. Jelang beberapa hari ayahku dipanggil untuk dimintai keterangan secara jelas. Akhirnya terbukti memang ayahku tidak bersalah dan ayah diizinkan bekerja lagi seperti biasa.

tk2

 

 

 

 

tk

 

 

 

 

 

 

Gambar 2
Foto masa balita
3.    Masa usia SD
Saya bersekolah di MI Nasyrul Ulum, masih satu yayasan dengan TK tempat aku bersekolah sebelumnya. Sama seperti sebelum-sebelumnya aku bersekolah disini juga besama dengan sepupu laki-lakiku. Ketika berada dijenjang ini saya mampu berprestasi dangan baik. Ini terbukti dengan peringkat yang saya peroleh tidak pernah lebih dari Rangking III, itupun hanya  saya peroleh satu kali, peringkat II sebanyak tiga kali dan Rangking I sebanyak  sepuluh kali. Jumlah ini terlalu banyak untuk masa-masa sekarang yang ujian dilakukan tiap semester, tetapi pada waktu itu ujian yang saya lakukan selama kelas 1 dan 2 adalah tiap empat bulan sekali (catur wulan). Nilai UAS ku juga nilai tertinggi tingkat sekolah.

rumah

 

 

 

 

Gambar 3
Foto rumah
Ketika saya kelas 2, saya mempunyai adik perempuan yang bernama Alfi Masfufah yang lahir pada tanggal 25 Mei 2001. Pada awalnya saya memang senang mempunyai adik, tapi rasa itu tidak bertahan lama karena banyak sekali masalah setelah adikku itu lahir, mulai dari ayah dan ibuku yang sering memarahiku karena saya sering menolak untuk menjaga adik sampai masalah perhatian ayah dan ibuku yang lebih terfokus pada adikku yang masih kecil. Dari semua insidan yang terjadi antara saya dan adikku, sebenarnya bukan sepenuhnya salahku. Seperti halnya anak kecil, mereka sangat aktif, sehingga memerlukan pengawasan penuh terhadap semua yang mereka lakukan, karena saya masih kecil, saya juga biasa bermain sendiri ketika disuruh menjaga adikku. Menurutku itu sama sekali bukan salahku karena itu adalah tugas orang tua untuk mengasuh anknya. Sesekali saya juga mengerti ketika mereka butuh bantuanku, tetapi sering juga saya lebih mementingkan urusanku.
Ketika menginjak kelas 3, ibuku di PHK oleh perusahaannya karenna mengalami kebangkrutan. Semenjak saat itu, ibuku membuka toko kecil didepan rumah dengan menjual bahan-bahan sembako (seperti gula, minyak goreng, minyak tanah), bahan-bahan dapur (seperti garam, bumbu penyedap, merica, ketumbar, pala, dsb), sabun mandi, pasta gigi, detergen, sabun colek, shampoo, dan jajanan anak kecil.
Ketika menginjak kelas 5, ayah dan ibu memutuskan untuk mebangun rumah sendiri untuk kami tempati, letaknya tidaklah jauh dari rumah yang lama. Awalnya rumah ini akan ditempati oleh kami bertiga (saya, ayah, dan ibu), oleh karena itu, ayah hanya membuat 2 kamar, 1 untukku dan adikku dan 1 lagi untuk ayah dan ibuku. Akan tetapi, setelah rumah itu sudah bisa di tempati, nenekku ingin ikut tinggal dirumah itu, akhirnya rencana awal di ubah menjadi aku tidur bersama nenek sedangkan adik satu kamar dengan ayah dan ibuku. Walau seperti itu, kami senang berada dirumah baru kani karena disisni suasananya nyaman dan udaranya masih bersih, serta asri berkat ada banyak pohon disekeliling rumah.
Mulai saat itu, toko ibuku ditutup karena letak rumah baru kami berada posisi yang tidak strategis, yaitu dekat dengan sawah dan pekarangan.
4.    Masa usia SMP
Setelah beberapa tahun menempati rumah baru, untuk membantu ayah memenuhi kebutuhan sehari-hari ibuku bekerja di pabrik rokok sebagai tenaga penggunting. Sama seperti yang telah terjadi, sekolah yang ayah dan ibuku pilih untukku adalah sekolah yang berada didekat rumah kami yaitu di Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif yang mereka anggap mudah untuk mengawasiku, oleh karena itu, teman-teman yang saya kenal sebagian besar sudah saya kenal mulai dari tingkat TK. Selama berada ditingkat ini saya mampu mempertahankan prestasiku dari jenjang SD, hal ini terbukti mulai dari kelas VII sampai IX rangking yang selalu saya peroleh adalah rangking 1.
Pada tingkat ini, keluarga kami mengalami 2 kali kejadian duka, yang pertama adalah meninggalnya nenekku (dari ibu), dan yang kedua adalah kakekku (dari ayah).
Ketika saya lulus sadari Madrasah Tsanawiyah, saya bingung mau melanjutkan sekolah kemana. Sebagian besar Bapak Ibu Guru mengarahkanku untuk masuk ke SMA dan mengambil jurusan IPA saja, hal ini didasarkan pada nilai-nilai matematika dan IPA yang saya peroleh bagus dan tidak pernah kurang dari KKM. Akan tetapi ayhku tidak setuju, beliau lebih mengarahkanku unntuk sekolah di SMK, dengan harapan saya bisa langsung kerja setelah lulus dari SMK tersebut. Akhirnya, sebagai seorang anak, saya berusaha untuk menjalankan kehendak orang tuaku yaitu sekolah di SMK. Waktu itu, karena selama ini saya hanya bersekolah dilingkunganku sendiri dan tidak pernah ke daerah yang lebih jauh, aku dan orang tuaku tidak tau mana sekolah SMK yang baik dan berkualitas di Kota Malang. Pada suatu hari ketika saya dan ayah libur, kami berdua jalan-jalan dan berniat mencari sekolah SMK yang sesuai dengan kehendak ayahku. Akhirnya sampailah akami pada sebuah sekolah SMK di Jalan Ikan Piranha Malang yakni SMK Negeri 5 Malang.
5.    Masa usia SMK
Setelah melihat dari kejauhan tentang sekolah ini, kami berdua masuk kedalam ruang lobby untuk menanyakan perihal penerimaan siswa baru dan informasi tentang jurusan-jurusan yang ada disana.
Kami pulang dengan rasa lega telah menemukan sekolah yang menurut ayahku bagus. Segera setelah kami sampai dirumah, kami berunding kira-kira jurusan apa yang cocok untukku. Satu pilihan dilontarkan pada jurusan tata busana, hal ini dipertimbangkan karena alat praktikum yang digunakn tidaklah terlalu mahal dibandingkan dengan jurusan lain yang memerlukan laptop misalnya untuk kegiatan praktikumnya.
Ketika sampai pada jadwal wawancara orang tua, disini para orang tua ditanya dan diminta kesanggupan untuk memenuhi kewajiban terhadap sekolah berupa uang gedung, seragam dan kebutuhan para peserta didik, khususnya kesanggupan menyediakan alat praktik sesuai dengan jurusan yang telah diambil (mesin jahit).
Seminggu setelah tes wawancara, saya menjalani tes tulis. Pada kesempatan ini, belum ada satupun orang yang saya kenal, karena memang saya hanya sendiri dari Madrasah Tsanawiyah ku. Saya belum bisa percaya diri berada ditengah-tengah para peserta yang kebanyakan berasal dari daerah kota sedangkan aku berasal dari desa. Tetapi  hal itu tidak bertahan lama, setelah pengumuman disampaikan dan aku diterima, aku sangat senang dan perkenalan dengan teman baru menjadi saat paling berharga ketika menjalani hari-hari MOS. Jujur, ada sedikit penyesaln , bahwa sesungguhnya untuk bias mencari/mendekati teman tidaklah susah, kita cukup bersikap baik dan menghargai teman saja, itu akan membuat teman kita menjadi respect pada kita. Kalu tau seperti ini kejadiannya, dulu ketika akan masuk jenjang SMP aku pasti mau disekolahkan di  SMP Negeri di daerah kecamatan daripada sekolah yang berada didesaku.
Sebenarnya, pada jenjang ini saya ingin mengikuti kegiatan organisasi OSIS, akan tetapi perekrutan diutamakan terhadap siswa yang telah mempunyai riwayat organisasi di sekolah sebelumnya. Ketika masih di SMP, kegiatan organisasi seperti ini memang ada, tetapi tidaklah berjalan sebagaimana mestinya, kegiatan berlangsung ketika akan diacarakan moment-momrnt tertentu. Ini dikarenakan sekolahku yang masih berada di desa dan masih belum memperdalm pebingkatan kualitas organisasi siswa.

keluarga

 

 

 

Dijenjang inilah penerapan K3 mulai kentara, mata pelajaran K3 juga telah masuk dalam kurikulum, yang menjadi kesatuan dalan pelajaran produktif. Penerapan K3 yang sudah diterapkan disekolah meliputi: setiap jam produktif siswa diwajibkan untuk memakai baju kerja yang telah disediakan oleh sekolah, sebelum dan setelah pemakaian lab busana siswa harus membersihkan dan menata ruang dengan rapi, tidak makan didalam lab, terdapat cukup pencahayaan dan ventilasi dalam ruangan.
Walaupun sebagian besar konsep-konsep K3 telah diterapkan, masih ada sebagian yang masih perlu ditingkatkan seperti: peraturan yang tegas kepada siswa untuk mematuhi ketentuan yang telah dibuat berhubungan dengan penerapan K3 di lab Busana, bahkan mungkin perlu memberi sanksi tertentu kepada siswa yang melanggar. Hal itu perlu dilakukan karena ada saja sisws yang melanggar peraturan seperti: siswa tidak mau menggunakan baju kerja ketika praktik di lab busana atau siswa yang makan didalam lab busana.
Pada semester 1 kelas XI, saya menjalani Praktik Kerja Industri. Dari program yang dislenggarakan oleh sekolah ini, saya memperoleh wawasan yang lebih banyak dari yang telah saya dapat dari sekolah. Seperti teman-temanku yang lain, ketika masih di kelas X semester 1 kami semua tidak tahu bagaimana caranya menjahit, hampir semua hasil jahitan kami jelek, tapi setelah menjalani Program Praktik Kerja Industri (PI) hasil karya-karya ku menjadi baik dan rapi. Saya PI di Modes Kristin, Jalan Jaksa Agung Suprapto No 1A Malang, pemilik Modes ini adalah Ibu Si Kristiana. Pada dasarnya penerapan konsep K3  di modes ini belum maksimal, karena memang masih tergolong industri rumahan. Banyak hal yang saya peroleh dari tempat ini, semua kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan baju diajarkan disini, mulai dari pembuatan pola, cutting, sewing, dan decoration.
6.    KULIAH – SEKARANG
Untuk bisa masuk ke Universitas Negeri Malang ini membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, bersaing dengan ribuan calon MABA yang lain yang mungkin mempunyai kemampuan lebih dari saya. Saya mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), pada awalnya saya mengikuti jalur Undangan, akan tetapi tidak lolos, kemudian saya mengikuti jalur Tes Tulis dan akhirnya lolos. Untuk sampai ke jenjang ini saya melibatkan banyak orang, antara lain: Guru BK, orang tua, teman, dan masih banyak yang lainnya. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada mereka semua.
Saya mengemban ilmu  Prodi  S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik. Peneranan K3 di prodi ini sudah baik, karena sudah pada tingkat lembaga pendidikan yang paling tinggi, penerapan K3 disini sangat diperhatikan, tak segan-sagan apabila dosen melihat atau menemukan mahasiswanya yang melanggar, beliau akan memberikan peringatan bahkan nilai-nilai tertentu pada mahasiswanya tersebut.
Demikianlah sedikit tentang hidup saya, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca yang telah membaca tulisan ini.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-InaKhusniawati. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s