TUGAS 3- “SERBA-SERBI K3”

Kecelakaan merupakan suatu kejadian yang tidak pernah kita duga, tidak pernah kita harapkan. kecelakaan bisa terjadi dimanapun berpijak, apakah sumber kecelakaan dari diri sendiri ataupun dari orang lain semuanya merupakan sumber kecelakaan yang sebelumnya tidak pernah kita rencanakan, siapa yang mau celaka. Hendaknya kecelakaan bisa diminimalisar dengan adanya pengawasan yang memberikan cara-cara aman sebelum terlanjur mengalami kecelakaan. Penerapan pengawasan kecelakaan tidak harus diterapkan oleh anak kecil saja yang butuh pengawasan ibunya, pengawasan juga dibutuhkan orang dewasa dalam aktivitasnya. Pengawasan pada orang dewasa adalah pengawasan khusus agar mengurangi resiko terjadinya kecelakaan. Pengawasan pada orang dewasa dapat dilakukan di dalam melakukan kerja yang menuntut menggunakan alat keamanan karena melakukan kegiatan-kegiatan yang berbahaya. Tidak hanya kondisi fisik saja yang diperiksa untuk mengurangi resiko kecelakaanan tetapi penelitian secara psikologis juga penting mengingat beberapa kecelakaan terjadi karena tekanan sehingga menyebabkan depresi dan masih banyak lagi kecelakaan yang terjadi akibat sisi pskologis yang mendapat goncangan sehingga tidak fokus terhadap pekerjaanya. Kecelakaan yang terjadi ketika berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja. Kecelakaan kerja merupakan resiko yang harus dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya. Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan oleh kedua faktor utama, yakni faktor fisik dan faktor manusia. kecelakaan kerja juga merupakan bagian dari kesehatan kerja. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan akibat dari kerja.

Kecelakaan kerja merupakan hal yang tidak dapat ditolelir lagi kalau tidak adanya kehati-hatian dalam bekerja, pekerja harus mematuhi petunjuk keselamatan kerja, apalagi keryawan yang berhubungan langsung dengan alat produksi itu akan berbahaya terhadap keselamatanya. Tetapi kadang pekerja mengacuhkan prosedur keselamatan kerja yang sudah dibuat oaleh perusahaan, berdalih tidak nyaman dalam bekerja karena menurut andi salah satu karyawan swasta di kawasan industry tanjung mas Semarang, mengatakan bahwa memakain helm saat bekerja membuatnya pusing dan masker juga menghalangi udara yang masuk ke hidung sehingga tidak focus bekerja, perusahaan banyak aturan yang membuat tidak nyaman.

Tempat kerja juga menjadikan salah satu yang menyebabkan kecelakaan kerja itu bisa terjadi, letak lokasi kerja, kebersihan lokasi kerja dan kenyamanan menjadikan pekerja merasa aktifitas dalam bekerjanya nyaman sehingga mengurangi resiko kecelakaan terjadi. Bandingkan dengan tempat kerja yang kumuh dan sempit juga akan memberikan risiko kerja yang besar dan bisa berakibat vatal dan menyebabkan kematian. Kebutuhan yang harus dimengerti oleh pemilik usaha agar memberikan tempat yang sesuai dengan standar kerja menjadikan perhatian tersendiri oleh pemilik perusahaan, unsure argonomis juga harus dibuat untuk memberi keindahan dan kenyamanan dalam bekerja.

Menurut Mangkunegara (2002, p.165) bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:
a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

Pengertian K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) adalah secara filosofis suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. Secara keilmuan adalah merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Seirama dengan derap langkah pembangunan negara ini kita akan memajukan industri yang maju dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi. Proses industrialisasi maju ditandai antara lain dengan mekanisme, elektrifikasi dan modernisasi. Dalam keadaan yang demikian maka penggunaan mesin-mesin, pesawat- pesawat, instalasi-instalasi modern serta bahan berbahaya mungkin makin meningkat. (Ridley, 2006, hal 77)

Masalah tersebut di atas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan salah satu bagian dari perlindungan tenaga kerja perlu dikembangkan dan ditingkatkan, mengingat keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan agar :

-Setiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat

perlindungan atas keselamatannya.

-Setiap sumber produksi dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.

Proses produksi berjalan lancar.

Dalam melakukan proses produksi sangat diperlukan Alat Pelindung Diri (APD) yakni kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya

Langkah-langkah yang penting diperhatikan sebelum menentukan APD yang akan digunakan, adalah :
1. Inventarisasi potensi bahaya yang dapat terjadi.
Langkah ini sebagai langkah awal agar APD yang digunakan sesuai kebutuhan
2. menentukan jumlah APD yang akan disediakan.
Jumlah tenaga kerja yang terpapar langsung menjadi prioritas utama. Dalam menentukan jumlah bergantung pula pada jenis APD yang digunakan sendiri-sendiri (pribadi) atau APD yang dapat dipakai secara bergantian.
3. memilih kualitas / mutu dari APD yang akan digunakan.
Penentuan mutu akan menentukan tingkat keparahan kecelakaan / penyakit akibat kerja yang dapat terjadi. Penentuan mutu suatu APD dapat dilakukan melalui proses pengujian di laboratorium.

Alat pelindung diri yang telah dipilih hendaknya memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya
Berbobot ringan
Dapat dipakai secara fleksibel (tidak membedakan jenis kelamin)
Tidak menimbulkan bahaya tambahan
Tidak mudah rusak
Memenuhi ketentuan dari standar yang ada
Pemeliharaan mudah
Penggantian suku cadang mudah
Tidak membatasi gerak
Rasa “tidak nyaman” tidak berlebihan (rasa tidak nyaman tidak mungkin hilang sama sekali, namun diharapkan masih dalam batas toleransi)
Bentuknya cukup menarik

Macam- macam Alat Pelindung Diri yakni :

Alat Pelindung Tangan
Berguna untuk melindungi tangan dan bagian-bagian dari benda-benda tajam / goresan, bahan-bahan kimia (padat / larutan), benda-benda panas dingin atau kontak arus listrik. Sarung tangan dapat terbuat dari karet (melindungi tangan dari paparan bahan kimia dan arus listrik), kulit (melindungi tangan dari benda tajam goresan), kain/katun (melindungi tangan dari benda panas/dingin atau goresan). Sarung tangan untuk mengurangi dari paparan getar yang tinggi adalah sarung tangan kulit yang dilengkapi dengan bahan peredam getar (busa).
2120320_rubbergloveyellowseagullbrand Alat Pelindung Kaki
Berguna untuk melindungi kaki dan bagian-bagiannya dari benda terjatuh. Benda-benda tajam / potongan kaca, larutan kimia, benda panas dan kontak listrik. Dapat terbuat dari kulit yang dilapisi asbes atau cr (bagi pekerja pengecoran logam / baja). Sepatu keselamatan kerja yang dilengkapi dengan baja diujungannya dan sepatu karet anti hantaran listrik. Pada industri ringan / tempat kerja biasa, cukup memakai sepatu yang baik dan untuk pekerja wanita tidak diperkenankan menggunakan sepatu bertumit tinggi atau sepatu dengan alas yang datar dan licin. Untuk mencegah tergelincir sebaiknya menggunakan sol anti slip dari karet alam atau sintetik dengan motif timbul. Untuk mencegah tusukan dari benda-benda runcing, sol dilapisi dengan logam. Terhadap bahaya listrik, sepatu seluruhnya dijahit atau direkat, tidak menggunakan logam atau paku.

boots02
Alat Pelindung Pernafasan
Berguna untuk melindungi pernafasan terhadap gas, uap, debu, atau udara yang terkontaminasi di tempat kerja yang dapat bersifat racun, korosi ataupun rangsangan.
Masker untuk melindungi debu / partikel-partikel yang lebih besar yang masuk kedalam pernafasan, dapat terbuat dari kain dengan ukuran pori-pori tertentu.

massker
Alat Pelindung Telinga
Berguna untuk mengurangi intensitas suara yang masuk ke dalam telinga.
Sumbat telinga (ear plug) dapat mengurangi intensitas suara 10 s/d 15db. Dibedakan oleh 2 jenis, yaitu :
– Ear plug sekali pakai (disposable plugs)
Terbuat dari kaca halus (glass down), plastik yang dilapisi glass down, lilin yang berisi katun wool (wax-impregnated cotton wool), busa polyurethane (polyurethane foam). Ear plug ini biasanya disediakan beberapa buah untuk satu periode, bagi seorang pekerja.
– Ear plug yang dapat dipakai kembali (Reusable plugs)
Terbuat dari plastik yang dibentuk permanen (permanen moulded plastic) atau karet. Untuk jenis ini ear plug dicuci setiap selesai digunakan dan disimpan dalam tempat yang steril.
Kelebihan ear plug dibandingkan dengan ear muff adalah mudah untuk dibawa dan disimpan karena kepraktisan. Dan ear plug tidak mengganggu apabila digunakan bersama-sama dengan kacamata helm.

file_1_78
Pakaian Pelindung
Berguna untuk menutupi seluruh atau sebagian dari percikan api, panas, suhu, dingin, cairan kimia, dan minyak. Bahan dapat terbuat dari dril, kulit, plastik, asbes atau kain yang dilapisi alumunium. Bentuknya dapat berupa apron (menutupi sebagian tubuh yaitu mulai dada sampai lutut), celemek atau pakaian terusan dengan celana panjang dan lengan panjang (overalls)

baju jadi
Alat Pelindung Kepala
· Topi pelindung (helm). Berguna untuk melindungi kepala dari benda-benda keras yang terjatuh, pukulan, benturan kepala, dan terkena arus listrik.
· Tutup kepala, berguna untuk melindungi kepala dari kebakaran, korosi, panas / dingin. Dapat terbuat dari asbestos, kain khusus tahan api dan korosi, terbuat dari kulit atau kain tahan air.
· Hats / cap, berguna untuk melindungi kepala (rambut) dari kotoran debu mesin-mesin berputar. Biasanya terbuat dari katun.

Tamhar.PPE.2

Pada hakekatnya keselamatan dan kesehatan (k3)  merupakan suatu keilmuan multidisiplin yang menerapkan upaya pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan kerja, keamanan kerja, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta melindungi tenaga kerja terhadap resiko bahaya dalam melakukan pekerjaan serta mencegah terjadinya kerugian akibat kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, peledakan atau pencemaran lingkungan kerja.

Dalam pelaksanaan K3 perlu memperhatikan 2 hal penting yakni indoor dan outdoor. Baik perhatian terhadap konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanannya maupun terhadap jaringan elektrik dan komunikasi, kualitas udara, kualitas pencahayaan, kebisingan, display unit (tata ruang dan alat), hygiene dan sanitasi, psikososial, pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan komputer.

Lingkungan kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi factor fisik, kimia, biologi, ergonomic dan psikososial yang mempengaruhi pekerjaan dalam melaksanakan pekerjaannya. Kesehatan lingkungan kerja adalah ilmu dan seni yang ditunjukkan untuk mengenal mengevaluasi dalam mengendalikan semua factor-faktor dan stress lingkungan ditempat kerja yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kesejahteran, kenyamanan dan efisiensi dikalangan pekerjaan dan masyarakat

Mencegah timbulannya kecerdasan dan penyakit akibat kerja melalui usaha-kungan usaha pengenalan (recognition), penilaian (evaluasi), dan pengendalian (control) bahaya lingkungan kerja atau accupational health hazards

Menciptakan kondisi tempat dan lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman, memberikan keuntungan baik kepada perusahan maupun kepada karyawan, guna meningkatkan derajat kesehatan, moral dan produktivitas kerja karyawan.

http://duddyiskandar.blogspot.com/2008/12/jenis-jenis-alat-pelindung-diri-apd.html

http://ilhamgooloriented.blog.unissula.ac.id/2012/01/24/penerapan-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3-pada-karyawan-dilihat-dari-sisi-psikologis/

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BUS1A12-Zefanya Stefanny, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s