tugas 2: plus minus lab um

Plus Minus Laboratorium UM

Musyfirotun Nuril Ulya

Laboratorium Universitas Negeri Malang adalah salah satu tempat di mana tempat ini merupakan suatu ruangan yang digunakan oleh mahasiswa Progran Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik. Laboratorium ini digunakan mahasiswa untuk mata kuliah praktek menjahit.

Laboratorium yang ada pada Teknologi Industri ini untuk pengadaan mesin-mesin dan alat-alatnya sudah cukup baik. Tetapi masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

Kelebihan dari laboratorium Universitas Negeri Malang seperti penyediaan mesin untuk praktek menjahit sudah cukup lengkap mulai dari mesin jahit manual, mesin jahit industri, mesin untuk mengobras, mesin neci/bis, mesin lubang kancing baik untuk mesin juki biasa (semi otomatis) maupun mesin lubang kancing otomatis, mesin untuk memasang kancing, dan mesin lainnya yang biasa digunakan untuk tempat besar maupun kecil.

Ruang laboratorium yang digunakan sudah cukup luas, tapi masih ada laboratorium yang lain yang kurang luas. Hanya ada satu ruangan laboratorium yang lumayan luas untuk digunakan saat mata kuliah praktek menjahit. Itu pun perlengkapan yang ada di dalam laboratorium tersebut masih kurang lengkap. Setiap mata kuliah pasti memberikan materi terlebih dahulu sebelum praktek dimulai. Ketersediaan perlengkapan untuk mahasiswa pada saat pemberian materi seperti meja dan kursi juga masih kurang. Para mahasiswa kadang tidak mendapatkan meja, sehingga menggunakan kursi seadanya saja. Namun pada ruangan ini pencahayaannya sudah baik, setidaknya jarang mengalami trouble atau kerusakan yang berarti yang mendapat menghambat proses perkuliahan. Penataan alat-alat dan mesin-mesin pada laboratorium G6 ruang 204 masih kurang teratur. Penempatan mesinnya masih tidak teratur, seharusnya mesin-mesin industri seperti mesin obras itu diperhatikan. Mesin obras terdiri dari berbagai mesin seperti mesin obras benang tiga, mesin obras benang empat, dan mesin obras benang lima. Seharusnya mesin-mesin tersebut diletakkan berdampingan atau berkelompok satu sama lain, begitu pula untuk mesin-mesin yang lain. Pada ruangan ini juga tidak terdapat APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang seharusnya ada pada setiap ruangan laboratorium yang mana ruangan ini rawan terhadap bahaya kecelakaan.

Laboratorium Universitas Negeri Malang gedung G6 ruang 202 dan 203 adalah laboratorium yang sering digunakan untuk menjahit. Pada ruangan ini masih kurang sekali fasilitasnya serta ruangannya yang begitu sempit untuk digunakan praktek menjahit. Luas ruangannya tidak memenuhi standart untuk menjahit, ruang gerak untuk para mahasiswa sangat sempit sehingga untuk bekerja lebih cepat jadi terhambat. Penempatan mesin-mesin juga kurang rapi, hal itu pula salah satu faktor yang menghambat kerja para mahasiswa saat praktek menjahit. Untuk mesin-mesin yang digunakan ini sangat kurang, karena banyak mesin yang tidak dapat digunakan secara sempurna. Meja dan kursi yang digunakan mahasiswa apabila ada materi yang akan diberikan oleh dosen juga kurang. Sempitnya ruangan mengakibatkan penataan meja dan kursi ini mebuat ruangan lebih terlihat tidak efektif dan efisien, karena ukuran meja yang digunakan pada ruangan ini cukup besar tidak seperti meja yang biasa digunakan pada bangku sekolah. Penempatan barang-barang seperti lemari penyimpanan, gantungan, meja setrika, kaca untuk fitting kurang tertata rapi. Pencahayaan di ruangan ini juga kurang, karena sering mengalami kerusakan. Penanganan untuk segera memperbaiki lampu juga tidak disegerakan. Seharusnya dari pihak kampus apabila mengetahui ada sesuatu yang rusak atau tidak dapat digunakan segera diperbaiki, karena fasilitas-fasilitas tersebut seperti lampu sangat berguna untuk para mahasiswa yang sedang praktek. Lampu sebagai media pencahayaan sangat diperlukan, karena menjahit itu memerlukan cahaya yang cukup agar mata kita tidak sakit. Selain fasilitas seperti lampu fasilitas yang lain juga harus diperhatikan.

Ruangan selanjutnya adalah laboratorium gedung G5 ruang 206, ruangan ini hampir sama dengan ruang 202 dan 203 yang ada di gedung G6. Ruangan ini juga luasnya tidak begitu besar  untuk ruang menjahit. Penempatan mesin-mesinnya terlalu berdekatan, tidak teratur. Seharusnya penempatan mesin ini harus disesuaikan dengan aktifitas mahasiswa yang sering bergerak pada saat menjahit. Mesin harusnya diberi jarak sedikit untuk jalan agar mahasiswa dapat bergerak. Mungkin karena luas ruangan yang tidak begitu besar jadi penempatan alat-alat dan mesin tidak semestinya. Namun pencahayaan pada ruangan ini sudah baik daripada ruang menjahit yang ada di gedung G6, fasilitas lampu sebagai penerang yang membantu mahasiswa untuk menjahit sudah lumayan baik.

Mengenai kelebihan dan kekurangan laboratorium Universitas Negeri Malang sempat saya wawancarakan kepada sumber sebagai alumni Mahasiswa Universitas Negeri Malang terkait hal tersebut yang mungkin mereka lebih memahami karena menempuh pendidikan terlebih dahulu di Universitas Negeri Malang. Ada empat orang yang saya wawancara mengenai plus minus laboratorium yang ada di Universitas, yaitu sebagai berikut hasil wawancara saya:

v Menurut Bu Kristining Bintari alumni Mahasiswa Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang yang lulus pada tahun 2011 mengungkapkan bahwa perlengkapan alat-alat dan mesinnya sudah baik, ketersediaan mesin seperti mesin jahit industri, mesin pressing sudah ada pada saat beliau kuliah. Menurut beliau yang perlu diperbaiki adalah fasilitas-fasilitas yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan lagi seharusnya diganti agar mendukung kerja mahasiswa saat menjahit. Fasilitas tersebut antara lain seperti meja atau papan setrika sudah banyak yang robek. Kemudian barang yang tidak memenuhi kurikulum universitas sebaiknya diganti atau dipindahkan dengan barang yang sekiranya mendukung kurikulum perkuliahan. Untuk kebersihan pada laboratorium juga perlu ditingkatkan kembali.

v Menurut Bu Nidya alumni Mahasiswa Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang yang lulus pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa perlengkapan sudah cukup baik. Pada saat bu nidya ini kuliah, saat mata kuliah praktek menjahit laboratorium yang digunakan adalah laboratorium yang ada di gedung G3. Menurut beliau ruangan  yang digunakan di genung G3 ini sangat luas dan enak apabila praktek menjahit, karena dapat dengan leluasa bergerak sehingga kinerja dan mengerjakan tugasnya lebih cepat, serta sirkulasi udara yang didapat juga baik sehingga mahasiswa tidak gampang gerah dan capek. Akan tetapi peralatan yang digunakan masih kurang pada jaman beliau, karena laboratorium yang digunakan adalah laboratorium yang lama. Kemudian fasilitas Neckline yang dibuat untuk menyediakan persediaan seperti alat-alat menjahit, kain, buku, dan alat tulis yang lain masih belum lengkap barang yang diperjualbelikan. Dan kurangnya teknisi atau laboran yang melayani kebutuhan mahasiswa juga kurang, maksudnya apabila ada kerusakan pada mesin pasti mahasiswa meminta tolong pada laboran. Akan tetapi laboran tidak begitu mengetahui soal mesin. Jadi mahasiswa kesulitan untuk mengerjakan tugas.

v Menurut Bu Devi Rahmawati alumni Mahasiswa Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang yang lulus tahun 2001 mengungkapkan bahwa ruang bordir atau tempat rias gedung F4 yang kini menjadi G6 masih sempit pada waktu beliau kuliah. Fasilitas yang digunakan pada laboratorium sudah memadai. Peralatan yang digunakan seperi mesin-mesin sudah bagus, tersedianya peralatan P3K. Kemudian peralatan untuk kebersihan seperti sapu, kemoceng sudah lengkap. Pencahayaan pada setiap Laboratorium sudah cukup baik. Kemudian fasilitas seperti kipas angin masih belum ada karena pada saat itu ruangannya yang digunakan sebagai laboratorium masih baru dan mahasiswa masih sedikit.

v Menurut Bu Kustin alumni Mahasiswa Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang yang lulus tahun 2009 mengungkapkan bahwa peralatan dan perlengkapan sudah cukup baik. tetapi buku-buku untuk pengetahuan tentang busana ketersediaannya masih kurang, jadi mahasiswa kesulitan untuk memenuhi tugas yang mengharuskan mereka mencari refrensi lain selain materi yang diajarkan. Mesinnya sudah baik, tetapi apabila ada kerusakan mahasiswa tidak dapat memperbaiki sendiri, sehingga minta tolong kepada laboran yang sedang bertugas tetapi laboran juga kurang pengetahuan tentang kerusakan mesin. Jadi mahasiswa terhambat untuk aktifitas. Kemudian pelayanan yang kurang pada Neckline karena pegawainya hanya satu jadi mahasiswa yang sedang membutuhkan alat menjadi menuggu lebih lama hingga pegawai ada, jadi mahasiswa tidak bisa cepat dalam beraktifitas. Ruangan yang digunakan sebagai laboratorium juga kurang luas, terlihat sangat sempit karena barang yang digunakan berkapasitan banyak dan besar-besar. Penataan alat dan fasilitas di dalam ruangan kurang efektif jadi menghambat ruang gerak mahasiswa untuk bekerja.GambarGambar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Bus2A12-Musyfirotun Nuril Ulya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s