tugas 1 D3 tata busana Jerri Andini

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Gambar      “Kesaharianku dan keadaanku”

Nama saya Jerri Andini saya dilahirkan pada tanggal 28 januari 1994 di bangkuang Kalimantan tengah dari kedua orang tua,ayah yang  bernama Sutikno Hadi dan ibu Teriati,saya dari kecil sudah sering dibina jadi anak yang bisa membantu orang tua,seperti membantu ibu menyediakan makanan untuk makanan sehari-hari khusus nya untuk ayah saya,karena ayah saya sering pulang sore bahkan sering malam karena bekerja keras untuk menafkahi kami,biasa dari kecil saya sangat suka membantu ibu saya untuk memasak didapur.

 

 

Dapur kami gak seperti dapur orang-orang yang seperti zaman sekarang,dulu dapur dirumah saya seperti dapur orang yang zaman dulu yang masih menggunakan kayu bakar,jadi itu dalam penerapan  k3 sangat tidak baik karena kalau kami memasak jika api nya tidak menyala hanya bara jadi kami harus meniumnya dengan babu yang disediakan,itu bisa berbahaya karena asap dari kayu bakar serta debu dari kayu bakar yang bisa masuk dalam pernapasan kita,itu bisa gangguan pernapasan,dulu tidak terlintas kalau semua itu mengganggu pernapasan namun ketika berkembangnya pemikiran yang mengetahui dengan banyak macam-macam penyakit disitu kita bisa menyadari bahwa dulu itu tidak baik.

Ketika zaman mulai berkembang dan orang tua memiliki cukup uang untuk mengganti keadaan dapur  dirumah,semenjak kami satu keluarga pindah sejak saya berumur 6 tahun kerumah yang baru dan cukup besar disitulah orang tua saya menggantikan dapur kami dengan menggunakan  minyak tanah, disitulah ada kemajuan.

Membantu orang tua saya tidak hanya memasak didapur maupun menyediakan makanan,ketika saya sudah berumur 7 tahun,saya diajarkan oleh ibu saya untuk mencuci piring,membersihkan rumah,mencuci baju sendiri,saya berpikir apa yang saya kerjakan tidak seperti anak-anak yang lainnya yang bebas bermain diluar,saya tidak seperti itu,saya selalu membantu orang tua selesai sekolah pasti mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu,jika sudah selesai baru saya bisa bermain seperti anak-anak lainnya,waktu kecil mungkin berpikir itu sangat tidak menyenangkan,tapi ketika sudah dewasa say amenyadari semua apa yang diberi ibu saya itu gak salah,tapi benar karena dari situlah saya bisa mandiri sampai saat dan bisa mengerjakan sesuatu dengan sendiri bukan menjadi manja.

Waktu berumur 7 tahun sya suka sekali membersihkan rumah,seperti menyapu,menata,maupun mengepel rumah sebenarnya dari kecil saya sudah mengidap penyakit asma,namun say membersihkan rumah tidak menggunakan masker karena saya masih tidak mengerti dlam menjaga kesehatan sendiri,Waktu kecil sampai kelas 1 SMP masih sehat-sehat saja,ternyata semenjak kelas 2 SMP saya mengalami dampak dari semau yang kerjakan waktu kecil,tapi saya tetap saja tetap cuek dengan apa terjadi,padahal orang tua saya selalu mengingatkan pakai masker jika menyapu rumah saya gak peduli sma kata mereka dan akhir sampai saat ini saya mengalami asam dan sering  kambuh karena dampak waktu kecil,barulah saya mulai bisa menjaga diri.

Gambar

Semenjak SMA saya bersekolah dikalimantan selatan Banjarbaru,disitulah saya sudah jauh dari orang tua saya,tapi orang tua saya masih takut dengan penyakit saya yang bisa kambuh.Saya di Banjarbaru masuk SMK jurusan tekstil, tekstil semacam bagaimana kita membuat produk kain,mewarna kain,membuat batik ikat maupun batik cap dan batik tulis.

Tekstil sangat berbahaya bagi pernapasan saya,semejak awal masuk tekstil cukup menyenangkan,saya tidak terlalu menerapkan keselamatan kerja di sekolah,karena dari guru juga tidak terlalu menerapkan seperti itu,jadi saya tidak terlalu berfikir padahal zat pewarna tekstil sangat-sangat berbahaya dan tidak baik untuk paru-paru,tapi saya sering kambuh penyakit asma jika tidur malam,kadang kambuh kadang tidak,jika sering kambuh penyakit saya tidak bisa tidur malam dan itu membuat saya tidak maksimal beraktifitas dipagi hari dan disekolah mudah mengatuk.

Mungkin masih SMK saya tidak merasa dampak atas apa yang terjadi pada pernapasan saya,ketika saya sudah kelas 3 SMK saya diajak orang tua saya untuk periksa kedokter spesialis di Banjarmasin,disana saya diberi oksigen dan dijelaskan paru-paru itu seperti apa.

Setelah periksa kedokter spesialis saya periksa darah lagi keahli diajak oleh orang cian yang satu gereja dengan saya,disana saya diperiksa darah,ternyata ketika melihat darah sya sel-sel darah saya yang ada dalam tubuh tidak bergerak karena banyak bakteri bahkan hanya ada satu  sel darah yang sempurna semua nya dipenuhi oleh bakteri karena pengaruh obat-obatan kimia dan terlalu sering mengosumsi obat-obatan kimia tanpa memikirkan dampaknya.

Dampak dari semuanya tidak hanya dari obat-obat kimia saja namun dari polusi udara yang tidak baik yang membuat saya alergi dengan debu dan dingin yang mengganggu kesehatan saya,karena kurangnya kesadaran diri untuk masker dalam setiap  perjalan keluar.

Di SMK saya tidak terlalu menerapkan keselamatan kerja dan waktu kelas 2 SMK saya praktek kerja di Industri yang jua sama sekali tidak menerapkan keselamatan kerja,saya tidak mengetahuai apakah disitu ada obat-obatan untuk yang mengalami skait ataupun selamatan kerja lainnya,karena saya tidak pernah melihat penerapan kerrja yang diterapkan disitu.

Semejak lulus SMK saya melanjutkan kuliah diMalang Jawa Timur dimana saya tinggal dengan kondisi yang baru,suasana yang baru dan cuaca yang baru.Disitu bagaimana saya dapat menyesuaikan diri ditempat yang baru dengan sesuatu yang baru.

Saya memasuki UM penuh dengan kebanggaan dapat berkuliah dikota orang dan yang sangat jauh dari orang tua,jadi disinilah saya harus biasa dan sebisanya untuk menjaga  diri dan kondisi badan  dengan maksimal,karena saya tinggal disini hanya dengan kakak saja.

Awal masuk semester satu diuniversitas Negeri Malang bukan suatu kebetulan tapi sesuatu yang menyenangkan dan membanggakan,karena tidak semua orang dapat diterima dan bisa berkuliah,sesuatu ucapan syukur kepada Tuhan bisa berkuliah di Malang dengan tetap kuat dan sehat.

Suatu anugerah yang indah bisa berkuliah diUM karena tidak terpikirkan dapat berkuliah disini,semua karena perjuangan orang tua yang mengingikan yang terbaik buat anak-anaknya dan atas penyertaan Tuhan juga bisa ada disini sampai saat ini.

Waktu masuk dikota Malang saya menginap di Lawang tempat tante saya,disana saya dibina dengan orang tua yang baru,keadaan rumah yang nyaman,sejuk dan bersih membuat saya betah tinggal disana,keadaan rumah yang luas,namun sayangnya lembab karena cuaca di Lawang dingin dan pentilasi udara disana kurang makanya membuat rumah itu menjadi lembab,tapi kebersihan rumah yang diterapkan disana yang membuat nyaman untuk tinggal disana walaupun lembab,keadaan dapurnya pun seperti keadaan dapur yang ada dirumah Kalimantan tengah,karena lebih terawat  dan bersih.

Tempat tinggal diLawang adalah tempat dimana saya bisa merasakan kebersamaan yang menyenangkan dan system kekeluargaan yang selalu mengajarkan hal-hal yang positif,disana saya mendapat kan dan mersakan pembentukan karakter yang baik,mereka bukan orang tua asli tapi mereka mengasihi saya dan kakak saya seperti anak sendiri,saya merasakan sekali kekeluargaan itu.

Disitulah saya dapat belajar tentang kebersihan agar saya bisa menjaga kesehatan saya dengan baik,karena mereka sudah tau saya mempunyai penyakit yang terganggu pada pernapasan,mereka selalu berusaha menjaga saya dengan makanan-makanan yang sehat dan bergizi,bervitamin disitulah kondisi tubuh saya bisa terjaga dengan baik,tetapi semenjak saya pindah ke Malang dan tinggal dikost awal semester satu saya masih bisa menjaga kondisi saya dengan baik,dengan menjaga pola makan dan saya suka memasak sendiri.

Ketika sudah semester 2 saya mulai kurang menjaga pola makan saya dengan tidak teratur makan,satu haripun bisa makan hanya satu kali,karena terlalu banyak kegiatan yang saya ikuti di UKM imakris,dan dengan banyaknya tugas yang ada dan kegiatan-kegiatan lainnya yang membuat jadi mudah sakit.

Disemester 2 saya sering sekali ditegur oleh orang-orang terdekat saya karena terlalu banyak kegiataan,walaupun kelihatannya saya kuat-kuat saja namun ternyata ada sisi lemahnya,dikampus saya mengikuti UKM imakris dan saya diterima jadi pengurus imakris,di imakris saya sering banyak kegiataan,karena saya suka bersosialisasi menurut saya mempunyai banyak teman itu menyenangkan dan di imakrislah saya dapat belajar bagaimana untuk bisa mengkoordinir dan bagaimana saya bisa memiliki mental yang kuat untuk bisa memegang komitmen dalam setiap perkataan.

Berorganisasi itu sangat menyenangkan namun kondisi badan saya yang kadang tidak mampu untuk mmengikuti semua kegiataan yang ada di imakris,waktu awal semester 2 ketika di jadikan menjadi coordinator acara paskah itu cukup menyenangkan karena dapat dipercayakann menjadi acara yang mengatur acara,namun menjadi coordinator acara itu tidak nyaman karena yang harus selalu tau akan semua apa yang harus dilakukan untuk acara,karena semenjak menjadi coordinator acara saya menjadi banyak kegiataan dan sering sakit-sakitan karena kurangnya menjaga pola makan yang baik dan pengaruh udara yang tidak baik.

                Semenjak mengikuti organisasi imakris itu menyenangkan sekali dan tidak salah untuk bisa berkuliah di UM,di selama menajdi mahasiswa saya juga banyak mendapatkan pelajaran-pelajran yang baru,terkhususnya dalam keselamatan kerja yang di ajarkan dikampus,karena melalui keselamatan kerja saya bisa belajar untuk mengetahui setiap apa yang penting digunakan dalam setiap melakukan kegiatan baik dikampus maupun diaktivitas lainnya,itu akan membawa dampak yang positif bagaimana kita bisa menjaga diri dengan baik dan dapat menerapkan keselamatan kerja itu denngan baik,tidak hanya dalam perusahaan besar namun dalam kehidupan sehari-hari.

 

Begitulah bagaimana saya mengalami penyakit gangguan pernapasan sejak saya kelas 2 SMP,sampai saat ini,namun dari keselamatan kerja saya dapat belajar juga bagaimana saya menjaga kesehatan dengan baik sehingga jika melakukan pekerjaan yang sederhana seperti dirumah memasak baikpun melakukan pekerjaan lainnya agar memikirkan kesehatan yang lebih baik lagi,agar tidak mengulangi kesalahan yang seperti dulu,dan berusaha menjaga kesehatan agar dapat puliih kembali.

Gambar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s