Tugas-3 serba-serbi K3 TI

Mengetahui lebih dalam tentang K3

Indonesia hingga saat ini masih memiliki tingkat keselamatan kerja yang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang telah sadar betapa penting regulasi dan peraturan tentang K3 ini untuk diterapkan. Kesadaran akan hal ini masih sangat rendah baik itu mulai dari pekerja hingga perusahaan atau pemilik usaha, kalaupun ada perusahaan yang menerapkan regulasi K3 biasa bukan karena dorongan kesadaran sendiri, tapi lebih dikarenakan adanya tuntutan

Dalam masyarakat saat ini, terutama pada perusahaan perusahaan besar penerapan K3 memang sangat jarang ditemui. Padahal K3 ini sangat penting, baik dalam yang menerapkan atau pun yang melakukan. K3 memang dibutuhkan tidak hanya sebagai  keselamatan saja tapi kesehatan juga perlu.

Adanya K3 akan membantu suatu proses bekerja. Misalnya saja K3 mengatur bagaimana cara bekerja yang baik, bagaimana cara duduk yang baik. Seperti itulah cara K3 membantu proses suatu pekerjaan. Belum lagi dengan adanya K3 kita bisa mengetahui besar atau tidaknya suatu usaha, itu bisa dilihat dari banyak atau tidaknya usaha tersebut mempunyai pegawai. Tentunya apabila suatu usaha menerapkan K3, akan banyak pegawai yang mau bekerja disitu dan nyaman untuk bekerja disitu.

K3 juga merupakan suatu bentuk upaya untuk mencapai situasi perusahaan, dimana pegawai di dalamnya merasa sehat, dan merasa aman dari suatu Bahaya maupun Risiko yang muncul

Pengertian K3

  • Menurut Kamus Besar: Bahasa Indonesia Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi kerja yang terbebas dari ancaman bahaya yang mengganggu proses aktivitas dan mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit, kerusakan harta benda, serta gangguan lingkungan
  • Menurut Mangkunegara (2002, p.163) Keselamatan dan kesehatan kerjaadalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
  • Menurut Suma’mur (2001, p.104), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
  • Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja .
  • Mathis dan Jackson (2002, p. 245), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.
  • Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000, p.6), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.
  • Jackson (1999, p. 222), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan

Definisi K3 yang dirumuskan oleh ILO dan WHO dapat ditelaah dengan menggunakan

sistematika 4W (What, Who, When, Where) dan 1 H (How).

  • What

Kata “what” berarti apa atau apakah. Dalam konteks pembahasan ini sesuai dengan definisidi atas maka yang dimaksud dengan what adalah apa yang menjadi perhatian dalamkeilmuan K3. Dari definisi di atas terlihat konsern K3 yang dirumuskan lebih memperhatikan aspek kesehatan dengan penekanan terhadap pengendalian terhadap potensi-potensi hazard yang ada di lingkungan kerja. Pada definisi di atas juga terlihat sedikit mengenai aspek keserasian antara pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerja (aspek ergonomic).

  • Who

Pada definisi di atas yang dimaksud dengan “who” adalah semua pekerja yang berada di tempat kerja mulai dari level tertingi dalam manajemen sampai level terendah. Aspek yang diperhatikan meliputi fisik, mental dan kesejahteraan sosial.

  • When

Bila merujuk pada definisi di atas yang mana terdapat kata promotion, prevention, protection, dan maintenance, menunjukkan bahwa K3 dalam penerapannya dilakukan di semua tahapan proses. Tahapan yang dimaksud misalnya tahap disain (preventif dan promotif), tahap proses berjalan (protection dan maintenance) serta dapat dilakukan pada saat pasca operasi khusunya untuk penanganan masalah keselamatan dan kesehatan produk dan masalah limbah produksi.

  • Where

Where yang berarti di mana pada definisi di atas berarti tempat di mana K3 harus di jalankan atau dilaksanakan. Bila merujuk pada definisi di atas, maka tempat penerapan K3 adalah pada setiap pekerjaan di lingkungan kerja.

  • How

How yang berarti bagaimana maksudnya adalah bagaimana metode untuk melaksanakan K3 di lingkungan kerja pada semua jenis pekerjaan. Terlihat bahwa penerapan K3 menurut ILO/WHO adalah dengan melakukan promotive, preventive, protective, maintenance dan adaptative.

Kesimpulan diatas adalah K3 yaitu pemikiran ataupun upaya suatu usaha atau seseorang untuk menjamin keutuhan, kesehatan dan keselamatan seseorang baik itu dalam segi jasmani maupun rohani, dimana itu diterapkan pada tenaga kerja, dan umumnya pada manusia.

Tujuan K3

K3 sendiri mempunyai sasaran dalam penerapannya, yaitu:

1.Melindungi pekerja ditempat kerja

Dalam hal ini K3 memang mempunyai peran penting dalam melindungi pekerja pada saat bekerj. Mengapa demikian, seperti saya paparkan diatas, misalnya saja K3 mengatur aturan dalam suatu pekerjaan, sehingga para pekerja menyadari baiknya seperti apa saat ia bekerja. Apabila ia mengetahui bahwa itu buruk maka ia tidak akan melakukannya, sehingga ia bisa terhindar dari bahaya. Akan tetapi sebuah usaha patutnya menyadari bahwa K3 digunakan tidak untuk memenuhi tuntutan saja tapi juga melindungi para pekerjanya.

2.Menjamin Peralatan Perusahaan dipakai secara aman dan efisien

Di dalam K3 sendiri kita tahu bahwa K3 menjelaskan bagaimana cara penggunaan peralatan yang ada pada perusahaan dengan baik dan benar, sehingga kesan tersebut membuat para pegawai bisa lebih hati-hati dalm menggunakan alat yang berbahaya. Ia akan mengetahui cara untuk memakainya dengan aman dan dan benar. Dengan adanya K3 seseorang tidak asal-asalan dalam menggunakan suatu benda, begitu juga dengan perusahaan, tidak hanya sekedar mengajarkan tanpa memberitahu cara pemakaiannya yang baik

3.Menjamin lingkungan kerja yang sehat dan aman

K3 merupakan singkatan dari kesehatan dan keselamatan kerja. Dari kata kesehatan itu sendiri tentunya ada aturan-aturan yang mengatur tentang lingkungan yang baik seharusnya bagaimana, misalnya saja ukuran minimal seseorang untuk bekerja itu seberapa. Dari situ bisa dilihat bahwa K3 mengutamakan kesehatan para pekerja. Atau mungkin lingkungan para pekerja misalnya saja harus lebih bersih atau lebih rapi, atau walau tidak bersih para pekerja bisa memakai masker. Dari kata keselamatan, tentunya K3 ada aturan yang mengatur tentang perusahaan yang mengutamakan keselamatan para pekerjanya. Misalnya pekerjaan yang bahaya itu bagaimana harus melakukan pekerjaan tersebut.

Manfaat adanya K3 bagi perusahaan dan para pekerjanya

  • Manfaat bagi perusahaan

Meningkatnya lingkungan tempat kerja yang sehat dan aman serta nyaman, citra perusahaan positif, meningkatkan moral staf, menurunnya angka absensi, meningkatnya produktifitas, menurunnya biaya kesehatan atau biaya asuransi, pencegahan terhadap penyakit.

  • Manfaat bagi pekerja

Lingkungan tempat kerja menjadi lebih sehat, meningkatnya percaya diri, menurunnya
stress, meningkatnya semangat kerja, meningkatnya kemampuan, meningkatnya kesehatan, lebih
sehatnya keluarga dan masyarakat.

Indikator

  • Faktor manusia/pribadi

Faktor manusia atau pribadi adalah faktor dari seseorang itu sendiri, dimana yang dimaksud seseorang itu sendiri ada dua. Yaitu pemilik perusahaan dan para pekerjanya.

Untuk pemilik perusahaan, tentunya pemilik perusahaan itu sendiri mau menerapkan K3 di dalam perusahaannya atau tidak.

Para pekerja juga harus ikut serta dalam pemenuhan K3 terhadap suatu perusahaan, misalnya saja perusahaan sudah memfasilitasi atau sudah mengadakan program K3 tapi para pegawainya tidak ada yang mau mentaati, dengan begitu perusahaan tidak bisa menerapkan K3 dengan maksimal. Adapun faktor yang membuat para pekerja tidak mau menerapkan K3 bisa dikarenakan kurangnya kemampuan fisik, mental dan psikologis, serta kurangya pengetahuan dan keterampilan, dan juga stress lalu motivasi yang kurang

  • Faktor kerja/lingkungan

Sebuah K3 pun tidak akan berjalan dengan lancer tanpa adanya dukungan dari lingkungan kerja. K3 akan dilaksanakan apabila lingkungan itu sendiri memenuhi dan mendukung untuk melaksanakan K3. Ini berhubungan dengan faktor  pribadi. Terkadang bila K3 diterapkan dan lingkungan tidak memadai maka akan sangat sulit untuk menerapkannya. Jadi antara lingkungan dan K3 harus saling berkaitan.

Dari situ bisa disimpulkan bahwa K3 membutuhkan faktor lingkungan yang terdiri dari, lingkungan kerja, alat dan bahan, dan cara melakukan pekerjaan

  • Lingkungan kerja

Lingkungan kerja merupakan tempat dimana seseorang atau keryawan dalam beraktifitas bekerja. Lingkungan kerja dalam hal ini menyangkut kondisi kerja, suhu, penerangan, dan situasinya. Lingkungan kerja ini sangat penting dalam K3, tanpa adanya lingkungan kerja K3 tidak akan bisa diterapkan. Pekerja sendiri juga harus memperhatikan lingkungan kerja yang ia tempati, bagaimana kondisinya dan bagaimana baiknya. Lingkungan kerja yang mendukung adalah asset bagi para pekerja yang baik bekerjanya serta asset untuk K3 juga agar baik dalam penerapannya

  • Alat kerja dan bahan

Alat kerja dan bahan merupakan hal yang pokok dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang. Dalam memproduksi barang alat-alat kerja sangatlah vital digunakan oleh para pekerja dalam melakukan kegiatan proses produksi dan disamping itu adalah bahan-bahan utama yang akan dijadikan barang. Adanya alat kerja yang baik dan memadai akan membuat para pekerja lebih bisa untuk membuat barang dengan lebih cepat, sehingga perusahaan pun akan lebih untung dan itu akan membuat para pekerja lebih nyaman bekerja, dengan pendapatan perusahaan yang tinggi. Akibatnya tidak hanya perusahaan yang menerima keuntungan, tapi juga para pekerjanya juga. Dengan demikian K3 akan semakin baik dalam penerapan aturan-aturan yang ada di dalam K3 itu sendiri.

  • Cara melakukan pekerjaan

Setiap bagian-bagian produksi memiliki cara melakukan pekerjaan yang berbeda-beda yang dimiliki oleh karyawan. Cara-cara yang biasanya dilakukan oleh karyawan dalam melakukan semua aktifitas pekerjaan.

Kesimpulan

Dengan sebuah komitmen dan kepemimpinan yang baik maka akan muncul organisasi atau individu dengan jelas memahami manfaat positif yang diperoleh dari kepemimpinan yang baik tersebut. Kemudian dengan memahami manfaat tersebut makan akan tercipta keinginan yang kuat untuk lebih menerapkan K3 dan selanjutnya individu atau organisasi tersebut akan lebih menginfestasi K3 tersebut dengan lebih serius.

Kepemimpinan sendiri juga sangat erat hubungannya dengan K3. Mengapa demikian.??, dengan adanya kepemimpinan sangat penting dalam setiap program di organisasi termaksud program K3. Pada dasarnya setiap pemimpin memiliki banyak kesempatan untuk berkomunikasi dan bertindak dengan cara menunjukkkan kepemimpinannya dalam penerapan K3. Sayangnnya mereka tidak menyadari akan hal menguntungkan tersebut, padahal seharusnya dengan kemampuan mereka memimpin akan menghasilkan manfaat yang sangat besar, baik dalam segi perusahaan mereka sendiri atau bagi penerapan K3.

Setiap individu pada semua tingkat organisasi atau kesatuan masyarakat adalah orang-orang yang mencoba untuk melakukan hal yang terbaik dan yang mereka bisa dengan apa yang mereka punya. Masalahnya adalah, mereka tidak selalu memiliki sumber daya fisik dan dukungan psikososial untuk mencapai hasil yang diharapkan. Mungkin karena pemimpin yang tidak menyediakan sumber daya tersebut. Mengapa.? Pada akhirnya, K3 lah yang tidak mendukung kepemimpinan dan manajemen termaksud dalam kepemimpinan dan manajemen yang efektif. Namun bagaimanapun pemimpinlah yang seharusnya bisa menciptakan atau mengarahkan penerapan K3 pada orang-orang yang dipimpinnya tersebut.

Referensi:

http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2185869-definisi-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3.html

http://ilhamgooloriented.blog.unissula.ac.id/2012/01/24/penerapan-kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3-pada-karyawan-dilihat-dari-sisi-psikologis/

http://www.isafetyvideo.com/news&updates;070711;pentingnya_K3_untuk_perusahaan.html

http://mily.wordpress.com/2009/03/27/pentingnya-k3-dalam-perusahaan/

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di BuS1A12-fentyhullatutstsaniyah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s