Tugas-3 “serba-serbi K3 TI”

KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3)

DAN

ALAT PELINDUNG DIRI TEKNOLOGI INDUSTRI

 

      Keselamatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki beberapa nama yaitu, Higineperusahaan dan kesehatan kerja, disingkat K3, dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. Penyebab keselamatan kerja adalah:

  • Keadaan tempat kerja

1.         Penyimpanan barang-barang yang berbahaya pada tempat yang khusus,

2.         Ruang kerja yang memadai sesuai kebutuhan, dan

3.         Pembuangan limbah pada tempatnya.

  1. Pemakaian peralatan kerja

1.         Pengamanan peralatan kerja yang sudah rusak dan using,

2.         Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik pengaturan dan penerangannya.

    Kesehatan Kerja

Kesehatan merupakan unsur penting agar kita dapat menikmati hidup yang berkualitas, baik di rumah maupun dalam pekerjaan. Kesehataan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan  hidup sebuah organisasi. Fakta ini dinyataka oleh Heatlh and Safety Executive (HSE) atau pelaksana kesehatan dan keselamatan kerja sebagai ‘Good Health is Good Business’. Ridley(2006:123).

Kesehatan mencakup beberapa hal diantaranya: sehat secara jasmani, rohani, dan sosial.

  • Sehat jasmani dapat dilihat secara physical yaitu,
  1. Dapat melakukan aktifitas dengan baik (makan, minum, berjalan, dan bekerja);
    1. Penampilan baik meliputi, cara berpakaian, berdandan, dan cara berbicara; dan
    2. Dapat mengunakan sarana dan prasarana kerja sesuai aturan.
  • Sehat secara mental dapat dilihat bagaimana seseorang seperti,
  1. Menentukan prioritas memilih apa saja yang berguna dalam hidupnya;
  2. Menghargai dan member hadiah diri sendiri atas tindakan, sikap, dan fikiran positif;
  3. Menjalankan kehidupan agamis;
  4. Mengasihi sesama dengan memberi bantuan moril/materil; dan
  5. Berbagi pengalaman dan masalah.
  • Sehat secara sosial dipengaruhi oleh,
  1. Urbanisasi,
  2. Pengaruh kelas social,
  3. Perbedaan ras,
  4. Latar belakang etnik,
  5. Kekuatan politis, dan
  6. Faktor ekonomi.

Ridley(2006:100) terdapat empat warna yang masin-masing memiliki makna berbeda untuk papan penanda K3 di tempat kerja tercantum dalam The Health and Safety (Safety Signs and Signals) Regulations 1996 yang berlaku hanya di tempat kerja, yaitu:

Warna merah memiliki makna sebagai penanda larangan yang berarti tindakan yang diperlihatkan dan tidak boleh dilakukuan; penanda berbahaya berarti memetikan, mengavaluasi, mengoperasikan alat-alat darurat, dan mengentikan tindakan; peralatan pemadam api bermaksud indentifikasi peralatan dan lokasinya.

Warna kuning memiliki makna sebagai penanda peringatan yang berarti harus berhati-hati, ambil tindakan pencegahan, dan lakukan dengan hati-hati.

Warna biru memiliki makna penanda perintah yang berarti sebuah instruksi yang HARUS diikuti dan peralatan yang ditunjukkan HARUS dikenakan.

Warna hijau memiliki makna penanda informasi keselamatan yang berarti rule darurat dan lokasi P3K.

        Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Mangkunegara (2002) menyatakan bahwa tujuan dari kesehatan dan keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

  1. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis;
  2. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin;
  3. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya;
  4. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai;
  5. Agar peningkatan keairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja;
  6. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja; dan
  7. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

         Kecelakaan Kerja

Menurut UU No3 tahun 1992: kecelakaan kerja adalah yang terjadi dalam hubungan kerja, sejak seseorang meningalkan rumah menuju tempat kerja kembali kerumah menempuh jalan yang biasa sehari-hari. Ridley (2006) menyatakan bahwa kecelakaan bukan terjadi, tapi disebabkan oleh kelemahan disisi majikan, pekerja, atau keduanya. Akibat dari kecelakaan kerja bagi pekerja yaitu: cedera yang mempengaruhi pribadi, keluarga, dan kuaitas hidupnya. Sedangkan bagi majikan yaitu: keruian produksi,waktu terbuang untuk penyelidikan, dan biaya untuk proses hukum.

Penyebab kecelakaan mempunyai dua faktor dasar yaitu, faktor manusia dan faktor ingkungan kerja. Factor manusia meliputi: sikap teregesa-gesa, tidak konsentrasi, dan acuh tak acuh terhadap pedoman keselamatan kerja. Faktor lingkungan kerja meliputi: kesalahan rancang bangun, tata letak peralatan kerja tidak teratur, lampu kurang terang, dan peralatan kerja  tanpa perlengkapan pengamanan.

Suma’mur(1980:261) menyebutkan bahwa bahaya-bahaya kecelakaan meliputi:

  1. Bahaya kebakaran sebagai akibat penggunaan bahan katun, minyak, solar, bensin, dan gas karbit;
  2. Bahaya maut sebagai akibat pemakaian arus listrik;
  3. Bahaya peledakan akibat penggunaan bejana-bejana bertekanan, yaitu botol zat asam dan pesawat karbit;
  4. Bahaya akibat bagian-bagian mesin yang berputar; dan
  5. Bahaya petir.
  •          Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Ridley (2006:139) mendefinisikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai berikut: perawatan darurat hingga tenaga medis atau perawat tiba di tempat, perawatan cidera kecil yang tidak memerlukan perawatan atau bahkan tidak memerlukan perhatian medis. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pertolongan pertama pada kecelakaan merupakan sebuah keputusan dan tindakan yang harus diambil dimana kita harus menanganinya sendiri atau menyerahkan pada ahlinya.

Kotak P3K harus memuat beberapa hal penting diantaranya adalah:

  • Gunting yaitu alat untuk pemotong kain kasa, perban, dan plester;
  • Pinset yaitu digunakan untuk mengambil serpihan benda asing yang ada pada luka;
  • Mitella/kain seigtiga yaitu untuk mengikat/menstabilkan anggota badan yang kemunkinan ada yang patah;
  • Alat kompres panas atau dingin;
  • Antiseptic yaitu untuk menghentikan infeksi pada luka atau lecet pada kulit;
  •  Plester yaitu untuk menutup luka ringan agar tidak terkontaminasi oleh lingkungan;
  • Kasa pembalut, steril. Diperlukan untuk membersihkan luka dan untuk aplikasi, Perban;
  • Obat tetes mata;
  • Minyak kayu putih; dan
  • Obat merah.

                                                 Alat Pelindung Diri

Teknologi industri merupakan sebuah jurusan yang memiliki empat program studi dalam naungan fakultas teknik Universitas Negeri Malang (UM). Empat progam studi tersebut adalah: D3 Tata Boga, S1 Pendidikan Tata Boga, D3 Tata Busana, S1 pendidikan Tata Busana. Tentunya masing-masing dari program sutudi memiliki alat pelindung diri yang berbeda-beda.

Alat Pelindung Diri adalah alat-alat yang mampu memberikan perlindungan terhadap bahaya-bahaya kecelakaan (Suma’mur, 1991). Sehingga wajib digunakan saat bekerja sesuia bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dan di sekelilingnya.

Suma’mur (1994) menggolongkan alat pelindung diri menurut bagian tubuh yang dilindunginya ke dalam 8 golongan yaitu:

  • Alat Pelindung Kepala

Tujuan dari penggunaan alat ini adalah melindungi kepala dari bahaya terbentur dengan benda tajam atau keras yang menyebabkan luka tergores, terpotong, tertusuk, terpukul oleh benda jatuh, melayang dan meluncur, juga melindungi kepala dari panas radiasi, sengatan arus listrik, api, percikan bahan-bahan kimia korosif dan mencegah rambut rontok dengan bagian mesin yang berputar.

  •  Alat Pelindung Mata

Untuk melindungi mata dari kemungkinan kontak dengan bahaya karena percikan atau kemasukan debu, gas, uap, cairan korosif partikel melayang, atau kena radiasi gelombang elektromagnetik.

  • Alat Pelindung Muka

Untuk mencegah terkenanya muka oleh partikel-partikel yang dapat melukai muka seperti terkena percikan logam pada saat melakukan pengelasan.

  •  Alat Pelindung Telinga

Sebagai penghalang antara bising dengan telinga dalam.

  • Alat Pelindung Pernafasan

Alat pelindung pernafasan berupa respirator dan Breatthing Apparatus

  • Alat Pelindung Tangan

Alat yang paling sering digunakan karena sering terjadi kecelakaan.

  • Alat pelindung Kaki

Untuk melindungi kaki dari bahaya kejatuhan benda-benda berat, cairan panas, dan menginjak benda tajam.

  • Pakaian pelindung

Pakaian pelindung dapat berbentuk APRON untuk menutupi sebagian dari tubuh yaitu mulai dari dada sampai lutut dan overall yang menutup seluruh badan.

Pakaian di dapur dari jaman dahulu sampai sekarang terlihat sama karena susunan pakaian tersebut mempunyai tujuan yaitu,

  1.     Psikologis

Warna putih agar setiap kotoran yang melekat pada kain segera diganti dan dicici. Dengan memakai pakaian warna putih membuat seseorang berhati-hati dalam bekerja dan menjaga kebersiha diri beserta lingkungannya.

2.                  Safety

Pemilihan bahan harus diperhatikan dengan seksama karena jenis bahan atau kain yang digunakan untuk membuat pakaian kerja akan mempengaruhi kanyamanan pemakaian selama bekerja seperti:

  • Bahan yang kuat(safety strong)
  • Bersifat melindungi(protective)
  • Menghisap keringat(absorbent)
  • Mudah dicuci(washhable)
  • Ringan dan nyaman(light and confortable)
  • Warna serasi(matching)

Standar komponen pakaian kerja yang digunakan pengelola makanan:

  • Pakaian kerja juru masak
  1. Jas  masak(chef’s jacket) yaitu,

berlengan panjang untuk melindungi lengan dari percikan benda panas, model double breasted untuk melindungi bagian dada dari pengaruh panas, warna putih agar kotoran yang melekat mudah terlihat.

2. Celana(chef’t throuser) yaitu,

dibuat tidak sempit sehingga tidak menghalangi gerakan selama bekerja dan untuk melindungi tubuh bagian bawah dari pengaruh panas.

3. Topi(chef’s hat) yaitu,

dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi sirkulasi udara dibagian atas kepala, digunakan untuk mencegah jatuhnya rambut atau kotoran kepala ke dalam makanan yang sedang diolah, dan untuk menghisap keringat yang timbul di kepala. Bentuk dan ukuran topi koki telah mengalami beberapa perubahan drastis sejak saat ribuan tahun yang lalu.

Namun, walaupun memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, topi koki yang digunakan ribuan tahun yang lalu dan topi koki yang digunakan sekarang memiliki fungsi yang sama.

gambar 1

Gambar 1: chef’s hat

Sumber: http://id.scribd.com/doc/83273919/k3-dapur

Selain itu, topi koki juga berperan untuk menyerap panas dan keringat yang disebabkan karena hawa panas di dalam dapur. Topi koki juga telah menjadi mode dan tren di berbagai negara. Semua juru masak, koki, dan semua yang terlibat dalam pekerjaan dapur lainnya seharusnya selalu memakai topi koki ini untuk selalu menjaga kebersihan.

4. Dasi(neck tie) yaitu,

digunakan di leher dengan cara dibelitkan untuk menghisap keringat dari leher agar tidak jatuh ke dalam makanan.

5.  Apron yaitu,

dibuat menyentuh lutut untuk melindungi kaki, menjaga agar celana atau pakaian agar tidak kotor, dan bagian bawah dari tetesan air atau percikan barang panas.

gambar 2

Gambar 2: Apron

Sember: http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/10/tentang-alat-pelindung-diri.html

6. Sepatu yaitu,

dibuat dari bahan kulit dan tidak boleh bertumit tinggi. Digunakan untuk melindungi kaki dari panas dan barang tajam. Alas dari kulit untuk melindungi terpeset atau terjatuh.

  • Pakaian kerja pramusaji
  1. Kemeja/blouse yaitu, yang berwarna putih dan terkadang divariasikan dengan jas/rompi;
  2. Celana bagi pegawai pria dan rok bagi pegawai wanita yaitu, biasanya berwarna hitam dan tidak sempit supaya tidak menghalangi gerakan selama bekerja;
  3. Dasi yaitu, dipakai oleh pegawai pria sebagai penyerap keringat;
    1. Kaos kaki yaitu, digunakan pegawai laki-laki, sedangkan stocking digunakan pegawai wanita; dan
    2. Sepatu yaitu, bwerwarna hitam dan tidak bertumit tinggi.
  • Pakaian kerja penjaga gudang
  1. Jas kerja yaitu, biasanya tebal terutama untuk bagian ‘cold store’ agar tubuh terlindungi suhu dingin;
  2. Celana panjang yaitu, warna senada dengan jas kerja dan tidak sempit;
  3. Topi yaitu, untuk menghindari jatuhnya rambut atau kotoran rambut ke bahan makanan; dan
  4. Sepatu boot yaitu, untuk melindungi kaki dari benda yang jatuh dan tajam.

Alat pelindung diri yang digunakan pada program studi tata busana berupa:

  1. Celemek, yaitu digunakan untuk melindungi badan bagian depan ada kantong untuk menyimpan barang-barang kecil;
  2. Masker, yaitu digunakan menutupi mulut dari debu dan serat-serat benang;
  3. Ikat rambut, yaitu digunakan untuk mengikat rambut pekerja yang panjang atau bisa menggunakan topi;
  4. Sepatu yaitu, digunakan untuk melindungi kaki dari jarum dan potensi aliran listrik dalam bekerja di ruang jahit-menjahit tidak diperkenankan memakai highthell karena akan tersangkut kabel dan terpeleset; dan
  5. Bidal yaitu, digunakan untuk melindungi jari saat menjahit dengan tangan.

Fungsi dari alat pelindung diri tidak sepenuhnya diketahui dan dilaksanakan masih saja ada mahasiswa yang kurang memperhatikan kesehatan keselamatan dalam bekerja. Tidak ada yang mengenakan masker pada saat bekerja di labolatorium produksi dengan alasan merasa terganggu dengan adanya masker.

vnv173 & 53n1503

Gamabar 3: seseorang yang sedang bekerja di ruang busana tanpa mengenakan APD

Sumber: dokumen pribadi

Untuk masalah sepatu juga demikian, sebagian bekerja tanpa mengenakan alas kaki padahal berada dalam kondisi yang berpotensi terkena arus listrik. Selain itu tentang peraturan untuk mahasiswa yang berambut panjang supaya mengikat rambut supaya rapi, namun masih saja ada yang kurang memperhatikan. Kenapa demikian? Karena rambut yang panjang berpotensi terpotong saat proses memotong bahan, tersangkut ke dalam mesin obras.

D:DCIM100MEDIAIMG_0387.JPG

Gambar 4: penerapan K3 pemakaian celemek

Sumber: dokumen pribadi

DAFTAR RUJUKAN:

Suma’mur. 1980. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Gudang Gunung

Suma’mur. 1994. Kesehatan Kerja. Jakarta:  Widya Medika

Ridley. 2006.  Ikhtisar Kesdehatan dan keselamatan Kerja. Jakarta: Erlangga

http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/10/tentang-alat-pelindung-diri.html diakses tanggal 18 Desember 2012 pada 4:23 wib

http://id.scribd.com/doc/83273919/k3-dapur diakses tanggal 18 Desember 2012 pada 4:23 wib

http://salonculinaire.com/uniform.htm diakses tanggal 18 Desember 2012 pada 4:25 wib

http://www.thecrowdvoice.com/post/asal-usul-topi-chef-3578541.html diakses tanggal 18 Desember 2012 pada 4:25 wib

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Bus1A12-Naningsih. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s