Tugas 2 Plus-Minus Laboratorium TI UM

K-3 Laboratorium Teknologi Industri

             Kesehatan dan Keselamatan kerja merupakan unsur perlindungan terhadap tenaga kerja, pengusaha dan aset perusahaan, dalam hal ini pengendalian secara teknis dan teknologis terhadap potensi bahaya terjadinya kecelakaan kerja adalah hal yang utama dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan peningkatan kinerja K3 di perusahaan dan setiap terjadi kecelakaan adalah suatu kerugian dan kerusakan yang selalu mengancam jiwa dan harta benda baik terhadap tenaga kerja, keluarganya maupun pengusaha itu sendiri. Maka upaya pencegahan kecelakaan merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar karena kesehatan dan keselamatan kerja dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja. Berbicara mengenai K-3 maka fakultas teknik juga ikut punya peran penting dalam penerapan dan pengaplikasiannya dalam kegiatan perkuliahan, dan fakultas teknik juga merupakan fakultas yang di dalamnya sudah barang pasti entah disadari atau tidak, setiap hari selalu bersentuhan dan bersinggungan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) dimulai dari jurusan teknik elektro, teknik mesin, teknik sipil, dan tidak ketinggalan jurusan teknologi industri tercinta ini. Erat kaitannya dengan bahasan diatas maka dosen pembina mata kuliah kesehatan dan keselamtan kerja yakni ibu Dwi Astui Sih Apsari memberikan sedikit tugas untuk membahas plus minus laboraturium teknologi industri.

Bermula dari tugas wawancara mata kuliah kesehatan dan keselamatan kerja (k3) mengenai plus minus laboraturium teknologi industri, saya memulai percakapan bersama ketiga narasumber yang merupakan alumni D3 Tata Busana Univesitas Negeri Malang. Kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) sebagai salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaan proses kerja dan sudah sepantasnya harus dilaksanakan atau diterapkan oleh setiap individu baik berguna untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain. Mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) di laboratorium jurusan Teknologi Industri Khusunya Program Studi Tata Busana ketiga narasumber mengatakan bahwa ketersediaan peralatan yang mendukung kegiatan perkuliahan seperti setrika, mesin obras dan mesin jahit serta mesin lubang kancing sebenarnya sudah baik serta memadai untuk kelancaran kegiatan perkuliahan  tapi ada kekurangan pada jumlah setrika dan mesin obras yang ada. Sehingga jika saat kegiatan perkuliahan yang memerlukan keberadaan alat – alat pendukung tersebut, maka selalu terjadi antrian panjang dan itu bisa  menyebabkan  memperlambat dan menjadikan tidak efisien kegiatan kuliah menjahit karena memakan dan membuang waktu untuk menunggu giliran dan mengantri. Kemudian banyak mesin jahit di laboraturium teknologi industri yang terkadang sering rusak atau macet, sehingga membutuhkan waktu kembali untuk membenahi agar bisa digunakan kembali.

Gambar

Gambar : Saya Bersama ketiga narasumber

Sumber : Dokumen Pribadi

Ergonomi yang merupakan yang upaya untuk  menserasikan alat, cara dan lingkungan terhadap kemampuan seseorang atau dalam hal ini mahasiswa / mahasiswi teknologi industri sehingga tercipta kondisi kegiatan perkuliahan yang sehat, indah, selamat,  aman,  nyaman dan efektif seihngga bisa memperoleh hasil maksimal dalam menjalankan tugas matakuliah yang diberikan oleh dosen. Lingkungan yang kurang mendukung dalam menjahit atau kurang ergonomis yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan terhadap mahsiswa/mahasiswi. Dari penerapan Ergonomi dan K3 juga akan mampu menurunkan angka kesakitan maupun angka absensi akibat potensi bahaya kerja yang ditimbulkan  karena sakit dan kecelakaan. Dalam penerapan program kesehatan, keselamatan kerja maupun ergonomi harus selalu diingat bahwa manusia sebagai tenaga kerja memiliki kemampuan, kebolehan dan keterbatasan, sedangkan setiap pekerjaan yang akan dihadapi karyawan dapat berbagai macam yang dilakukan dalam sehari.

Gambar  Gambar

Gambar : Tata Ruang Lab TI

Sumber: Dokumen Pribadi

Menyadari betapa pentingnya ergonomi dan K3 bagi semua orang di manapun berada maka penerapan ergonomi di laboraturium TI menurut narasumber mbak Putri yaitu meja pola yang sesuai dengan mahasiswa baik ukuran dan jumlah yang tersedia, penerangan yang cukup, serta tempat duduk yang ada sandarannya. Tempat duduk yang ada sandarannya ini menurut pendapat saya sangat diperlukan saat menjahit. Karena posisi saat menjahit terkadang dituntut untuk sering membungkuk dalam waktu yang relatif lama, hal itu bisa menyebabkan tulang punggung menjadi sering terserang rasa nyeri dan pegal dan disinilah fungsi kursi yang mempunyai sandaran pada kursi tersebut bisa sedikit mengurangi rasa pegal pada tulang punggung, dengan begitu mengurangi potensi bahaya kecelakaan saat menjahit akibat kelelahan. Keserasian peralatan dan sarana juga sudah diperhatikan pihak laboraturium dan disesuaikan dengan mahasiswa agar potensi bahaya dan kecelakaan kerja dapat diminimalisasi bahkan hilang sama sekali. Maka dari itu pihak laboraturium TI melakukan pengontrolan alat secara rutin agar tidak terjadi kerusakan alat yang dapat membahayakan para mahasiswa. Selain itu juga laboraturium TI juga memberikan petunjuk penggunaan alat. Dalam hal ini yang bertugas memberikan petunjuk penggunaan alat – alat jahit yang ada di laborarurium TI yaitu Bu Ardiani Herawati atau yang akrab disapa Bu Ar dan Pak Bambang. Beliau berdua tidak hanya memberikan petunjuk pengunaan alat – alat jahit yang ada di laboratorium melainkan juga yang menjaga dan merawat serta membetulkan mesin – mesin yang sering bermasalah dan mesin yang rusak.  Selain pengawasan dan pengontrolan yang dilakukan oleh Bu Ar dan Pak Bambang, kesadaran untuk merawat dan menjaga peralatan dan mesin yang ada adalah juga merupakan tugas para mahasiswa/mahasiswi itu sendiri.

IMG0594A

Gambar :  Ventilasi udara melalui jendela

Sumber : Dokumen Pribadi

Berbicara mengenai kesehatan dan keselamatan kerja serta ergonomi, berarti berbicara pula mengenai penerangan yang ada di lab TI . Penerangan merupakan bagian terpenting dari K3 karena jika tidak adanya penerangan yang memadai maka kesehatan mata menjadi di pertaruhkan serta keselamatan mahasiswa juga di pertaruhkan pula karena jika begitu bisa saja terjadi kecelakaan kerja seperti terjatuh atau terpleset sesuatu. Penerangan dan cahaya yang cukup juga berfunsi untuk menghindari kelelahan pada penglihatan dan kelelahan pada penglihatan bisa menimbulkan penyakit mata.

Penerangan di laboraturium  menurut narasumber pertama sudah baik dan memadai, namun yang sedikit mengurangi kesempurnaan penerangan adalah letak lampunya ada yang terlalu rendah dan dekat dengan mesin jahitnya sehingga terkadang mahasisawa diserang rasa was – was kalau lampu tersebut konslet atau terbakar dan jatuh menimpa apa saja yang ada dibawahnya. Jika yang tertimpa lampu itu hanya mesin jahitnya saja mungkin tidak jadi masalah besar tapi akan jadi maslah besar jika yang tertimpa adalah mahasiswa Pernah ada suatu kejadian beberapa minggu yang lalu lampu yang terdapat di laboraturium seperti terbakar dan mengeluarkan asap terang saja mahasiswa di ruangan tersebut menjadi panik dan ketakuta. Padahal saat itu tengah dalam proses perkuliahan, hal ini mengkhawatirkan  bagi para mahasiswa dan juga dosen yang saat itu berada tepat di bawah lampu tersebut. Pada bahasan diatas sudah membahas mengenai penerangan, salah satu bagian dari K3, dan biasanya menjadi satu bahasan penerangan dan tidak kalah penting yaitu mengenai ventilasi. Ventilasi yaitu jalan keluar dan masuknya udara pada suatu ruangan, agar udara yang ada di dalam ruangan tersebut bisa keluar dan berganti menjadi udara baru sehingga sirkulasi udara dalam ruangan bisa berjalan baik dan kesehatan pernafasan menjadi tidak terganggu. Jika ventilasi udara tidak memadai sesuai dengan kapasitas ruangan maka dalam jangka waktu lama bisa menyababkan penyakit pernafasan. Ventilasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu ventilasi umum dan ventilasi keluar setempat. Ventilasi umum mempunyai fungsi dan peran penting yaitu mengalirkan udara sebanyak perhitungan ruangan kerja, agar kadar bahan-bahan yang berbahaya oleh pemasukan udara ini akan lebih rendah dari nilai ambang batasnya. Ventilasi keluar setempat, yaitu ventilasi dengan cara kerja menghisap udara dari suatu ruangan kerja agar bahan-bahan yang berbahaya dihisap dan dialirkan ke luar. Ventilasi udara di laboraturium TI menurut narasumber kedua menyatakan bahwa sudah baik  jendela – jendelanya dan juga kipas angin yang berguna untuk mengurangi udara panas yang ditimbulkan oleh mesin yang menyala sudah memadai didalam ruangan sudah bisa menanggulangi masalah sirkulasi udara yang ada dalam ruangan sehingga didalam ruangan tidak terjadi kekurangan oksigen.

IMG0601AIMG0599A

 

 

 

Gambar : Penataan ruang dan penerangan

Sumber : Dokumen Pribadi

Penataan ruang juga salah satu faktor K3 yang punya peran pula dalm kelancaran kegiatan perkuliahan. Penataan ruang harus disesuaikan pula oleh luas ruangan, dan jumlah kapasitas manusia yang terdapat didalamnya. Jika penataan ruang salah perhitungan, maka tidak akan ada kenyamanan dan keamanan yang terwujud. sPenataan ruang jahit di laboraturium TI Menurut narasumber yaitu mbak Putri penataan ruang jahit sudah baik, namun ada beberapa hal yang menjadi sedikit mengganggu adalah kabel dan stop kontak yang ada di laboraturium seperti terkesan berantakan dan tidak tertata rapi dan apik. Jadi kabel – kabel penghubung stop kontak dengan mesin jahit  itu bergelantungan serta posisi stop kontak terlalu rendah hingga bisa menyentuh kepala dan untuk mengurangi panjang kabel tersebut bahkan ada juga kabel yang diikat atau di simpulkan seadanya, padahal menurut ilmu yang pernah saya dapat dari SMK dahulu, kabel yang dalam posisi yang terlipat dan tertekuk lama kelamaan bisa rapuh serta lapisan plastik sebagai kulit pembungkus kabel terkelupas dan bisa menyebabkan tersengat aliran listik. Mengapa tiang penyangga diperlukan ? supaya kabel – kabel yang dibiarkan bergelantungan diatas tanpa ada penyangga atau sejenisnya tersebut agar bisa terlihat lebih rapi dan bisa mengurangi potensi bahaya kerja supaya tidak membahayakan para mahasiswa / mahasiswi yang sedang menjalani matakuliah menjahit. Hal lain yang berkenaan dengan tata ruang yaitu boneka paspop atau dressfoam yang ada di dalam ruang menurut narasumber ketiga menyatakan, kadang di beberapa kesempatan menghalangi jalan dan kadang – kadang ketika sedang terburu – buru secara tidak terduga kaki dari dressfoam menyangkut di sepatu dan menyebabkan paspop jatuh dan kadang membuat kaget.

Jika diatas tadi sudah membahas tenntang keselamatan maka kesehatan adalah yang selanjutnya. Ada pepatah yang mengatakan jika “kesehatan mahal harganya dan tak ternilai oleh apapun” memang  benar adanya karena kesehatan mendukung segala aktivitas sehari –hari. Kesehatan memang bukan yang utama, tapi tanpa kesehatan yang utama itu tidak akan tercapai. Kesehatan dan kebersihan merupakan dua hal yang saling mempegaruhi satu dengan yang lainnya. Kesehatan bisa dicapai dengan baik dan sempurna apabila keadaan lingkungan sekitar, apalagi lingkungan laboratorium bersih. Karena kebersihan juga sangat mempengaruhi kesehatan baik dimanapun kita berada. Untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan, maka pihak laboraturium memberlakukan jadwal piket harian bagi siapa – siapa saja mahasiswa yang menggunakan laboraturium pada hari yang bersangkutan. Jadwal piket dibagi sesuai dengan jumlah mahasiswa dan jumlah minggu yang terdapat jam kuliahnya. Biasanya dalam sehari terhitung ada empat orang mahasiswa yang wajib bertugas piket membersihkan kotoran sisa menjahit setelah jam mata kuliah berakhir. Pembagian wilayah piket diatur sendiri oleh kelompok yang saat itu bertugas. Bu Ar biasanya mengingatkan siapa saja yang bertugas piket hari itu supaya mahasiswa tidak mangkir dari jadwal yang seharusnya. Kesehatan juga tidak bisa jauh – jauh dari faktor asupan gizi yang terkandung dalam makananan yang dikonsumsi. Pada saat jam istirahat biasanya mahasiswa menggunakan dan memanfaatkan waktu yang disediakan untuk menyantap makanan yang mayoritas teman-teman saya sudah membawa bekal masing – masing dari rumah. Pelajaran yang positif yang bisa diambil dari hal ini adalah bekal dari rumah sudah pasti terjaga dan terjamin kebersihan dan kesehatannya dibandingkan bila membeli makanan diluar. Hal ini menunjukkan sudah mulai ada kesadaran untuk mulai menyeimbangkan antara porsi menjahit dan porsi asupan gizi yang masuk kedalam tubuh melalui makanan agar saat menjahit tidak mengalami gejala pusing yang diakibatkan oleh rasa lapar yang ditahan hanya untuk memenuhi target tugas menjahit. Sebenarnya boleh – boleh saja mencapai target yang sudah di tentukan oleh dosen, tapi alangkah lebih baiknya jika dibarengi dengan keseimbangan asupan gizi dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan dan kesehatan harus tetap dijaga dan di rawat sendiri. Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwa Kesehatan memang bukan yang utama tetapi tanpa kesehatan, yang utama itu tidak akan tercapai dengan maksimal.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-Aisyah Binti Kadarusman. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s