tugas 3 serba serbi K3

Tugas 3 Serba-serbi K3 TI

K3 DALAM SETIAP KEGIATAN MAHASISWA TI

I. Pengertian Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja

ü Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.
Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja tidak hanya diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari penyakit. Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, BAB I pasal 2, keadaan sehat diartikan sebagai kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan kemasyarakatan.

ü Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai keadaan terhindar dari bahaya selama melakukan pekerjaan. Dengan kata lain keselamatan kerja merupakan salah sau faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Tidak ada seorang pun didunia ini yang menginginkan terjadinya kecelakaan. Keselamatan kerja sangat bergantung .pada jenis, bentuk, dan lingkungan dimana pekerjaan itu dilaksanakan.
Unsur-unsur penunjang keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
a) Adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah dijelaskan diatas.
b) Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja.
c) Teliti dalam bekerja
d) Melaksanakan Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan kerja.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja adalah upaya perlindungan bagi tenaga kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama bekerja di tempat kerja. Tempat kerja adalah ruang tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, atau sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan tempat terdapatnya sumber-sumber bahaya.
Kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan yang disebabkan oleh :
1. Mesin
2. Alat angkutan
3. Peralatan kerja yang lain
4. Bahan kimia
5. Lingkungan kerja
6. Penyebab yang lain

ü  Keamanan Kerja
Keamanan kerja adalah unsur-unsur penunjang yang mendukung terciptanya suasana kerja yang aman, baik berupa materil maupun nonmateril.
a. Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya sebagai berikut.
1) Baju kerja
2) Helm
3) Kaca mata
4) Sarung tangan
5) Sepatu
b. Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat nonmaterial adalah sebagai berikut.
1) Buku petunjuk penggunaan alat
2) Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
3) Himbauan-himbauan
4) Petugas keamanan

II. Tujuan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja

Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja bertujuan untuk menjamin kesempurnaan atau kesehatan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya.
Secara singkat, ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja adalah sebagaai berikut :
a. Memelihara lingkungan kerja yang sehat.
b. Mencegah, dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja.
c. Mencegah dan mengobati keracunan yang ditimbulkan dari kerja
d. Memelihara moral, mencegah, dan mengobati keracunan yang timbul dari kerja.
e. Menyesuaikan kemampuan dengan pekerjaan, dan
f. Merehabilitasi pekerja yang cedera atau sakit akibat pekerjaan.

Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap terhadap tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari kondisi kerja yang tidak aman dan atau tidak sehat.
Syarat-syarat kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja ditetapkan sejak tahap perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan, dan penyimpanan bahan, barang, produk teknis, dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

III. Undang-Undang yang mengatur mengenai K3

UU Keselamatan Kerja yang digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, menjamin suatu proses produksi berjalan teratur dan sesuai rencana, dan mengatur agar proses produksi berjalan teratur dan sesuai rencana, dan mengatur agar proses produksi tidak merugikan semua pihak. Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.

UU Keselamatan Kerja yang berlaku di Indonesia sekarang adalah UU Keselamatan Kerja (UUKK) No. 1 tahun 1970. Undang-undang ini merupakan undang-undang pokok yang memuat aturan-aturan dasar atau ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja di segala macam tempat kerja yang berada di wilayah kekuasaan hukum NKRI.
Dasar hukum UU No. 1 tahun 1970 adalah UUD 1945 pasal 27 (2) dan UU No. 14 tahun 1969. Pasal 27 (2) menyatakan bahwa: “Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Ini berarti setiap warga negara berhak hidup layak dengan pekerjaan yang upahnya cukup dan tidak menimbulkan kecelakaan/ penyakit. UU No. 14 tahun 1969 menyebutkan bahwa tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksana dari pembangunan.

Ruang lingkup pemberlakuan UUKK dibatasi oleh adanya 3 unsur yang harus dipenuhi secara kumulatif terhadap tempat kerja. Tiga unsur yang harus dipenuhi adalah:
a. Tempat kerja di mana dilakukan pekerjaan bagi suatu usaha.
b. Adanya tenaga kerja, dan
c. Ada bahaya di tempat kerja.

UUKK bersifat preventif, artinya dengan berlakunya undang-undang ini, diharapkan kecelakaan kerja dapat dicegah. Inilah perbedaan prinsipil yang membedakan dengan undang-undang yang berlaku sebelumnya. UUKK bertujuan untuk mencegah, mengurangi dan menjamin tenaga kerja dan orang lain ditempat kerja untuk mendapatkan perlindungan, sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara aefisien, dan proses produksi berjalan lancar.

IV. Pengertian Kecelakaan Kerja

Kecelakaan didefinisikan sebagai suatu kejadian yang tak terduga, semula tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik bagi manusia dan atau harta benda, Sedangkan kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan dan tidak terencana yang mengakibatkan luka, sakit, kerugian baik pada manusia, barang maupun lingkungan. Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan dapat berupa banyak hal yang mana telah dikelompokkan menjadi 5, yaitu :
1) Kerusakan
2) Kekacauan organisasi
3) Keluhan, kesakitan dan kesedihan
4) Kelainan dan cacat
5) Kematian

Bagian mesin, alat kerja, tempat dan lingkungan kerja mungkin rusak oleh kecelakaan, Akibat dari itu, terjadilah kekacauan organisasi (biasanya pada proses produksi), Orang yang ditimpa kecelakaan mengeluh dan menderita, sedangkan keluarga dan kawan-kawan sekerja akan bersedih hati, kecelakaan tidak jarang berakibat luka-luka, terjadinya kelainan tubuh dan cacat, bahkan tidak jarang kecelakaan merenggut nyawa dan berakibat kematian.

V. Penyebab Kecelakaan Kerja

Pada dasarnya latar belakang terjadinya kecelakaan di pengaruhi oleh 2 faktor, yaitu16 :
1) Unsafe Condition
Dimana kecelakaan terjadi karena kondisi kerja yang tidak aman, sebagai akibat dari, beberapa poin dibawah ini :
a) Mesin, Peralatan, Bahan, dsb
b) Lingkungan Kerja
c) Proses Kerja
d) Sifat Pekerjaan
e) Cara Kerja
2) Unsafe Action
Dimana kecelakaan terjadi karena perbuatan / tindakan yang tidak aman, sebagai akibat dari beberapa poin dibawah ini :
a) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
b) Karakteristik fisik
c) Karakteristik mental psikologis
d) Sikap dan tingkah laku yang tidak aman

VI. Pencegahan Kecelakaan Kerja

Sebenarnya upaya pencegahan kecelakaan dapat dilakukan dengan sederhana yaitudengan menghilangkan faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Akan tetapi, kenyataan yangdihadapi di lapangan tidak semudah seperti yang dibayangkan. Karena ini berkaitan dengan perubahan budaya dan perilaku. Banyak faktor yang menghambat, seperti kurangnya pengetahuan dan kesadaran pekerja, kurangnya sarana dan prasarana, belum adanya budaya K3 dan kurangnya manajemen K3.

VII. Alat Pelindung Diri

a) Pengertian Alat Pelindunf Diri

APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya detempat kerja. APD merupakan cara terakhir untuk melindungi para pekerja setelah dilakukan beberapa usaha.

b) Jenis –jenis Alat Pelindung Diri

Menurut bagian-bagian tubuh :

1. Kepala

2. Mata

3. Muka

4. Tangan dan jari-jari

5. Kaki

6. Alat Pernafasan

7. Telinga

Berikut penjelasan Alat Pelindung Diri :

è Alat pelindung kepala

Berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 3:

o Topi pengaman(safety helmet)-

untuk melindungi kepala dari benturan atau pukulan benda.

-Syarat umum:

1.bagian dari luarnya harus kuat dan tahan terhadap benturan atau tusukan benda-benda runcing. Cara mengujinya dengan menjatuhkan benda seberat 3 kg dari ketinggian 1meter-topi tidak boleh pecah atau benda tak boleh menyentuh kepala.

2.Jarak antara lapisan luar dan lapisan dalam di bagian puncak 4-5 cm.

3. Tidak menyerap air. cara pengujian: diuji dengan merendam air selama 24 jam,air yangdiserap <5% beratnya.

4.Tahan terhadap api.cara pengujian:topi dibakar selama 10 detik dengan Bunsen atau propan.api harus padam setelah 5 detik.

o Topi/tudung

Untuk melindungi kepala dari zat-zat kimia,iklim yang berubah-ubah,api,dan lain-lain.Harus terbuat dari bahan yang tak mempunyai celah atau lubang,biasanya terbuatdari asbes,kulit,wool,katun yang dicampur aluminium dll.

o Penutup rambut

Biasanya terbuat dari katun atau bahan lain yang mudah dicuci.

è Alat pelindung telinga

Ada dua jenis :

1.Sumbat telinga(ear plug)

Sumbat telinga yang baik adalah yang menahan frekuensi tertentu saja, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tidak terganggu.

o Sumbat telinga biasanya terbuat dari karet plastik keras, pkastik lunak, lilin dan kapas.

o Daya lindung (kemampuan attenuasi) : 25-30dB

2.Tutup telinga(ear muff)

o Attenuasi (daya lindung) pada frekuensi 2800-4000 Hz (35-45 dB), naming pada frekuensi biasa (25-30 Hz).

è Alat pelindung mata dan muka

Fungsinya yaitu melindungi muka dan mata dari:

-lemparan benda-benda kecil

-lemparan benda-benda panas

-pengaruh cahaya-pengaruh radiasi tertentu.

Bahan Pembuat :

-Gelas/kaca biasa

-Plastik .

· Dari Gelas :

a.Gelas yang ditempa secara panas. Punya kelebihan bila pecah tak menimbulkan bagian-bagian yang tajam dan bila dipasang frame tidak mudah lepas.

b.Gelas dengan laminasi aluminium dll.

· Dari Plastik :

a.Cellulose acetate

b.Acrilicc.Policarbonatd.CR-39(allyl-diglicol carbonat).

· Syarat alat pelindung muka dan mata :

a.Ketahanan terhadap api,sama dengan helm.

b.Ketahanan terhadap lemparan benda-benda: dijatuhkan bola saja dengan diameter 1 inci,dari ketinggian 125 cm,mengenai lensa pada titik pusat geometris lensa, lensa tidak boleh pecah atau tergeser dari framenya.

c.Syarat optis tertentu lensa tidak boleh mempunyai efek distorsi/efek prisma > 1/16 prisma dioptri.

d.Alat pelindung mata terhadap radiasi kacamata yang tahan terhadap panjang gelombang tertentu.

è Alat pelindung pernafasan

Alat pelindung pernafasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap sumber-sumber bahaya udara di tempat kerja.

Ada 3 jenis alat pernafasan :

a.Respirator yang memurnikan udara.

a.1.Respirator yang mengandung bahan kimia

– topeng gas dengan kanister yang sesuai,untuk bahan-bahan kimia tertentu.

– respirator dengan partum(cartridge) kimia

a.2. Respiratir dengan filter mekanik

a.3. Respirator yang mempunyai filter mekanik dan bahan kimia.

b.Respirator yang dihubungkan dengan supply udara.

Supply udara dari :

1.Saluran udara bersih/compressor

2.Alat pernafasan yang mengandung udara(Breathing Apparatus),biasanya berisi :

-Udara yang dimampatkan

-Oksigen yang dimampatkan

-Oksigen yang dicairkan

c.Respirator dengan supply oksigen,biasanya berupa self contained breathing apparatus.

Yang harus diperhatikan :

1.Pemilihan yang tepat sesuai jenis bahayanya

2.Pemakaian yang tepat

3.Pemeliharaan dan pencegahan terhadap penularan penyakit.

è Pakaian kerja

Pakaian kerja harus dianggap sebagai alat pelindung diri. Pakaian tenaga kerja pria yang melayani mesin harus sesuai dengan pekerjaannya. Pakaian kerja eanita sebaiknya berbentuk celana panjang, baju yang pas, tutup rambut dan tidak memakai perhiasan-perhiasan.Pakaian kerja khusus untuk pekerjaan dengan sumber bahaya tertentu seperti :

a.Terhadap radiasi panas, pakaian yang berbahan bias merefleksikan panas,biasanyaaluminium dan berkilat.

b.Terhadap radiasi mengion, pakaian dilapisi timbal (timah hitam).

c.Terhadap cairan dan bahan-bahan kimiawi, pakaian terbuat dari plastik atau karet.

è Sarung tangan

Fungsinya melindungi tangan dan jari-jari dari api panas dingin, radiasi elektromagnetik dan radiasi mengion,dll.

Bentuknya macam-macam :

-Sarung tangan (Gloves)-Mitten-Hand pad : melindungi telapak tangan

-Sleeve : untuk pergelangan tangan sampai lengan.

Bahan bermacam-macam sesuai fungsinya :

-asbes,katun,wool untuk panas dan api.

-kulit untuk panas,listrik,luka,lecet.

-karet alam atau sintetik,untuk kelembabam air,bahan kimia,dll.

-poly vinil chloride,untuk zat kimia,asam kuat,oxidant,dll.

è Pelindung kaki

Fungsinya Melindungi kaki dari :

– tertimpa benda-benda berat-terbakar karena logam cair,bahan kimia korosif

–   dermatitis/eksim karena zat-zat kimia

-tersandung,tergelincir.

Sepatu disesuaikan dengan jenis resiko,seperti :

a. pada industri ringan/tempat kerja biasa

b. sepatu pelindung (safety shoes) atau sepatu boot

c. untuk mencegah tergelincir,dipakai sol anti slip luar dari karet alamatau sintetik dengan bermotif timbul (permukaanya kasar).

d. untuk mencegah tusukan dari benda-benda runcing,sol dilapisi logam.

e. terhadap bahaya listri, sepatu seluruhnya harus dijahit atay direkat, tidak boleh menggunakan paku.

f. sepatu atau sandal yang beralaskan kayu, baik dipakai pada tempat kerja yang lembab maupun lantai yang panas.

g. sepatu boot dari karet sintetis,untuk pencegahan bahan-bahan kimia.

h. kadang-kadang diperlukan bantalan lutut, pelindung tungkai bawah dan tungkai atas, yang terbuat dari karet, asbes, logam dan lain-lain sesuai dengan resiko bahayanya.

i. untuk bekerja dengan logam cair atau benda panas,ujung celana tidak boleh dimasukkan ke dalam sepatu.

j. di lingkungan kerja dengan bahaya kebakaran, lebih baik memakai sepatu anti stabik.

Dalam penggunaan Alat Pelindung Diri, kebanyakan para mahasiswa masih merasa enggan untuk menggunakan. Mungkin juga karena disebabkan kurang tahunya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri, merasa ribet dalam pemakaiannya, berat , gerah/sumpek, tidak terbiasa dan yang paling berpengaruh yaitu kurangnya pengertian dan kesadaran terhadap pentingnya memakai Alat Pelindung Diri selama melakukan pekerjaan.

Sumber referensi :

Training Material Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Kesehatan Kerja.Penerbit :DEPNAKERTRANS.

“PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI” (pdf).

http://arai.wah-indonesia.org . Diakses pada tanggal 23November 2012.

www.Google.com . Diakses pada tanggal 12 desember 2012

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alat_pelindung_diri&oldid=5866247

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-AmaliaAmirotusSaidah, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s