Tugas 2 Plus-Minus Laboratorium TI UM

Alat yang diperlukan di laboratorium Tata busana

  Universitas Negeri Malang tepatnya Fakultas Teknik, Jurusan Teknologi Industri, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, inilah lingkungan baru saya. Dunia busana memang sudah tidak asing lagi untuk saya, tapi lingkungan ini sungguh masih asing. Gedungnya, interior kelas dan laboratoriumnya, peralatan laboratoriumnya, manusianya pun juga masih terasa asing untuk saya. Tapi apapun alasannya saya harus bisa berdaptasi dengan lingkungan baru ini.

Upaya penerapan K3 pun juga masih dinilai kurang karena kesadaran individunya yang masih minim, seringkali mahasiswa menjahit dengan bercengkrama dan bergurau dengan mahasiswa yang lainnya. Seharusnya ketika sedang menjahit tidak boelh melakukan kegiatan lain yang bisa memecah konsentrasi. Maka risiko pun akan dating misalnya, tangan bisa terkena jarum jahit, jarum tangan, maupun jarum pentul, kualitas jahitan pun tidak akan bisa semaksimal bila dikerjakan dengan konsentrasi penuh, dan akibat yang lainnya adalah bisa menghambat proses perkuliahan akibat jahitan yang tak kunjung selesai.

Setiap kelompok terdapat mesin dengan jenis yang berbeda, 1 mesin jahit juki, 1 mesin lubang kancing manual, 1 mesin obras, 1 mesin neci, dan 1 mesin kelim berada pada 1 kelompok. Penataan ruang seperti ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam mengoperasikan mesin bersama kelompoknya tanpa harus meminjam dan berbagi mesin dengan kelompok yang lainnya. Dan penataan seperti inilah yang akan sangat terasa manfaatnya ketika mendapatkan mata kuliah mengelola industri. Maka untuk ergonominya ruang secara keseluruhan sebenarnya sudah baik, prinsipnya semua mesin dan meja yang berada di laboratorium sudah ditata sedemikian rupa untuk memudahkan dan membantu proses perkuliahn , memudahkan dalam mengoperasikan dan bermobilitas.

Penerapan K3 dalam laboratorium TI UM juga masih belum terpenuhi secara maksimal dikarenakan upaya menyelamatkan diri dan benda – benda di sekitar juga masih kurang. Banyak kebiasaan yang dilakukan mahasiswa yang sebenarrnya bisa mengganggu bahkan mendatangkan bahaya dan risiko bagi dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

APD dibutuhkan untuk membatasi hazard dilingkungan dalam bekerja, sebaiknya mahasiswa dapat menggunakan APd yang ada dengan baik. Tidak hanay sekedar memiliki namun bisa menggunakan APD saat mengerjakan sesuatu demi keselamatan diri masing-masing. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap Keselamatan kerja inilah yang sering membuat mahasiswa sering mengalami kecelakan pada saat menjahit. Selain itu APd juga di anggap mengurangi ferminitas, terbatasnya factor stimulant karena tidak atau kurang nyaman saat bekerja, naming jika ditinjau dari segi keselamatan tersendiri sangat pentring menggunakn APD.

Pada dasarnya semua fasilitas yang telah tersedia sudah cukup baik hanya saja factor dari individu yang kurang menyadari dan memahami jika APd itu sendiri sangat penting. Tingkat kecerobohan juga dapat membuat kita mengalami kecelakan saat bekerja. Semua kembali pada individu masing-masing. Dari pihak laboratorium pun sudah diberi arahan atau petunjuk pada saat bekerja. Fungsinya untuk mengurangi kecelakan dalam bekerja. Kesadaran dari tiap inividulah yang sangat di butuhkan.

Disini saya telah melakukan observasi mengenai alat yang digunakan di ruang laboratorium tata busana fakultas tenik industri UNIVERSITAS NEGERI MALANG yang bisa mendukung terjadinya pengajaran k3 serta bisa menjaga/mengantisipasi segala sesuatu yang tidak dikehendaki terjadi pada mahasiswa khususnya di teknologi industry. Saya melakukan wawancara sedikit kepada alumni teknologi industri saya mewancarai. Saya melakukan wawancara ini pada tanggal 10 november 2012.

Menurut kak Marsela perlengkapan p3k juga telah ada disediakan oleh fakultas yang di kelola oleh laboran. Saat praktek dalam ruang laboratorium teknologi industry kak sela serta teman-teman yang lainnya dianjurkan untuk memakai celemek yang telah disediakan oleh kampus. Celemek ini digunakan untuk melindungi diri saat bekerja diruang praktek. Namun ini kadang diabaikan oleh mahasiswa sehingga mereka memakainya bukan dengan kesadaran melaikan karena keterpaksaan. Tata letak ruang saat itu, juga sama dengan sekarang mesin di tata berderet kebelakang dengan rapi kemudian setiap sudut di berikan pencahayaan yang memadai, serta dalam ruang praktek disediakan kipas angin, sehingga dalam ruang praktek tidak terasa panas atau kegerahan. Setiap menjahitsemua jendela yang ada dibuka denga tujuan agar sirkulasi udara dapat keluar masuk dengan baik. Papan setrika serta setrika berada di depan berderet. Tata letak kabel listrik juga telah diatur menggantung diatas sehingga tidak akan membuat orang yang berjalan menjadi tersandung kabel listrik tersebut, kemudian meja potong berada di tengah-tengan dari mesin-mesin jahit yang berderet tersebut. Tingkat keergonomisan telah diterapkan yaitu dengan pemberian kursi yang ada busanya serta ada sandaran belakangnya, gunanya yaitu agar ketika praktek saat capek bisa bersandar di kursi kemudian gunanya diberikan busa yaitu agar pantat tidak penat ketika bekerja. Dan sekarang ini kak sela sudah menyelesaikan pedidikan D3, kak sela tidak melanjutkan kuliah lagi. Kak sela memilih untuk membuka butik.

Gambar

            Menurut kakak dewi, angkatan 2007 ini mengemukan bahwa laboratorium tata busana sudah mulai mengalami perubahan yang cukup baik. Penataan ruangan yang baik sehingga memudahkan mahasiswa bekerja dengan baik pula. Dari segi kerapian dan kebersihan pun sudah terlihat sangat baik, semua tetata dengan rapi. Hanya saja penerangan lampu masih kurang cukup. Pada dasarnya pekerjaan menjahit ini sangat beresiko tinggi kecelakaan kerjanya, sehingga fasilitas yang ada di raboratorium sendiri di buat sebaik mungkin. Keselamatan kerja sendiri sebenarnya dapat bdiantisipasi jika dari masing-masing individu menyadari bahwa keselaman itu sangat penting, contohnya tidak bercanda pada saat menjahit sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi akibat dari bercanda itu bisa membuat apa yang sedang dikerjakan tidak maksimal hasilnyam bisa saja terjadi terguntinganya kain yang akan dijahit. Fokusnya dalam mengerjakan juga sangat di perlukan agar terhindar dari kecelakaan kerja.

Gambar

            Sedangkan menurut kak Weni, alumni 2012 ini dalam keselamatan kerja di laboratorium tata busana sudah cukup memadai, dengan  adanya kotak P3k, dan apar di dalam raboratorium. Sedangkan celemek yang digunakan mahasiswa dalam bekerja juga bermanfaat untuk menjaja kebersihan baju yang kita gunakan, hanya saja belum diterapkan penggunaan masker sebab dalam proses menjahit sendiri banyak debu dari kain-kain. Sehingga dapat mengakibatkan batuk mau pun sesak nafas. Selain itu demi keselamatan kerja pula sebaiknya tidak menggunakan wedges atau pun hels dalam menjahit sebaik selain membuat kita susah bergerak dalam beraktifitas saat menjahit dapat terpeleset atau oun jadi cepat lelah. Keselamatan kerja sendiri tergantung pada tiap indivudu, apa bila ia sadar dan bisa menggunakan fasilitas di laboratorium dengan baik maka kecelakaan pada saat bekerja dapat dihindari. Mematuhi setiap peraturan yang ada dilaboratorium juga sangat menunjang keselamatan kerja.

Gambar

            Dari semua wawancara yang telah saya lakukan, sebenarnya laboratorium tata busana UM sedikit banyak telah menerapkan tentang adanya k3(kesehatan dan keselamatan kerja). Semua kembali pada individunya bagaimana cara mengantisipasinya dapat dilihat dengan pemberian celemek sebagai APD (alat perlindungan diri) namun hal tersebut sekiranya masih kurang diberikan kepada mahasiswa untuk melindungi dirinya dari berbagai macam kecelakaan yang mungkin bisa terjadi dimana saja serta kapan saja, namun hanya menggunakan celemek saja kadang mahasiswa banyak yang merasa kurang nyaman untuk memakainya. Sehingga banyak yang tidak memakainya, mereka yang memakai mungkin tujuannya hanya untuk agar tidak ditegur oleh dosen namun mereka tidak memperhatikan berbagai aspek semisal cara memasangnya, memang benar mereka memakai celemek namun kadang ada juga yang memakai secara tidak benar mungkin dalam pemikiran mereka yang penting saya sudah memakainya. Mereka menganggap hal tersebut merupakan hal yang lebih dari cukup. Padahal sebenarnya mereka telah mengabaikan yang namanya perlindungan diri yang bisa saja merenggut nyawa.

Tidak menutupkemungkinan semua yang kita gunakan rawan dengan keselamatan kerja, dengan didukungnya peralatan yang ada dapat membantu kita terhindar dari berbagai kecelakaan. Penangan pertama ketika terjadi kecelakaan kecil bisa diatasi dengan obat-obatan yang telah di sediakan. Adapun kecelakaan yang sangat membahayakan dalam melakukan pekerjaan menjahit adalah tangan yang tertancap jarum mesin, kesetrum listrik dan terguntingnya jari tangan. Sebab pekerjaan ini tidak lepas dari benda-benda tajam seperti jarum dan gunting. Oleh sebab itu tiap individu harus tetap focus dan hati-hati dalam bekerja.

Laboratorium UM sendiri telah menyedikan fasilitas yang cukup baik demi kelancaran belajar da  praktek. Dari segi ruangan dan penataan mesin jahit, meja potong, meja setrika pun sudah disusun dengan baik dan rapi, sehingga tidak menyulitkan dalam bekerja atau beraktifitas. Untuk kebersihannya sendiri laboratorium sudah menyediakan bak sampah dan jadwal piket sehingga ruangan tetap dalam keadaan rapid an bersih saat digunakan.

Peran penggunaan alat pelindung diri guna mengantisipasi k3 disini amatlah penting diajarkan sejak dini kepada semua orang termasuk mahasiswa yang notabennya akan bekerja bersama mesin-mesin yang berat serta mengancam diri. Namun penyediaan alat pelindung diri ini hanya sekedar celemek saja yang telah difasilitasi dari fakultas, seharusnya untuk melindungi mahasiswa saat praktek fakultas juga harus memberikan alat pelindung lain semisal saat berada di lab serta hal ini juga harus disadari dari pihak mahasiswa bila telah disediakan alat pelindung diri seharusnya dipakai saat praktek kemudian cara penggunaannya haruslah benar tidak hanya yang penting memakai saja. Selain itu tata letak di laboratorium industry juga telah memadai, penerangan seperti lampu sudah disediakan serta diberikannya kipas angin, hal ini juga berguna agar saat praktek tidak merasa panas pengap dll. Dan dalam ruang praktek juga diberikan fentilasi berupa cendela dan fentilasi udara yang memadai, penyediaan obat-obat P3K dalam ruang praktek juga amat penting agar bila terjadi kecelakaan kecil bisa langsung diatasi dengan cepat. Pemberian kursi yang empuk dan ada busanya serta ada sandarannya juga telah memberikan kenyamanan bagi mahasiswa, jika kelelahan.

Bukan hanya dari kesehatan dan keselamatan kerja pula yang harus diperhatikan namun juga perlun perhatian khusus untuk perawatan mesin-mesin jahit yang ada. Sehingga dapat memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan pekerjaan, beberapa mesin jahit ada yang tidak bisa digunakan inilah yang menghambat pekerjaan. Sehingga harus bergantian dengan teman-teman yang lain dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Selain menghabiskan waktu untuk menunggu juga membuat kita telat dalam mengerjakan pekerjaan. Didalam waktu menggu itulah yang sering digunakan mahasiswa bercanda dan bergurau sehingga dapat menyebabkan pecahnya konsentrasi teman-teman yang lain dalam bekerja. Trekadang tidakn di sadari dalam bercanda itu pun ada beberapa kecelakaan kecil contohnya saja tertusuk jarum. Dari kecerobohan diri sendiri inilah yang dapat menyebabkan sebuah kecelakan terjadi. Biar pun spele namun dapat membahayakan.

APD dibutuhkan untuk membatasi hazard dilingkungan dalam bekerja, sebaiknya mahasiswa dapat menggunakan APd yang ada dengan baik. Tidak hanay sekedar memiliki namun bisa menggunakan APD saat mengerjakan sesuatu demi keselamatan diri masing-masing. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap Keselamatan kerja inilah yang sering membuat mahasiswa sering mengalami kecelakan pada saat menjahit.

Untuk penerapan kemanan dalam laboratorium pun masih perlu ditingkatkan lagi. Penempatan kabel yang menurut saya masih kurang tepat karena kabel – kabel tersebut digantung di atas sehingga terkadang mengganggu mahasiswa ketika sedang berjalan, selain itu tak jarang kabel – kabel tersebut tersangkut pada tubuh mahasiswa, tentu saja ini sangat mengganggu dan berbahaya. Namun dari segi keamanan ketika akan dan selesai menggunakan mesin sudah bagus. Mahasiswa memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk mesinnya sedniri. Mahasiswa selalu mencabut kabel dinamo mesin bila selesai menggunakan, merapikan mesin, dan membersihkan ruangan sesuai dengan jadwal piket, kebiasaan seperti inilah yang harus terus ditingkatkan untuk selanjutnya.

Bila selesai praktek dalam laboratorium juga telah diberi jadwal siapa yang piket untuk membersihkan ruang praktek yang kotor akibat digunakan untuk mengerjakan tugas. Namun yang paling penting dari laboratorium yang perlu diperhatikan yaitu penyediaan fasilitas berupa mesin-mesin yang memadai. Mungkin di laboratorium telah ada mesin yang memadai namun kurang terawat karena saat digunakan ada mesin yang kurang lancar saat digunakan, itu yang menyebabkan adanya penggunaan 1 mesin yang digunakan untuk 2 orang. Servis berkala perlu ditingkatkan dalam menungjang keberhasilan mahasiswa untuk mengerjakan tugas prakteknya. Selain itu dari mahasiswa teknologi industry, mesin-mesin yang telah diservis secara berkala harus dijaga dengan baik agar tidak mudah rusak lagi.

Dalam penulisan ini, penulis merujuk pada beberapa sumber yaitu:

www.scribd.com/doc/23928718/ALAT-PELINDUNG-DIRI

https://k3tium.wordpress.com/2012/12/16/tugas-3-serba-serbi-k3-ti-3/

Observasi di ruang laboratorium TI UM

Wawancara dengan alumni D3 Tata Busana UM

Wawancara dengan laboran TI UM, Ibu Ar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-DewiYulianaPutri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s