Tugas 2 Plus-minus Laboratorium TI UM

Gambar

Plus-minus Fasilitas Laboratorium TI Tata Busana UM

          Universitas Negeri Malang merupakan salah satu dari tiga Universitas Negeri di Malang. Universitas Negeri Malang atau UM merupakan PTN yang teletak di Kota Malang dan Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Universitas yang sebelumnya bernama IKIP Malang ini memiliki Sembilan Fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FPPsi), dan Program Pascasarjana (PPs). Fakultas yang sedang saya tempati yaitu Fakultas Teknik di Jurusan Teknologi Industri. Jurusan Teknologi Industri memiliki dua Prodi yaitu Prodi Tata Busana dan Tata Boga. di PTN Malang, hanya di Universitas Negeri Malang saja kita bisa menjumpai jurusan Tata Busana dan Tata Boga.

Di Universitas Negeri Malang saya memilih Fakultas Teknik Jurusan Teknologi Industri Prodi D3 Tata Busana. Jurusan Teknologi Industri memiliki beberapa ruang Laboratorium yang bertempat digedung G5, G6, dan H4. Laboratorium yang berada digedung G5 diantaranya yaitu Laboratorium Desain satu ruang, Laboratorium Bordir dan Jahit, Laboratorium Komputer yang terdiri dari satu ruang. Laboratorium yang berada digedung G6 diantaranya yaitu Laboratorium Boga satu ruang, Laboratorium Jahit terdiri dari dua ruangan. Sedangkan di H4 terdiri beberapa ruangan Laboratorium Boga, satu ruang resto yang diberinama Café Warna, dan satu ruang Laboratorium Rias.

Sering sekali saya menjumpai beberapa mahasiswa Teknologi Industri khususnya mahasiswa Tata Busana yang sedan mendisain dan menggunakan busana-busana yang bagus. Lebih sering lagi saya melihat beberapa Mahasiswa sedang memproduksi busana. Namun apabila kita amati bagaimana cara cara mereka membuatnya? Tentu jawabannya adalah mereka telah mendapatkan ilmu dari Dosen-dosen yang telah mengajarinya dan pasti karena sarana dan prasarana Laboratorium diIndustri. Laboratorium merupakan salah satu factor penting kita ketika kita menimba ilmu di UM. Bisa dibayangkan jika kita mendapatkan ilmu namun kita tidak bisa mempraktekkannya. Tentunya diLaboratorium kita tercinta ini memiliki kekurangan dan kelebihan dalam fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia maupun belum tersedia. Disini saya telah mewawancarai beberapa Mahasiswa Alumni D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang Lulusan 2009-2012.

Laboratorium (Lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim, 2007). Sementara menurut Emha (2002), laboratorium diartikan sebagai suatu tempat untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan biologi atau bidang ilmu lain.
Pengertian lain menurut Sukarso (2005), laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan lain-lain.
Berdasarkan definisi tersebut, laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.

Menurut Dewi Kartina D3 Lulus Tahun 2010, pada Laboratorium Teknologi Industri khususnya pada mesin-mesin jahitnya ada yang kurang layak untuk digunakan praktek ini dikarenakan seringnya mesin-mesin tersebut kita gunakan dan bergantian dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Selain itu usia mesin tersebut sudan tua dan  memang harus diperbaiki ulang, sehingga ketika ada mata kuliah praktek lagi mesin akan berada pada keadaan baik sesuai dengan yang kita inginkan. Sedangkan didalam Laboratorium desain masih terdapat kekurangan seperti meja. Meja diLaboratorium desain secara ukuran sudah memenuhi syarat namun jumlah meja masih kurang jika ditempati oleh mahasiswa yang jumlah kuotanya banyak seperti Mahasiswa S1.  Jadi masih ada beberapa mahasiswa yang apabila mendapat jadwal mata kuliah desain harus duduk berdempetan antara satu dengan yang lain. Masih dalam Laboratorium desain, masih terdapat kekurangan pada dressform yang tersedia. Dressform yang ada di laboratorium desain masih kurang sehingga terkadang satu dressfoam harus digunakan oleh dua sampai tiga Mahasiswa. Ini sangat berpengaruh pada kecepatan proses praktik. Selain itu pita-pita tanda dressfoam banyak yang harus diganti, karena ketika pita-pita itu sudah terlalu lama, sehingga apabila pita dressfoam banyak yang lepas dan rusak maka hal itu akan menyulitkan mahasiswa ketika mata kuliah draping atau ketika fitting busana, pada kasus dressfoam ini harusnya ada kesadaran dari pihak mahasiswa itu sendiri untuk memperbaiki pita-pita yang telah rusak agar mata kuliah yang akan datang tidak akan terjadi kesulitan.

Menurut Muryati S.P. Alumni D3 Tata Busana Lulusan Tahun 2011 Universitas Negeri Malang Laboratorium Tata Busana sudah cukup enak dan mudah dalam meminjam alat-alat jahit, serta pelayanan fasilitas lainya oleh laboran sudah dipermudah, tidak berbelit-belit dalam peminjaman barang. Sedangkan Laboratorium Desain yang berada diruang G5 sudah cukup luas dan tidak terlalu sempit untuk praktik mahasiswa D3 Busana, namun hal ini masih kurang jika Laboratorium diruang G5 digunakan oleh Mahasiswa S1 karena jumlah mahasiswa S1 lebih banyak daripada jumlah mahasiswa D3. Namun kekurangan yang lain terdapat pada Laboratorium Bordir dan jahit yaitu posisi antara mesin jahit yang satu dengan mesin jahit yang lain saling berdempetan sehingga sangat memungkinkan akan terjadi kecelakaan kerja oleh mahasiswa ketika akan sedang praktik menjahit selain itu meja potong di Laboratorium jahit jaraknya berdempetan dengan meja potong jahit yang lain sehingga bangku harus digeser ketika ada orang lewat. Kekurangan yang lain untuk sekarang ini Laboratorium Industri sering tidak difungsikan karena jumlah Volt aliran listriknya masih berbagi dengan Laboratorium Boga, sehingga jika mesin industry dijalankan semua akan menyebabkan konsleting listrik dan membuat aliran listrik padam. Jumlah setrika yang ada di Laboratorium jahit juga kurang sehingga apabila ada mahasiswa praktek maka harus bergantian yang akan menimbulkan antrian panjang bagi yang ingin menggunakannya, tidak hanya setrika tempat setrika juga sangat kurang dikarenakan fungsi dari setrika dan mejanya itu sendiri cukup berperan penting dalam proses penjahitan maupun hasil akhir.

Pada tahun 2009 Penggaris pola sudah cukup banyak di Laboratorium sehingga mahasiswa tidak perlu membawa penggaris pola jauh-jauh dari kost maupun dari rumah mereka. Saya cukup senang dan puas dengan peraturan yang digunakan di Laboratorium Teknologi Industri terutama di Prodi Tata Busana, peraturannya yaitu dilarang untuk makan dan minum didalam Laboratorium. Menurut narasumber itu sangat bagus, karena ketika nanti ada mahasiswa yang makan atau minum didalam Laboratorium itu akan membuat Laboratorium itu menjadi kotor. hal ini juga tidak baik dilalukan, karena jika dilakukan kondisi labolatorium menjadi tidak kondusif dan tidak kotor dan tidak menimbulkan lalat yang bergerumbul yang dapat mengganggu aktifitas kita. Bahkan apabila air minum itu tumpah di Laboratorium dikawatirkan akan terkena kabel listrik atau saluran listrik yang ada di laboratorium itu akan menyebabkan terjadinya konsleting listrik. Dalam hal labeling atau tempat pemberian nama pada tugas-tugas yang akan di kumpulkan sudah disediakan oleh pihak universitas sehingga kita para mahasiswa tidak perlu membuat nama lagi untuk dipasangkan dalam tugas, serta disediakannya plastik untuk mengemas tugas dan diberi label nama masing-masing mahasiswa yang mwngumpulkan tugas.

Kurangnya persiapan bahan-bahan pelapis seperti viselindan m32 masih sering kali menjadi keluhan para mahasiswa, karena bahan yang diberikan sering kali tidak sesuai dengan bahan yang kita kerjakan, hal ini menimbulkan mahasiswa menunda pekerjaannya untuk membeli bahan-bahan pelapis yang dibutuhkan. Terkadang fasilitas jahit seperti toko Neckline jarang dibuka sehingga itu lebih sekali menyulitkan mahasiswa jika akan praktek. Untuk ruangan baru yang di G6 terlalu sempit dan lagi terlalu banyaknya tiang juga dapat mengganggu jalannya aktifitas para mahasiswa dan merasa dalam pergerakannya kurang leluasa, selain itu juga kondisi labolatorium juga tidak tertata dengan rapi, itu kemungkinan dikarenakan kondisi labolatorium yang baru saja selesai dipindah. Jumlah mesin yang ada juga tidak sebanding dengan banyaknya jumlah mahasiswanya, serta mesin-mesinya juga banyak yang tidak dapat digunakan serta kondisi mesin juga tidak selalu dalam kondisi standart, ini yang menimbulkan banyaknya mahasiswa yang membawa mesin jahit sendiri dikarenakan tidak perlu menyetel ulang mesin mereka dalam posisi standart, karena kebanyakan mahasisiwa di tata busana itu dari Sekolah Menengah Atas, jadi mereka sedikit kesulitan jikalau harus menyetel ulang apada mesin-mesin mereka. dalam keselamatan kerja di laboratorium tata busana sudah cukup memadai, dengan  adanya kotak P3k, dan APAR di dalam Laboratorium. Sedangkan celemek yang digunakan mahasiswa dalam bekerja juga bermanfaat untuk menjaga kebersihan baju yang kita gunakan, hanya saja belum diterapkan secara keseluruhan  penggunaan masker sebab dalam proses menjahit sendiri banyak debu dari kain-kain. Sehingga dapat mengakibatkan batuk mau pun sesak nafas. Selain itu demi keselamatan kerja pula sebaiknya tidak menggunakan wedges atau pun hels dalam menjahit sebaik selain membuat kita susah bergerak dalam beraktifitas saat menjahit dapat terpeleset atau oun jadi cepat lelah. Keselamatan kerja sendiri tergantung pada tiap indivudu, apa bila ia sadar dan bisa menggunakan fasilitas di laboratorium dengan baik maka kecelakaan pada saat bekerja dapat dihindari. Mematuhi setiap peraturan yang ada dilaboratorium juga sangat menunjang keselamatan kerja. Pada dasarnya semua fasilitas yang telah tersedia sudah cukup baik hanya saja factor dari individu yang kurang menyadari dan memahami jika APd itu sendiri sangat penting. Tingkat kecerobohan juga dapat membuat kita mengalami kecelakan saat bekerja. Semua kembali pada individu masing-masing. Dari pihak laboratorium pun sudah diberi arahan atau petunjuk pada saat bekerja. Fungsinya untuk mengurangi kecelakan dalam bekerja. Kesadaran dari tiap inividulah yang sangat di butuhkan.

Menurut Weny Emelia Masitoh Alumni D3 Tahun 2012 mengatakan bahwa perlengkapan P3K juga telah ada disediakan oleh fakultas yang telah dikelola oleh laboran. Saat praktek dalam ruang laboratorium teknologi industry narasumber beserta teman-teman yang lainnya dianjurkan untuk memakai celemek yang telah disediakan oleh kampus. Celemek ini digunakan untuk melindungi diri saat bekerja diruang praktek. Namun ini kadang diabaikan oleh mahasiswa sehingga mereka memakainya bukan dengan kesadaran melaikan karena keterpaksaan. Selain itu kurangnya peraturan yang tegas dalam penggunaan masker ketika praktik, karena masker merupakan salah satu Alat Pelindung Diri yang sangat dibutuhkan ketika mahasiswa Tata Busana mulai menjalani praktik menjahit, border, potong, dan sebagainya. Tata letak ruang ketika narasumber masih menjadi mahasiswi Universitas Negeri Malang, juga sama dengan seperti sekarang ini. mesin di tata berderet kebelakang dengan rapi kemudian setiap sudut di berikan pencahayaan yang memadai, serta dalam ruang praktek disediakan kipas angin, sehingga dalam ruang praktek tidak terasa panas atau kegerahan. Setiap menjahitsemua jendela yang ada dibuka denga tujuan agar sirkulasi udara dapat keluar masuk dengan baik. Papan setrika serta setrika berada di depan berderet. Tata letak kabel listrik juga telah diatur menggantung diatas sehingga tidak akan membuat orang yang berjalan menjadi tersandung kabel listrik tersebut, kemudian meja potong berada di tengah-tengan dari mesin-mesin jahit yang berderet tersebut. Tingkat keergonomisan telah diterapkan yaitu dengan pemberian kursi yang ada busanya serta ada sandaran belakangnya, gunanya yaitu agar ketika praktek saat merasa lelah bisa bersandar di kursi kemudian gunanya diberikan busa yaitu agar pantat tidak lelah ketika bekerja.

Segala sesuatu yang berada pada lingkungan Teknologi Industri merupakan milik kita bersama, maka dari itu sebisa mungkin harus kita jaga dan kita kembangkan. Hendaknya kita sebagai warga Teknologi Industri harus menjaga akan kenyamanan, kebersihan dan kerapian yang ada di lingkungan Teknologi Industri. Dalam proses belajar mengajar diperlukan berbagai peralatan yang memadai untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini alat di Laboratorium mempunyai peranan yang sangat penting bahkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan proses belajar mengajar. Maka dari itu sebagai warga Teknologi Industri kita harus berusaha membuat Teknologi Industri ini menjadi lebih baik lagi.

Beberapa Dokumentasi Laboratorium TI Tata Busana UM:

GambarGambarGambarGambar

Gambar

Foto5774

Profil Narasumber:

Nama                    : Dewi Kartina

TTL                       : Mataram, 22 November 1987

Angkatan/Lulus     : 2007/2010

Asal Sekolah         : SMKN 4 Mataram

Alamat                   : Jl. Ciamis 16-17 Taman Indah Mataram

Nama                    : Muryati S.P.

TTL                      : Pasuruan, 12 Februari 1990

Angkatan/Lulus     : 2008/2011

Asal Sekolah         : SMKN 3 Malang

Alamat                   : Jl. Cisedani No.3 Tembok Indah Pasuruan

Nama                    : Weny Amelia Masitoh

TTL                       : Bontang-Kaltim, 22 Oktober 1991

Angkatan/Lulus     : 2009/2012

Asal Sekolah         : SMAN 1 Bontang-Kaltim

Alamat                   : Jl. Mulawarman Gg. Arumbia Bontang-Kaltim

Rujukan:

http://wanmustafa.wordpress.com/2011/06/12/pengertian-dan-fungsi-laboratorium

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-AshfiyahIkaFirdaus, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s