“Tugas 3 serba-serbi K3 TI UM”

Alat Pelindung Diri yang Digunakan pada Laboratorium Busana

Alat Pelindung Diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau  sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja.

Alat Pelindung diri secara keseluruhan                                          

            Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration, personal protective equipment atau alat pelindung diri didefinisikan sebagai alat yang digunaka untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya di tempat kerja, baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik, dan lain-lainnya.

Mengidentifikasi bahaya dan menilai resiko dari bahaya tidaklah cukup untuk membuat area kerja kita menjadi aman. Diperlukan pengendalian yang tepat agar resiko yang ada di area kerja tidak berubah menjadi kecelakaan atau malapetaka bagi karyawan yang sedang bekerja. Oleh karena itu diperlukan kendali yang sesuai dari tiap resiko yang telah dinilai.

Salah satu kendali yang dapat diterapkan yaitu penggunaan alat pelindung diri yang biasa disingkat dengan APD. Alat pelindung diri adalah kendali terakhir yang dapat kita lakukan agar dapat mengurangi

Alat Pelindung Diri juga merupakan salah satu alat yang harus tersedia di laboratorium. Digunakan untuk perlindungan badan, mata, pernafasan, dan kaki. Peralatan dan pakaian perlindungan diri adalah suatu penghalang untuk memperkecil resiko, paparan terhadap aerosol, percikan dan inokulasi tak sengaja. Biasanya pakaian dan peralatan yang dipilih bergantung pada tempat pekerjaan dilakukan. Pakaian pelindung harus dikenakan ketika bekerja di laboratorium. Sebelum meninggalkan laboratorium, pakaian pelindung harus dibuka, dan tangan harus dicuci.

Alat pelindung diri terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

  • Alat Pelindung Badan

Alat pelindung badan biasa disebut dengan jas laboratorium.

Jas laboratorium pun juga bermacam-macam. Jas Laboratorium lebih baik seluruhnya tertutup dengan kancing.  Namun, jas laboratorium dengan lengan panjang, bukaan di belakang akan memberikan perlindungan lebih baik dibanding jas laboratorium yang umum digunakan dan lebih disarankan untuk digunakan pada laboratorium mikrobiologi  untuk pekerjaan yang berhubungan dengan kabinet Biosafety.

Jas laboratorium dirancang untuk melindungi kulit dan pakaian dari kotoran yang menempelatu juga bisa digunakan sebagi pelindung dari bahan kimia yang mungkin tumpah sewaktu praktikum ataupun disaat menjalankan pekerjaan. Jas  ini harus selalu dipakai dan lebih baik jika panjangnya selutut, selain karena alasan lebih panjang, itu juga karena dapat memaksimalkan fungsi jas laboratorium itu.

Jas lab bermacam-macam, ada yang berupa apron atau clemek, baju, dll. Celemek merupakan suatu alternatif untuk mantel laboratorium. Pada umumnya dibuat dari plastik atau karet untuk melindungi pemakai terhadap bahan kimia bersifat menghancurkan. Celemek atau apron harus dikenakan di atas jas laboratorium jika diperlukan untuk memberi perlindungan terhadap tumpahan bahan kimia atau bahan biologi seperti darah atau cairan kultur.

 

  • Perlindungan Mata Perlindungan Mata 

Pemilihan peralatan untuk melindungi mata dan wajah dari percikan dan dampak dari objek tergantung pada aktivitas yang dilakukan. Perlindungan mata sangat mudah untuk dirasakan karena alat ini berfungsi langsung. Untuk orang-orang yang tidak biasa menggunakan kacamata, sangat tidak nyaman  untuk memakai kacamata, karena bersifat membatasi.

Percikan bahan kimia dan objek terbang mungkin ditemui di setiap waktu di dalam Iingkungan laboratorium. Karena alasan inilah, perlindungan mata sangatlah penting. Penggunaan pelindung mata harus nyaman dipakai, tepat bertengger di mata dan wajah, dan tidak terganggu dengan kegiatan pemakai. Jika diperlukan harus ada tanda di pintu yang menyatakan kewajiban untuk memakai pelindung mata sebelum memasuki ruangan.

Alat pelindung mata kebanyakan digunakan oleh para perkerja berat. Pelindung mata juga harus dikenakan ketika melakukan kegiatan : pengelasan, sanding, penggerindaan, pengeboran, penggergajian. Peralatan perlindungan mata harus mudah untuk dibersihkan dan disinfekasi. Pelindung mata harus selalu dijaga dalam kondisi yang baik.

Lensa kontak tidak boleh secara rutin dikenakan di laboratorium. Personil Laboratorium yang harus memakai lensa kontak selagi melakukan kerja di laboratorium harus waspada dengan resiko sebagai berikut :

–          akan tidak mungkin untuk memindahkan lensa kontak dari mata untuk mengikuti masukan beberapa bahan kimia ke dalam area mata,

–          Lensa kontak dipasang di mata akan mengganggu prosedur pembilasan,

–          Lensa kontak bisa menjerat bahan padat di dalam mata. Penggunaan lensa kontak harus dipertimbangkan secara hati-hati, dengan pertimbangan ekstra untuk memilih perlindungan mata yang pas di atas mata dan di sekitar wajah.

  • Perlindungan Pernapasan

Dikarenakan beberapa prosedur laboratorium tertentu menghasilkan uap beracun dan zat pencemar, diperlukan perlindungan pernapasan di lingkungan pekerjaan. Perlindungan pernapasan digunakan ketika melakukan pekerjaan dengan prosedur beresiko tinggi (misal: pembersihan dari tumpahan bahan terinfeksi). Pemilihan antara masker dan respirator, beserta jenis respirator akan tergantung pada jenis resikonya.

Respirator memiliki saringan yang dapat diganti-ganti sebagai perlindungan terhadap gas, uap, partikulat dan mikroorganisme. Perlu diingat bahwa tidak ada saringan selain dari saringan HEPA yang akan memberi perlindungan terhadap mikroorganisme, sehingga saringan harus disesuaikan benar dengan jenis respirator. Untuk mencapai perlindungan optimal, respirator harus cocok dengan wajah pemakai dan diujikan. Respirator disatukan dengan pemasok udara integral yang menyediakan perlindungan penuh. Dibutuhkan saran dari orang yang berkompeten, misalnya: ahli kesehatan, untuk pemilihan respirator yang benar.

 

  • Perlindungan Tangan

Pencemaran tangan bisa terjadi ketika prosedur laboratorium dilakukan. Tangan juga sangat peka terhadap luka akibat “benda tajam”. Sarung tangan latek sekali pakai atau jenis sarung tangan untuk operasi berbahan vinil digunakan secara luas untuk pekerjaan laboratorium, dan untuk menangani cairan badan dan darah serta senyawa terinfeksi. Sarung tangan sekali pakai juga bisa digunakan tetapi perhatian lebih harus diberikan pada proses pencucian, pemindahan, pembersihan dan penyuci hamaan.

Sarung tangan harus segera dipindahkan dan tangan harus segera dicuci setelah penanganan bahan terinfeksi, setelah melakukan pekerjaan didalam kabinet Biosafety dan sebelum meninggalkan laboratorium. Sarung tangan sekali pakai harus langsung dimusnahkan bersama dengan limbah laboratorium terinfeksi.

Reaksi alergi seperti infeksi kulit dan hipersensitivitas harus segera dilaporkan di laboratorium dan pekerja lain yang memakai sarung tangan latek, terutama yang menggunakan tepung. Alternatif lain seperti latek bebas tepung atau sarung tangan vinil dapat digunakan jika terjadi masalah.

Merupakan suatu gagasan baik untuk selalu memakai sarung tangan pelindung di dalam laboratorium. Selain bertindak sebagai suatu pelindung antara tangan dengan bahan yang penuh resiko, beberapa sarung tangan juga dapat menyerap peluh atau melindungi tangan dari panas. Karena sarung tangan jenis tertentu dapat hancur jika bersentuhan dengan bahan pelarut, penting untuk memberi perhatian ekstra antara sarung tangan pelindung dengan sifat alami pekerjaan yang akan dilakukan. Sebelum penggunaan, lakukan pemeriksaan untuk memastikan sarung tangan (terutama sarung tangan lateks) ada dalam kondisi yang baik dan bebas dari lubang, dan kebocoran.

Ketika bekerja dengan bahan yang bersifat menghancurkan, kenakan sarung tangan tebal. Ambil tindakan pencegahan ekstra yaitu pengecekan lubang dan kebocoran. Ketika melepas sarung tangan, berhati-hatilah. Buka sarung tangan, mulai dari pergelangan tangan dan bergerak ke arah jari. Jauhkan permukaan sarung tangan dari kontak dengan tangan selama pelepasan. Sarung tangan yang telah terkontaminasi harus dibuang di kontainer berdisain khusus (misal: kontainer radioaktif atau limbah biohazard). Cuci tangan sesegera mungkin setelah pelepasan sarung tangan pelindung.

  • Perlindungan Kaki

Perlindungan Kaki dirancang untuk mencegah luka-luka dari bahan kimia bersifat menghancurkan, bahan-bahan berat, goncangan elektrik, seperti misalnya memberi daya tarik pada lantai basah. Jika suatu objek bersifat korosif, berbahan kimia atau objek berat jatuh ke lantai, bagian yang paling rentan pada badan adalah kaki. Karena alasan inilah, sepatu yang dengan sepenuhnya menutup dan melindungi kaki, direkomendasikan.

Sepatu buatan pabrik, seperti sepatu tenis, bersifat menyerap cairan. Jika bahan­kimia tumpah di atas sepatu pabrik, buka alas kaki seketika. Ketika memilih alas kaki untuk laboratorium, pilihlah sepatu kokoh yang menutupi seluruh kaki. Hal ini akan menyediakan perlindungan terbaik.

Sepatu jenis berikut tidak boleh dikenakan di laboratorium:sandal,sandal kayu,sepatu tumit tinggi, sepatu yang terbuka.

Jenis jenis alas kaki yang direkomendasikan adalah :

–          Sepatu keselamatan (steel-toed) melindungi dari luka-luka disebabkan oleh dampak dari objek apapun selama aktivitas kerja (misal: pengangkatan bahan yang berat, menggunakan perkakas bertenaga besar, dll).

–          Sepatu treated, sepatu boot karet atau tutup sepatu plastik melindungi dari bahan­vkimia bersifat menghancurkan.

–          Sepatu Insulated melindungi dari goncangan elektris.

–          Sepatu boot karet dengan anti selip pada bagian luar sol menyebabkan daya tarik di dalam kondisi basah dimana terjadi kemungkinan selip. Sepatu keselamatan, sepatu boot karet atau tutup sepatu plastik melindungi dari jenis spesifik pencemaran kimia dan seperti sarung tangan harus dipilih untuk jenis resiko yang tepat.

  • Perlindungan Pendengaran

Jenis perlindungan telinga meliputi:

–          Busa telinga menyediakan perlindungan dasaruntuk mengunci telinga terhadap suara gaduh.

–          Muffs telinga menyediakan perlindungan ekstra terhadap suara gaduh, dan lebih nyaman dipakai dibandingkan busa telinga.

Seiring dengan perkembangan teknologi, peralatan kerja di laboratorium sebagai sarana research and development-pun juga semakin berkembang. Artinya kita harus semakin hati-hati bekerja di laboratorium, termasuk selalu memperhatikan keselamatan bagi diri kita dan orang lain yang bekerja di laboratorium. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pengguna diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman.

Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan peralatan keselamatan kerja yang memadai untuk dapat melindungi dan menjamin keselamatan pekerja.
Fasilitas alat untuk melengkapi ruang kerja di laboratorium antara lain :

  • Fire extinguisher
  • Hidrant
  • Eye washer
  • Water shower

Sedang peralatan darurat dan pendukung yang harus tersedia di laboratorium antara lain:

  • Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
  • Tandu
  • Spill Kits
  • Pakaian pelindung and Respirators
  • Peralatan dekontaminasi
  • Disinfektan and peralatan pembersih
  • peralatan lain (palu, obeng, tali, dll)
  • Pita demarkasi, tanda peringatan

Untuk kotak P3K bisa dilengkapi dengan :

1. Obat luar
– Salep levertran (untuk luka bakar)
– Revanol
– Betadin
– Handyplash
2. Obat ringan

– Obat-obat anti histamin

– Norit

3. Plester Pembalut

Ukuran kecil, sedang, besar

4. Kapas, kasa steril

.

Berdasarkan ketentuan Balai Hiperkes, syarat-syarat Alat Pelindung Diri (APD) adalah :

  • APD harus dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh pekerja.
  • Bobot seringan mungkin dan tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang berlebihan.
  • Alat harus dapat dipakai secara fleksibe.
  • Bentuknya harus cukup menari.
  • Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama.
  • Alat tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi pemakainya karena bentuk atau karena salah dalam menggunakannya.
  • Sudah sesuai dengan standar yang telah ada.
  • Alat tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya.
  • Suku cadang mudah didapat untuk mempermudah pemeliharaannya.

Adapun jenis resiko kecelakaan di laboratorium misalnya :

  • Luka goresan, injeksi, dll.
  • Pemaparan aerosol (biasanya diluar Biosafety Cabinet/BSC)
  • Tumpahan atau pecahan wadah biakan.
  • Kecelakaan sentrifus

ALAT PELINDUNG DIRI YANG ADA DI LABORATORIUM TEKNOLOGI INDUSTRI

Saya akan menjelaskan tentang alat pelindung diri (APD) yang ada di laboratorium teknologi industry. Khususnya pada laboratorium busana. Berikut adalah alat pelindung diri (APD) yang ada di laboratorium TI:

  • Masker

Masker merupakan alat pelindung  pernafasan yang dimaksudkan untuk menghindari debu atau kotoran-kotoran yang yang mengganggu pernafasan. Bagi mahasiswa atau pengguna laboratorium TI, khususnya laboratorium busana, digunakan untuk melindungi pernafasan dari kotoran atau serbuk-serbuk kain yang biasanya berterbangan ketika menjahit atau sewaktu penggunaan mesin-mesin industri yang lainnya.

Gambar

  • Jas laboratorium

Jas laboratorium merupakan alat pelindung diri yang pasti digunakan oleh mahasiswa ketika berada di dalam laboratorium busana.

Gambar

 

 

 

 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Bus3A12-Naffa Isna Saifutri, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s