TUGAS 1 “LINGKUNGAN SEKITARKU”

INILAH AKU

Perkenalkan nama saya ZEFANYA STEFANNY PRADIPTA, kini saya merupakan Mahasiswa Pendidikan Tata Busana dari ofering A angkatan 2012, Saya lahir tepatnya pada tanggal 17 Mei 1994 di RS Bersalin Mardi Waloeja, Malang dan saat ini saya tepatnya berusia 18 tahun. Saya berdomisili asli Malang. Kedua orangtua saya juga asli Malang, Papa asli Malang dan Mama sendiri asli keturunan Manado yakni dari Oma saya, akan tetapi sewaktu kecil Mama lahir di Malang.

Adik, Papa dan Mama

Adik, Papa dan Mama

Dan pada kesempatan ini saya pribadi akan menceritakan bagaimana penerapan K3 di lingkungan sekitar saya, mulai dari saya kecil hingga saya dewasa seperti ini apakah berbeda ataukah sama saja. Pada waktu saya masih balita tepatnya berusia tiga bulan, saya bertepat tinggal di Surabaya, pada saat itu kedua orangtua saya (Papa Agus Waskitanto dan Mama Fransisca Kandou) memutuskan untuk berpindah dari Malang menuju Surabaya yang dikarenakan faktor pekerjaan kedua orangtua saya (Papa bekerja sebagai sub kontraktor dan Mama bekerja sebagai HRD di PT. Domusindo yang bergerak di bidang mebel), yang akhirnya mengharuskan kami untuk bertempat tinggal di sana. Di Surabaya kami menempati sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun sudah cukup nyaman untuk kami tempati, rumah saya berada di kawasan perumahan yang lumayan jauh dari jangkauan jalan raya dan tentu saja terbebas dari polusi yang berbahaya apalagi di kawasan kota besar seperti Surabaya yang padat kendaraan. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa cuaca di sana memang cukup panas, dan sempat membuat saya rewel bahkan saya sering sekali sakit dikarenakan ketidakcocokan terhadap cuaca di sana. Hingga akhirnya pada saat saya menginjak usia dua tahun dan akhirnya orangtua saya memutuskan untuk kembali pulang ke Malang. Pertama kami menginjakan kaki di Malang, kami sekeluarga belum memiliki tempat tinggal oleh karena itu untuk sementara waktu kami menempati rumah kontrakan yang berukuran kecil yang berada di area perkampungan dekat dengan rumah kediaman nenek saya sembari menunggu rumah baru kami selesai dibangun, keadaan ini sangat bertolak belakang dengan suasana pada saat saya masih bertempat tinggal di Surabaya. Dari segi cuaca serta lingkungan sosial pun berbeda, di Surabaya selain memiliki cuaca panas, di lingkungan sekitar rumah saya juga kurang sekali adanya sosialisasi antara tetangga satu dengan yang lain dikarenakan kesibukan masing-masing orang. Berbeda halnya dengan di Malang, selain cuaca yang sejuk, udara yang segar untuk saya nikmati, dekat dengan keluarga besar saya, antara tetangga satu dengan yang lain juga ramah dan terasa hangat karena kepedulian tinggi terhadap orang lain. Oleh karena kami sudah menetap dan betah kembali di malang mau tidak mau kedua orangtua saya tetap harus pulang pergi Malang-Surabaya dikarenakan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Hal ini berlangsung setiap harinya sehingga seringkali saya merasa kasihan terhadap kedua orangtua saya, dari segi perjalanan yang ditempuh dari Malang menuju Surabaya juga membutuhkan waktu yang lumayan lama, dan selain itu juga harus bekerja dari pagi hingga sore hari lalu kembali pulang lagi ke Malang dan tiba di rumah pun sudah larut sehingga rasa lelah sudah pasti terasa serta jam istirahat malam seringkali terasa kurang karena esok harinya sudah harus berangkat bekerja kembali, dan selama kedua orangtua saya bekerja, saya yang masih berusia dini terpaksa diasuh oleh nenek saya, apabila orangtua saya berangkat bekerja saya kemudian diantar menuju rumah nenek saya, tetapi terkadang saya juga diasuh oleh tante saya yang kebetulan beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang bersedia membantu orangtua saya untuk mengasuh saya. Dan setelah 1 tahun berlalu dan selesailah rumah baru, kami kemudian segera bergegas untuk menempati rumah yang akan menjadi tempat tinggal tetap kami di Malang.

rmh

rmh2

rumah saya

Perasaan senang dan gembira tergambar jelas pada keluarga kecil kami, rumah yangsungguh nyaman, lingkungan yang enak dan jauh dari kebisingan kendaraan tetapi sayangnya rumah kami tidak berhadapan dengan rumah tetangga depan justru rumah kami berhadapan dengan tembok belakang milik rumah tetangga depan kami, dan ini merupakan pemandangan yang tidak sedap karena ketika kami berada di teras yang tampak adalah tembok. Tetapi secara garis besar kami sudah cukup menikmati kediaman kami, untuk memperoleh kesan segar dan sejuk Mama saya menambahkan banyak sekali tanaman pada halaman depan rumah kami serta ada sebuah air mancur kecil yang menambah kesan tenang dan segar dengan gemericik airnya, selain itu di dalam rumah tepatnya di depan ruang makan Papa menambahkan sebuah kolam ikan koi dengan replika air terjun dengan bebatuan yang menambah kesan nyaman berada di rumah. Kedua orangtua saya sangat senang mengkreasikan sesuatu untuk ditambahkan di rumah karena hal ini bertujuan untuk dimanfaatkan sebagai sarana untuk refreshing sederhana yang bisa dinikmati setiap hari tanpa harus bepergian ke tempat rekreasi. Dengan cara sederhana ini setidak-tidaknya bisa membantu memulihkan kelelahan dan kejenuhan akibat pekerjaan yang menumpuk setiap harinya. Dari segi pencahayaan dan ventilasi bisa dikatakan cukup karena di ruang tamu saya terdapat empat buah kaca jendela yang membuat kesan terang alami pada ruang tamu rumah saya, di setiap kamar tidur juga memiliki satu kaca jendela. Serta pintu menuju halaman belakang juga dilengkapi dua buah kaca jendela pada masing-masing kanan dan kiri pintu dan ada tujuh buah ventilasi di atas pintu yang menambah kesegaran di rumah. Selain itu kedua orangtua saya juga sangat suka kebersihan di rumah, apabila ada waktu senggang orangtua saya selalu masih menyempatkan waktu untuk merapikan dan membersihkan rumah, entah itu hanya sekedar menyapu mengepel atau sekedar membersihkan debu pada perabotan, hal ini dilakukan sendiri oleh kedua orangtua saya dikarenakan kami memang merasa tidak memerlukan jasa pembantu selama semuanya masih bisa dilakukan sendiri. Penerapan kebersihan juga tidak hanya diterapkan di dalam rumah saja tetapi juga bisa diluar rumah melalui kegiatan kerjabakti warga yang rutin dilaksanakan setiap selang beberapa minggu, untuk hal ini Papa selalu aktif hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sewaktu kecil, di sela kesibukan yang padat Mama juga menaruh perhatian besar kepada saya khususnya dalam asupan makanan, serta rutinnya membawa saya untuk pergi ke Posyandu sekedar untuk memberikan vitamin, mengecek tinggi dan berat badan serta mengecek perkembangan kesehatan saya. Hal ini dilakukan karena bentuk kasih orangtua kepada saya dan dikarenakan saya merupakan anak tunggal pada saat itu. Keluarga kecil kami begitu terasa hangat dan menyenangkan karena kami selalu bersama walau hanya 3 orang, hingga akhirnya pada saat saya menginjak kelas 1 SD, Tuhan mengaruniakan kepada kami seorang anggota baru, yaitu seorang adik laki-laki yang begitu lucu dan melengkapi kebahagiaan di dalam keluarga kami, dan akhirnya saya juga harus mulai belajar untuk berbagi kepada adik saya, karena saya sudah bukan anak tunggal lagi, selain itu saya juga mempunyai seekor anjing peliharaan yang saya beri nama Pleky, yang secara otomatis menjadi anggota baru keluarga kami.

Dan ternyata hal yang sama dilakukan kepada saya dulu oleh Mama  juga kini diterapkan kepada adik saya, seperti meluangkan waktu untuk mengantar adik ke Posyandu, menjaga asupan gizi pada makanan yang dikonsumsi, ini semua dilakukan karena Mama saya sangat peduli terhadap kami dan sangat melindungi kami. Dan hal inilah yang membuat saya begitu mengasihi dan menghormati orang tua saya karena yang mereka lakukan semua adalah baik dan bermanfaat bagi saya dan dan adik saya. Dan biasanya di rumah orangtua saya juga menyediakan kotak P3K dan minyak kayu putih yang bertujuan untuk berjaga-jaga apabila ada anggota keluarga yang mengalami kecelakaan ringan seperti misalnya adik saya yang pernah jatuh dari sepeda, saya yang pernah tersayat pisau atau cutter atau ada anggota keluarga yang terserang masuk angin, dibalik ini semua  banyak manfaat yang dapat kita peroleh dengan cara yang sederhana ini, karena musibah atau kecelakaan kecil semacam ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan kita bisa menanganinya dalam artian mengobati sendiri dengan menyediakannya di rumah. Selain itu bentuk perhatian orangtua yang sering dilakukan kepada saya sewaktu masih kecil yaitu seringnya Mama membiasakan kepada saya dan adik saya untuk selalu memakai helm dan jaket kemanapun kami pergi terutama saat berkendara menggunakan sepeda motor, hal ini sangat sepele sepertinya tapi bagi saya yang sudah merasakannya, ini sungguh bermanfaat dan tiada ruginya bagi saya. Hingga akhirnya sampai sekarangpun saya selalu terbiasa dengan hal tersebut walaupun waktu mepet tetapi tetap saja saya selalu tidak pernah lupa. Tentang asupan gizi di rumah, orangtua saya selalu menyediakan makanan yang seimbang, di samping ada lauk ikan pasti di situ pula ada lauk sayur, serta adapula makanan ringan seperti snack atau sereal untuk sarapan pagi yang selalu siap sedia di rumah, ini dimaksudkan agar saya dan adik saya tidak membeli makanan di luar karena yang ditakutkan orangtua saya kalau-kalau makanan yang dibeli di luar itu tidak higienis dan seringkali dapat menyebabkan sakit perut, oleh karena itu orangtua saya selalu menyediakan makanan ringan di rumah karena ini termasuk salah satu bentuk antisipasi yang  dilakukan orangtua saya. Dibalik itu semua, hanya satu yang sangat jarang saya lakukan yaitu berolahraga, saya jarang sekali bahkan bermalas-malasan dalam hal satu ini bahkan orangtua saya sangat sering menyarankan bahwa saya harus mengikuti ekstrakurikuler yang bersifat olahraga seperti berenang atau basket tetapi saya seringkali tidak sependapat dan lebih mementingkan keinginan hati saya, dan akhirnya dampaknya pun sudah saya rasakan sekarang, saya jadi sering lemas dan sering tidak bersemangat selain itu saya akui bahwa dampak yang paling utama yaitu kurangnya tinggi badan yang sangat saya sesali, seharusnya bila dulu saya mengikuti anjuran orangtua saya pasti sekarang saya bisa jadi lebih baik dalam artian tinggi badan mencukupi, berat badan juga mencukupi serta semangat dalam melakukan segala aktifitas itu juga mendukung. Tetapi  secara garis besar saya tetap mensyukuri apa yang ada serta tetap berusaha bersemangat serta berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kedua orangtua saya, dan bersyukur kalau sejauh ini saya selalu mendapat apa yang saya impikan tentunya dengan usaha saya, mulai dari lulus SD, SMP,SMA dengan nilai yang memuaskan serta masuk ke sekolah-sekolah lanjutan yang saya inginkan, mulai dari SD saya yakni SDK Cor Jesu Malang, beranjak ke SMP Negeri 20 Malang, dan akhirnya melanjutkan ke SMA Negeri 7 Malang hingga sampai akhirnya saya bisa masuk dan resmi menjadi Mahasiswa UM melalui jalur SNMPTN Undangan yang merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya dan tentunya bagi kedua orangtua saya, dan sampai akhirnya sekarang ini saya sudah resmi menjadi mahasiswa UM yakni pada jurusan Tata Busana. Masa-masa yang menyenangkan bagi saya apalagi pada saat kelulusan SMA terutama pada saat di wisuda, karena ini merupakan akhir dari masa sekolah saya selama 12 tahun, masa-masa yang masih memakai seragam sekolah, masa-masa disiplin dengan berbagai macam peraturan dan sangsi, masa-masa indah tentunya bersama teman-teman sekolah saya, dan akhirnya pun saya harus melanjutkan menjadi seorang Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Banyak yang bertanya-tanya mengapa saya memilih untuk melanjutkan pada jurusan ini sedangkan dari basic yang saya miliki, saya ini bukan berasal dari SMK Tata Busana melainkan dari SMA dengan program jurusan IPS, simple saja saya menjawab kalau jujur saja saya sudah sangat jenuh dengan mata pelajaran IPS yang identik dengan teori dan pembahasan oleh karena itu saya ingin berbalik arah untuk mulai mempelajari jurusan ini. Orangtua saya sendiri pada dasarnya tidak pernah memaksakan saya untuk harus memilih ini dan tidak boleh memilih ini, mereka sangat pengertian dan selalu memberikan kebebasan kepada saya untuk memilih segala sesuatunya dengan dapat dipertanggung jawabkan dalam artian apa yang sudah saya pilih berdasarkan murni dari keinginan saya, ya itulah yang harus saya jalani tanpa harus  mengeluh kepada orangtua saya atau menyesal di akhir. Dan hal inilah yang selalu menjadikan saya mulai mandiri dalam menentukan arah kehidupan saya nantinya, sedangkan peran orangtua saya hanya sebagai pemberi motivasi dan penyedia fasilitas yang berhubungan dengan proses study saya.

Tidak terasa perjalanan hidup saya yang begitu panjang ini berbuah manis seperti  sekarang, dan dengan ini saya sendiri juga sudah bertekad untuk selalu membahagiakan kedua orangtua saya dan sekaligus membalas apa yang telah mereka lakukan kepada saya selama ini dengan pencapaian saya, karena tanpa mereka dan semua yang saya miliki, saya ini bukan apa-apa. Dan tentunya saya juga mengucapkan rasa terima kasih yang begitu berlimpah kepada kedua orangtua saya. Sekian dan Terima Kasih.

//

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Bus1A12-Zefanya Stefany, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s