Tugas 1 Lingkungan Sekitar Evi Dwi Kristanti

  18 TAHUN KEHIDUPANKU

            Pada tahun 1994, tepatnya tanggal 10 Maret lahir di bidan seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang diberi nama oleh orang tuanya Evi Dwi Kristanti. Bayi mungil tersebut adalah saya. Saya akrab dipanggil evi. Saya adalah anak ke-2 pasangan dari Bapak Mujiyanto dengan Ibu Sumiani. Kakak saya seorang laki-laki yang berumur 7 tahun diatas saya dan adik saya seorang perempuan yang umurnya 8 tahun dibawah saya. Menurut ibu saya, saya lahir dengan selamat dan melalui proses melahirkan normal.

Periode Balita

Pada periode balita ini saya sering sakit-sakitan dan sering keluar masuk rumah sakit. Salah satu penyebab saya sakit karena pada saat saya balita rumah yang saya tempati adalah rumah kecil yang sangat sederhana dengan banyak debu dimana-mana karena lantai yang masih ubin. Saya adalah anak yang alergi terhadap debu sehingga ini membuat saya sering mengalami batuk. Selain itu menurut saya rumah saya pada saat itu ergonominya tidak begitu bagus. Jarak kursi dengan televisi yang sangat dekat bisa merusak pengelihatan saya. Ergonomi pada dapur juga kurang memadai sehingga sering mengganggu ibu saya pada saat memasak.

Periode TK

Periode Taman Kanak-kanak (TK) saya yaitu antara umur 5 tahun sampai 6 tahun. Saya bersekolah TK    di Taman Kanak-Kanak Riduwanusolihin yang berada di Jl. Sarangan, Malang. Pada saat duduk di bangku TK nol kecil saya lebih banyak diajarkan permainan dari pada belajar. Tetapi bukan berarti saya tidak belajar, saya juga sudah dikenalkan dengan angka saat dibangku nol kecil. Pada saat TK nol kecil saya pernah mengalami beberapa kecelakaan yang cukup membahayakan bagi anak seusia saat pada saat itu. Kecelakaan itu bermula saat saya bermain permainan yang saya sebut dengan putaran. Permainan ini biasanya paling saya sukai, akan tetapi setelah kecelakaan yang saya alami saya tidak mau lagi bermain dengan permainan itu. Pada saat saya bermain permainan putaran ini saya memutar sendiri permainan ini dan duduk. Apabila permainan ini akan berhenti saya turun dari tempat duduk dan memutar lagi, begitu seterusnya. Pada saat saya ingin turun dan berniat menyudahi permianan tersebut, tiba-tiba teman saya langsung mendatangi permainan tersebut dan pada saat saya ingin loncat dari tempat duduk pada permainan tersebut teman saya memutar permainan itu dengan sekuat tenaganya. Kedua tangan saya yang tidak berpegangan dengan kuat membuat saya terlempar dari permainan tersebut. Kecelakaan ini tidak berhenti disitu saja, saat saya terjatuh dan terpental dari permainan itu saya tertabrak tiang penyangga ayunan yang berada tepat di depan permainan putar tersebut. Seperti di sinetron, kepala saya tepatnya pada bagian kening luka dan saya rasa ada sedikit sobekan yang terjadi. Usia saya yang pada saat itu masih sangat kecil untuk bisa menahan rasa sakit sehingga saya langsung menangis sekencang-kencangnya. Seragam saya pada saat itu berwarna putih dan karena kecelakaan itu banyak bercak darah yang jatuh. Sontak tempat saya jatuh pun menjadi sangat ramai oleh wali murid yang hendak menolong atau bahkan hanya sekedar melihat karena takut melihat darah yang banyak keluar dari kepala saya. Wali kelas saya dan guru-guru yang lain langsung membawa saya ke rumah sakit terdekat yaitu RS Saiful Anwar menggunakan kendaraan wali murid yaitu mobil Kijang.

Orang tua saya datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Kepala Sekolah TK saya. Mereka datang dengan muka cemas dan ibu saya sempat meneteskan air mata karena khawatir dengan kondisi saya. Setibanya di rumah sakit, tepatnya di ruang UGD tempat saya di rawat ibu saya langsung memeluk dan lagi-lagi ibu saya meneteskan air mata. Ayah saya menemui dokter dan dokter mengatakan bahwa pada kepala saya tidak terjadi masalah serius hanya sobekan kecil yang dalam beberapa bulan akan hilang dan pulih seperti sebelumnya. Mendengar pernyataan dari dokter tersebut kedua orang tua saya sangat lega dan memberi saya nasehat agar lebih hati-hati lagi. Sambil menunggu ayah membayar administrasi saya dan ibu membeli obat yang harus ditebuh di Apotek. Kecelakaan yang saya alami saat saya berada di bangku TK diatas adalah sebagian dari kecelakaan yang lain yang menurut saya paling menyalahi unsur K3.

Periode SD

Periode Sekolah Dasar (SD) ini yaitu periode dimana saya mulai belajar banyak ilmu. Pada periode ini saya berumur 7 tahun sampai 12 tahun. Saya bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Lowokwaru 6 pada saat itu dan kini berganti nama menjadi Sekolah Dasar Negeri Lowokwaru 3. Pada saat duduk dibangku kelas 1 saya mengalami beberapa tekanan dari ibu dan wali kelas saya karena pada saat ini saya belum mampu membaca dan brhitung dengan benar. Ini bukan karena kecelakaan yang saya alami melainkan cara berfikir dan belajar saya yang kurang tepat. Akhirnya dengan sangat memaksa saya mulai belajar dengan giat dan selalu menangis dikala saya merasa sudah benasr-benar tidak dapat berfikir dan belajar lebih lagi. Tetapi pada akhirnya saya mampu membuktikan kepada kedua orang tua dan wali kelas saya bahwa saya mampu membaca dan menulis dengan benar.

Saat saya duduk dibangku kelas 2 ada kebanggaan tersendiri dalam diri saya karena saya mampu membaca dan menulis serta berhitung dengan baik. Tetapi ternyata kepandaian saya saat itu masih dibilang berada pada rata-rata tengah karena saya tidak mendapat rengking. Saya senang dikelas 2 ini saya punya wali kelas baru yang menurut saya lebih baik. Saya bukanlah seorang murid yang cerdas atau pun murid yang bodoh. Saya adalah murid biasa yang punya kelebihan dan kelemahan pada tiap pelajaran. Kendala atau masalah pada saat saya duduk dibangku kelas 2 ini ada banyak. Suatu hari saat saya dimintai tolong oleh ibu guru untuk menuliskan jawaban saya dipapan, saya batuk-batuk. Hal ini bisa terjadi karena saya tidak terbiasa dengan debu. Saat itu masih menggunakan papan tulis hitam yang menggunakan kapur untuk menulis sehingga saat saya menulis banyak sekali debu-debu atau serpihan-serpihan kapur yang berterbangan. Saat itu saya harus menulis di papan paling atas dan itu membuat saya harus menghadap ke papan atas. Sehingga saat saya menulis menggunakan kapur, debu-debu atau serpihan-serpihan kapur jatuh dan berterbangan ke mata dan hidung saya dan pada akhirnya membuat saya bersin-bersin.

Saya juga pernah tertusuk jarum pada saat saya piket kelas dan itu juga saat saya berada di kelas 2 sekolah dasar. Jarum itu tertusuk cukup dalam sehingga membuat saya menangis. Guru yang saat itu mengetahui kejadian itu langsung mengambil jarum dan mengeluarkan darah agar tidak terjaddi pembekuan darah. Kejadian itu membuat saya lebih hati-hati lagi dan setiap kali saya piket saya selalu memperhatikan apa yang saya bersihan dan bahaya-bahaya apa yang ada disekitar saya.

Dilingkungan tempat saya tinggal tidak banyak anak seusia saya jadi saya hanya bermain didalam rumah saja. Saat sekolah dasar, ibu selalu memperhatikan makanan saya, jam tidur atau istirahat saya dan yang paling penting adalah jam belajar saya. Ini tidak pernah membuat saya terganggu karena saya sadar apabila saya tidar cukup tidur disiang hari, pada malam harinya akan membuat saya malas belajar dan saya menjadi mengantuk. Selain itu, asupan gizi saya sangat diperhatikan oleh ibu. Meskipun ibu saya bukan seorang wanita yang pandai memasak, tetapi beliau tau nutrisi-nutrisi apa saja yang saya butuhkan saat saya berusia 7 tahun sampai 12 tahun. Sebelum dan sesudah makan saya selalu diberi vitamin yang saya tidak ingat apa namanya, yang jelas itu sangat membantu saya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah.

Saya tidak pernah bermain diluar rumah, hal ini yang membuat saya suka menemani orang tua saya bekerja. Sebagai penjait konveksi ayah saya adalah pekerja keras. Menemani orang tua bukan berarti saya hanya melihat, merepotkan mereka saja tetapi saya juga tidak jarang membantu pekerjaan mereka seperti menggunting benang sisa jahitan dan menata kemeja yang akan di jahit lagi. Kesalahan saya saat membantu orang tua adalah ketika saya melihat ayah menjahit begitu enak dan sepertinya mesin itu mudah untuk digunakan membuat saya penasaran. Mungkin rasa penasaran ini karena usia saya yang masih kecil sehingga tingkat keingintahuannya banyak. Saat mesin tersebut sepi, dengan lancang saya duduk didepan mesin dan dengan pengetahuan mesin jahit yang tidak ada saya menginjak dinamo. Kesalahan yang sangat fatal adalah saya menaruh jari mungil saya didekat jarum dan akhirnya apa yang ditakutkan orang tua saya terjadi. Jarum pada mesin itu menancap dijari saya. Ayah langsung membantu saya agar jari mungil saya dapat terlepas dari mesin tersebut. Tangisan kesakitan pun saya keluarkan dan sebagai seorang ibu yang baik, beliau memeluk saya sambil mengobati luka dijari saya.

Kejadian-kejadian yang saya alami tidak pernah membuat saya jera. Saya selalu diajarkan orang tua saya bagaimana mengambil banyak pelajaran dari kesalahan yang saya buat. Saat saya berada dibangku kelas 6 sekolah dasar saya juga pernah memecahkan kaca kelas karena ulah jahil teman saya yang mengunci saya dari luar dalam keadaan lampu kelas mati dan menakut-nakuti saya dengan suara-suara hantu. Ketakutan yang saya rasakan membuat saya spontan menendang pintu kelas dan memecahkan kaca kelas. Kejadian itu membuat tangan saya lagi-lagi berdarah karena serpihan-serpihan kaca. Untung saja lukanya tidak serius dan tidak terlalu berbahaya karena tangan kanan saya hanya terkena serpihan kaca saja. Tidak berhenti sampai disitu, keesokan harinya wali murid memanggil saya dan menasehati saya. Untung saja beliau tidak memanggil orang tua saya karena saya akan sangat malu apabila orang tua mengetahuinya.

Pada masa-masa SD ini selain beberapa pengalaman saya juga melihat bahwa ergonomi disekolah saya sudah cukup bagus dengan ada beberapa pohon rindang yang menyejukkan, beberapa kantin bersih, beberapa wastafel disetiap kelas hanya saja ruang kelas yang kurang luas untuk siswa-siswi dalam jumlah banyak sehingga jarak antara papan tulis dengan bangku sangat dekat. Hal ini akan sangat mengganggu pengelihatan saya, maka dari itu saya lebih memilih duduk di tengah agar jarak pandang saya dengan papan tulis tidak terlalu dekat atau pun terlalu jauh.

Periode SMP

Gambar

            Pada tahapan periode Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya diterima di sebuah sekolah negeri tepatnya di SMPN 8 Malang yang terletak di Jl. Arjuno dekat dengan Radar Malang. Sekolah ini adalah pilihan ke 2 saya setelah SMPN 5 Malang, selain itu SMPN 8 ini adalah sekolah yang cukup bagus di Kota Malang karena menduduki peringkat ke 3 pada saat itu. Letaknya cukup strategis, dekat dengan pusat kota dan dekat dengan stadion. Sekolah ini juga memiliki banyak pohon yang membuatnya terlihat tidak gersang. Sekolah ini sangat menerapkan kesehatan, keselamatan, dan keamanannya. Kesehatannya dapat terlihat dengan adanya sampah kering dan basah di tiap-tiap depan kelas. Keselamatan serta keamanan juga dapat dilihat dari beberapa petugas keamanan yang berada di depan sekolah dan juga selalu ada pemeriksaan yang bertujuan mencegah siswa-siswinya membawa senjata tajam, miras, rokok, maupun narkoba. Pada ergonomi kelasnya sudah sangat baik, ruang kelas yang cukup luas sehingga tidak mengganggu jarak antara mata dengan papan tulis. Hanya saja masih banyak kelas yang menggunakan papan tulis kapur sehingga debu kapur tidak dapat terhindarkan.

Ada juga beberapa laboratorium disekolah ini yaitu laboratorium sains, bahasa indonesia, dan laboratorium bahasa inggris. Semua laboratorium ini sangat menjaga kebersihan dan selalu menghimbau agar siswa-siswi menjaga kebersihannya baik sebelum ataupun sesudah menggunakan lanboratorium tersebut.

Gambar

            Periode SMK

Gambar

            Saya bersekolah di SMKN 3 Malang yang terletak di Jl. Surabaya. Saya memilih jurusan busana karena ini sesuai dengan pekerjaan orang tua saya sebagai pemilik garment. Awalnya saya ingin memilih jurusan kecantikan, tapi dengan alasan tertentu saya akhirnya memilih jurusan tata busana. Sekolah yang cukup luas ini memiliki banyak sekali kelas karena selain kelas untuk belajar mengajar, juga ada beberapa ruang praktek untuk tiap-tiap jurusan. Ada 5 jurusan disekolah ini dan salah satunya adalah jurusan tata busana yang saya pilih. Pada jurusan tata busana ini, ada 5 ruangan praktek. Ruang praktek ini terdapat beberapa meja besar untuk memotong dan membuat pola juga ada beberapa mesin jahit manual yang menggunakan dinamo dan mesin juki high speed.

Kebersihan pada tiap ruang praktek sangat diperhatikan karena disini kita diajarkan untuk menjadi seorang pekerja. Tidak ada pekerja yang suka bekerja ditempat yang kotor dan lingkungan yang bersih akan membuat kita semangat serta senantiasa gembira melaksanakan tugas dari guru. Limbah yang ada yaitu limbah kertas saat kita memotong pola dan juga limbah kain dan benang saat kita memotong kain maupun menjahit. Setiap saya praktek selalu diwajibkan menggunakan pakaian praktek yang bertujuan agar gerak kita tidak terbatas dan seragam kita tetap terjaga kebersihannya.

Dari 5 ruang praktek, salah satunya ialah ruang desain. Pada ruang desain ini terdapat beberapa meja khusus untuk menggambar dan meja untuk mendesain. Penerangan yang sudah sangat cukup membantu kami dalam proses mengambar. Tetapi jendela pada kelas desain ini kurang memadai sehingga cahaya matahari tidak bisa dengan sempurna masuk kedalam kelas, hal ini dikarenakan adanya bangunan hotel yang berada disebelah sekolah.

 Gambar

Periode Kuliah

Periode ini adalah periode yang saat ini saya tempati. Pada tahun ajaran 2012-2013 saya diterima disalah satu Universitas terbaik di Kota Malang. Saya di terima di Universitas Negeri Malang (UM). Kampus tentu saja berbeda sekali dengan sekolah, ukuran bangunan yang berbeda dan penerapan K3 yang pasti juga berbeda. Hal ini karena seorang mahasiswa lebih dewasa dari seorang siswa, ini lah yang membuat unsur K3 berbeda. Dari segi keamanan, ada beberapa petugas keamanan di tiap tempat parkir yang berada di depan tiap-tiap gedung. Pada kampus ini saya melanjutkan jurusan saya di SMK yaitu tata busana, bedanya di kampus ini saya lebih menekankan pada pendidikan tata busana yang pasti penerapaannya adalah sebagai tenaga pendidik bukan seorang penjahit atau desainer saja. Pada program pendidikan ini saya diajarkan banyak sekali bagaimana menjadi pendidik di era globalisasi saat ini. Kuliah ini juga mempertemukan saya dengan mesin jahit lagi tetapi lebih banyak dan lebih beraneka ragam. Mesin-mesin besar yang tidak saya ketahui di SMK dapat saya lihat di laboratorium UM ini.

Ruang kelas di gedung G5 sudah sesuai ketentuan K3 dimana jendela tempat kluar masuk sinar matahari sudah cukup memadai. Jarak antara papan dengan bangku juga sudah cukup baik. Pada ruang kelas kita lebih sering menggunakan LCD jadi mata lebih dilatih disini. Saat praktek juga kita diberi sejenis celemek yang kita gunakan pada saat menjahit dan ini bertujuan agar kotoran seperti benang- benang atau debu kain tidak mengotori pakaian kita. Hanya saja kita tidak diberi masker untuk penjahit, mungkin karena tidak terlalu banyak yang memperhatikan seberapa pentingnya peran masker dalam proses menjahit. Masker disini sebenarnya sangat diperlukan dalam proses menjahit karena pada saat kita memotong kain atau menjahit banyank sekali debu-debuu halus yang berterbangan dan bila lama-lama kita hirup dapat membuat pernapasan kita terganggu seperti penyakit sesak napah bahkan penyakit paru-paru. Maka dari itu sebaiknya saat praktek menjahit selain menggunakan celemek sebaiknya kita gunakan juga masker. Ada juga yang menggunakan bidal dalam proses menjahit. Bidal ialah semacam alat pelindung tangan yang diletakkan diibu jari.

Penjelasan diatas adalah beberapa pengalaman saya selama 18 tahun hidup di dunia dan beberapa pendapat saya tentang penerapan kesehatan, keselamatan serta keamanan yang ada di lingkungan sekitar saya. Serta pendapat saya tentang ergonomi di lingkungan sekitar yang kurang lebih sudah memenuhi persyaratan K3.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-EviDwiKristanti. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s