“Tugas 2 Plus Minus Laboratorium”

Laboratorium Teknologi Industri

Saya adalah salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang. Saya mengambil jurusan S1 pendidikan tata busana. Alasan saya mengambil jurusan tersebut karena saya menyukai dunia fashion, selain itu menurut saya jurusan tersebut menuntut untuk selalu berfikir kreatif.

Universitas Negeri Malang adalah universitas yang memiliki banya fakultas, diantaranya: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Sastra (FS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas ekonomi (FE), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Iilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), dan Fakultas Psikologi (FPPsi). Fakultas-fakultas tersebut dibagi menjadi beberapa jurusn dan beberapa program study. Pada umumnya, setiap jurusan memiliki laboratorium, workshop, studio, bengkel, atau kebun percobaan untuk menunjang kegiatag akademikyang diselenggarakan di lingkungan jurusan tersebut. Selain untuk kegiatan pendidikan, laboratorium, bengkel, studio juga digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Negeri Malang memiliki beberapa fasilitas. Mahasiswa mempunyai hak menggunakannya secara bertangung jawab sesuia aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Salah satu fasilitasnya adalah laboratorium yang ada dijurusan teknologi industry.  Jurusan teknologi industry memiliki 2 macam laboratorium, yaitu laboratorium tata boga dan laboratorium busana. Karena saya adalah mahasiswa teknologi industry program study S1 pendidikan tata busana, jadi disini saya akan menjelaskan tentang laboratorium busana.

Laboratorium busana yang sekarang terletak digedung G5 dan G6. Laboratorium ini digunakan oleh mahasiswa S1 maupun D3 tata busana. Saya biasanya menggunakan laboratorium busana yang terletak di G6. Di gedung G5 hanya untuk mata kuliah tertentu. Gedung G5 tak jauh beda dengan gedung G6. Hanya saja gedung G5 sedikit lebih luas dibandingkan dengan gedung G6. Di gedung G6 sendiri memiliki 2 laboratorium busana. Laboratorium 1 adalah tempat mesin-mesin besar atau mesin-mesin industry yang biasa kita menggunakannya pada saat mata kuliah PPAJ (pengetahuan dan Pemeliharaan Alat Jahit). Di sini kita mendapat pengetahuan tentang bagiamana kita menggunaan mesin-mesin tersebut, karena mesin-mesin tersebut masih asing bagi mereka yang sebelumnya tida belajar dalam bidang busana. Di sini mahasiswa diberi materi tentang nama mesin-mesin tersebut, berfungsi untuk apa, dan sampai cara penggunaannya. Mesin-mesin tersebut memiliki detail masing-masing yang berbeda, mulai dari yang paling mudah sampai yang paling rumit.

Sedangkan di laboratorium 2 adalah tempat mesin-mesin jahit manual yang meggunakan dinamo. Di sana juga menyediakan banyak  mesin-mesin. Namun masih ada mesin-mesin yang tidak terpakai atau sedang mengalami kerusakan masih berada di dalam laboratorium tersebut yang membuat laboratorium tersebut semakin terlihat sempit. Namun di dalam laboratorium tersebut terdapat beberapa meja-meja besar yang bisa digunakan ketika pembuatan pola atau pemotongan bahan.

Dibandingkan dengan laboratorium kedua, Pada laboratorium pertama sudah banyak menerapkan K3 dengan baik  Dan disitulah saya mulai mengerti tentang alat-alat yang digunakan. Salah satunya adalah mesin. Di laboratorium busana memiliki beberapa macam mesin, diantaranya mesin jahit, mesin obras, mesin bis atau neci, mesin kelim, mesin pressing, mesin untuk pemasangan kancing, mesin lubang kancing, dan mesin yang digunakan untuk memasang elastic, dan masih banyak lainnya. Mesin jahit sendiri dibagi menjadi beberapa macam, yaitu mesin jahit juki, mesin jahit portable, dan mesin jahit biasa atau mesin jahit manual dengan menggunakan dinamo yang paling banyak digunakan. Mesin jahit juki adalah mesin jahit besar yang kebanyakan digunakan oleh industry-industri atau pabrik. Alasannya karena mesin tersebut memiliki postur lebih kuat dan mampu bekerja lebih cepat dibanding dengan mesin-mesin jahit yang lainnya. Sedangkan mesin jahit fortable adalah mesin jahit yang bisa dibawa dan dipindah-pindah. Mahasiswa banyak yang telah menggunakan mesin tersebut karena mesin tersebut mudah dibawa, jadi bisa menggunakannya dirumah maupun di kampus. Di laboratorium TI  mesin obras dan mesin neci dibedaka menjadi beberapa macam, diantaranya mesin obras atau neci benang 3, benang 4, benang 5, dll. Begitu juga dengan  mesin kelim, mesin kelim pun juga dibagi menjadi beeberapa macam. Juga dibedaan menjadi beberapa macam. Mesin kelim adalah mesin yang diguanakna untuk penyelesaian bagian tepi. Mesin pressing adalah suatu alat yang digunakan untuk menempel kain pelapis pada bahan utama. Atau yang biasa kita lakukan dengan mnyetrika kain pelapis tersebut pada bahan utama.

Mesin-mesin diatas merupakan satu dari sekian banyak fasilitas yang disediakan. Meski masih banyak fasilitas pendukung atau pelengkap yang lain. Fasilitas-fasilitas di gedung  tersebut akan lebih bermanfaat apabila kita mampu menggunakannya dengan baik.

Pada gedung tersebut sudah ada alat pemada api ringan atau yang biasa disebut dengan APAR. Itu berarti gedung tesebut sudah menerapkan k3 dengan baik. Pada gedung G6 ruangan praktek atau laboratorium lebih luas dibandingkan di gedung G5. Penataan-penataannya yang mungkin bisa sedikit dirubah agar lebih  terlihat rapi. Pencahayaan pada laboratorium busana yang di G6 masih kurang, sehingga pada saat ada gangguan listrik semakin terlihat gelap. Ventilasi-ventilasi sudah sangat memadai.

Apabila dikaji lebih dalam lagi, laboratorium busana di gedung G5 dan G6 mempunyai banyak segi positif dan negative. Berikut adalah pendapat beberapa alumni tentang sisi positif  dan negative laboratorium busana:

Yang pertama menurut  mbak Rosyidah, salah satu alumni  D3 tata busana UM tahun 2008. Menurut pendapatnya, laboratorium busana sudah lumayan baik dan nyaman ketika digunakan. Dari segi pencahayaan sudah lumayan bagus, Hanya saja tatanannya yang sedikit dirubah agar terlihat lebih rapi dan tersruktur. Penataan kabel-kabel terkadang masih sedikit berantakan. Selebihnya sudah lumayan bagus. Mungkin sebaiknya mesin-mesin yang tidak digunakan atau mengalami kerusakan di pindah keluar laboratorium, agar ruang terlihat lebih luas ketika digunakan.

Yang kedua menurut mbak Muryati, juga merupakan alumni UM 2008. Menurut mbak Muryati, laboratorium busana di gedung G5 lebih nyaman dari laboratorium yang di G6. Karena perawatan mesin-mesin di G5 lebih diperhatikan, jadi mesin-mesin selalu biasa digunakan dengan baik. Namun apabila dilihat dari luas ruangan, laboratorium di G6 lebih luas. Sebenarnya penerapan k3 pada laboratorium di G6 sudah cukup baik, namun akan lebih baik jika itu bisa diterapkan di laboratorium-laboratorium busana yang lain. Penataan-penataan ruangannya pun sudah lumayan baik.

Yang ketiga menurut mbak Galuh, salah satu alumni D3 tata busana UM tahun 2008. Menurut mbak Galuh, masih kurang tersedianya mesin.  Jadi  beberapa mahasiswa membawa mesin portabledari rumah, untuk lebih memperlancar pada saat praktik. Meskipun juga disediakan beberapa mesin portable di Laboratorium. Di samping itu, masih banyaknya mesin manual di laboratorium busana yang tidak dapat digunakan karena kerusakan-kerusakan tertentu..

Mesin-mesin obras pun juga masih kurang jumlahnya. Pada gedung G6 misalnya, satu ruangan naboratorium hanya terdapat 2 mesin obras, itupun jika keduanya bisa digunakan. Terkadang hanya 1 mesin obras yang bisa digunakan, jadi sebelum menggunakan harus antree dulu. Apalagi jika salah 1 benangnya putus, itupun juga memperpanjang waktu. dan terkadang hanya beberapa anak saja yang bisa memperbaikinya.

Salah satu kajian lagi adalah mengenai setrika yang ada di laboratorium. Pada gedung G6 laboratorium 2 jumlah setrika yang setiap waktu digunakan mahasiswa sudah cukup memenuhi. Dilaboratorium ini terdapat 3 setrika, namun terkadang juga harus antree panjang  karena sama-mebutuhkannya diwaktu yang bersamaan. Biasanya para mahasiswa menggunakannya ketika selesai menjahit. Jadi sebelum penilaian kita menyetrikanya terlebih dahulu agar menambah kerapian ketika penilaian. Sedangkan pada gedung G6 laboratorium 1 jumlah setrikanya masih kurang memadai. Di sana hanya menyediakan 1 setrika. Jadi lebih memperpanjang waktu ketika praktik. Kemudian setrika yang ada di G5. Pada gedung G5, laboratorium yang biasa kita gunakan ketika mata kuliah draping, jumlah strikanya juga masih kurang memadai. Disana hanya terdapat 1 setrika. Ini juga akan memperpanjang waktu ketika peserta praktik ingin menggunakannya. Pada laboratorium ini penataannya masih kurang rapi. Di dalam laboratorium ada beberpa dressform yang rusak atau sudah tidak terpakai. Jadi sedikit mengganggu.

Fasilitas-fasilitas yang telah disedikan tersebut suadah selayaknya kita menjaga dan memperhatikan kondisinya. Kondisi mesin misalnya. Karena mesin adalah salah alat terpenting yang harus ada ketika praktikum, jadi kita harus mampu menjaganya dengan baik. Apabila terjadi kerusakan pada mesin segera melapor pada petugas bagian laboratorium, agar segera diperbaiki dan bisa digunakan kembali dengan baik.

Mesin-mesin manual dengan menggunakan dynamo yang ada pada laboratorium 2 gedung G6 masih kurang diperhatikan. Mesin-mesin yang rusak atau yang sedikit bermasalah kurang bisa diatasi dan diperbaiki dengan baik. Jadi tak sedikit mesim-mesin disana yang kurang nyaman dipakai yang bisa terkadang mengakibatkan jahitan pada baju atau yayng dibuat praktik menjadi terlihat tidak rapi. Yang paling banyak dihadapi adalah faktor jarum atau stelan pada mesin tersebut. Terkadang ketika digunakan jahitannya lompat-lompat ,

Kemudian tentang jumlah mesin obras juga sangat mempengaruhi. Di laboratorium 2 ini jumlah mesin obras masih sedikit. Akan lebih baik jika jumlah mesin-mesin tersebut ditambah agar menambah kelancaran ketika parktik. Jadi tidak perlu menunggu antrean panjang. Kemudian dilaboratorium ini juga terdapat mesin untuk lubang kancing, namun hanya berjumlah 1 mesin. Jumlah mesin tersebut masih kurang memadai. Para mahasiswa biasnya mengatasinya dengan memasang bagian praktik yang lain dulu. Ketika praktik baju misalnya. Apabila mesin lubang kancing masih digunakan oleh mahasiswa lain, mereka terlebih dahulu menggunakan waktunya untuk menyelesaikan bagian kelim. Jadi waktu selesainya bersamaan. Walau tak jarang juga harus menunggu lama.

Pada laboratorium ini di bagian depan terdapat banyak baju-baju hasil praktik kakak-kakak tingkat yang digantung. Dengan adanya gantungan-gantungan tersebut membuat laboratorium semakin terlihat sempit dan sesak. Akan lebih baik apabila baju-baju praktik tersebut diletakkan disuatu tempat yang khusus untuk baju-baju tersebut agar penggunaan laboratorium lebih leluasa. Selain itu juga agar baju-baju tersebut tidak kotor karena terkena debu. Dan agar penataannya lebih terlihat rapid an pencahayaannya lebih terang.

Kemudian tentang papan yang digunakan untuk meyetrika. Papan tersebut masih kurang nyaman. Papan untuk menyetrika tersebut sedikit kurang lebar, jadi ketika kita prakti rok, baju, dan gaun yang bermodel lebar susah untu menyetrikanya. Selain itu kain yang digunakan untuk mebungkus papan tersebut sudah sangat kotor dan sudah waktunya untuk diganti dengan yang baru.

Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja juga masih perku diterapkan dan ditekankan lagi pada mahasiswa. Penggunaan alat pelindung diri misalnya. Terkadang mahasiswa malas memakainya karena faktor ketidaknyamanan yang menurut mereka akan menghalangi proses kerja. Sebenarnya alat peling diri tersebut mampu melindungi kita dengan baik apabila kita menggunakannya dengan tepat. Penggunaan alat pelindung diri tersebut semata-mata digunakanuntuk mengurangi dn menghidari adanya kecelakann kerja. Alat pelindung diri yang biasanya digunakan mahasiswa tata busana adalah jas laboratorium yang berbentuk celemek. Jas lab tersebut dimaksudkan untuk melindungi baju yang kita pakai dari kotoran-kotoran dari sisa-sisa kain, benang, maupun debu.

Penggunaan masker pada mahasiswa sebenarnya sangat perlu diterapkan. Masih jrang sekali mahasiswa yang mau menggunakannya. Kebanyakan alasannya karena sesak dan tidak bisa bernafas dengan leluasa. Namun sebenarnya penggunaan masker tersebut sangat penting bagi kesehatan penguna laboratorium. Ketika kita menggunting kain atau ketika menggunakan mesin, pasti ada serbuk-serbuk kain yang yang berterbangan yang berbahaya apabila terhirup oleh pernafasan kita. Salah satu dosen pernah menjelaskan bahwa serbuk-serbut tersebut apabila telah banyak terhirup akan megakibatkan batuk yang susah untukdisembuhkan. Itu karena serbuk-serbuk tersebut yang bertumpuk di dalam tubuh kita.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, masih banyak fasilitas-fasilitas di laboratorium yang kurang memadai atau yangmasih belum tepat penempatannya. Banyak fasilitas-fasilitas yang masih perlu ditata ulang agar lebih terstruktur, rapi dan juga nyaman ketika digunakan. Apabila ruangan laboratorium tersebut rapi dan nyaman, pastinya juga akan member pengaruh positif pula bagi pemakainya. Apabila suasana nyaman kegitan perkuliahan juga akan berjalan lancar.

Gambar

Gambar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Bus2A12-Naffa Isna Saifutri, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s