TUGAS 2- PLUS MINUS LABORATURIUM UM ( TEKNIK INDUSTRI )

Plus Minus Laboraturium Teknik Industri

Saya ZEFANYA STEFANNY PRADIPTA, Mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana tahun angkatan 2012, berasal dari ofering A akan menjelaskan tentang apa saja plus minus pada Laboraturium Teknik Industri di Universitas Negeri Malang. Terlebih dahulu saya akan menyebutkan apa saja laboraturium yang saya ketahui di kawasan jurusan Teknik Industri Busana, laboraturium tersebut meliputi laboraturium menjahit yang berada tepatnya d gedung G6 lantai dua ruang 203, adalagi yakni laboraturium Industri yang bertempat sama seperti laboraturium menjahit yaitu di gedung G6 lantai dua tetapi berbeda ruangan tepatnya berada di depan persis dari laboraturium menjahit, kemudian adalagi yaitu laboraturium bordir yang bertempat di gedung G5 lantai dua, ruangannya berada di tepat sebelum ruangan teori 210, ruangan kedua dari ujung sebelum tangga turun menuju ruangan mahasiswa jurusan teknik mesin, lalu adalagi yang saya ketahui yakni ada laboraturium draping yang bertempat di gedung G5 ruangan 206 yang bersebelahan persis dengan laboraturium komputer. Lalu yang saya ketahui lagi yakni yang terakhir laboraturium komputer. Ada banyak laboraturium yang memadai di sini merupakan salah satu bentuk dukungan kegiatan proses belajar mengajar dan hal ini termasuk salah satu fasilitas yang disediakan oleh pihak Universitas yang wajib kita jaga dan rawat karena ini sama saja adalah jantung dari warga Teknik Industri khusunya pada jurusan busana sendiri. Ada berbagai macam laboraturium yang dilengkapai dengan segala macam komponen pendukung di dalamnya yang begitu lengkap sangat bermanfaat, seperti laboraturium menjahit yang komponen di dalamnya ada mesin jahit, mesin obras, dressform, tempat pressing,  karena hampir 70% kegiatan belajar mengajar pada jurusan busana yakni terletak pada kegiatan prakteknya, oleh karena itu setiap laboraturium juga memegang peranan penting. Dengan adanya berbagai macam laboraturium tentunya ada pula banyak hal yang dapat kita rasakan seperti point plus minus yang terkandung di dalamnya, dan pada kesempatan ini saya ingin menjabarkan hal tersebut berdasarkan wawancara yang telah saya lakukan kepada para alumni dari Tata Busana yang tentunya mereka sudah pernah merasakan masuk dan mencoba mengoperasikan setiap komponen yang berada di dalam laboraturium tersebut. Ada 3 narasumber alumni yang telah saya wawancarai dan berikut adalah inti dar wawancara yang telah saya lakukan. Menurut pendapat mbak Putri sebagai alumni D3 Tata Busana menyatakan bahwa Ia memang pernah merasakan plus minus pada setiap laboraturium yang ada, yakni  seperti saat beliau dulu pernah melakukan kegiatan belajar mengajar di laboraturium jahit, laboraturium menjahit dirasa cukup memadai dengan didukung banyaknya mesin jahit di sana beserta dengan komponen pendukung lainnya yang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi sangat efektif, adanya pencahayaan yang begitu baik karena cahaya bisa berasal dari lampu ataupun dari cahaya matahari, karena laboraturium menjahit mempunyai banyak sekali jendela di kanan maupun di kiri ruangannya, selain itu manfaat dari banyaknya jendela menurut beliau yakni untuk memperoleh udara segar karena laboraturium juga tidak dilengkapi dengan adanya AC, dan hanya mengandalkan kipas angin gantung, oleh karena itu peran jendela juga sangat penting, untuk menghilangkan kejenuhan pada saat menjahit, ujarnya. Namun dibalik banyaknya kelebihan tentunya juga pasti ada beberapa kekurangan dan menurut para alumni yang memiliki kesamaan pendapat, ada satu hal yang menjadi point minus di sini yakni kurangnya luas ruangan yang berdampak pada penataan setiap mesin jahit yang dirasa cukup berdempetan atau kurang adanya celah di kanan kiri, yang membuat kurang nyaman saat ingin bergerak bebas seperti berpindah ke mesin obras harus memutar jalan terlebih dahulu dikarenakan satu deretan mesin jahit berdempetan. Hal ini disayangkan karena menjahit itu membutuhkan kenyamanan apalagi apabila ada mata kuliah yang berhubungan dengan menjahit sangat membutuhkan waktu yang sangat lama serta tugas dikerjakan juga harus cepat dikumpulkan sehingga perlunya pergerakan bebas dari kita untuk bisa kesana kesini tanpa harus menganggu kenyamanan teman di samping kiri kanan kita, contohnya meminta untuk memajukan kursi apabila kita ingin lewat. Hal ini tentunya sangat kurang pantas karena akan berdampak pada terganggunya kenyamanan orang lain apabila dilakukan secara terus menerus karena tidak mungkin kita hanya melakukannya sekali saja. Sebagai dampak dari kurangnya luas ruangan yakni penempatan mesin jahit ada yang berada di luar ruangan laboraturium, hal ini sangat disayangkan karena pemeliharaan mesin jahit tidak bisa optimal karena tidak bisa terjaga meskipun ruangan laboraturium jahit sudah dikunci karena letaknya yang di luar ruangan, seperti pada kenyataannya bahwa kebanyakan mesin jahit yang berada di luar ruangan pasti cepat rusak karena banyaknya jangkauan tangan dari setiap mahasiswa yang bisa dengan bebas memanfaatkan mesin tersebut untuk menjahit karena letaknya yang fleksibel atau tidak berada di dalam ruangan. Tetapi pada saat adanya kegiatan belajar mengajar secara garis besar dirasa oleh para alumni ini, bahwasanya menjahit di luar lebih nyaman daripada di dalam ruangan karena udara segar juga bebas masuk, ruang pergerakan bebas, menghilangkan kejenuhan, dan tentunya bisa sambil makan atau minum sedangkan di dalam ruangan tidak diperbolehkan makan dan minum, ujarnya. Secara segi mesin jahit tidak ada permasalahan karena hampir semua mesin bisa beroperasi dengan baik dan hanya sedikit mungkin yang mengalami kendala, tetapi semua kendala tersebut dapat segera diatasi berkat bantuan dari Laboran yang selalu dengan senang hati membantu mahasiswa apabila ada kesulitan dengan mesin jahit. Fasilitas-fasilitas yang telah disedikan tersebut sudah selayaknya kita jaga dan pelihara agar tetap awet dan masa pemakaiannya juga dapat bertahan lama. Seperti  ondisi mesin-mesin misalnya, Karena yang kita ketahui mesin adalah salah satu alat terpenting yang harus ada ketika kita sedang melaksanakan praktek, oleh karena itu kita sebagai mahasiswa yang baik harusnya dengan kesadaran diri mau untuk menjaga dan merawat. Dengan begitu bukan hanya kita yang merasa untung tetapi orang lain pun bisa merasakan keuntungannya juga.

Selanjutnya ialah plus minus yang ada di laboraturium Industri, secara keseluruhan seperti yang telah kita ketahui bahwa komponen yang ada di dalam laboraturium Industri ini sangatlah beragam bahkan bisa dikatakan lebih bervariasi daripada di dalam laboraturium menjahit, hal ini tampak pada adanya mesin-mesin sekelas Industri yang ada di sini, seperti mesin jahit Juki yang memiliki kecepatan tinggi (highspeed), mesin obras, mesin neci, mesin pelubang kancing, mesin pressing, dan masih banyak lagi. Dari segi plus ruangan ini memiliki ukuran yang cukup luas dan jarak antara mesin satu dengan yang lain tidak saling berhimpitan, sehingga laboraturium ini nyaman digunakan, selain itu dari segi pencahayaan laboraturium ini sudah baik karena ada banyak jendela di samping kanan dan kiri, sehingga pencahayaan matahari dapat seratus persen masuk dan hemat energi tentunya karena penggunaan lampu sebagai alat penerangan juga bisa berkurang, ujar para alumni. Yang menjadi kendala hanyalah banyaknya kabel-kabel yang masih berserakan yang akibatnya bisa terjatuh karena tersandung kabel, kendala kecil lainnya yakni seringnya terjadi kemacetan pada beberapa mesin yang seringkali dirasa menghambat kinerja mahasiswa pada saat sedang mengerjakan tugas. Kendala yang sangat mencolok yakni kurangnya jumlah mesin yang ada di laboraturium tersebut, seperti contohnya mesin-mesin obras pun juga masih kurang jumlahnya. satu ruangan laboratorium biasany hanya terdapat 2 buah mesin obras, dan itupun jika keduanya bisa digunakan. Terkadang hanya 1 mesin obras yang bisa digunakan, jadi sebelum menggunakan harus mengantri terlebih dulu. Apalagi jika ada salah 1 benangnya putus, itupun juga dapat mengulur dan memperpanjang waktu. dan terkadang hanya beberapa anak saja yang bisa memperbaikinya dan selebihnya dapat diserahkan pada laboran. Selain itu adapula Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang juga masih perlu diterapkan dan ditekankan lagi pada setiap mahasiswa. Yakni tepatnya pada  penggunaan alat pelindung diri misalnya. Terkadang para mahasiswa seringkali malas memakainya karena faktor ketidaknyamanan yang menurut mereka akan menghalangi proses kerja, karena seperti yang kita ketahui hal itu dirasa sangat ribet dan tidak praktis. Tetapi pada kenyataannya, sebenarnya alat pelindung diri tersebut mampu melindungi dir kita dengan baik,seperti misalnya apabila kita menggunakannya dengan tepat. Penggunaan alat pelindung diri tersebut semata-mata digunakan untuk mengurangi dan menghindari adanya kecelakaansaat proses kerja. Alat pelindung diri yang biasanya digunakan mahasiswa tata busana adalah jas laboratorium yang berbentuk celemek yang meskipun remeh kelihatannya tetapi sangat bermanfaat bagi diri kita, celemek ini berfungsi untuk melindungi pakaian kita dari adanya serat-serat benang yang seringkali menempel di pakaian maupun bisa melindungi diri kita dari adanya debu-debu. Selanjutnya ialah plus minus pada Laboraturium Bordir. Menurut para alumni pada laboraturium bordir seperti yang kita ketahui ialah Di laboratorium ini tampak jumlah mesin obras yang masih sedikit. Dan lebih dominan banyaknya mesin jahit.  Akan lebih baik jika jumlah mesin-mesin tersebut ditambah agar dapat memperlacar kegiatan parktikum. Dengan ini para mahasiwa yang akan praktek jadi tidak perlu menunggu antrean yang panjang, karena apabila hal ini berlangsung terus menerus akan sangat merugikan para mahasiswa yang selalu tidak kebagian mesin. Kemudian dilaboratorium ini juga terdapat mesin untuk lubang kancing, namun hanya berjumlah 1 mesin, hal ini sangat disayangkan karena hal ini sangat tidak efektif karena akan menimbulkan antrean yang sangat berkepanjangan. Jumlah mesin tersebut masih kurang memadai. Para mahasiswa biasanya mengatasinya dengan memasang bagian praktik yang lain dulu sembari menunggu giliran untuk mengoperasikan mesin tersebut. Ketika praktik membuat baju misalnya. Apabila mesin lubang kancing masih digunakan oleh mahasiswa lain, mereka terlebih dahulu menggunakan waktunya untuk menyelesaikan bagian kelim. Jadi waktu akan selesai secara bersamaan. Walau tak  jarang juga banyak yang harus menunggu lama.

Hal lain yang perlu diperhatikan yakni soal penggunaan masker pada mahasiswa sebenarnya sangat perlu diterapkan. Karena seperti yang kita lihat bahwa masih jarang sekali mahasiswa yang mau menggunakannya dan selebihnya bahkan seringkali mengabaikannya padahal hal ini juga berdampak pada perlindungan diri mereka. Kebanyakan alasannya karena sesak dan tidak bisa bernafas dengan leluasa dikarenakan terhalang oleh masker yang menutupi hidung. Namun sebenarnya penggunaan masker tersebut sangat teramat penting bagi kesehatan setiap penguna laboratorium. Ketika kita menggunting kain atau ketika menggunakan mesin, pasti ada serbuk-serbuk kain yang berbahan kimia yang berterbangan yang berbahaya apabila sampai terhirup oleh hidung dan sampai mengganggu pernafasan kita. bahwasanya serbuk-serbuk tersebut apabila telah banyak terhirup akan megakibatkan batuk yang susah untuk disembuhkan dikarenakan kandungan di dalamnya yang sangat membahayakan. Dan seharusnya apabila kita benar-benar peduli terhadap kesehatan diri kita seharusnya kita mau untuk mengenakannya karena apabila ada sakit penyakit itu dapat merugikan diri kita sendiri karena segala aktifitas pun dapat terhambat oleh karena keteledoran diri kita sendiri yang tidak mau menjaga kesehatan, ujar para alumni.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa masih banyak sekali fasilitas-fasilitas di laboratorium yang kurang memadai atau yang masih belum tepat cara penempatannya. Oleh karena itu Banyak fasilitas-fasilitas yang masih perlu ditata ulang letaknya agar lebih terstruktur, rapi dan juga nyaman ketika digunakan. Apabila ruangan laboratorium tersebut rapi dan nyaman, pastinya juga akan memberi banyak keuntungan dan pengaruh positif pula bagi si pemakainya yakni kita sebagai mahasiswa Tata Busana. Dan apabila lingkungan di sekitar kita terlihat nyaman tentunya juga akan membuat diri kita merasa senang ketika melaksanakan setiap praktikum, dan tentunya diperlukan pula kerjasama dari setiap mahasiswa yang terlibat piket untuk dapat membersihkan ruangan laboraturium tersebut kembali seperti asalnya karena kita wajib bertanggung jawab karena kita telah menggunakannya. Dan tentunya apabila kondisi di sekitar kita bersih dan rapi tentunya kegiatan pembelajaran akan berjalan dengan lancar dan efektif sebagaimana mestinya.     290016_523878940964921_10734111_o

//

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BUS1A12-Zefanya Stefanny, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s