Tugas 2 Plus-Minus Laboratorium TI UM

Alat dalam Laboratorium TI UM

Pada tahun ajaran 2012/2013 saya Evi Dwi Kristanti di terima di sebuah Universitas Negeri di Kota Malang yaitu Universitas Negeri Malang (UM). Saya mengambil jurusan pendidikan tata busana karena saya ingin lebih mendalami bidang tata busana khususnya pada pendidikannya untuk menjadi seorang guru tata busana. Pada saat saya memasuki perkuliahan yang saya pikirkan adalah saya akan bertemu dengan suasana baru yang berbeda saat saya sebagai siswa di SMK. Namun, pendapat itu tidak benar banyak hal-hal baru yang saya dapatkan disana. Saat saya berada diruang laboratorium TI UM saya sangat terkejut karena mesin-mesin disana lebih lengkap dan lebih banyak sehingga ini akan menjadi suatu hal baru yang akan saya pelajari.

Gedung untuk mata kuliah saya berada di G5 dan G6. Gedung G5 biasa digunakan untuk pelajaran yang membahas tentang pendidikan dan ada ruang untuk praktek membuat pola. Pada gedung G6 juga tidak jauh beda dengan gedung G5 yaitu beberapa ruang teori dan beberapa ruang praktek. Ruang praktek ini biasa disebut Laboratorium Teknik Industri. Gedung G6 memiliki 2 Laboratorium untuk program studi tata busana, pada laboratorium A terdapat beberapa mesin jahit manual yang menggunakan dinamo dan beberapa meja besar untuk memotong kain yang akan kita jahit. Sedangkan pada laboratorium B mesin-mesin yang digunakan adalah mesin-mesin high speed dan beberapa mesin-mesin besar seperti mesin kelim, mesin obras, mesin pemasang elastik dan masih banyak lagi mesin-mesin yang lain. Laboratorium B didalamnya dibentuk beberapa kelompok industri kecil, jadi dalam setiap kelompok ada 1 meja potong, 1 mesin jahit high speed, 1 mesin obras dan beberapa mesin besar. Hal ini berarti bahwa dari segi ergonomi, laboratorium TI UM sudah memenuhi persyaratan K3, akan tetapi pada laboratorium A sempitnya ruang membuat jarak antara mesin 1 dengan mesin yang lain terlalu dekat sehingga mengganggu ruang gerak penjahit.

Pada tiap-tiap laboratorium hanya terlihat beberapa mesin yang mempunyai kerudung atau penutup mesin. Seharusnya untuk menjaga keawetan dan kebersihan mesin-mesin ini diberi penutup agar saat menggunakan kita tidak bingung membersihkan debu-debu yang ada pada tiap-tiap mesin. Kebersihan pada laboratorium ini sangat dijaga karena setiap sesudah menggunakan laboratorium kita selalu diwajibkan membersihkan laboratorium dengan cara bergilir sesuai absen. Saklar utama juga selalu dimatikan setiap selesai menggunakan laboratorium juga mencabut semua kabel mesin pada saklar. Artinya laboratorium ini sudah memenuhi keselamatan, keamanan setra kesehatan.

Gedung ini juga terdapat alat pemadam kebakaran atau yang sering kita sebut dengan APAR. Hal ini sangat perlu karena apabila terjadi kecelakaan berupa api dapat sesegera mungkin kita lakukan pertolongan kecil yaitu dengan mengemprotkan alat tersebut. Laboratorium TI UM ini juga memiliki beberapa jendela yang sangat membantu karena tidak membuat udara dalam ruangan pengap. Selain itu ada beberapa kipas angin juga yang membuat penjahit atau mahasiswa menjadi sejuk.

Beberapa peralatan dalam laboratorium A :

–          Mesin jahit manual

–          Mesin obras benang 3

–          Tempat untuk setrika

–          Meja untuk memotong kain

–          Gantungan baju-baju

Beberapa peralatan dalam laboratorium B :

–          Mesin jahit high speed

–          Mesin obras benang 3

–          Mesin obras benang 5

–          Mesin bis atau neci

–          Mesin lubang kancing manual

–          Mesin lubang kancing otomatis

–          Mesin pemasang elastik

–          Mesin kelim dengan aritan

–          Mesin kelim tanpa aritan

–          Mesin over deck

–          Mesin untuk kampuh sarung

–          Meja setrikan

–          Meja untuk menggunting dan meletakkan pola

Menurut Kak Sela salah satu alumni mahasiswi D3 TI UM angkatan 2003 ini, saat saya tanya perihal apa tanggapan beliau tentang laboratorium TI UM beliau berpendapat bahwa laboratorium TI UM sudah bagus secara penataan ruang sehingga membuat nyaman para mahasiswi dalam melaksanakan atau mengerjakan tugas mereka. Kak Sela berpendapat seharusnya untuk laboratorium juga diberi LCD karena dalam praktek kita terkadang juga memerlukannya sehingga kita tidak harus lari-lari untuk meminjam pada ruang komputer. Selain itu beliau juga berharap bahwa pada laboratorium A mesin sebaiknya sedikit dikurangi agar tempat praktek jahit menjahit tidak terlalu sempit.

Gambar

Menurut Kak Weni yang juga merupakan salah satu alumni mahasiswi D3 TI UM angkatan 2012, nilai plus pada laboratorium TI UM adalah kebersihannya dan kelengkapan mesinnya serta beberapa alat pelindung diri. Nilai negatifnya adalah tidak adanya penutup pada mesin-mesin industri yang mampu membuat mesin mudah kotor. Pernyataan tersebut bagi saya sangat benar karena tidak mudah jika mesin-mesin yang kita pakai kotor, ini tentu akan sangat mengganggu saya sebagai mahasiswi dalam proses jahit menjahit.

 Gambar

Menurut Kak Dewi yang juga merupakan salah satu alumni mahasiswi D3 TI UM angkatan 2007 ini, laboratorium TI UM sudah sangat baik dalam memenuhi standard sebagai laboratorium dimana keselamatan, kesehatan serta keamanannya terjaga sehingga para mahasiswi tidak perlu khawatir dalam melaksanakan atau saat mereka sedang menjahit. Tetapi, laboratorium-laboratorium ini tidak dilengkapi dengan melindung pada tiap-tiap mesin sehingga membuat para mahasiswi saat menjahit harus membersihkan debu-debu kecil pada tiap mesin yang ingin mereka gunakan. Hal ini sangat tidak efisien karena ini akan membuat mesin tidak awet karena debu-debu kecil yang mengganggu terlebih apabila yang menggunakan mesin tersebut adalah penjahit atau mahasiswa baru yang belum begitu paham tentang masalah-masalah mkerusak mesin atau pemeliharaan alat jahit secara baik dan benar sehingga ini dapat merugikan pihak kampus dan juga mahasiswi itu sendiri.

Gambar

Beberapa 3 pernyataan diatas dapat dilihat bahawa sebenarnya Laboratorium Teknik Industri UM sudah memenuhi standard sebagai laboratorium untuk praktek jahit menjahit hanya saja ada kekurangan-kekurangan kecil yang dapat merugikan mahasiswi maupun pihak pengelola atau penanggung jawab laboratorium tersebut. Melihat hal tersebut sebaiknya pihak kampus selalu meningkatkan mutu serta kualitas laboratoriumnya agar dapat menjadi laboratorium yang benar-benar sudah layak untuk dipakai tempat praktek khususnya jahit menjahit.

Keselamatan pada laboratorium TI UM ini sebaiknya lebih ditingkatkan lagi agar dapat melindungi atau sebagai acuan dalam proses praktek menjahit. Apabila mahasiswi dan beberapa pihak dari laboratorium-laboratorium TI UM menjaga keselamatan di lingkungan kerja serta lingkungan sekitar, maka proses praktek atau menjahit pun tidak akan menjadi sulit.

Kesehatan ini meliputi kesehatan mahasiswi serta pihak laboratorium yang harus dapat menjaga kesehatannya karena hanya diri sendirilah yang mampu menjaga kesehatan. Kesehatan disini maksudnya pada saat proses praktek mejahit, mahasiswi harus memakai beberapa alat pelindung diri seperti celemek atau baju khusus yang dipakai saat praktek jahit-menjahit. Pakaian ini jelas memiliki peran dan fungsi sendiri-sendiri yaitu sebagai alat pelindung tubuh kita agar tidak kotor dari sisa benang-benang saat kita menjahit. Baju ini juga dilengkapi dengan saku pada bagian depan atas yang juga memiliki peran dan fungsi sangat penting. Salah satu fungsinya yaitu saat kita akan memotong bahan gunting, jarum pentul, serta alat ukur dapat kita masukkan ke dalam kantong agar mempermudah kita. Selain itu seharusnya sangat amat diperlukan masker atau alat pelindung hidung. Saat terjadi proses menjahit kita tentu tidak tahu bahwa sebenarnya didalam ruangan saat kita menjahit ada banyak debu-debu halus yang berterbangan dan dapat mengganggu pernafasan apabila dihirup dalam jangka waktu panjang. Hal ini lah yang perlu kita hindari maka dari itu masker pelindung hidung sangat penting bagi para mahasiswi saat menjahit agar mereka tidak terlalu banyak menghirup debu-debu halus yang dapat mengganggu pernapasan mereka karena akhibatnya akan sangat fatal sekali.

Keamanan pada laboratorium ini yaitu keamanan dalam bentuk menjaga semua barang-barang yang ada di dalam dan sekitar laboratorium TI UM. Beberapa kabel yang menghubungkan mesin dengan saklar sudah sangat tepat. Kabel-kabel ditata dengan rapi diatas sehingga para mahasiswi tidak akan sengajaj meninjak atau terinjak oleh kabel-kabel listrik yang ditakutkan akan terjadi konsleting. Tidak mudah memang dalam menghindari kecelakan listrik, sehingga kita perlu meningkatkan kewaspadaan kita terhadap kabel-kabel listrik seperti pada saat kita akan menyetrika pastikan kabel sudah tertancapkan dan apabila kabel pada setrika melilit atau tidak lurus benarkan atau lurus kan terlebih dahulu kabelnya sehingga tidak mengganggu kita saat menyetrika.

Tiap-tiap laboratorium hanya terlihat beberapa mesin yang mempunyai kerudung atau penutup mesin. Seharusnya untuk menjaga keawetan dan kebersihan mesin-mesin ini diberi penutup agar saat menggunakan kita tidak bingung membersihkan debu-debu yang ada pada tiap-tiap mesin. Kebersihan pada laboratorium ini sangat dijaga karena setiap sesudah menggunakan laboratorium kita selalu diwajibkan membersihkan laboratorium dengan cara bergilir sesuai absen. Saklar utama juga selalu dimatikan setiap selesai menggunakan laboratorium juga mencabut semua kabel mesin pada saklar. Artinya laboratorium ini sudah memenuhi keselamatan, keamanan setra kesehatan.

Gedung ini juga terdapat alat pemadam kebakaran atau yang sering kita sebut dengan APAR. Hal ini sangat perlu karena apabila terjadi kecelakaan berupa api dapat sesegera mungkin kita lakukan pertolongan kecil yaitu dengan mengemprotkan alat tersebut. Laboratorium TI UM ini juga memiliki beberapa jendela yang sangat membantu karena tidak membuat udara dalam ruangan pengap. Selain itu ada beberapa kipas angin juga yang membuat penjahit atau mahasiswa menjadi sejuk.

Secara garis besar dapat kita lihat bahwa pada laboratorium TI UM kita dapat banyak mengetahui dan menilai apa-apa yang kurang dan apa-apa yang lebih sehingga kita sebagai mahasiswi dapat menjadikan itu sebagi suatu tantangan bagaimana kita dapat merubahnya menjadi lebih baik tentunya untuk kemajuan laboratorium itu senridi yang dapat membuat laboratorium-laboratorium kedepannya menjadi lebih baik dan lebih maju tentunya. Ruang laborantorium di UM merupakan ruang dimana para mahasiswi dapat mengembangkan bakat-bakat mereka dalam hal menjahit, oleh karena itu harus di dukung dengan peralatan yang memadai pula.

Berikut beberapa pendukung dalam laboratorium TI UM :

–          Lampu atau penerangan yang cukup

–          Kipas angin sebagai penyejuk ruangan

–          Jendela sebagai jalan pergantian atau keluar masuknya udara

–          Apar sebagai pencegahaan pertama jika terjadi kecelakaan.

Semua yang sudah saya sebutkan tadi adalah beberapa pemaparan tentang laboratorium di UM untuk teknik industri. Semua tempat laboratorium pasti memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Akan tetapi diharapkan semua penanggung jawab, pengelola serta pengguna laboratorium dapat memelihara dan menjaga apa-apa yang ada didaalam laboratorium agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa orang yang juga dulu pernah menjadi mahasiswi di Universitas Negeri Malang sudah saya wawancarai dan juga beberapa dari mereka memilik pendapat yang sama dengan saya mengenai laboratorium TI UM. Rata-rata memiliki opini bahwa pada laboratorium-laboratorium TI UM sudah memenuhi standard penggunaan laboratorium sebagai tempat proses praktek jahit-menjahit. Akan tetapi mengapa masih saja ada beberapa yang saat ini mulai tidak dihiraukan.

Saya melihat beberapa minggu yang lalu ada beberapa kerusakan-kerusakan listrik pada salah satu laboratorium dan ini juga belum mendapatkan perhatian khusus padahal apabila ini terjadi terus menerus dapat mengganggu berjalannya proses praktek industri. Beberapa listrik ini sering mengganggu proses praktek seperti saat saya menjahit beberapa kali ruangan laboratorium tidak dapat menyala atau dengan kata lain listriknya sedang mati. Ada juga yang saat ini sangat perlu diperhatikan yaitu di salah satu laboratorium ada yang lampunya mengeluarkan asap sehingga sebagian ruangan menjadi gelap. Hal ini tentu saja akan sangat mengganggu mata kita saat menjahit dan dapat merusak atau membuat mata kita menjadi minus karena sering kekurangan cahaya saat melakukan praktek jahit-menjahit. Sebenarnya banyak sekali upaya-upaya yang perlu ditingkatkan lagi guna memperlancar proses praktek jahit-menjahit pada laboratorium TI UM. Mahasiswi sebaiknya juga ikut dalam menjaga baik keselamatan, kesehatan serta keamanan masing-masing dan laboratorium sehingga akan tercipta suasana yang tenang saat proses praktek jahit-menjahit.

Beberapa orang yang saya wawancarai juga memiliki nilai plus pada laboratorium TI UM, karena dengan adanya mesin-mesin dilaboratorim TI UM mereka dapat mengetahui berbagai macam mesin-mesin industri yang belum pernah mereka jumpai karena mesin-mesin tersebut tidak begitu diperlukan pada home industri. Laboratorium ini juga memberi banyak pengetahuan kepada saya dan para alumni bahwa sebenarnya laboratorium yang bersih itu akan menjadikan kita tenang saat proses jahit-menjahit berlangsung.

Sumber penulisan ini dari beberapa alumni, beberapa observasi,dan pemikiran penulis sendiri.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-EviDwiKristanti. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s