Tugas 4 Penerapan K3 di Industri

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  LATAR BELAKANG

Industri konveksi adalah suatu perusahaan yang menghasilkan pakaian jadi  pakaian wanita, pria, anak, pakaian olahraga, maupun pakaian-pakaian partai politik.Industri konveksi bisa di bilang perusahaan yang sedang karena tenaga kerjanya masih dibilang sedikit.

Umumnya, perusahaan-perusahaan konveksi mempergunakan bahan baku berupa tekstil dari bermacam-macam jenis, seperti katun, kaos, linen, polyester, rayon, dan bahan-bahan syntesis lain ataupun campuran dari jenis bahan-bahan tersebut.

Alat-alat yang biasanya digunakan di perusahaan konveksi adalah berupa mesin potong, mesin jahit, alat sablon, setrika, jarum jahit, kursi kerja, papan potong bahan, meja setrika dan meja pengepakan.

Bahan-bahan dan alat yang dipegunakan dalam mengelola industri konveksi dapat menjadi faktor penyebab terjadinya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat berpengaruh pada tingkat produktivitas. Alangkah baiknya jika kita bisa menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja sehingga dapat membantu tenaga kerja terhindar dari gangguan-gangguan pada lingkungan kerja.

1.2    RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana proses produksi dan identifikasi permasalahan?
  2. Bagaimana pemantauan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)?
  3. Bagaimana upaya pengetahuan rekayasa, pengendalaian dan penanggulangan?

1.3  TUJUAN MASALAH

  1. Mempelajari proses produksi dan identifikasi permasalahan.
  2. Memantau penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
  3. Mengupayakan pengetahuan rekayasa untuk mengendalikan dan menanggulangi gangguan serta bahaya dalam bekerja.

1.4 PROFIL INDUSRI

Nama perusahaan/industri       : De Ress collection

Alamat                                     : Jln. Jodipan Wetan Gang 3A, RT 6, RW 6

Kec Blimbing

No. Telpon                               : (0341) 321945

Pemilik                                     : Bapak Abdul Rokhim

Berdiri sejak                            : Tahun 2002

Produk yang diproduksi          : Kaos olahraga

Jumlah karyawan                     : 22 orang

–          Pemotongan                             : 3 orang

–          Sablon                                      : 7 orang

–          Obras & jahit                           : 10 orang

–          Paking                                      : 2 orang

Jam kerja  : 08.00 – 16.00 wib


 

BAB II

PROSES PRODUKSI DAN IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

 

2.1 Diagram Alir dan Uraian Proses Produksi

DSC03616

Gambar 2.1 Diagram alir produksi

Uraian proses produksi:

  1. Bahan baku dipasok dari agen kemudian diangkut menggunakan alat transportasi menuju tempat penyimpanan barang.
  2. Bahan baku tekstil ditata sedemikian rupa pada rak penyimpanan agar tidak membahayakan.
  3. Setelah dari gudang, bahan baku akan melalui proses penjiplakan pola dan pemotongan. Bahan digelar di atas papan potong, setelah itu digambar sesuai dengan pola karton yang sudah disiapkan. Setelah semua pola selesai dijiplak, bahan tekstil dipotong sesuai dengan bentuk pola menggunakan mesin pemotong kain.
  4. Setelah bahan menjadi potongan-potongan pola, bagian-bagian yang memerlukan sablon akan masuk ke bagian penyablonan. Pada proses ini terlebih dahulu gambarnya akan didesain di komputer kemudian disablon secara printing ataupun secara manual.
  5. Setelah melalui proses penyablonan potongan-potongan bahan tersebut akan diobras sekaligus dijahit menggunakan mesin obras jahit benang 4, dikelim dengan mesin jahit kelim, dan juga dipasangkan over deck pada bagian garis lehernya.

  1. Setelah pakaian selesai dijahit, pakaian akan melewati proses finishing yaitu buang benang.
  2. Pakaian jadi yang telah selesai dijahit dan telah melalui proses buang benang akan dicek kelayakannya dengan cara quality control yang dilakukan oleh pimpinan industri sendiri.
  3. Pakaian yang lolos quality control akan dikemas dalam plastik kemasan.
  4. Pakaian yang telah dikemas akan diangkut dengan alat transportasi untuk didistribusikan.

2.2 Identifikasi Permasalahan

            2.2.1    Faktor Lingkungan Kerja

1. Proses pemasokan barang    : Polusi udara, cuaca.

2. Gudang Bahan                     : Penerangan, iklim kerja, debu.

3. Pemotongan bahan              : Penerangan, iklim kerja, debu.

4. Sablon                                 : Penerangan, iklim kerja, bahan kimia, uap

5. Menjahit                              : Penerangan, iklim kerja, kebisingan, getaran, debu.

6. Finishing                              : Penerangan, iklim kerja, debu.

7. Quality control                     : Penerangan, iklim kerja, debu.

8. packing                                : Penerangan, iklim kerja, debu.

9. Proses distribusi                   : Polusi udara, cuaca.

2.2.2    Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja

Dalam setiap pekerjaan atau yang kita lakukan setiap hari tidaklah luput dari potensi bahaya kecelakaan kerja baik dalam pekerjaan rumah ataupun dunia industri. Namun yang potensi bahaya kecelakaan kerjanya lebih besar ialah pada dunia industri.

Potensi bahaya kecelakaan kerja sesuai dengan urutan proses produksi pada proses produksi di industri De Ress Collection yang menghasilkan produk kaos olah raga ini diantaranya yaitu, pada proses pemasokan barang potensi bahaya kecelakaan kerjanya pada kecelakaan lalu lintas. Pada gudang potensi bahaya kecelakaan kerjanya adalah bahaya kebakaran, karena bahan tekstil sangat mudah terbakar. Pada proses pemotongan potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat ditimbulkan adalah jari atau tangan terpotong, tersengat arus listrik, dan kebakaran akibat konsleting arus listrik. Pada proses sablon potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat terjadi adalah tangan terkena bahan kimia, gangguan pernafasan, gangguan penglihatan akibat kelelahan bekerja pada komputer, tangan terkena strika, dan tersengat arus listrik. Pada proses menjahit potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat terjadi adalah jari terkena jarum, tersengat arus listrik, kebakaran, dan jari tergunting. Pada proses finishing potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat terjadi adalah kain tergunting dan jari tangan tergunting. Pada proses packing potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat terjadi adalah tergores dan bahaya kejatuhan barang. Dan bagian akhir yaitu pada proses distribusi potensi bahaya kecelakaan kerja yang dapat terjadi adalah kecelakaan lalu lintas.

Setiap pekerjaan pasti memiliki potensi bahaya kecelakaan kerja, namun sebelum terjadinya kecelakaan kerja atau untuk menghidari terjadinya kecelakaan kerja, hendaklah hati-hati dalam melakukan pekerjaan agar supaya kita terhindar dari kecelakaan kerja yang tidak kita inginkan.

2.2.3        Keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja

Keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja ini diantaranya yaitu, pada proses pemasokan barang sesuai dengan kendaraan dan alat pengaman. Pemotongan sesuai dengan ukuran papan potong, posisi duduk, sikap dalam bekerja dan cara kerja serta sistem kerja. Sablon juga sesuai dengan komputer dan alat samblonnya. Pada bagian proses produksi menjahit, untuk ukuran baju kerjanya tidak sesuai karena para pekerjanya tidak menggunakan pakaian kerja yang telah di sediakan namun untuk kursi duduk, sikap kerja, cara kerja dan sistem kerja sesuai dengan keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja. Pada packing juga sesuai dengan kegiatan angkat dan junjung, sikap, dan ruang gerak. Dan bagian akhir yaitu proses distribusi untuk kendaraan dan alat pengamannya sudah sangat sesuai.

2.2.4        Faktor Manusia

Tenaga kerja tidak melakukan keselamatan-keselamatan k3, tidak menggunakan alat proteksi yang telah disediakan, dan mempunyai naluri cara kerja sehat.


 

BAB III

PEMANTAUAN

 

3.1 Faktor Teknis

      3.1.1 Sarana dan Peralatan Kerja

.               Penyimpanan bahan baku di gudang menggunakan rak penyimpanan, Penjiplakan pola di atas bahan dan proses pemotongan dengan kapur jahit, alat potong listrik, papan potong, dan pemberat, proses obras dan jahit menggunakan mesin obras jait benang 4, mesin jahit kelim, mesin jahit over deck dan gunting

3.2 Faktor Manusia

      3.2.1 Kesehatan Tenaga Kerja

Tidak dilaksanakan pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, tidak dilaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala, dan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan khusus. Di tempat industri yang kami observasi, hanya ada alat-alat P3K yang disediakan sebagai langkah pertolongan awal yang diberikan kepada para pekerja apabila ada yang mengalami kecelakaan dalam bekerja.

3.2.2 Kesesuaian Sikap, Cara dan Sistem Kerja

Sikap dan sistem dalam kerja juga di perbolehkan untuk komunikasi dengan sesama pekerja dengan waktu yang terbatas. Cara kerja angkut dan angkat yaitu, memegang dengan tepat, lengan berada dekat dengan badan dalam posisi lurus, punggung dalam posisi lurus, posisi kaki tepat dalam menopang tubuh, beban dekat dengan garis vertikal yang melalui pusat gravitasi tubuh.

BAB IV

UPAYA PENGETAHUAN, REKAYASA PENGENDALIAN DAN PENANGGULAN

 

4.1 Rekayasa Teknologi Pengendalian

4.1.1    Lingkungan Kerja

Dalam lingkuan kerja ada bermacam-macam faktor gangguan yang diantaranya yaitu :

  1. Penerangan pada ruangan kerja yang kurang mendukung atau kurang terang hingga dipasanglah lampu sesuai dengan kebutuhan.
  2. Iklim kerja pada ruang kerja yang kurang dapat mengakibatkan pekerja tidak betah, hingga dipasanglah kipas angin atau dengan menambah ventilasi udara.
  3. Kebisingan yang disebabkan oleh alat atau mesin perlau dilakukan perawatan secara rutin dengan memberikan pelumas pada bagian-bagian yang sering mengalami gesekan, dan pengaturan jam kerja selama 8 jam perhari, serta pemarangan alat proteksi atau pelindung telinga.
  4. Getaran yang disebabkan oleh mesin juga perludi perhatikan dengan melakukan perawatan secara rutin ataupun berkala dan juga mengurangi waktu kerja.

4.1.2        Keselamatan Kerja

Setiap melakukan pekerjaan dalam sebuah indutri hendaklah menggunakan alat keselamatan kerja karena kecelakaan kerja tidak dapat kita ketahui kapan akan terjadi kecelakaan kerja. Ada beberapa faktor bahaya kecelakaan kerja beserta pengendalian dan pencegahannya yang diantaranya pada industri De Ress Collection adalah sebagai berikut:

  1. Kebakaran, industri ini tidak dapat mengendalikannya karena tidak menyediakan alat pemadam kebakaran.
  2. Terkena jarum jahit, tenaga kerja atau pekerja di industri ini sangat hati-hati tapi tidak menggunakan bidal.
  3. Jari atau tangan terpotong alat pemotong kain, tenaga kerja atau pekerja di industri ini sangat hati-hati karna tidak menggunakan mesin potong yang dilengkapi dengan pelindung didepannya.
  4. Kecelakaan lalu lintas, tenaga kerja atau pekerja di industri ini pada bagain pengiriman barang sangat memperhatikan alat keselamatan kerja baik yang menggunakan sepeda motor maupun yang menggunakan mobil dan juga selalu mematuhi tambu-rambu lalu lintas.

4.1.3        Penerapan Ergonomi

Kriteria penerapan ergonomi yang sesuai dan tidak sesuai pada beberapa objek dalam industri De Ress Collection ini adalah sebagai berikut :

  1. Tempat duduk dengan kriteria sesuai yaitu tinggi tempat duduk, panjang alas duduk, lebar tempat duduk, dan sudut alas duduk, sedangkan yang tidak sesuai kriteria yaitu sandaran pinggang dan sandaran tangan.
  2. Meja kerja yang digunakan disana sesuai kriteria diantaranya yaitu mulai dari tinggi meja, tebal daun meja, permukaan meja, dan lebar meja.

4.2 Pencegahan dan Penanggulan Dari Aspek Manusia

       4.2.1    Penyakit Akibat Kerja

Beberapa aspek penyakit akibat kerja yang terdapat di industri beserta bentuk pencegahannya adalah sebagai berikut :

Beberapa penyakit akibat kerja yang terdapat pada industri De Ress Collection dan bentuk pencegahannya atau penanggulangannya serta yang dapat dicegah dan yang tidak dapat dicegah

  1. Penyakit akibat kerja, yang dapat di cegah yaitu melaksanakan peningkatan derajat kesehatan tenaga kerja dengan kesehatan kiratif, proporsional, dan rehabilitatif. Sedangkan yang tidak dapat dicegah atau tercegah yaitu mengevaluasi hasil pemeriksaan kesehatan berkala dan khusus secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu, dan juga pada peningkatan kebersihan perorangan dan membiasakan cara hidup sehat.
  2. Sikap dan sistem kerja yang dapat dicegah yaitu komunikasi dengan sesama pekerja (dengan waktu yang terbatas) dan yang tidak yaitu rotasi kerja.

       4.2.2. Sikap dan Sistem Kerja

                  Sikap dan sistem dalam kerja juga di perbolehkan untuk komunikasi dengan sesama pekerja dengan waktu yang terbatas. Cara kerja angkut dan angkat yaitu, memegang dengan tepat, lengan berada dekat dengan badan dalam posisi lurus, punggung dalam posisi lurus, posisi kaki tepat dalam menopang tubuh, beban dekat dengan garis vertikal yang melalui pusat gravitasi tubuh.


 

BAB V

PENUTUP

 

5.1 KESIMPULAN

Pihak manajemen dan tenaga kerja nampaknya belum memiliki pengetahuan yang dalam tentang kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan produksi banyak aspek-aspek yang kurang sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk mencapai kesehatan dan keselamatan kerja, contohnya seperti minimnya kesadaran untuk menggunakan alat pelindung diri.

5.2  SARAN

Pemerintah diharapkan memberikan sosialisasi yang lebih kepada pihak industri mengenai pentingnya K3 untuk dilaksanakan. Sosialisasi tersebut bisa melalui media cetak maupun elektronik agar tingkat kesadaran akan pentingnya melaksanakan K3 semakin meningkat.

Pihak manajemen sebaiknya tidak hanya menganjurkan namun mewajibkan kepada karyawannya untuk bisa menerapkan K3, sebab hal itu demi terwujudnya keselamatan kerja para karyawannya sehingga tingkat produktivitas perusaan juga turut meningkat.

Para pekerja sebaiknya mulai membiasakan diri untuk mematuhi aturan-aturan K3 demi kesehatan dan keselamatan kerja dirinya sendiri.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-NurulHikmah, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s