Tugas 2 Plus Minus Laboratorium Universitas Negeri Malang

LABORATORIUM TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Laboratorium untukjurusan Teknologi Industri fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, khususnya laboratorium jurusan Tata Busanaakan lebih tepat jika di sebut dengan workshop daripada laboratorium. Karena menurut saya laboratorium adalah tempat tertentu yang digunakan untuk mengadakan penelitian.Sedangkan laboratorium busana disini tidak untuk melakukan penelitian atau melakukan percobaan namun laboratorium di sini di gunakan untu menghasilkan barang. Jadi akan lebih tepat jika di sebut dengan workshop busana.

Workshop atau yang biasa di sebut dengan laboratorium busana ini terletak di gedung G5 dan G6 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Di sini terdapat banyak mesin-mesin yang di gunakan mahasiswa untuk kegiatan cipta busana. Seperti di gedung G6 203 terdapat banyak mesin jahit yang di gunakan dalam kegiatan perkuliahan Teknik Dasar Menjahit, mesin-mesin yang terdapat di ruang G6 203 ini merupakan mesin-mesin yang biasanya di gunakan di rumahan.  Selain mesin-mesin jahit rumahan juga terdapat mesin obras dan mesin lubang kancing.Namun mesin obras dan mesin lubang kancing di gedung G6 ruang 203 ini menurut saya kurang, karena di ruang tersebut hanya terdapat beberapa mesin obras dan mesin lubang kancing.Sehingga mahasiswa masih harus bergantian saat menggunakan mesin-mesin tersebut. Begitu juga menurut para alumni yang berhasil saya wawancarai,  menurut Mb Sofie yang merupakn alumni D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang mengatakan bahwa mnesin-mesin pendamping seperti mesin obras dan mesin lubang kancing di gedung G6 ruang 203 memanglah kurang sehingga mahasisawa harus mengantri terlebih dahulu, selain mesin Mb Sofie juga mengatakan bahwa alat pendamping dalam penciptaan busana seperti setrika juga kurang, pasalnya di gedung tersebut hanya terdapat tiga buah setrika yang menurut saya memang kurang untuk menjangkau mahasiswa satu kelas sehingga lagi-lagi mahasiswa harus mengantri. Mahasiswa jadi kurang efektif pengerjaan tugasnya karena harus mengantri terlebih dahulu.

Selain di ruang 203 di gedung G6 204 juga yang juga merupakan laboratorium busana atau yang biasa di sebut dengan laboratorium industry ini terdapat banyak mesin-mesin yang khusus di gunakan untuk di perindustrian, mesin di ruang ini antara lain mesin juki , mesin obras, mesin kelim, mesin lubang kancing, mesin pasang kancing, mesin pemasang karet dan berbagai macam mesin lainnya. Mesin-mesin ini sangat bermanfaat untuk kegiatan pekuliahan mahasiswa untuk kelancaran mahasiswa melaksanakan tugas-tugasnya.Mesin-mesin di sini juga dapat membantu mahasiswa jika telah masuk ke dalam dunia kerja nanti, sehingga mahasiswa telah mengetahui fungsi masing-masing berbagai macam mesin, sehingga tidak perlu belajar mengoprasikannya lagi. Hal ini sangat membantu mengantarkan mahasiswa untuk masuk ke dalam dunia kerja.

Di gedung G6 ini khususnya ruangan-ruangan yang di gunakan untuk cipta busanaini sudah baik namun pelu di tingkatkan lagi. Seperti contoh pelanggaran kedisioplinan yang terjadi di gedung G6 yang jelas-jelas bahwa di larang makan makanan di dalam ruangan laboratorium busana namun tak jarang saya mendapati para penjaganya laboratoriumnya sendiri juga makan makanan dalam ruangan. Yang di lakukan penjaga laboratorium tersebut sangat tidak baik, seharusnya penjaga laboratorium harus dapat member contoh yang baik kepada mahasiswa, bukan hanya melaramng mahasiswa untuk tidak makan makanan di dalam ruangan namun juga harus dapat melarang dirinya sendiri juga.Kurang kedisiplinan penjaga laboratorium ini juga di benarkan oleh salah satu teman saya yang tidak mau di sebukan namanya, dia mengatakan bahwa kedisiplinan penjaga laboratorium tersebut sangatlah kurang, harusnya para penjaga laboratorium di gedung G6 harus meningkatkan kedisiplinannya lagi.

 

Gambar peraturan dilarang makan di laboratorium

Selain di G6 203 dan 204, di gedung G5 lantai dua juga terdapat laboratorium untuk jurusan Tata Busana. Gedung tersebut di gunakan mahasiswa untuk cipta busana dari proses memola bahan hingga menjahit dan member hiasan bordir terdapat di sini. Di gedung ini laboratorium busananaya terdapat di ruang 206 dan 209.Ruang 209 atau yang biasa di sebut dengan laboratorium bordir merupakan ruangan untuk kegiatan menghias pakaian yakni dengan membordir. Namun saya sendiri belum pernah menggunakan ruangan tersebut dalam kegiatan perkuliahan, saya hanya pernah masuk dan menggunakan mesin jahit yang biasa saat seleksi masuk jurusan ini, selebihnya saya belum pernah sama sekali. Namun menurut para alumni yang saya wawancari laboratorium ini hanya memiliki beberapa mesin bordir saja, padahal terdapat mata kuliah hiasan busana dengan teknik border sehingga mahsiswa harus bergantian untuk membordir pakaian.Hal ini dapat mengurangi keefektifan kegiatan perkuliahan di dalam kelas.

Selain di ruang G6 209 di gedung G5 juga terdapat di ruang 206 atau yang biasa di sebut dengan laboratorium desain. Di ruangan ini biasanya saya dan teman-teman saya menerima mata kuliah draping yang di bimbing oleh Ibu Idah Hadijah dan mata kuliah Konstruksi Pola dan Pecah Model yang di bombing oleh Ibu Nurul Hidayati. Di ruang Laboratorium desain ini adalah tempat yang khusus di gunakan untuk mendesani pakaian yang akan di jahit serta aksesoris-aksesorisnya. Di ruang ini terdapat banyak meja-meja besar yang di gunakan untuk menggambar dan mendesain pakaian, meja-meja ini juga di gunakan untuk memotong bahan yang nantinya akan di jahit. Selain meja-meja besar untuk mendesain dan merancang bahan dan aksesoris di tempat ini juga terdapat banyak dress form dengan berbagai macam ukuran, mengingat ruang ini digunakan untuk kegiatan perkuliahan mata kuliah draping yang membutuhkan dress form sebagai alat pengepas pakaian yang telah jadi. Selain meja-meja besar dan dress form di tempat ini juga terdapat alat pelengkap untuk cipta busana yakni setrika, setrika di sini di gunakan untuk merapikan pakaian yang telah jadi. Namun menurut beberapa alumni yang saya wawancarai mengatakan bahwa setrika di gedung G5 206 ini sangatlah kurang, karena di gedung ini hanya terdapat satu setrika yang nantinya akan di gunakan untuk satu kelas yang jumlahnya puluhan. Jadi lagi-lagi mahsiswa harus antri hanya untuk menyetrika pakaian yang telah jadi, hal inilah yang nantinya dapat menghambat kegiatan perkuliahan.

Menurut beberapa alumni ada yang perlu di perbaiki di gedung G5 ini yakni pihak universitas harus menambah lagi fasilitas-fasilitas yang ada agar laboratorium Teknologi Industri jurusan Tata Busana menjadi lebih baik lagi.

Menurut Mb Ajeng dan Mb Ririd yakni narasumbder yang berhasil saya wawancari mengatakan bahwa, “Laboratorium Universitas Negeri Malang khususnya Laboratorium Fakultas Teknik jurusan Tata Busana perlu mendapat perhatian, yakni dengan menambah fasilitas-fasilitas pendamping cipta busana yang ada seperti setrika, mesin jahit, mesin bordir dan mesin obras agar para mahasiswa tidak selalu antri untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut”.

Photo0227

Gambar saya dan alumni yang berhasil saya wawancarai

Laboratorium Universitas Negeri Malang menurut saya memang sudah baik namun perlu di tingkatkan lagi agar menjadi lebih baik lagi.Benar kata para nasumber di atas jika pihak Universitas Negeri Malang perlu menambah fasilitas-fasilitas yang ada, seperti penambahan jumlah setrika, mengingat setrika merupakn alat yang sangat di perlukan dalam kegiatan penciptaan busana. Selain itu mesin border di ruang 209 juga perlu mendapat perhatian, jumlahnya yang hanya beberapa dapat menghambat kegiatan perkuliahan sehingga seharusnya jumlah mesin bordir tersebut harus di tambah agar tercipta keefektifan dalam kegiatan perkuliahan dan juga agar mahasiswa tidak membuang buang waktu hanya untuk mengantri menggunakan mesin bordir sehingga tugas yang di berikan dosen kepada mahasiswa daapat terselesaikan tepat waktu, karena sangat dapat di mungkinkan jika terlalu lama mengantri mesin bordir yang jumlahnya hanya beberapa itu bisa merugikan mahasiswa yang dapat giliran terakhir menggunakn mesin bordir bisa saja terlambat atau bahkan tidak dapat terselesikan tepat waktu yang nantinya dapat mengurangi nilai mahasiswa tersebut karena terlalu lama mengantri mesin.

Dari berbagai bahasan di atas dapat di simpulkan kekurangan dan kelebihan Laboratorium Fakultas Teknik khususnya Laboratorium Teknologi Industri jurusan Tata Busana                                                                                                                                                                                                               Universitas Negeri Malang.

Kelebihan Laboratorium Teknologi Indusri Universitas Negeri Malang :

1. Dengan adanya laboratorium busana ini dapat membantu mahsiswa untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Dengan adanya laboratorium busana yang memiliki berbagai macam mesin ini sehingga dapat membantu mahasiswa dalm penciptaan busana sekaligus membantu terselesaikannya tugas-tugas yang di berikan dosen kepada mahasiswa.

2. Mengajarkan mahasiswa untuk mengetahui fungsi dan cara pengoprasian berbagai macam mesin.

Dengan adanya berbagai macam mesin jahit di laboratorium ini membuat mahasiswa mengetahui fungsi dan cara pengoprasian berbagai macam mesin jahit.

3. Membantu mahasiswa lebih mudah ketika masuk ke dalm dunia kerja nanti.

Dengan adanya berbagai macam mesin jahit di laboratorium ini membuat mahasiswa mengetahui fungsi dan cara pengoprasian berbagai macam mesin jahit sehingga saat telah memasuki dunia kerja nanti mahasiswa tidak perlu lagi kesulitan dalam mengoprasikan berbagai mesin jahit. Karena di Laboratorium Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini juga telah di sediakan berbagai macam mesin-mesin khusus industri sehingga mahasiswa dapat mengoperasikan dan mengetahui berbagai macam mesin jahit di perindustrian nantinya jika telah masuk ke dalm dunia kerja.

Kekurangan Laboratorium Teknologi Industri Universitas Negeri Malang :

1. Kurangnya alat pelengkap guna proses cipta busana.

Alat pelengkap cipta busana disini yang di maksud seperti setrila, dress form, mesin obras, mesin lubang kancing dan lain sebagainya.Alat pelengkap cipta busana disini yang kurang yakni seperti setrika, contohnya saja di gedung G5 yang dalam satu ruangan hanya memiliki satu buah setrika yang nantinya di gunakan oleh mahasiswa satu kelas yang jumlahnya puluhan. Hal ini menyebabkan mahasiswa harus antri terlebih dahulu agar dapat mendapatkan fasilitas –fasilitas tersebut.

2. Kurangnya mesin bordir di gedung G5 ruang 209.

Menurut informasi yang saya peroleh, di gedung G5 ruang 209 yang merupakan laboratorium bordir hanya terdapat beberapa mesin bordir, padahal ruang tersebut merupakan laboratorium bordir.

3. Kurang disiplinnya penjaga laboratorium di gedunbg G6.

Di gedung G6 yang jelas-jelas terdapat larangan tidak di perbolehkan makan makanan di dalam ruangan laboratorium, namun masih sering di jumpai penjaga laboratorium itu sendiri yang melanggar peraturan dengan makan makanan di dalam ruangan.

Dari berbagai kelebihan dan kekurangan yang di miliki laboratorium Universitas Negeri Malang Fakultas Teknik jurusan Tata Busana dapat di simpulkan bahwa laboratorium Universitas Negeri Malang Fakultas Teknik jurusan Tata Busana sudah baik, kelebihan-kelebihannya harus lebih di tingkatkan agar bisa lebih baik lagi sedangkan kekurangannya harus di kurangi dengan cara penambahan fasilitas-fasilitas laboratorium lainnya.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-VitaYulinda, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s