Tugas 1 Lingkungan Sekitarku

kedirikk

State Of The Environment Around Me For 18 Years

Sekilas tentangku

Aku sekarang sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Malang di fakultas teknik jurusan Teknologi Industri di Progam Study D3 Tata Busana, aku berasal dari kota Kediri, dilahirkan di Kediri pada tanggal 31 Desember 1994, terlahir dari tengah-tengah keluarga yang sederhana mempuyai seorang adik perempuan yang bernama Vira Lutfiana, sekarang ia duduk dibangku Mts Kelas 1. Ibuku sekarang seorang single parent ia dapat menghidupi, mendidik dan membesarkan aku serta adikku sendiri sejak tahun 2001, dengan bekerja sebagai penjahit kecil-kecilan di rumah. Ia membesarkan aku dan adikku dengan adil, bahkan aku dan adikku sering di manjakan olehnya sejak kecil aku dan adikku jarang disuruh mencuci baju, menyapu ataupun mencuci piring hingga kelas 6 SD, karena menurut ibuku usia TK dan SD masih usia anak untuk diprioritaskan menata kegiatan dan tidak boleh terlalu banyak kegiatan yang berat. Dan semua itu yang melakukan ibuku serta nenek dan tanteku. Karena aku hidup dirumah yang mempuyai banyak penghuninya, yaitu aku, adik, serta ibuku, tante dan om ku beserta kedua anaknya dan kedua kakek dan nenekku. Mereka selalu memprioritaskan kebersihan entah itu kebersihan rohani dan jasmani. Orang yang lingkungannya bersih dan keamanannya terjamin pasti tidak akn menjadi beban hidup dan penyakit pun juga dapat ternetralisir dengan menjaga kebersihan. Dan lokasi serta fasilitas yang diguakan di rumahku cukup terencana dan ditata dengan baik sehingga nyaman untuk ditempati dan mencegah terjadinya kecelakaan dalam kerja dan kmenjaga keselamatan dalam rumah. Selain itu lantai, penerangan, ventilasi, mesin-mesin (jahit), serta insalasi listrik pun ditata sedemikian rupa agar terasa aman dan nyaman untuk mecegah terjadinya kecelakaan dalam pendekatan keselamatan kerja yang lainnya (yaitu di lingkungan rumah)

Periode Balita

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, Orang tuaku bernama Rubani dan Binti Faizah

aku anak pertama dari pasangan Rubani dan Binti Faizah. Selama 3 tahun mereka menantikan datangnya anugrah dan titipan dari allah yang akan mereka rawat dan didik dengan baik. Akhirnya lahir juga aku pada tanggal 31 Desember 1994, tepat pada penutup tahun 1994, setelah adzan subuh berkumandang sekitar pukul 04.53 saat itulah aku dilahirkan dan pertama kalinya menghirup udara segar di dunia ini. Dan mereka memberi aku nama Alfita Nurochmah.

Sehari.. Seminggu.. Sebulan.. Setahun… Akhirnya aku tumbuh besar selayaknya perkembangan dan pertumbuhan anak-anak se usiaku. Ku dengar cerita dari saudara-saudaraku waktu kecil aku mempunyai kebiasaan suka menyanyi, menari dan yang paling aneh aku tidak suka pada anak yang usianya lebih muda dari aku. Mulai dari umur 2 tahun aku ikut kakak dari ibuku yang biasa aku panggil “pak puh” mengajar di salah satu SMP swasta yang ada di dekat rumahku. Lama-lama aku jadi ingin cepat sekolah lalu ingin memaksakan diri untuk cepat sekolah. Kelahiranku hingga menjelang sekolah TK

Periode TK

Akhrinya aku Berumur 3 tahun pertama kalinya saat ulang tahun ku dirayakan dirumah dan mengundang teman-teman sekitar. Pertama kalinya meniup lilin kecil di atas kue tar, dan setelah itu aku berbicara dengan ibu dan ayahku aku ingin didaftarkan sekolah TK keinginan ini muncul karena saya sering diajak sama om mengajar di SMP swasta di dekat rumah. Sebenarnya saya tidak diterima di sekolah TK tersebut. Karena sekolah tersebut termasuk sekolah favorit di sekitar kota Kediri, aku tidak diterima dengan alasan umur yang belum cukup untuk sekolah, berhubung salah satu keluargaku ada yang menjadi guru di yayasan tersebut. Setelah setahun disana akhirnya aku naik ke jenjang atau kelas yang lebih tinggi lagi yang biasa disebut “nol besar”. Dan disela-sela liburan kenaikkan kelas ada acara di sekolahku yaitu ulang tahun yayasan, karena aku sekolah di suatu yayasan yang banyak sekolah jadi banyak juga acara yang di adakan disana, di yayasan sekolahku ada sekolah mulai Play Group, T K, SD, SMP, SMK, MA bahkan ada TPQ dan pondok pesantren. Saat acara ulang tahun ini di adakan banyak lomba-lomba yang bisa di ikuti semua siswa yang bersekolah diyayasan tersebut. Se-usia ku diadakan lomba menggambar, menyanyi dan merangkai bunga. Kalau menggambar aku tidak suka karena aku juga tidak bisa menggambar, sedangkan menyanyi aku tau aku suka menyanyi meskipun dengan suara yang pas-pas an tapi aku pemalu, dan aku putuskan untuk mengikuti lomba yang cukup aneh menurutku saat itu karena baru pertama kalinya aku mendengar lomba itu. ibu yang mengajari ku merangkai bunga dan untuk tetap menjaga keselamatan dlam mengerjakan rangkaian bunga tersebut karena ada beberapa bunga yang berduri, dan ibu menyuruhku untuk lebih berhati-hati untuk menempelkan bunga itu dalam rangkaian yang sudah diajarkan ibuku beberapa hari yang lalu. Selama 3 hari aku belajar merangkai bunga dari ibuku dan akhirnya aku mulai terbiasa dan saat mengikuti lomba aku berhasil mendapatkan juara 3 meski bukan yang pertama aku tetap merasa bangga dengan hasil yang ku dapat ini.

Setelah liburan berakhir aku mulai lagi sekolah menghabiskan beberapa waktuku di sekolah dengan teman-teman dan guruku. Hingga akhirnya lulus dan diadakan acara perpisahan. Di acara perpisahan semua murid wajib menjadi pengisi acara itu semua melalui proses yang panjang tentunya karena ada 3 kelas yang berisi 50 siswa di setiap kelasnya. Saat ini aku akan mengisi acara tersebut dengan menari dan mars. Aku menari dengan 5 teman ku yang lain salah satunya adalah sahabat terbaikku. Namanya “Putri Rizqia” dia temanku sekaligus tetanggaku kita kemana-mana bersama hingga kita punya nama kecil yang hingga sekarang di lingkungan rumahku semua memanggil ku dan memanggilnya itu yaitu puput dan aku biasa di panggil pipit, tdak tahu dari mana awalnya yang jelas aku dan dia sering di panggil dengan nama itu padaha dengan nama asliku Alfita Nurochmah bisa berubah menjadi pipit. Dan satu lagi tetanggaku yang bernama “Äditya Rachman” dia juga di punya nama panggilan yang hampir mirip dengan kita yaitu didit. Kita sekolah bersama lulus bersama dan akhirnya kita menari yang sama pula di acara perpisahan TK kami “TK AL-HUDA”

dan setelah lulus TK pun aku mengikuti tes di SD dengan yayasan yang sama juga. Dan sekolah ini termasuk sekolah favorit ke-3 di kota Kediri dan Alhamdulillah aku diterima di kelas A.

Periode SD

Kelas satu aku menjalaninya dengan nyaman dan senang. Apalagi di saat aku kelas satu ibuku melahirkan adikku tepatnya pada tanggal 20 juni 2000 dia diberinama vira lutfiana seorang bayi kecil yang lucu dan menggemaskan. Setelah dia tumbuh hingga usia 1 tahun, dalam keluargaku terjadi konflik yang akhirnya ayah dan ibuku berpisah tepatnya saat aku duduk di bangku kelas 2 SD, sekecil ini aku dan adikku harus ditinggalkan oleh figur seorang ayah dan setelah kejadian itu aku benar-benar merasa frustasi aku merasa menjadi orang yang tidak berguna tanpa ayahku. Ibuku pun jatuh sakit hingga aku tak sanggup untuk melihat semua ini dan yang paling mengenaskan nilai rapor kenaikanku kelas 2 ke kelas tiga jatuh. Ini terjadi hingga aku kelas 6 SD aku tidak punya semangat belajar dan rasanya aku tidak punya semangat untuk hidup dari kelas 2 hingga kelas 6 SD nilaiku selalu merosot hingga beberapa kali ibuku dipanggil ke sekolah. Karena aku tidak pernah belajar dan tidak pernah mendengarkan saat aku berada di kelas. Buku-buku pelajaran banyak yang ketinggalan hingga dimarahi guru. Yang paling parah di setiap try out di kelas 5 an 6 aku tidak pernah lulus. Dan disela-sela kegalauanku ini ibuku mengajariku untuk berlenggak lenggok di cat walk dengan maksud ibuku ingin membuatku semangat dan kembali seperti selayaknya anak-anaka sekolah yang belajar, bermain, tanpa memikirkan masalah yang terjadi antara aku dan ayahku. Dan lama-lama aku merasa senang dengan hal ini beberapa prestasi aku raih di ajang fashion show. Namun,tidak untuk sekolah dan kehidupan sehari-hariku. Mungkin aku masih merasa kehilangan dan sakit hati karena ditinggal ayahku, aku merasa sama sekali tidak mempunyai semangat untuk hidup. Hingga menjelang unas ibuku menasehatiku dengan lembut dan mencoba memberi nasehat untukku untuk belajar karena nanti kalau tidak belajar aku tidak bisa lulus, ibu menasehatiku agar menjaga pola makan dan berpikiran yang positive  agar penyakit tidak mudah datang dan agar tidak strees karena  setelah itu aku mulai sedikit mau belajar dan aku bisa lulus UNAS.

Periode MTs

Alhamdulillah aku dapat lulus UNAS SD meskipun dengan nilai yang pas-pas an. Dan mulai hari itu aku setiap hari ingin menumbuhkan semangat pada diriku sendiri. Dan aku ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP/MTs aku ingin bersekolah diMTs Negeri 1 Kediri dengan alasan tempatnya lumayan jauh dari lingkungan rumahku dan teman-teman dari sekolah dasar jarang yang ingin meneruskan kesana.

Hari pertama aku sekolah disini diadakan penyuluahan untuk menjelang Masa Orientasi siswa, tak satu pun teman yang aku kenal disana dan setelah sholat dhuhur ada seorang gadis yang datang ke arahku dan menyalurkan tangannya kepadaku untuk berkenalan dengan ku, ternya ta dia sama tidak mempunyai teman disini karena dia dari luar kota. Dia bernama Aulia Rachma Putri. Kulihat dari penampilannya rapi, bersih dan kelihatannya semua dirawat dengan baik dan ia menjalankan pendekatan keselamatan kerja dengan cukup baik agar tetap bersih dan enak dipandang. Dan disekolah ini saya mencoba mengikuti organisasi di Mts ku, yaitu orgaisasi PMR (Palang Merah Remaja) dengan tujuan untuk memperoleh pengalaman, belajar berorganisasi, belajar mandiri, dan belajar menghargai orang lain. Seta yang paling diutamakan belajar tentang kesehatan baik itu mengobati sementara, merawat dan mencegah penyakit itu datang serta belajar untuk hidup sehat.

Sudah kita lewati bersama saat kelas 7 dan 8 dan naik kelas .Setahun masa-masa indah bersama teman-teman hingga UNAS tiba dan alhamdulillah kami lulus semua dan berpisah menuju sekolah ke jenjang yang lebih tinggi SMA/SMK tak ada satupun yang tetap bersama. Saya mempunyai tujuan ke SMK Negeri 1 Kediri di jurusan Gambar Bangunan, namun ibu tidak setuju saya bersekolah disana, karena sekoalah itu mayoritas bersiswa laki-laki kata ibuku keselamatan, keamanan serta biasanya kebersihanpun kurang terjamin di sekolah yang mayoritas laki-laki. Ibuku meyuruh untuk sekolah di SMK Negeri 3 Kediri (sekolah yang mayoritas siswanya perempuan).

Periode SMK

Akhirnya saya mau bersekolah disana di jurusan tata busana padahal aku tidak suka denngna tata busana. Namun bukan berarti saya tidak bisa menjahit, sejak SD saya sudah bisa menjahit meskipun hanya yang lurus-lurus,  baju-baju yang bolong, bed sekolah dan memasang resleting itupun juga belum rapi. Awal masuk di jurusan tata busana saya sama sekali tidak suka dengan hal ini yang harus menggambar dan menjahit karena saya tidak bisa menggambar, hal itu yang paling saya benci. Ternyata awal masuk di ajari menjahit dan ada tugas pertama saat itu sampai sekarang masih saya simpan karena saya sangat senang saat itu mendapat nilai terbaik di tugas yang pertama hari ke hari, minggu ke minggu saya menikmati sekolalh disini. Dan saya mengikuti organisasi yang sama di namun dijenjanng yang berbeda, dan Organisasi UKS (Unit Kesehatan Sekolah) di organisasi ini saya bertanggung jawab sebagai penanggung jawab obat-obatan, dalam UKS ini lebih lengkap dari pada PMR karena di UKS ini mempelajari lebih dalam tentang penyakit-penyakit yang timbul dalam diri manusia dan beberapa pencegahan ringan dapat ku pelajari disana, untuk lebih belajar menjaga diri dan mencegah penyakit tersebut datang.

Ada 3 jurusan di sekolahku, Tata Busana, Tata Boga, dan Kecantikan. Setiap jurusan mempunyai ruang praktik tersendiri dengan fasilitas yang cukup memadai. Aku siswi Jurusan Tata Busana, setiap muridnya dibekali ilmu tentang Busana baik menjahit, membuat pola dan menggambar busana, 1 ruangan berkapasitas 30 siswa dilengkapi dengan 20 mesin jahit manual, 2 mesin obras, 1 mesin rol blis dan beberapa mesin-mesin yang lainnya. Ruangan ini di desain cukup baik, posisi meja guru ditengah dekat papan tulis, didepannya meja-meja besar yang dapat digunakan untuk memotong dan di sebelah kanan kiri terdapat mesin-mesin jahit yang ditata rapi berurutan. Serta mesin obras dan mesin-mesin yang jarang digunakan di tata dibagian belakang bersama dress form dan ruang pas di pojok belakang. Tentu saja di sekolahku sangat memperhatikan keselamatan setiap penghuninya makanya di setiap ruangan disediakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun disekolahku juga pernah terjadi kebakaran akibat konslet pada arus listrik. Padahal sudah menyediakan APAR masih terjadi kebakaran, apalagi tidak disediakan?? Jadi tetaplah menjaga Keselamatan Kerjanya ya..

Saat kelas 3 saya dikirim ke Surabaya untuk mengikuti diklat, pilihan dikelasku ada 2 namun hanya ada 1 yang boleh ikut ke Surabaya, atas beberapa petimbangan dari guru-guru tata busana saya yang diberangkatkan ke Surabaya (UNESA) dengan teman berbeda kelas namanya yayan. Dengan uang saku 200ribu kita berangkat ke UNESA tanpa mengetahui tempatnya. Ternyata jumlah siswa yang ikut diklat disana cukup banyak sekitar 120 siswa smk se-jatim perwakilan dari sekolah masing-masing yang membuat aku terkejut ceweknya hanya 20 dan di jurusan tata busana saja, jadi saat itu di asrama rame sekali dan hanya ada 4 kamar cewek, yang lainnya cowok semua, 1 minggu saya berada disana bersama teman-teman berbagi ilmu, berbagi cerita dan berbagi pengalaman dari teman-teman di berbagai kota. Suasana di asrama ersebut rapi, bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Setelah itu ada pendaftaran SNMPTN undangan di perguruan tinggi dan di semester5 saya peringkat jatuh 1 dan akhirnya saya tidak boleh mengikuti SNMPTN undangan, hal ini membuatku down dan semangatku mulai luntur tapi semangatku di bangkitkan lagi karena saya terpilih menjadi salah satu calon peserta LKS (Lomba Kompetensi Siswa) di Surabaya,

Ada rasa menyesal sedikit  mengikuti lomba ini karena saya tidak jadi ikut bimbingan belajar di LBB untuk persiapan SNMPTN dan saya tidak diterima di SNMPTN tulis di UNESA, akhirya ada jalur SMPDS di Universitas Negeri malang, saya mengikutinya dan diterima di pilihan ke-2 D3 tata Busana, padahal saya ingin diterima di S1 Pendidikan Tata Busana, tidak apa-apa ternyata saya cukup enjoy di kelas ini dan mahasiswanya sedikit jadi  nyaman dan perhatian dosen menjadi lebih banyak. Semoga saya lulus tepat waktu dengan IPK yang memuaskan minimal sama dengan IPK semester 1. Aamiin.

Periode Mahasiswa

Aku sekarang sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Malang, otomatis aku jauh dari keluarga yang ada di Kediri, aku disini kos di daerah merjosari tepatnya Jalan Joyoraharjo 113 Malang kita kontrak 1 rumah bersama dengan teman-teman maba juga di UM namun beda jurusan ditempat tersebut kita merasa nyaman tempatnya tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi tempatnya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit dan keamanannya juga terjamin karena lingkungan sekitar juga baik, apalagi dekat dengan pondok-pondok jadi insyaallah mayoritas warganya juga baik dan ramah-ramah membuatku betah dan nyaman disana, hanya satu yang membuatku kurang nyaman karena keadaan rumah tersebut bertingkat dan tangganya cukup membahayakan bahkan awal-awal tidak jarang ada yang terbentur dan kepleset. Namun sekarang sudah tidak mungkin karena terbiasa.

Di semester 2 ini aku dan teman-teman sempat melakukan observasi tentang K3 di industri, kebetulan kami mendapatkan industri sablon (PT Ulung Jaya Makmur). Dan kami melakukan observasi di tempat tersebut ternyata K3 di industry sablon PT Ulung Jaya Makmur ini melakukan K3 hanya pada pemberian suplemen pada karyawan berupa susu seminggu sekali. Ini akan kami jadikan pengalaman dan tidak meniru hal tersebut apabila kita nantinya akan mendirikan industri.

Berikut adalah bukti dokumentasi yang bisa saya dapatkan di lingkungan sekitarku selama 18 tahun ini:Gambar

Gambar

foto bersama keluarga

GambarGambarGambarGambar

mesin jahit serta perlengkapannya yang ada di rumahku

Foto0158foto saat saya mengikuti Palang Merah Remaja

skm33 smk3

saat di smk negeri 3 terjadi kebakaran di kelas saya

421714_349537081800324_1143672685_n posisi tangga yang membahayakan.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-AlfitaNurochmah, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s