Tugas-2 Plus-Minus Laboratorium TI UM

Alat yang diperlukan di Laboratorium Tata Busana

                Laboratorium Tata Busana Universitas Negeri Malang masih kurang sari standart K3 yang diperlukan. Mengapa tidak? Yang pertama kita tengok di laboratorium Bordir di G5.208, di sana tidak ada alat-alat standart K3. Yang menjaga laboratorium tidak menggunakan masker, sering kelur masuk apalagi ketika tidak ada dosennya seenaknya sendiri dia keluar masuk. Kasihan yang lagi didalam kelas ketika mesin rusak tidak ada yang benahinnya. Kemudian mesin yang dioperasikan sekarang hampir semuanya tidak menggunakan listrik namun dibrosur kemaren saya baca mesin yang digunakan sudah menggunakan listrik namun kenyataannya tidak.

                Yang ke2 laboratorium komputer di G5.204 kejadiannya hampir sama. Dari 24 komputer yang ada disana hanya separuhnya yang bisa digunakan normal, ketika satu kelas ada 35mahasiswa dan komputer yang bisa digunakan hanya 18 lalu yang lain kemana?. Kurangnya komputer di laboratorium ini tidak ada respon yang lebih dari penjaga lab. Seharusnya kebijakan-kebijakan harus bisa di ambil dari semua penjaga lab tersebut.

                Yang ke3 laboratorium Industri di G6.204 penjaga labnya juga tidak jauh berbeda justru malah 80% tidak di tempat. Mesin di sana telah menggunakan mesin industri semua dan 90% bisa digunakan oleh mahasiswa. Namaun suatu kejadian saya bertanya kepada petugasnya “bu ini kenapa sepatunya kok enggak bisa di naikkan” dengan sangat polos beliau menjawab “enggak tau udah darisananya begini” saya hanya bengong mendengarnya. Lalu saat penjaga labnya tidak ada ditempat saya membenahi mesin itu dan sepatunya bisa diangkat.

                Yang ke4 laboratorium Busana di G6.203 disana mesinnya ada yang tidak berfungsi sama sekali karena kerusakan. Namun penjaga labnya hanya menyuruh pindah mesin saja. Sampai ada yang membawa mesin dari rumah sendiri. Seharusnya itu tidak perlu karena lab telah menyediakan mesin yang cukup banyak, tapi yang rusak tidak diperbaiki. Dan ketika mahasiswa minta kain fiselin, kain gula, kain pengeras ke penjaga lab tidak di kasih, namun terlihat disana banyak sekali kain tersebut. Seharusnya walaupun minta sedikit ya dikasih dong kan kami disini juga bayar.

                Suatu hari ketika saya bincang-bincang kepada petugas labnya dan saya tanya “lab Busana ini dapat dana berapa to mas dari univ?” dan secara mengejutkan saya dengar Rp30.000.000,00 per tahun angka yang tidak sedikit jumlahya menurut saya dan itu hanya untuk lab Busana saja tidak termasuk lab Boga dan mengingat lab-lab industri busana ini tidak ada peningkatan alat maupun bahan penunjang perkuliahan. Dan kemanakah uang yang Rp300juta tiap tahun tersebut?.

                Mohon ma’af sekali kepada penjaga lab TI-UM dan semoga alat serta bahan di lab Busana bisa ditambah dan bisa lebih baik lagi untuk kedepannya.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s