TUGAS 2 PLUS MINUSE LABORATORIUM TI

PLUS MINUSE FASILITAS LABORATORIUM  TATA BUSANA

Laboratorium adalah tempat praktik belajar mengajar dimana kegiatan ini dilakukan disertai dengan menggunakan alat dan bahan yang dibutuhkan. Laboratorium juga berfungsi sebagai penunjang kegiatan perkuliahan program study tata busana. Dijurusan tata busana sendiri memiliki banyak laboratorium yang menjadi penunjang praktikum mahasiswa, diantaranya laboratorium border, laboratorium jahit, laboratorium komputen, laboratorium desain. Banyak sekali yang menempati pada setiap minggunya. Berbagai fasilitas yang diberikan tetapi fasilitas tersebut belum bisa meminimaliskan kekurangan yang ada di laboratorium tata busana. Banyak sekali keluhan yang diutarakan oleh setiap mahasiswa yang menempatinya. Diantara yaitu mbak Siska, mbak Reni, mbak Anik dan lain sebagainya memaparkan bahwa dari zaman beliau pertama masuk kuliah pada tahun 2008 hingga sekarang laboratorium tata busana tidak mengalami suatu perubahan besar baik dari segi alat maupun penempatannya.

Gambar

Banyaknnya mesin yang jaraknya berdempetan dengan tiga meja potong sehingga sedikit sulit ketika berjalan. Banyak pula mesin jahit yang kurang layak digunakan mungkin karena sudah lama tidak diservis dan memerlukan perbaikan ulang. Kita sering mempergunakan mesin secara bergantian dengan mahasiswa lainya karena fasilitas mesin yang kurang mendukung dan terkadang mengakibatkan berkurangnya nilai menjahit. Meja potongnya pun  kurang seimbang dengan jumlah mahasiswa yang dapat mempergunakannya dan jaraknya kurang luas sehingga banyak mahasiswa yang kekurangan tempat sehingga dengan terpaksa harus memotong kain dengan Alaskan lantai.

Ventilasi dilaboratorium jahit sudah memadahi, namun lampu penerangannya kurang banyak sehingga ketika mahasiswa yang menjahit di belakang kurang jelas, karena pencahayaannya hanya berada di tengah ruangan. Alat setrika yang minim membuat mahasiswa harus mengantri terlebih dahulu jika ingin menyetrika. Letak mesin obras juga sudah strategis namun mesin obras yang kurang bagus sehingga menimbulkan hasil obrasan yang kurang bagus juga. Dilaboratorium jahit seharusnya juga diberikan pengertian atau peringatan bahaya apa saja yang dapat terjadi dan juga disediakan P3K untuk manangani kecelakan kecil.

Sedangkan dalam labolatorium desain masih kurangnya meja atau tidak sesuainya dengan jumlah mahasiswa untuk mendisain, membuat pola, sehingga membuat mahasiswa bersempit-sempitan dan menimbulkan rasa tidak nyaman hingga ada yang menggambar pola dilantai. Disini juga terdapat banyak dressform yang tersedia dipergunakan untuk mata kuliah draping namun masih banyak dressform yang sudah tidak dapat dipergunakan lagi dan banyak pula kondisi dressform kurang terawat.

Sehingga masih ditemukan banyaknya pita-pita sebagai tanda dressform yang belum terlepas, karena kurangnya kesadaran dan partisipasi dari mahasiswanya sendiri yang untuk menjaga dan merawat dressform masing-masing. Namun hal itu juga didukung oleh sikap dosen yang kurang tegas terhadapa mahasiswanya untuk membersihkan dressform tersebut. LCD yang tersedia juga tidak dapat dipergunakan dan seharusnya segera diperbaiki sehingga tidak menghambat proses belajar mengajar.

Gambar

Dalam laboratorium computer fasilitas yang diberikan juga kurang mendukung, disini jumlah komputer yang disediakan masih sangat minim sehingga memaksa mahasiswa menggunakan satu komputer untuk dua orang. Kondisi computer yang sudah lama digunakan membuat computer sering kali ngeblang dan terkadang tugas-tugas yang sudah di simpan hilang begitu saja.

Pernah suatu ketika waktu plajaran computer dan semua computer dinyalakan. Salah satu computer yang terletak dibelakang meledak begitu saja membuat semua mahasiswa ketakutan, LCD yang berada dilaboratorium komputer juga pernah meledak waktu jam kuliah saya. Alangkah baiknya jika setiap 3 bulan sekali dilakukan penyervisan pada computer. Sehingga mempermudah mahasiswa dalam mengerjakan tugas. Meskipun sudah menggunakan AC terkadangmasih menggunakan kipas angin yang digunakan juga dipenuhi dengan debu, Jika dinyalakan sering kali membuat bersin-bersin ataupun sesak nafas. Sirkulasi udaranya juga kurang baik sehingga menjadikan pengap jika berada dalam laboratorium computer.

Gambar

 Disamping kurang lebihnya fasilitas  di laboratorium tata busana jalan untuk menuju laboratorium tata busana juga kurang mendukung seperti tangga. Jalan yang digunakan untuk menuju laboratorium tata busana pegangan untuk menaiki tangga sudah patah, sehingga membuat mahasiswa takut untuk memegangnya. Atap yang berada diruangan lab tata busana juga mengkawatirkan karena retak, banyak mahasiswa ataupun dosen untuk berpikir berulang kali jika akan melewati tempat itu. Atap tersebut lebih baik segera diperbaiki untuk memberikan rasa nyaman terhadap mahasiswa maupun dosen yang melewatinya. Terkadang pula peralan untuk menyapu tidak diletakkan pada tempatnya dan mengganggu penglihatan serta tidak memberikan keindahan pada laburatorium tata busana. Kamar mandi yang sudah relative bersih dan terang  tetapi juga tidak memberikan kenyamanan. Dengan jarak antara bak air dan closet sangat jauh sehingga membuat mahasiswa sulit untuk menjangkau.

Gambar

GambarGambar

Gambar

Laboratorium adalah salah satu bagian dari bidang akademik, maka manajemen laboratorium perlu direncanakan seiring dengan perencanaan akademik (program dan anggarannya). Peranan laboratorium sangat besar dalam menentukan mutu pendidikan karena laboratoriumlah yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang membanggakan, yang tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya. Sehingga bagi perguruan tinggi yang bermutu, laboratorium menjadi bagian yang dikedepankan.

Manajemen laboratorium, dalam hal ini manajemen mutu, harus didesain untuk selalu memperbaiki efektifitas dan efisiensi kerjanya, disamping harus mempertimbangkan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan manajemennya adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan penggunaan laboratorium.

1.      Manajemen Sumber Daya Manusia.

Seorang laboran yang bertugas untuk menjaga dan memelihara laboratorium dan mengawasi jalannya praktikum atau penelitian harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1.      Mengetahui prosedur yang benar tentang pengoperasian alat dan mampu mengoperasikan semua peralatan yang ada di laboratorium.

2.      Mengetahui cara-cara penyimpanan bahan-bahan untuk menjahit sesuai MSDS (Material Safety Data Sheet).

3.      Mengetahui sumber-sumber bahaya yang ada di laboratorium dan mampu melakukan pencegahan terhadap terjadinya kecelakaan di laboratorium.

4.      Bertanggung jawab terhadap stok peralatan dan bahan yang ada di laboratorium.

5.      Mampu memperbaiki sarana prasarana.

2.      Manajemen Sarana Prasarana.

Penataan laboratorium yang meliputi penataan peralatan dan bahan harus teridentifikasi secara baik. Ada beberapa kriteria penataan laboratorium:

          Almari (tempat peralatan) harus dilengkapi dengan daftaralat yang tersimpan di dalamnya.

          Setiap Alat dan bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan.

          Penataan Alat dan bahan harus terklasifikasi sesuai tingkat bahayanya dan rak penyimpanan bahan dilengkapi dengan  lcara penggunaannya.

3.      Manajemen Penggunaan Laboratorium

Setiap penggunakan laboratorium baik untuk praktikum maupun penelitian harus menyerahkan terlebih dahulu jadwal penggunakannya sehingga tidak terjadi tumpang tindih jadwal penggunaan laboratorium. Selain itu penggunaan laboratoriun harus memakai peralatan laboratorium seperti jas, masker dan sarung tangan (jika diperlukan) dan mengikuti prosedur peminjaman alat dan permintaan bahan yang berlaku dilaboratorium. Manajemen laboratorium sangat penting untuk dilaksanakan guna terciptanya laboratorium yang aman sehingga produktiifitas laboratorium dapat dipacu.

Kepala laboratorium adalah pengelola laboratorium dengan mendayagunakan seluruh sumber daya secara terencana, terawasi, dan terevaluasi. Karena itu secara manajerial dan organisasi seorang kepalala boratorium memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

1.         Merancang sistem mutu laboratorium.

2.         Menetapkan visi, misi, tujuan, serta kebijakan dan tujuan mutu laboratorium.

3.         Menetapkan kebutuhan sumber daya yang diperlukan laboratorium.

4.         Menetapkan tanggung jawab, wewenang, dan uraian tugas semua personil laboratorium.

5.         Menetapkan sistem pemantauan, evaluasi, dan peningkatan tata/kegiatan laboratorium.

6.         Merancang dan menetapkan berbagai prosedur tata kelola laboratorium.

7.         Memilih personil laboratorium, dan mengusulkannya kepada kepala untuk sekolah.

8.         Memastikan semua sumberdaya terpelihara dengan baik.

 

Dalam menjalankan tugas dan fungsi tersebut kepala laboratorium bisa bertanggung jawab kepada wakil kepala ketua jurusan bidang kurikulum atau kepada ketua jurusan yang ditetapkan berdasarkan kebijakan Fakultas. Selain itu,seorang kepala laboratorium dalam pelaksanaan tugas sebagai pengelola laboratorium dapat dibantu oleh teknisi dan laboran yang secara langsungbertanggung jawab terhadapnya.

C. Kompetensi dan Indikator bagi Kepala Laboratorium. Kepala laboratorium dikatakan mampu mengelola laboratorium jika bisa memperagakan kompetisi-kompetisi berikut :

Kompetensi 1 :

Mampu merencanakan dan mengembangkan kegiatan laboratorium dengan indikatornya :

a) Menyusun rencana pengembangan laboratorium

b) Merencanakan kegiatan laboratorium

c) Mengembangkan sistem administrasi laboratorium

d) Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium

  Kompetensi 2:

Mampu mengelola kegiatan laboratorium, dengan indikatornya :

a)      Mengkoordinasi kegiatan laboratorium

b)      Memantau kegiatan laboratorium

c)      Mengevaluasi kegiatan laboratorium

d)      Melaporkan hasil kegiatan laboratorium

Kompetensi 3 :

Mampu mengelola tenaga laboratorium, dengan indikatornya :

a)      Membuat deskripsi kerja bagi teknisi dan laboran

b)      Mengkoordinasi kegiatan teknisi dan laboran

c)      Mengawasi dan membimbing teknisi dan laboran

d)      Melaporkan kegiatan teknisi dan laboran

Kompetensi 4 :

Mampu memantau sarana dan prasarana serta pemanfaatan laboratorium, dengan

indikatornya :

a) Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium

b) Memantau kondisi dan keamanan alat laboratorium

c) Memantau kondisi dan keamanan bahan laboratorium

d) Melaporkan kondisi dan pemanfaatan laboratorium

Kompetisi 5 :

Mampu mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium, dengan indikatornya :

a) Menilai kerja teknisi dan laboran

b) Menilai kinerja teknisi dan laboran

c) Menilai kegiatan laboratorium

d) Mengevaluasi program laboratorium

 

 

 Sumber:

http://www.unikal.ac.id/index.php/info/artikel/109-manajemen-laboratorium

http://www.scribd.com/doc/51087305/Pengelolaan-Laboratorium

 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-LilinChisyaAriyani, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s