Tugas 4 Penerapan K3 di Industri

Gambar

PENERAPAN K3 DI LINGKUNGAN KERJA

PADA INDUSTRI SABLON PT ULUNG JAYA MAKMUR MALANG

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Industri adalah aktivitas yang melibatkan tenaga kerja, alat, metode, biaya dan material serta waktu yang cukup besar. Dengan berdirinya suatu industri secara tidak langsung mengakibatkan bahaya maupun resiko yang cukup besar yag dapat dialami oleh oleh para pekerja. Pada proses produksi terjadi interaksi antara pekerja dengan alat maupun mesin yang digunakan sehingga tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan kerja.

Cetak sablon merupakan bagian dari teknik cetak yang  dikembangkan pada tahun 1654-1746 oleh Yuzenzai Miyasaki dan 1822-1890 oleh Zikukeo Hirose berkebangsaan Jepang. Selanjutnya cetak sablon berkembang  pada tahun 1851-1862 di Eropa. Setelah itu berkembang di Amerika Serikat higga tahu 1924. Dan kemudian MC Kornick dan Penney pada tahun 1946 menemukan mesin cetak sablon.

Untuk mendirikan sebuah Industri Cetak Sablon alangkah baiknya jika mengenali alat-alat dan bahan yang diperlukan untuk menyablon. Alat: Sreen sablon, Kain hitam, Kaca, Papan, Busa, Raker, Meja Sablon, Lampu Sablon. Bahan: Cat Sablon, Sabun Colek, Fotosol hapus, Reduser. Setelah mengenali alat dan bahan tersebut Sarana dan Prasarana yang digunakan adalah Kendaraan, Listrik, Air, Hidrant, Gedung, Vacum cleaner.

B. Tujuan

a.Mengetahui sejarah berdirinya PT Ulung Jaya Makmur
b. Mengetahui proses produksi di PT Ulung Jaya Makmur
c. Mengetahui sikap dan sistem kerja PT Ulung Jaya Makmur
d. Mengetahui pelaksaan K3 PT Ulung Jaya Makmur

 

BAB II

PROSES PRODUKSI DAN IDENTIFIKASI MASALAH

  1. A.    KLASIFIKASI PERUSAHAAN
    1. Sejarah Perusahaan

PT Ulung Jaya Makmur adalah salah satu industri di Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa percetakan sablon dan tas dengan bahan nonwoven (spunbond). Perusahaan ini dimiliki oleh Bapak Bram Sadono. Sekitar tahun 2000 Bapak Bram Sadono memulai karirnya dengan bekerja di Heksa Manunggal yang bergerak dibidang pembuatan spanduk. Selama bekerja sekitar hamper dua Tahun Bapak Bram Sadono memutuskan untuk keluar dari Heksa dan membuka usaha sendiri dirumahnya dengan membuka percetakan kaos.

Usaha kecil-kecilan ini lalu berkembang menjadi perusahaan yang cukup besar dan Bapak Bram Sadono pun mampu mempekerjakan beberapa karyawan. Pada bulan April 2008 Bapak Bram Sadono diajak bekerjasama kembali dengan Heksa dan mulai berdirilah PT Ulung Jaya Makmur di Jalan Tenaga Baru Gg.2 No.1 yang dimulai dengan bidang jasa cetak sablon kaos dan hingga akhirnya usaha pembuatan tas berbahan dasar spunbond. Namun, pada bulan Oktober 2010 PT Ulung Jaya Makmur resmi terpisah dengan Heksa dikarenakan adanya selisih prinsip.

Usaha yang dirintis mulai dari Nol itu akhirnya PT Ulung Jaya Makmur menjadi Industri sablon yang cukup besar dan dikenal dimasyarakat sekitar Malang. Kini Bapak Bram Sadono telah memiliki karyawan kurang lebih 50 tenaga kerja yang berbagi tugas diantaranya: 1. karyawan dalam bidang menjahit tas, 2. Karyawan dalam bidang sablon tas dan kaos, 3. karyawan dalam bidang pressing, 4. karyawan dalam bidang packing, 5. Karyawan dalam bidang pembuatan film/cetakan pola sablon, 6. Staf.

  1. Struktur Perusahaan

 

 

  1. B.     DDIAGRAM ALIR DAN URAIAN PROSES PRODUKSI

 

  1. C.    IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
    1. Faktor Lingkungan Kerja
No. Proses Produksi Faktor Lingkungan Kerja
1. Pembuatan Disain Ventilasi
2. Percetakan Disain Luas ruangan, Debu, Udara, Pencahaan
3. Pemidahan Disain Sarana Kerja
4. Finishing Penerangan, Luas ruangan
  1. Potensi Bahaya di Lingkungan Kerja

No.

Proses Produksi

Potensi Bahaya kecelakaan Kerja

1.

Pembuatan Disain

Bahaya kebakaran, tersengat arus singkat, kerusakan pada penglihatan, ngilu pada persendian
2.

Percetakan Disain

Polusi udara, kerusakan pada penglihatan, terpeleset
3.

Pemindahan Disain

Jari terpeleset mesin pencetak, ngilu pada persendian
4.

Finishing

Jari terkena gunting, jari tergencet mesin pencetak kalender
  1. Keserasian Kerja Peralatan dan Sarana Kerja dengan Tenaga Kerja

Hal yang menjadi permasalahan mengenai keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja di industri sektor sablon.

No.

Proses Produksi

Faktor Ergonomi

1. Pembuatan Desain Sikap dan sistem kerja
2. Pencetakan Desain Ukuran meja kerja dan kursi duduk kurang sesuai
3. Pemindahan Desain Ukuran meja kerja dan kursi duduk kurang sesuai, sikap dan sistem kerja
4. Finishing Ukuran meja dan kursi duduk kurang sesuai
  1. Faktor Manusia

Permasalahan yang terjadi pada faktor manusia meliputi factor managerial dan faktor tenaga kerja. Adapun permasalahannya sebagai berikut :

  1. Manajemen

–          Kurangnya pemahaman tentang penerapan K3 pada industri sablon itu sendiri.

–          Perusahaan mengikuti beberapa lembaga-lembaga K3

  1. Tenaga Kerja

–          Tidak menggunakan alat pelindung diri

–          Tidak mempunyai keinginan cara kerja untuk sehat

–          Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K3

–          Kurang mengetahui akan haknya untuk kerja sehat

BAB III

PEMANTAUAN DAN METODE

  1. A.  FAKTOR TEKNIS
  2. 1.      Faktor Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja menunjuk kepada hal-hal yag berada di sekeliling dan melingkupi kerja karyawan di kantor. Kondisi lingkungan kerja lebih banyak tergantung dan diciptakan oleh pimpinan perusahaan, sehingga suasana kerja yang tercipta tergantung dari karyawan sendiri.

Pemantauan lingkungan kerja dilakukan terhadap :

  1. Factor fisika yang meliputi : 1. Kebisingan, 2. Radiasi, 3. Penerangan, 4. Iklim, 5. Getaran.
  2. Factor kimia yang meliputi : 1. Debu kapas, 2. Debu karbon.
    1. 2.              Potesi Bahaya dan Kecelakaan

Agar tenaga kerja dapat terjamin keselamatan dalam bekerja, maka diperlukan pemantauan megenai masalah yang mengganggu keselamatan bagi para pekerja.

Pemantauan potensi bahaya di tempat sablon yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Pada bagian penyablonan, terdapat cat yang mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan pada pernafasan maka perlu adanya alat pelindung diri berupa masker atau sumplemen untuk menjaga daya tahan tubuhnya.
  2. Bahaya tersengat arus listrik pada bagian pembuatan desain melalui computer dan bagian pressing.
  3. Bahaya kebakaran mudah terjadi, oleh karena itu pemantauan secara rutin alat pemadam kebakaran perlu  dimakssimalkan.
  4. Bahaya tersengat instalasi listrik atau tertusuk jarum pada karyawan bidang jahit.
  5. Bahaya kebakaran pemantauan secara rutin terhadapalat pemadam kebakaran yang telah disediakan.
  6. Bahaya jari atau tangan terpotong pada karyawan bidang pemotongan, sebaaiknya melengkapi alat pemotong serta alatr pelindungnya.
  1. Sarana dan Peralatan Kerja
  2. Luas ruangan memadai untuk setiap pekerja
  3. Jarak antara karyawan satu dengan yang lain sekitar 2-3 meter.
  4. Alat dan sarana kerja disesuaikan dengan proporsi tubuh para pekerja.
  5. Kondisi ruangan kerja yang kurang baik dengan kurangnya ventilasi pada tempat kerja.
    1. FAKTOR MANUSIA
      1. Kesehatan Tenaga Kerja

Kesehatan tenaga kerja perlu dipantau untuk mengamati perkembangan kesehatan tenaga kerja serta untuk mengetahui adanya kemungkinan penderita penyakit akibat kerja.

Pemantauan dilaksanakan dengan pemeriksaan yang meliputi :

  1. Pemberian susu kepada karyawan setiap satu minggu sekali bertujuan sebagai suplemen tubuh agar karyawan memiliki kekebalan tubuh yang cukup baik.
  2. Menyediakan P3K jika sewaktu-waktu terjaddi kecelakaan kecil
  3. Membawa karyawan ke puskesmas terdekat apabila mengalami sakit yang tidak bisa di atasi sendiri dalam perusahaan.

BAB IV

UPAYA PENGETAHUAN, REKAYASA PENGENDALIAN DAN  PENANGGULANGAN

  1. A.           REKAYASA TEKNOLOGI PENGENDALIAN
  2. Lingkungan Kerja

–          Penerangan : cahaya dalam ruangan cukup terang, namun posisi pekerja bagian jahit salah karena mereka membelakangi sumber cahaya tersebut.

–          Iklim kerja : panas, namun dilengkapi dengan kipas angin dan pintu yang cukup lebar. Jadi udara mudah keluar dan masuk

–          Kebisingan : biasanya terjadi  pada bagian jahit, namun dapat dikendalikan dengan melakukan perawatan terhadap mesin jahit, misalnya pelemasan dan pengencangan baut yang kendor.

–          Ventilasi keluar setempat

–          Penggunaan masker

  1. Keselamatan Kerja

–          Factor bahaya : pengendalian dan pencegahan

–          Kebakaran : menyediakan alat pemadam kebakaran. Misalnya: fire alrm, hydran, karung goni basah, pasir, dan lain-lain.

  1. Penarapan Ergonomi

Untuk meninngkatkan proses produktifitas, baik kuantitas maupun kualitasnya diperlukan alat dan sarana kerja yang ergonomic. Ukuran-ukuran alat dan sarana kerja yang dianjurkan berdasarkan norma-norma ergonomic di Indonesia adalah

  1. Tempat duduk

Tempat duduk yang digunakan harus dapat memberikan kenyamanan bagi pekerja supaya tidak mengganggu sirkuasi udara dalam tubuh

  1. Meja kerja

Meja kerja yag digunakan harus disesuaikan dengan sikap tubuh pada waktu kerja, memberikan kebebasan bergerak, rata, dan tidak melebihi jarak jangkauan tangan.

  1. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DARI ASPEK MANUSIA
  2. Penyakit Akibat Kerja
  3. Mengevaluasi hasil pemeriksaan kesatah berkala dan khusus secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu
  4. Melaksanakan peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja
  5. Peningkatan kebersihan perorangan dan membiasakan cara hidup sehat.
  6. Sikap dan Sistem Kerja

Pada dasarnya perlu diupayakan agar sikap kerja adalah dengan duduk. Pada keadaan tidak memungkinkan maka beberapa hal tersebut yang perlu diperhatikan adalah posisi tenaga terhadap objek kerja. Untuk sikap kerja membungkuk diupayakan agar membungkuknya tidak terlalu dalam. Membungkuk yang disarankan adalah batang tubuh tetap tegak atau agak tegak dengan kaki dilipat dilutut dan bagian sendi bokong.

Dokimentasi Kegiatan diIndustri:

Picture2Picture3Picture4Picture5

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-AshfiyahIkaFirdaus, Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s