D3BusOffA2012-Enno Evitasari

SEPENGGAL CERITA SELAMA 19 TAHUN DI KAMPUNG HALAMAN

 

            Pada tanggal 24 Januari 1994 yang tepatnya pada hari senin pon menurut tanggalan jawa lahirlah seorang bayi perempuan dengan  berat 3,8 ons dan tinggi 50 cm yang diberi nama Enno Evitasari dengan nama panggilan Enno. Saya dilahirkan dari pasangan ibu Tulilik Atmiati dan Bapak Agus Sutikno Hadi Wibowo. Ibu melahirkan saya di Desa Clumprit dengan dibantu seorang Bidan yang bernama Esti. Saya terlahir dengan kulit kuning langsat dan berbadan gemuk dan semua orang mencubit-cubit pipi saya saat bayi saking gemesnya (ucap Ibu). Saya merupakan anak tunggal dari keluarga saya.

 GambarGambar

 

Gambar

Kini kami tinggal di Jalan Raya Clumprit RT 09/02 Kecamatan pagelaran Kabupaten Malang. Ayah saya seorang Guru Swasta yang bertempat di Desa Clumprit yaitu SMP (SEKOLAH MENENGAH PERTAMA)-SMA Dharma Wanita 03, sedangkan Ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Saya tumbuh sebagai balita yang aktif  hingga berkembang menjadi anak ceria dan cerewet. Hobi saya bersepeda dan berenang, sejak kecil saya berumur 5 tahun setiap pagi selalu bersepeda keliling kampung bersama teman-teman, selain itu saya dilatih bapak untuk berenang dan akhirnya saya diajak rekreasi disuatu tempat wisata yang ada di Batu-Malang yaitu Taman Rekreasi Sengkaling. Sejak umur 5 tahun saya ditinggal oleh ibu saya merantau ke Negara Korea Selatan untuk bekerja disuatu perusahaan swasta yang ada di Negara Korsel.

            Kenangan yang paling berkesan dan masih saya ingat hingga sekarang ialah ketika saya menginjak bangku TK (Taman Kanak-Kanak). Pada saat itu saya bersekolah di TK (Taman Kanak-Kanak) Dharma Wanita yang berada di Desa Clumprit. Pada saat pembelajaran berlangsung, saya tertidur pulas didalam kelas akhirnya guru dan teman saya membangunkan saya hingga akhirnya saya terbangun dengan terkejut dan teman-teman saya semuanya sekelas tertawa dengan melihat saya. Setelah itu pada saat menjelang pulang saya ditugaskan “besok untuk enno harus membawa bantal”(ucap Bu Guru), lalu dengan masih lugunya saya, saya menuruti kata-kata Ibu Guru. Lalu sampai dari rumah, saya bilang kepada orang tua saya bahwa besok disuruh Bu Guru membawa bantal ke sekolah, lalu Bapak bertanya kepada saya “Ada acara apa kok disuruh membawa bantal?,”Dan esok harinya saya membawa tugas dari Bu Guru tanpa rasa malu diketawain teman-teman saya, dan anehnya dari 26 siswa tidak ada yang membawa bantal pada saat berangkat ke sekolah dan cuma saya saja yang membawa sebuah bantal. Dan pada saat itulah saya merasa malu pada teman-teman saya. Bel masuk sudah mulai bunyi, saya ragu-ragu untuk masuk kelas karena saya takut dimarahi bu.guru sehingga saya memberanikan diri untuk masuk kedalam kelas untuk belajar. Pada saat itu bu.guru menanyakan kepada saya mengenai “barang apa yang  disuruh ibu bawa kemaren?”saya menjawab dengan jujur dan masih lugunya jawaban yang sangat polos yaitu ”iya bu,saya membawa bantal” (sambil menunjukkan sebuah bantal tersebut kepada bu.guru). Kemudian bu.guru bilang kepada saya, “nanti kalau misalnya enno ngantuk, bantalnya dipakek  untuk tidur ya”, dan saya pun malu dan senyum kepada bu.guru setelah bu,guru bicara seperti itu dan diikuti teman-teman saya sekelas tertawa dengan serentak atau bersamaan. Rasa malu yang tak terbendung, sesudah itu pembelajaran dimulai seperti biasa ruang kelas sudah mulai sunyi dan tidak ribut lagi seperti semula. Itulah sepenggal cerita saya pada masa TK (Taman Kanak-Kanak).

Gambar

Gambar

Pada tahun 2000, saya baru menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN  Clumprit 03 (Impres). Saya mulai mengenal lingkungan,guru,teman baru, pertama masuk kelas 1 semua guru-guru SD (Sekolah Dasar) memperkenalkan identitasnya masing-masing dengan ramah dan membuat saya kagum pertama kali masuk SD (Sekolah Dasar). Guru-gurunya selain baik juga ramah dan tidak pilih kasih kepada anak didiknya, sungguh mulianya menjadi seorang guru itu. Melihat itu semua saya berkeinginan mempunyai cita-cita menjadi seorang guru atau dosen. Tetapi semua cita-cita harus dimulai dengan usaha dimana kita juga harus berkorban demi meraih cita-cita yang kita inginkan.

Pengalaman saya di SD (Sekolah Dasar) yaitu mengikuti suatu ekstrakurikuler pramuka, saya mengikuti ekstra ini pada saat dibangku kelas 4 SD (Sekolah Dasar) yang sangat menantang saya untuk maju terus pantang mundur. Ekstrakurikuler pramuka ini sangat bermanfaat bagi saya dan menjadikan saya lebih tegas dan bertanggungjawab sebagai seorang siswa. Dengan penuh semangat ekstrakurikuler pramuka di SDN Clumprit 03 mengadakan kegiatan perkemahan disuatu tempat dimana nanti akan bertemu dengan gudep (gugus depan) lain atau dari berbagai sekolah SD (Sekolah Dasar) yang ada di wilayah kabupaten Malang. Pada saat kegiatan dilaksanakan, suasana di sekolah menjadi seperti pasar malam ada yang bejualan kaki lima disepanjang jalan dan yang sangat ramai dikunjungi para pendatang dari berbagai gudep (gugus depan) dari SD wilayah kota Malang.

Di bumi perkemahan ini juga diselenggarakan pentas seni yang masing-masing gudep (gugus depan) atau perwakilan gudep dari SD se Malang Raya wajib mengikuti pentas seni tersebut. Pentas seni tersebut diantaranya menyelenggarakan lomba Tarian khas Jawa Timur, lomba karaoke, lomba dance, lomba menghafal simapor dan lomba qiro’ah. Suasana perkemahan semakin ramai dan mulai banyak penonton yang berdatangan ke perkemahan selain itu acara pentas seni begitu megah dan meriah dengan disambut berbagai juri yang akan menilai atau mengomentari kegiatan lomba pentas seni yang ditampilkan  yang dilaksanakan di SDN Clumprit 03 Pagelaran-Malang. Acara pentas seni ini berakhir di jam 23.30, setelah itu beristirahat terlebih dahulu selama dua jam setengah untuk persiapan kegiatan jelajah malam yang begitu menantang dan ekstrim bagi saya dan teman-teman. Jam menunjukkan pukul 01.30 waktunya untuk mempersiapkan diri untuk jelajah malam, mata tidak bisa diajak untuk segera bangun dari tempat tidur dari saking banyaknya kegiatan mulai bangun pagi sampai tidur kembali sehingga badan ini terasa pegal-pegal dan akhirnya susah terbangun dari tempat tidur. Dan akhirnya saya dibangunin oleh teman-teman saya yang sudah siap untuk berangkat sedangkan saya masih belum ada persiapan  sama sekali, akhirnya saya langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan anggota tubuh dengan hitungan menit. Setelah itu saya langsung menyusul kelompok saya yang sudah mengikuti apel untuk pemberangkatan kegiatan jelajah malam.

 Jelajah malam yang merupakan kegiatan ekstrakrikuler pramuka ini sungguh menantang yang bersifat uji nyali, apalagi saya orangnya penakut jadi kegiatan ini yang bikin saya merasa tidak tenang dan ragu-ragu untuk mengikuti kegiatan jelajah malam tatapi ada juga teman saya beranggapan kegiatan jelajah malam merupakan kegiatan yang seru dan menyenangkan. Memang semua orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda sehingga saya juga memakluminya atau menghargai suatu pendapat tersebut. Pada kegiatan jelajah malam ini ada tiga rute yang akan ditempuh yaitu pemakaman,hutan,persawahan yang ada di desa Clumprit. Dari ketiga rute itu yang paling saya anggap ekstrim atau bersifat uji nyali yaitu pemakaman sehingga pada saat sampai dari tempat pemakaman, saya sudah memulai menutup mata dahulu dan pegangan teman didekat saya saking takutnya. Dan perjalanan pun dilanjutkan sampai selesai, itulah pengalaman saya yang paling ekstrim dan uji nyali banget waktu berada dibangku SD. Pengalaman yang begitu berharga dan bersejarah bagi saya. Saat ini saya memasuki kelas 6, sudah waktunya saya mempersiapkan diri untuk belajar lebih giat untuk bekal kelulusan atau UAN yang nantinya diselenggarakan pada bulan April tahun pelajaran 2006-2007.

GambarGambarGambar

             Tahun 2007, setelah saya lulus dari SD (Sekolah Dasar) saya melanjutkan pendidikan dibangku SMP N 02 Gondanglegi yang bertempat di desa Sukorejo didekat stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang. Jarak yang ditempuh dari rumah ke sekolah sekitar 18 km kalau di jam ditempuh sekitar kurang lebih 40 menit dengan mengendarai sepeda motor sendiri. Awalnya orang tua saya belum tega melepaskan saya sendiri dengan mengendarai sepeda motor untuk menempuh perjalanan sampai ke sekolah. Walaupun orang tua merasa tidak tenang dengan keadaan saya mengendarai sepeda motor sendiri menuju ke sekolah, saya sudah janji kepada kedua orang tua kalau saya akan berhati-hati dalam mengendarai sepeda motor dengan cara mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada disepanjang jalan menuju sekolah (disitulah sangant berarti dengan adanya K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja). Di kampung saya khususnya di desa Clumprit jarang yang kurangnya pemahaman K3 (Kesehatan Keselamatan kerja), sebagai contohnya yaitu pada saat menggendarai sepeda motor tidak memakai helm, di (bidang pertanian) petani didesa saya juga jarang menggunakan penerapan K3 (Kesehatan keselamatan kerja) misalnya tidajk memakai sarung tangan pada saat kerja atau saat memisahkan padi pada tangkainya atau jeraminya dengan cara memukul-mukulkan padi yang masih nempel pada jerami supaya rontok dengan menggunakan kayu yang ditata rapi seperti kursi, lalu ada juga para petani pada saat kerja tidak menggunakan topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari yang secara langsung, di (bidang Perbengkelan) para pekerja didesa saya juga masih belum atau masih meremehkan penerapan K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) misalnya pada saat mengelas besi tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan pakaian kerja kebanyakan pekerja tersebut menggunakan kaos biasa yang biasa digunakan sehari-hari dan itu semua akan menimbulkan bahaya atau kecelakaan pada saat kerja. Selain itu ada juga orang memasang lampu dipinggir jalan tidak menggunakan alat pelindung diri dan itu juga penerapan K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)-nya kurang begitu menguasai seperti misalnya berupa tidak memakai sabuk pengaman,tidak memakai baju kerja yang layak, tidak memakai sarung tangan dan sepatu dari karet, dan tidak menggunakan helm untuk keselamatan kerjanya.

Mulai saya duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) saya mulai tertarik dengan pelajaran menghias dan menggambar salah satu pelajaran ketrampilan yang saya sukai di masa SMP (Sekolah Menengah Pertama). Saya selalu mendapatkan nilai 8 dan 9 pada mata pelajaran menghias dan menggambar. Sehingga dari situlah saya mempunyai pemikiran   untuk melanjutkan ke sekolah berikutnya saya memilih bersekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), tetapi sebelum saya mengambil tindakan seperti itu,saya akan musyawarahkan dulu kepada orang tua saya jika kedua orang tua menyetujui saya bersekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) maka saya harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Dan akhirnya pun kedua orang tua saya menyetujui saya, bapak juga mempunyai pikiran bahwa saya akan di sekolahkan di Sidoarjo tepatnya saudara saya tinggal disana yaitu budhe ( kakak dari bapak). Budhe bekerja sebagai seorang guru d SMK N 2 Buduran Sidoarjo, kebetulan juga saya ingin melanjutkan sekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

Setelah lulus dari SMP (Sekolah Menengah Pertama)  pada tahun 2009, saya langsung daftar sekolah di SMK N 1 Buduram Sidoarjo. Pertama kali daftar disekolah tersebut saya bangga sekali dan sudah mempunyai banyak teman walaupun itu belum semua. Di SMK N 1 Buduran Sidoarjo membuka 4 jurusan yaitu jurusan perhotelan,tata kecantikan, tata boga, tata busana. Saya pun langsung segera mendaftarkan diri untuk masuk kesekolah tersebut yang khususnya jurusan D3 Tata Busana, ada beberapa persyratan yang harus dipenuhi siswa diantaranya tes wawancara, tes kesehatan, tes psikotes. Dan alhamdulillah saya lulus dengan hasil yang memuaskan (saya rasa) dengan nilai 8,0. Di SMK N 1 Buduran Sidoarjo saya belajar membuat blus, celana, rok, jas,gaun, busana muslim. Dan alhamdulillah semua tugas-tugas dari kelas 1 sampai kelas 3 tidak ada halangan dan berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Pada tahun 2012 tepatnya di bulan April saya mengikuti UAN di SMKN 1 Buduran Sidoarjo, sungguh ujian yang sangat menegangkan bagi saya. Dan di saat itulah saya mengikuti ujian dengan lancar dengan hasil yang memuaskan bagi saya. Awalnya saya merasa grogi saat mengerjakan soal ujian UAN dan merasa ragu-ragu pada saat menjawab soal ujian akan tetapi pada saat pengumuman kelulusan alhamdulillah saya dinyatakan LULUS. Dan pada tanggal 29 Mei 2012, saya mengikuti wisuda yang digelar di Sun City Hotel Sidoarjo diikuti oleh kedua orang tua saya dan nenek saya.

 GambarGambarGambar

Setelah saya selesai menempuh pendidikan di SMKN 1 Buduran Sidoarjo, saya melanjutkan pendidikan yaitu kuliah disuatu Perguruan Tinggi Negeri yang berada di kota Malang yaitu di Universitas Negeri Malang. Dan alhamdulillah saya diterima melalui jalur mandiri. Awalnya saya mengikuti seleksi jalur SNMPTN di UM yang tesnya berada di Universitas Gajayana Malang tetapi apa boleh buat, begitu saya melihat pengumuman online saya dinyatakan TIDAK LOLOS. Orang tua saya pun menyarankan saya mengikuti jalur mandiri dan hasilnya pun saya dinyatakan diterima di Universitas Negeri Malang (UM). Saya masuk di Fakultas Teknik jurusan Teknologi Industri prodi D3 Tata Busana. Sampai sekarang pun saya masih menjalani suatu pembelajaran di kampus UM.

GambarGambarGambar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s