Tugas 2 Plus-Minus Lab TI UM

KONDISI LABORATORIUM TATA BUSANA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 

 Gambar

Pada awal mulanya Universitas Negeri Malang UM merupakan perguruan tinggi negeri yang berada di lingkungan wilayah kota Malang. Dan salah satu Universitas yang saya banggakan dan saya idam-idamkan sejak dulu waktu saya masih duduk dibangku SMK. Pada bulan Agustus 2012, alhamdulillah saya diterima di Universitas Negeri Malang dengan jalur Mandiri. Awalnya saya juga mengikuti seleksi jalur SNMPTN, tetapi apa boleh buat saya tidak diterima/gagal masuk jalur SNMPTN. Saya tidak boleh menyerah dan harus berani maju demi mengejar cita-cita saya dan mewujudkan impian yang terbaik. Usai saya diterima di Universitas Negeri Malang UM, saya berlanjut untuk mengikuti kegiatan PKPT ( Pengenalan kehidupan Perguruan Tinggi) yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dan pada saat itu kegiatan dilaksanakan pada bulan puasa. Kegiatan PKPT (Pengenalan kehidupan Perguruan Tinggi) pun mnjadi lebih tenang dan tidak banyak energi yang saya keluarkan pada saat puasa.

Diawal kegiatan PKPT (Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi) saya mempersiapkan diri untuk segera berangkat pagi-pagi ke kampus  dan mempersiapkan segala tugas yang sudah diberikan semuanya melalui informasi di media internet atau secara online. Semua tugas harus dibawa semua dan jika ada salah satu mahasiswa yang tidak membawa bahan tugas yang sudah diberikan, maka mahasiswa tersebut akan diberi sanksi atau hukuman yang berlaku selama kegiatan PKPT (Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi) berlangsung. Pada saat kegiatan PKPT berlangsung, alhamdulillah saya tidak mendapat hambatan dan halangan apapun, semua kegiatan berjalan dengan lancar dan tepat pada waktunya.

3 hari sudah saya melaksanakan kegiatan PKPT (Pengenalan Kehidupan perguruan Tinggi) di Universitas Negeri Malang UM  dan saatnya saya memulai kegiatan baru yaitu perkuliahan yang dimana saya mengambil jurusan di Teknologi Indusri dengan prodi atau program D3 Tata Busana. Disitulah saya memulai bersilahturahim dengan mahasiswa baru di Teknologi Industri khususnya, selain itu pertama kali masuk perkuliahan juga berkenalan sama para dosen TI (Teknologi Industri). Dosen TI (Teknologi Industri) khususnya untuk program D3 Tata Busana atau dibidang busana sangat ramah dan sopan dalam menyampaikan atau memperkenalkan identitasnya kepada mahasiswanya membuat saya bertambah semangat untuk menjalani perkuliahan sehari-hari. Waktu seiring berjalan dengan cepat sebentar lagi akan menjalani yang namanya UAS (Ujian Akhir Semester) pada saat itu saya masih semester 1. Oramg tua saya pun menyuruh saya agar selalu rajin belajar dan berdo’a dan jangan lupa berusaha dengan semaksimal mungkin agar nilai IPnya memuaskan dan sesuai yang diharapkan. UAS (Ujian Akhir Semester) pun sudah saya jalani saatnya untuk menunggu perolehan nilai yang akan dicantumkan pada siakad yang berisi KHS (Kartu Hasil Studi). Satu persatu nilai dah mulai masuk dan saya pun tidak sabar ingin segera melihat hasil nilai saya di semester 1 saat ini. Akhirnya nilai sudah keluar semua dan ternyata hasilnya menurut saya cukup memuaskan dengan IP 2,98 angka yang cukup bagi saya, tetapi saat itu IP yang saya harapkan 35,0. Tidak menutup kemungkinan semester selanjutnya saya harus mendapatkan IP yang lebih baik lagi dibandingkan yang sebelumnya.

Perkuliahan semester 1 sudah saya tempuh, dan selanjutnya saya akan melanjutkan perkuliahan di semester 2. Di perkuliahan semester 2 ini saya mendapatkan mata kuliah 24 SKS sama dengan semester sebelumnya atau semester 1 juga mendapatkan mata kuliah 24 SKS. Jadwalnya pun sangat padat membuatku harus tetap semangat dan fit terus untuk menjalani perkuliahan ini agar bisa lulus dengan tepat pada waktunya. Perkuliahan semester 2 saya jalani dengan penuh jiwa semangat yang tinggi dan juga menjaga kesehatan agar tetap fit dalam menjalani perkuliahan di semester 2 ini. Di semester 2 ini saya rasa cukup banyak tugas yang harus saya kerjakan sehingga saya harus mengerjakan tugas tersebut dengan baik dan dikumpulkan dengan tepat waktu itulah kegiatan sehari-hari saya di perguruan tinggi negeri yang tepatnya di Universitas Negeri Malang UM. Pada saat ini saya akan melaksanakan UAS semester 2, bentuk tugas UAS  bermacam-macam antara lain ada yang UAS yang bentuknya take home dan ada UAS yang bersifat open book. Saat ini UAS yang bersifat take home yaitu seperti mata kuliah K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) dan Etika Profesi. Bentuk tugas pada mata kuliah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) ini ada 4 macam tugas dan itu harus dikumpulkan pada saat UAS paling lambat pukul 18.00 WIB. Dan salah satu tugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang saya kerjakan saat ini tugas yang ke 2 dengan tema “Kondisi Laboraturium Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang”.

 Gambar 

Tugas 2 ini mengisahkan tentang plus minus dari laboraturium khusunya jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tahap pertama yang saya kerjakan untuk tugas ini yaitu mencari sumbernya terlebih dahulu sebanyak 3 sumber dari alumni D3 Tata Busana untuk menjadi bahan dalam tugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) tersebut. Setelah mendapatkan ketiga sumber dari alumni D3 Tata Busana saya memulai bertanya mengenai kondisi laboraturium TI ( Teknologi Industri)  khusunya laboraturium Tata Busana. Sumber yang pertama bernama Ocik Rosidah ia seorang mahasiswa alumni D3 (Diploma Tiga) Tata Busana yang input ke S1 Pendidikan Tata Busana. Setelah saya berbincang-bincang mengenai kondisi plus minus laboraturium fakultas teknik Universitas Negeri Malang khususnya laboraturium tata busana. Mbk Ocik Rosidah pun menanggapi pertanyaan dari saya mengenai kondisi plus minus laboraturium tata busana yang ada di fakultas teknik, menurut komentar dari mbk Ocik Rosidah sebagai berikut:

 Kondisi laboraturium secara plusnya yaitu “Kalau waktu angkatanku dulu itu pas D3, ada laboran yang melayani mahasiswa itu baik, namanya Pak Heni, sekarang sudah pensiun orangnya. Menurut aku itu sisi plusnya dari laboratorium Teknologi Industri Tata Busana soalnya setiap aq mengalami masalah sama mesin, Pak Heni itu tanggap, dan orangnya kerjanya gak asal-asalan. Pelayananya menurutku baguslah”(ucap mbk Ocik Rosidah).

Setelah saya pahami semua yang telah dibicarakan oleh sumber yang pertama yaitu mbk Ocik Rosidah, saya berpendapat mengenai laboraturium teknologi industri tata busana yang ada di gedung G6, pada saat Pak Heni yang menjadi laboran di laboratorium tata busana Teknologi Industri Universitas Negeri Malang UM, pelayanannya sangat baik dan memuaskan, sehingga mahasiswa pada saat pelaksanaan praktik tidak terganggu dengan adanya mesin yang rusak, karena jika ada mesin yang rusak, beliau langsung bertindak atau memperbaikinya. Akan tetapi menurut wawancara yang saya lakukan pada mbk Ocik Rosidah alat yang terdapat pada laboratorium tata busana Teknologi Industri Universitas Negeri Malang pada saat itu kurang bagus atau sudah layak ganti.  

Namun untuk laboratorium tata busana di Teknologi Industri Universitas Negeri Malang UM pada saat ini saya praktik bernama Bu Ar. Menurut saya Bu Ar ini salah satu laboran yang baik, jika ada mahasiswa yang kurang begitu mengerti tentang bagaimana cara memasang benang kedalam mesin obras. Laboran ini selalu menghimbau atau memberi pengarahan tentang bagaimana cara memasukkan benang-benang ke dalam mesin obras dengan cara melakukan langsung mempraktikkannya dan mahasiswa menyimak dan langsung mempraktikkannya. Sehingga mahasiswa dapat dengan mudah melakukan kegiatan praktik tanpa ada hambatan.

  Sedangkan kondisi laboratorium secara minusnya yaitu “kalau minusnya yang banyak yang pertama: laboratorium kayaknya kurang luas gak cukup memadai untuk jumlah mahasiswanya, jadi pada saat kita motong bahan itu susah dan harus memotong bahan di lantai karena meja potong tidak cukup. Yang kedua: mesin jahitnya juga kayaknya kurang perawatan jadi sering terjadi kerusakan atau troble (bahasa gaulnya). Mesin jahit banyak tapi yang bisa digunakan tidak semuanya dan itu salah satu jadi penghambat produktifitas kerja kita”.

Gambar 

Dari wawancara diatas saya menanggapi secara minusnya di laboratorium Tata Busana Universitas negeri Malang UM bahwa kondisi laboratorium tata busana kurang luas sehingga tidak nyaman pada saat praktek berlangsung karena jumlah mahasiswa yang meningakat atau banyak menjadi suatu hambatan aktifitas perkuliahan tersebut. Sehingga pada saat praktek memotong bahan pun mahasiswa ada yang memotong bahan diluar ruangan karena ruangan tersebut tidak cukup untuk dimuat sejumlah mahasiswa yang cukup banyak. Selain itu, mesin jahit yang salah satunya ada di laboratorium di gedung G5 dan G6 kurang perawatannya sehingga sering terjadi kerusakan pada mesin jahit tersebut. Menurut mbk Ocik Rosidah mesin di laboratorium tata busana jumlahnya banyak tetapi mesin jahit yang bisa dipakai hanya beberapa saja, sehingga dengan adanya hambatan tersebut menjadi dampak negatif  bagi produktifitas kerja yang ditempuh selama perkuliahan berlangsung. 

 Gambar 

Wawancara selanjutnya kepada mbak Sishayatul Hanifah yang juga seorang mahasiswa alumni D3 (Diploma Tiga) Tata Busana yang input ke S1 Pendidikan Tata Busana. Setelah saya berbincang-bincang mengenai kondisi plus minus laboraturium fakultas teknik Universitas Negeri Malang khususnya laboraturium tata busana. Mbk Sishayatul Hanifah pun menanggapi pertanyaan dari saya mengenai kondisi plus minus laboraturium tata busana yang ada di fakultas teknik, menurut komentar dari mbk Sisha sebagai berikut:

Kondisi laboratorium tata busana secara plusnya yaitu “ Ruangan lebih luas”(ucap mbk Sishayatul Hanifah). Setelah saya pahami semua yang telah dibicarakan oleh sumber yang kedua yaitu mbk Sishayatul Hanifah, saya berpendapat mengenai laboraturium teknologi industri tata busana yang ada di gedung G5 dan G6. Menurut mbk Sisha kondisi laboratorium tata busananya lebih luas dan mungkin itu ruangan yang salah satunya berada di gedung G5, sebab di gedung  G5 banyak ruangan yang lebih luas dibandingkan laboratorium yang ada di gedung G6 yang ruang prakteknya memungkinkan kurang luas itu menurut saya.

Kondisi laboratorium tata busana secara minusnya yaitu “Masih ada beberapa yang tidak enak dipakai atau bahkan rusak, mesin tidak mencukupi.
Dari wawancara diatas saya menanggapi secara minusnya di laboratorium Tata Busana Universitas negeri Malang UM bahwa kondisi laboratorium tata busana  yang menjadi minusnya yaitu dari segi mesin jahitnya yang kurang perawatannya, hal ini hampir sma apa yang sudah dikatakan sumber pertama yaitu mbk Ocik Rosidah. Selain itu, mesin jahit yang salah satunya ada di laboratorium di gedung G5 dan G6 kurang perawatannya sehingga sering terjadi kerusakan pada mesin jahit tersebut. Menurut mbk Sishayatul Hanifah mesin di laboratorium tata busana jumlahnya tidak mencukupi untuk kapasitas mahasiswanya karena kebanyakan mesin yang rusak dan tidak terawat dengan baik atau maksimal. Untuk mengatasi hal seperti ini sebaiknya pihak laboran bergegas untuk segera memperbaiki mesin yang bermasalah atau rusak dan sebaliknya kurang perawatannya, sehingga mesin tersebut bisa dipakai kembali seperti semula dan mahasiswa pun terasa nyaman jika semua mesin bisa dipakai dengan cara mudah dan tidak bergantian lagi.

 Gambar 

Wawancara yang terakhir kepada mbak Nurul Hidayati yang juga seorang mahasiswa alumni D3 (Diploma Tiga) Tata Busana yang input ke S1 Pendidikan Tata Busana. Setelah saya berbincang-bincang mengenai kondisi plus minus laboraturium fakultas teknik Universitas Negeri Malang khususnya laboraturium tata busana. Mbk Nurul Hidayati pun menanggapi pertanyaan dari saya mengenai kondisi plus minus laboraturium tata busana yang ada di fakultas teknik, menurut komentar dari mbk Nurul Hidayati sebagai berikut:

Kondisi laboratorium tata busana secara plusnya yaitu: “Laboratorium menurutku sekarang sudah baik, lumayan lengkap dan bersih dari pada waktu dulu aku D3” (ucap mbk Nurul Hidayati). Setelah saya pahami semua yang telah dibicarakan oleh sumber yang kedua yaitu mbk Nurul Hidayati, saya berpendapat mengenai laboraturium teknologi industri tata busana yang ada di gedung G5 dan G6. Menurut mbk Nurul Hidayati kondisi laboratorium tata busananya pada saat ini sudah baik dalam hal fasilitasnya dan ruangan dan juga lumayan lengkap selain itu juga bersih, lumayan lengkap disini mungkin salah satu dari alat-alat praktek yang ada di laboratorium tata busana. Laboraturium brsih sehingga mahasiswa nyaman pada saat menjalani mata kuliah praktik di laboratorium.

Kondisi laboratorium tata busana secara minusnya yaitu “Mungkin dari yang jaga laboraratorium atau laboran ada beberapa yang kurang ramah”.
Dari wawancara diatas saya menanggapi secara minusnya di laboratorium Tata Busana Universitas negeri Malang UM bahwa kondisi laboratorium tata busana  yang menjadi minusnya yaitu salah satu laboran yang menjaga laboratorium kurang ramah kepada mahasiswanya sehingga pada saat mahasiswa itu dalam keadaan kurang begitu menger atau kurang menguasai tentang bagaimana cara menggunakan mesin atau memasukkan benang kedalam mesin obras, laboran tidak melayani dengan memuaskan sehingga mahasiswanya juga ada rasa yang bersifat negatif kepada laboran tersebut. Dan itulah keluh kesah dari mahasiswa alumni D3 tata busana.  

GambarGambar

 

 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s