tugas 2 Plus minus Lab TI Shafiyah D3 Tata Busana

Pelayanan dan Peralatan yang Ada di Laboratorium Tata Busana

               Tahun 2012 saya mulai belajar di Universitas Negeri Malang. Berbagai ilmu yang sudah saya dapatkan. Ilmu tentang busana merupakan ilmu yang baru saya kenal karena saya berasal dari SMA. Jurusan yang tidak sama dengan asal sekolahku tidak membuat saya malu untuk belajar bersama teman-teman saya yang memang dari jurusan SMK. Kami semua belajar mulai dari dasar, sehingga dengan mudah saya memperoleh ilmu secara bertahap. Saat itu pula saya mulai mengenal dosen dan peralatan Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Jurusan teknologi Industri dengan prodi tata busana berada di gedung G5, G6 dan H4. Di gedung G5 terdapat kelas Teori dan praktek. Kami sering menggunakan kelas praktek, diantaranya; ketika mata kuliah Desain di laboratorium desain ruang 206, mata kuliah menjahit di laboratorium bordir ruang 208, dan mata kuliah pengantar computer di laboratorium komputer ruang 204, sedangkan mata kuliah teori yang sering kami gunakan yaitu di ruang 210. Selain kami menggunakan gedung G5, kami juga menggunakan kelas di gedung G6, di G6 juga terdapat laboratorium bordir untuk menjahit, selain itu untuk kelas teori berada di ruang 207 dan 206.

          Semester 1 aku mendapatkan mata kuliah konstruksi pecah pola yang kelasnya berada di gedung G5 ruang 206 laboratorium desain. Di lab desain ini terdapat meja yang cukup panjang dan memadai untuk proses pembelajaran, 1 meja dosen yang berada di depan sebelah kanan, 1 meja di belakang sebelah kiri untuk meletakkan dressform yang tidak ada kaki penyangganya. Di kelas desain ini terdapat 8 meja dengan 2 baris, di setiap baris terdapat 4 meja. Biasanya meja ini berfungsi untuk memotong kain, kertas dan menggambar, Keserasian meja dengan kursinya juga cukup baik, sehingga posisi kita tetap sempurna dan merasa nyaman ketika belajar. Demikian juga dengan meja yang panjang membuat mahasiswa bisa leluasa dalam mengerjakan tugasnya . Selain digunakan untuk pembelajaran konstruksi pecah pola, kelas desain juga digunakan untuk mata kuliah Desain Hiasan Dan Lenan Rumah Tangga. Pada mata kuliah Desain ini aku bisa menggambar dengan leluasa karena posisi meja yang memanjang. Posisi white board yang berada di tengah tidak membuat mahasiswa kesusahan ketika melihat tulisan di papan tulis. Tetapi posisi white board terlalu dekat dengan tempat duduk dosen sehingga ketika dosen berdiri dan akan menulis di white board kurang leluasa.

Gambar

Lampu di laboratorium desain sudah cukup memberikan penerangan. Sehingga kami bisa belajar dengan baik dan lancar meskipun suasana di luar tidak begitu terang. Penempatan lampu juga sudah baik karena tidak menggantung dan berada di atas sehingga memberikan penerangan secara menyeluruh. Penempatan kursi di Laboratorium desain ini tertata rapi. Demikian juga  dengan suasana yang tidak membuat kami gerah dan bisa menghirup udara segar karena adanya jendela yang cukup. Adanya LCD yang membuat mahasiswa mudah untuk belajar dan berinteraksi dengan dosen.

Selain itu kami juga mendapatkan mata kuliah pengantar komputer yang berada di gedung G5 ruang 204. Laboratorium ini ada sekitar 30 buah komputer yang digunakan oleh mahasiswa. Laboratorium komputer tidak begitu luas sehingga sedikit adanya udara masuk, meskipun adanya AC namun membuat kita kedinginan .Selain itu dalam proses pembelajaran sering terganggu karena sering mati lampu dan Wifi juga terkadang putus. Sehingga terkadang tugas yang sudah dikerjakan menjadi hilang dan terpaksa mahasiswa mengerjakan ulang

Gambar

Perlengakapan dan peralatan di Laboratorium Teknologi Industri memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan.

Berikut hasil wawancara alumni Jurusan Teknologi Industri D3 Tata Busana mengenai Laboratorium Teknologi Industri :

 Gambar

 

Mbak Dian Tri Yuniarta, alumni D3-Tata Busana tahun2002; Peralatan di laboratorium dulu jauh berbeda dibandingkan dengan sekarang, dulu mesin jahit masih manual. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini kita bisa menggunakan mesin jahit dengan bantuan dinamo sehingga kita bisa menyelesaikan tugas dengan lancar.

Mbak Lia, alumni D3-Tata Busana tahun 2009; Untuk jumlah dan macam-macam alat untuk menjahit sudah cukup terpenuhi meskipun meskipun ada beberapa mesin jahit yang rusak. Tetapi dengan demikian adanya laboran, mesin jahit tersebut bisa diperbaiki.

Mbak Ajeng, alumni D3-Tata Busana tahun 2012; Untuk perabot dulu di laboratorium cukup terpenuhi, karena yang dibutuhkan mesin dan polanya saja. Namun fasilitas seperti alat pelindung di laboratorium belum disediakan.

Mbak Putri, alumni D3- Tata Busana tahun 2012; Mesin jahit memang sudah mencukupi jumlah mahasiswa, akan tetapi masih ada beberapa mesin jahit yang rusak sehingga mahasiswa masih kebingungan untuk menggunakan mesin jahit yang masih diperbaiki. Dengan keadaan seperti itu dapat mengganggu pembelajaran mahasiswa.

Ruang Laboratorium bordir tidak begitu luas sehingga penempatan kabel masih belum rapi.  Untuk  penerangan sudah cukup baik karena adanya jendela  sehingga penerangan di laboratorium terbilang cukup. Demikian juga dengan ventilasi yang cukup memberikan udara dan membuat kita tidak gerah.

                                                                                    

 

 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s