Tugas-4 Penerapan K3 di Industri

Observasi Tentang Penerapan K3 di Industri Konveksi Soul 9

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Keselamatan dan Keselamatan Kerja atau K3 merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam system ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. Dalam undang-undang No 23 Tahun 1992 pasal 23 tentang kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan bagi pekerja agar pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja

 Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa salah satu kegiatan pokok dari pembangunan kesehatan adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Prinsip upaya kesehatan kerja adalah sesuatu upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat disekelilingnya dan agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal 

Soul9 sebagai salah satu badan usaha yang bergerak di bidang konveksi dan penyedia jasa pembuatan pesanan pakaian jadi khususnya dalam jumlah besar selayaknya memperhatikan aspek kesehatan dan keselamat kerja karyawan. Hal ini sengaja penulis ungkapkan karena karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan penyelesaian pesanan, banyak mempergunakan alat-alat yang rentan terhadap timbulnya kecelakaan kerja karyawan baik alat manual maupun alat-alat listrik.

Kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) sebagai salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaan proses kerja dan sudah sepantasnya harus dilaksanakan atau diterapkan oleh Soul9, namun berdasarkan hasil pantauan sementara, kepada para karyawannya belum sepenuhnya berarti baru sebagian saja, namun untuk mengetahui lebih jauh mengenai penerapan kesahatan dan keselamatan kerja di Soul9, penulis menganggap perlu untuk melakukan suatu tindakan observasi, sekaligus untuk mengetahui sejauh mana sistem penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) dilakukan.

  Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka diperoleh rumusan masalah:

  1. Bagaimana penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan oleh Soul9 ?
  2. Permasalahan apakah yang sering terjadi di Soul9 dalam pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja ?
  3. Bagaimana pengendalian dan pencegahan dari kecelakaan kerja dalam pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di Soul9 ?

 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai adalah :

  1. Untuk mengetahui penerapan kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan Soul9.
  2. Untuk mengetahui permaslahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan Soul9.
  3. Untuk mengetahui pengendalian dan pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dalam pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di Soul9.

BAB II PROSES PRODUKSI DAN IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

LOKASI / UNIT KERJA

Nama Usaha                       : Soul9

Alamat                                : Jln. Kebonagung No 21, Pasuruan

Nama Pemilik Usaha          : Ferry Siswanto

Jenis Usaha                         : Konveksi

 KELOMPOK PEKERJA

Industri konveksi di Soul9 kurang lebih terdapat  30 pekerja yang bekerja di konveksi tersebut, yang kebanyakan tenaga kerjanya merupakan ibu-ibu dengan lulusan SMK.

  DIAGRAM ALIR DAN URAIAN PROSES PRODUKSI

Uraian produksi pada Soul9 yaitu:

  1. Pembuatan Desain
  2. Pembuatan Pola atau Pattern
  3. Meletakkan Pola diatas bahan utama
  4. Cutting Pola
  5. Numbering pada bahan yang sudah di potong
  6. Handelling atau proses pengumpulan bahan-bahan yang akan di sewing
  7. Sewing atau proses menjahit
  8. Bundling
  9. Finishing
  10. Packing

Proses produksi pada Soul9 dilakukan setiap hari mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 dan istirahat tenaga kerja mulai pukul 12.00 sampai pukul 13.00.

Gambar

 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

1)      FAKTOR LINGKUNGAN KERJA

Berdasarkan proses produksi pada industri konveksi, faktor lingkungan kerja memungkinkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan tenaga kerja. Lingkungan yang kurang mendukung dalam bekerja atau kurang ergonomis yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan tenaga kerja.

2)      POTENSI BAHAYA KECELAKAAN KERJA

Setiap industri memiliki potensi akan terjadinya bahaya dan kecelakaan kerja. Potensi yang diakibatkan karena tidak memakai APD(Alat Pelindung Diri), kelelahan pada mata, sesak nafas, tangan terpotong oleh gunting listrik.

3)      KESERASIAN PERALATAN DAN SARANA KERJA DENGAN TENAGA KERJA

Keserasian peralatan dan sarana harus diperhatikan pihak konveksi dan disesuaikan dengan tenaga kerja yang dimilikinya agar kecelakaan kerja dapat diminimalisasi. Maka dari itu pihak konveksi melakukan pengontrolan alat secara rutin agar tidak terjadi kerusakan alat yang dapat membahayakan pekerja. Selain itu juga pihak konveksi memberikan petunjuk penggunaan alat.

4)      FAKTOR MANUSIA

Permasalahan yang terjadi pada faktor manusia meliputi faktor manajerial, dan faktor tenaga kerja yaitu:

(1)   Manajemen :

  • • Pemahaman yang kurang tentang kesehatan dan keselamaatan kerja
  • • Tidak melaksanakan teknik-teknik kesehatan dan keselamatan kerja

(2)   Tenaga kerja :

  • • Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K3
  • • Tidak mengenakan alat proteksi yang telah disediakan
  • • Tidak memiliki naluri cara kerja sehat

 

BABIII PEMANTAUAN DAN METODA

A. FAKTOR TEKNIS

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA

Lokasi konveksian yang strategis, dan dekat dengan jalan raya sehingga banyak konsumen yang mendatangi tempat tersebut.

POTENSI BAHAYA KECELAKAAN KERJA

Pernah terjadi kecelakaan pada tenaga kerja konveksi yaitu tangan terpotong oleh gunting listrik kurang hati-hati pada waktu menggunkan gunting listrik.Ada juga yang tidak menggunakan masker sehingga mengakibatkan sesak nafas dan sering terjadi mata  lelah.

SARANA DAN PERALATAN KERJA 

Pihak konveksi memberikan APD berupa: masker dan sarung tangan. Namun sebagian dari tenanga kerja tidak menggunakan APD tersebut karena mereka beranggapan jika APD tersebut digunakan justru akan mengganggu proses produksi yang berjalan dan tenaga kerja merasa tidak nyaman memakai APD. Contoh: masker membuat tenaga kerja merasa kesulitan bernafas.

B.  FAKTOR MANUSIA

KESEHATAN TENAGA KERJA

Untuk menjaga kesehatan tenaga kerja pihak konveksi menyarankan kepada tenaga kerja untuk membawa bekal sendiri agar gizi tenaga kerja terpenuhi.

 KESESUAIAN SIKAP, CARA DAN SISTEM KERJA

Pihak konveksi memberikan tunjangan kesejahteraan tenaga kerja agar produktifitas kerja meningkat. Seperti tunjangan kesehatan dan kecelakaan.

BAB IV UPAYA PENGETAHUAN, REKAYASA PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN

A. REKAYASA TEKNOLOGI PENGENDALIAN

LINGKUNGAN KERJA

1)      Ventilasi umum, dengan mengalirkan udara sebanyak perhitungan ruangan kerja, agar kadar bahan-bahan yang berbahaya oleh pemasukan udara ini akan lebih rendah dari nilai ambang batasnya.

2)      Ventilasi keluar setempat, yaitu dengan menghisap udara dari suatu ruangan kerja agar bahan-bahan yang berbahaya dihisap dan dialirkan ke luar.

3)      Penerangan cahaya yang cukup untuk menghindari kelelahan pada penglihatan

4)      Mengisolasi sumber api atau bahan –bahan yang mudah terbakar dari sumber api

5)      Pembuangan limbah konveksi pada tempat yang sesuai atau di daur ulang.

KESELAMATAN KERJA

Mempergunakan alat pelindung perseorangan, para karyawan diperlengkapi dengan alat-alat pelindung sesuai dengan jenis pekerjaannya.

PENERAPAN ERGONOMI

1)        Mengerti tentang pengaruh dari suatu jenis pekerjaan pada diri pekerja dan kinerja pekerja

2)        Memprediksi potensi pengaruh pekerjaan pada tubuh pekerja

3)        Mengevaluasi kesesuaian tempat kerja, peralatan kerja dengan tenaga kerja saat bekerja

4)        Meningkatkan produktifitas dan upaya untuk menciptakan kesesuaian antara kemampuan pekerja dan persyaratan kerja.

5)        Membangun pengetahuan dasar guna meningkatkan  produktifitas kerja.

6)        Mencegah dan mengurangi resiko timbulnya penyakit akibat kerja

7)        Meningkatkan factor keselamatan kerja

8)        Meningkatkan keuntungan, pendapatan, kesehatan dan kesejahteraan untuk individu dan institusi

B. PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN DARI ASPEK MANUSIA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

1)        Penerangan/penjelasan sebelum kerja, kepada para karyawan diberikan penjelasan sebelum bekerja agar mereka mengetahui, mengerti dan mematuhi peraturan-peraturan serta agar lebih berhati-hati.

2)        Pemeriksaan kesehatan ulangan pada para karyawan secara berkala, pada waktu-waktu tetrtentu secara berkala dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui adanya penyakit-penyakit akibat kerja yang ditimbulkan.

3)        Pemeriksaan Khusus Yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada khusus diluar waktu pemeriksaan berkala, yaitu pada keadaan dimana ada atau diduga ada keadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja

4)        Terdapat kotak P3K atau ruangan khusus keehatan

5)        Pemberian gizi terhadap tenaga kerja pada setiap 3bulan sekali.

SIKAP & SISTEM KERJA

1)        Tenaga kerja harus mematuhi peraturan yang ada yaitu datang tepat waktu

2)        Memakai APD dan bekerja secara optimal.

3)        Penyesuaian tenaga kerja dengan proses kerja dan lingkungan kerja.

4)        Sikap tenaga kerja saat bekerja dapat meminimalisir penyakit akibat kerja.

BAB V PENUTUP

KESIMPULAN

Berdasarkan  hasil wawancara dengan pekerja atau tenaga kerja yang ada, permasalahan yang sering terjadi pada Soul9 Tailor adalah lingkungan yang kurang ergonomis dan banyaknya tenaga kerja atau pekerja yang tidak memakai APD yang di berikan.

Pengendalian yang dilakukan untuk mengatasi masalah atau meminimalisir kecelakaan kerja yaitu dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap pekerja.

KAJIAN PUSTAKA

Ernawati, dkk. (2008). Tata Busana. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Departemen Pendidikan Sekolah.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s