Tugas-2 plus-minus laboratorium TI UM

Laboratorium Terkhusus Anak Tata Busana

Foto-0286

Gambar bersama para alumni

Laboratorium adalah sebuah tempat praktek seseorang ataupun sekelompok orang, dimana praktek itu bermacam-macam, dan setiap laboratorium itu hanya mempunyai 1 materi saja. Misalnya laboratorium fisika, kimia dan sebagainya.

Bagi anak prodi tatabusana, laboratorium TI adalah tempat yang paling penting, mengapa demikian. Karena, sebagian besar anak prodi tatabusana mata kuliahnya dilakukan dalam laboratorium atau biasanya anak-anak menyebutnya dengan sebutan “lab”. Di prodi tatabusana  ada 3 laboratorium yang digunakan untuk praktek menjahit ataupun yang berhubungan dengan itu. Tepatnya berada di gedung G5 208, kemudian di gedung G6 yang terdapat pada ruang 203 dan 204. Terbagi menjadi 3 tempat, itupun mesinnya tidak sama.

Di gedung G5 208, disana terdapat beberapa mesin jahit manual bermerek butterfly, dan yang warnanya masih hitam. Kemudian beberapa mesin jahit industri, terdapat meja setrika yang posisinya ada dibelakang pintu masuk dan jumlahnya satu. Ada 3 mesin obras. Di ruang ini juga terdapat meja untuk memotong kain, kemudian alat untuk mengajar. Misalnya saja, papan tulis dan sebagainya sehingga dosen lebih laluasa untuk menerangkan mata kuliah.

Untuk di gedung G6 ruang 204, disana semua mesin jahit menggunakan mesin industri, dan beberapa mesin lagi. Yaitu mesin neci, ,esin pengepres, mesin pelubang kancing, mesing pembuat lubang kancing, mesin pembuat kampuh sarung, mesin untuk memasang elastis, mesin untuk memasang ribs, dan lain sebagainya. Di ruang ini juga dilengkapi dengan dressform, apa itu dressform. Dressform merupakan patung yang membentuk tubuh manusia, biasanya deressform ini digunakan untuk mata kuliah draping. Di ruang ini juga terdapat 2 meja setrika yang terletak dibelakang candela sehingga menghadap keluar. Lalu 3 meja untuk memotong pola baju dan 1 meja dibelakang pintu untuk para penjaga laboratorium. Biasanya di meja ini disediakan beberapa keperluan menjahit untuk dipinjam, dan untuk yang meminjam harus menggunakan kartu tanda mahasiswa atau biasa disingkat “KTM”. Yang dipinjamkan biasanya berupa benang, skoci, dan lain sebagainya.

Masih di gedung yang sama tetapi berbeda ruang, yaitu ruang 203, tepatnya berada didepan laboratorium ruang 204. Di laboratorium inilah anak offering A menjumpai mata kuliah “TDM” ata bisa disebut teknik dasar menjahit. Di ruang ini terdapat beberapa mesin manual. Layaknya di ruang 204, di ruang ini juga terdapat meja petugas untuk meminjamkan keperluan menjahit, dan aturannya pun sama. Di ruang ini juga terdapat 4 mesin obras, kemudian 6 meja untuk memotong pola, lalu ada juga dressform. Kemudian terdapat 3 meja setrika lengkap dengan  setrikanya satunya terletak dibelakang pintu dan yang lain ada di dalam ruangan yang letaknya sulit untuk dijelaskan. Walau ruang ini lebih sempit dari ruang 204, akan tetapi untuk kelengkapan mesin, atau alat labih lengkap diruang ini.

Menurut narasumber pertama bahwasanya, laboratotium TI merupakan laboratorium yang sangat membantu proses para mahasiswa dalam belajar, walau terkadang masih kurang lengkap. Mengapa demikian, karena terbatasnya mesin. Terkadang saya melihat ada yang tidak kebagian mesin sehingga menunggu teman yang lain. Atapun harus antri menyetrika, itupun antriannya sangat banyak. Banyak hal positif maupun negatif yang kita peroleh dalam laboratoruim TI. Tapi mungkin lebih banyak hal positifnya, karena kalau tidak ada laboratorium dalam prodi kita, apa yang kita gunakan dalam praktek. Tentunya dengan adanya laboratorium akan meminimalisir pekerjaan. Misalnya saja, kalau kita tidak mempunyai laboratorium, mungkin untuk melakukan praktek mata kuliah kita akan keluar masuk kampus. Dan itupun hasilnya tidak maksimal. Itu keuntungan tersendiri. Sedangkan sisi negatifnya, dengan jumlah mahasiswa yang tiap tahunnya bertambah, maka laboratorium seharusnya juga membutuhkan lebih banyak lagi mesin maupun alat.

Untuk kelengkapan mesin sendiri, dalam artian bukan jumlah, menurut narasumber pertama itu sudah lebih dari cukup daripada tahun-tahun sebelumnya. Menurut narasumber pertama, pada laboratorium sekarang sangat berbeda dengan laboratorium dulu. Mungkin dulu jumlah mesin atau alat tidak sebanyak sekarang.

Menurut narasumber kedua, bahwa laboratorium TI itu sudah bagus, mulai dari penataan mesin maupun alat. Semua penataannya sangat tepat. Tapi masih terkadang anak-anak masih kurang memperhatikan kesehatan mereka. Misalnya memotong kain tanpa masker.

Narasumber kedua ini sangat mengkawatirkan tentang kesehatan ataupun keamanan pada laboratorium TI, karena jika terjadi apa-apa itu akan melibatkan mahasiswa. Misalnya saja seperti kejadian kamis minggu kemarin. Tiba-tiba lampunya korslet dan hamper pecah.

Dari kedua narasumber tersebut, saya hanya ingin memaparkan. Bahwa, laboratorium TI adalah milik kita dan harus dijaga. Mengapa demikian, tahukah anda bahwa laboratorium TI merupakan tempat yang selalu membantu kita. Baik dalam menyelesaikan tugas maupun tempat materi. Misalnya saja yang terjadi pada pagi ini yang bermata kuliah teknik dasar menjahit. Pagi ini merupakan pagi UAS dan UASnya adalah praktek menjahit. Sekarang coba bayangkan apabila tidak ada laboratorium, bagaimana dengan UAS kita.??Apakah masih berlanjut.??

Narasumber pertama juga ada benarnya dalam sisi negatif, yang menyatakan bahwa , semakin tahun mahasiswa akan semakin bertambah dan denga n kondisi laboratorium Ti seperti itu maka membutuhkan beberapa lagi mesin ataupun alat. Terkadang dengan keterbatasan mesin dan alat membuat mahasiswa terlambat dalam mengerjakan tugas. Dikarenakan semua serba antri

Untuk narasumber kedua dalam masalah kesehatan dan keselamatan itu juga adakalanya benar. Memang semua mahasiswa diwajibkan berhati-hati dalam mengoprasikan mesin. Terutama pada lab yang berada di gedung G6 ruang 204. Disana kan menggunakan mesin industri semua. Apabila ada anak yang tidak terbiasa menggunakannya ataupun tidak tahu cara penggunaaannya, maka dalam menggunakan untuk yang pertama ia harus dibantu terlebih dahulu atau diberi pengarahan terlebih dahulu.

Untuk keselamatan dan keamanan yang ada pada laboratorium bisa dikatakan baik. Misalnya para mahasiswa yang menggunakan sepatu oada saat praktek. Guna sepatu pada saat praktek ini adalah agar mahasiswa tidak tersengat listrik pada saat berkontraksi dengan mesin jahit maupun kabel.

Tapi pada umumnya terkadang para mahasiswa dalam menjahit tidak pernah menggunakan sepatu pada saat menjahit. Entah apa yang membuat seperti itu, akan tetapi yang paling penting adalah memakai sepatu.

Kemudian ada satu benda lagi yang sangat penting tapi tidak ada yang menyadarinya, yaitu masker. Tentunya saat kita bekerja saat praktek terdapat debu dimana-mana, belum lagi sisa kain yang terdapat pada lantai dan mengakibatkan debu. Atau pada saat kita sedang memotong kain. Debu-debu itu yang menimbulkan penyakit, atau mungkin alergi dan kemungkinan terburuk lainnya adalah sakit sesak nafas atau asma. Maka dari itu seharusnya saat kita berada di laboratorium kita harus memakai  masker, guna mencega debu-debu yang berterbangan kita hirup saat kita bernafas.

Untuk listrik sendiri, apabila terjadi korsleting seharusnya diperbaiki dahulu, pengalaman dari saya kemarin. Saat listrik pada laboratorium di gedung G6 ruang 203 itu korsleting, petugas tidak langsung memperbaikinya. Petugas hanya sekedar mengamati mana yang korsleting dan baru akan diperbaiki esok harinya. Akhirnya saat kami berada di laboratorium, kami menjahit tanpa menggunakan penerangan atau lampu. Kami hanya mengandalkan cahaya dari luar, sehingga semua candela dan pintu dibuka. Tapi ternyata mendung dating. Melihat kami kewalahan saat menjahit, akhirnya petugas menyalakan dua lampu. Disisi sebelah kanan dan tengah.

Plus minus lagi untuk laboratorium TI manurut kedua narasumber dengan jawaban yang sama adalah tentang kurang tegasnya peraturan pada laboratorium TI, serta kurangangnya peraturan.

Memang benar, dalam peraturan laboratorium masih kurang tegas dalam melakukannya. Misalnya saja, tentang tidak boleh membawa makanan kedalam ruang laboratorium. Akan tetapi terkadang masih ada mahasiswa yang membawa makanan kedalam laboratorium. Dampak dari mahasiswa yang membawa makanan kedalam laboratorium ini adalah, semakin banyaknya sampah didalam laboratorium. Selain kain, tapi juga sampah makanan. Sehingga mengakibatkan yang melakukan piket hari itu menjadi lebih banyak membersihkan sampah.

Kemudian tentang peraturan memakai jas laboratorium, itupun sudah ada peraturan yang berlaku. Tapi ada beberapa mahasiswa yang masih saja tidak mau memakainya.

Menurut narasumber kedua, menyatakan bahwa, adakalanya peraturan laboratorium itu ditambah. Yaitu tentang penggunaan masker. Menurutnya, penggunaan masker itu memang simple. Akan tetapi banyak sisi positifnya apabila kita mau menggunakannya.

Saat saya bertanya tentang laboratorium mana yang paling nyaman, ada dua jawaban yang berbeda dari narasumber.

Menurut narasumber yang pertama adalah laboratorium yang terletak di gedung G5. Menurut narasumber laboratorium itu merupakan laboratorium yang nyaman. Mengapa demikian.??. karena pada laboratorium itu tidak hanya terdapa meisn jahit manual saja, tapi juga mesin jahit industri. Bahkan dalam segi jumlah pun tidak beda tipis, antara banyaknya mesin jahit manual dan mesin jahit jahit industri. Menurut narasumber, sehingga mahasiswa tidak hanya menggunakan satu macam mesin jahit saja, tapi dua sekaligus. Jadi dia terbiasa dalam menggunakan mesin jahit. Antara mesin jahit manual dan mesin jahit industri. Sehingga kemampuan mahasiswa pun tidak hanya menggunakan satu mesin saja, tetapi dua mesin sekaligus.

Sedangkan narasumber kedua lebih menyukai laboratorium pada gedung G6 ruang 204. Mengapa.??, karena menurut narasumber kedua disana adalah gudang mesin industri. Menurut narasumber kedua, kita harus mengikuti perkembangan zaman. Dalam artian seperti ini, saat ini kita dituntut semua serba cepat dan instan, jadi seperti ini. Missal untuk menjahit pakaian, kita dituntut untuk cepat sekaligus rapi. Manurut narasumber kedua, untuk menggunakan mesin manual saja tidak akan cepat dalam menyelesaikan model pakaian dalam sekaligus, karena kecepatan mesin manual juga terbatas. Sedangkan bila menggunakan mesin industri kecepatannya lebih cepat, sehingga untuk menyelesaikan pakaian pun sangat cepat. Bukan hanya itu, mesin industri juga mesin dengan segala kemampuan, misalnya saja saja membuat kampuh sarung. Apabila dengan menggunakan mesin manual akan lebih rumit, tapi dengan adanya mesin industri, yaitu mesin kampuh sarung akan lebih mudah dan untuk tingkat kerumitan tidak terlalu. Hasilnya pun lebih bagus dan cepat.

Menurut saya sendiri antara kedua jawaban tadi tidak ada yang disalahkan. Pada dasarnya semua mesin itu mempunyai kelebihan masing-masing. Misalnya untuk tahap pemula, tidak mungkin untuk tahap pemula, ketika dia pertama menjahit tidak mungkin menggunakan mesin industri, dia tidak akan bisa menguasainya. Akan tetapi dia akan menggunakan mesin manual terlebih dahulu.

Seperti itulah, negatif dari mesin industri, hanya orang yang sudah mahir saja dapat memakainya.

Menurut kedua narasumber laboratorium TI tidak banyak berubah, misal berubah mungkin hanya jumlah mesin yang selalu bertambah.

Dari kedua narasumber kita bisa banyak mengetahui tentang plus minus laboratorium TI, tentang pentingnya laboratorium bagi kita. Bukan hanya untuk praktek saja, tapi berguna pada lain hal.

Saya pun bertanya kembali kepada kedua narasumber tentang manfaat apa yang didapat dari laboratorium TI, kira-kira nilai apa saja yang ada setelah para narasumber menjadi alumni.

Menurut narasumber pertama, setelah menjadi alumni, bahwa tidak mudah untuk menemukan semua mesin itu diluar. Jadi kurang lebih seperti ini pemaparannya. “kita kita di laboratorium TI sangat terpenuhi, segala macam mesin tersedia, tapi diluar mungkin kita tidak akan menemukan mesin-mesin itu”. Jadi narasumber pertama berpesan kepada saya bahwa untuk lebih memanfaatkan waktu dalam mempelajari mesin-mesian tersebut, apabila kita mempelajarinya dengan sungguh-sungguh maka akan tercipta teknik lain, jadi kita tidak hanya menggunakan satu mesin untuk satu hal, bisa kita kembangkan. Misalnya saja, memasang elastis dengan mesin manual bisa. Kita pun tidak tergantung pada mesing-mesing industri.

Sedangkan menurut narasumber kedua, adapun manfaat yang didapatkan adalah dapat mengerti bermacam-macam mesin dengan kegunaannya sendiri, sendiri. jadi untuk menciptakan suatu hal, atau membuat suatu model pakaian dengan menggunakan mesin-mesin yang bermacam-macam dan dengan kegunaan yang berbeda-beda akan tercipta model yang tidak seperti biasanya. Adapun dengan bermaca-macam mesin jahit kita lebih leluasa dalam menentukan mode apa akan kita buat.

Dari semua yang dipaparkan oleh narasumber, sekarang kita mengerti akan plus minus laboratorium TI, tergantunga bagaimana kita. Apakah kita masih menganggap laboratorium TI hanya sebagai plu atau hanya sebagai minus.??

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-fentyhullatutstsaniyah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s