Tugas 3 Serba-serbi K3 TI

Gambar

 

Pentingnya Penerapan K3 dan Penggunaan APD diLingkungan Kerja

 

          Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu alat yang paling penting ketika kita berada didalam lingkungan kerja. Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang digunakan seseorang ketika ia bekerja untuk meminimalkan terjadinya bahaya atau kecelakaan di lingkungan kerja. Contoh dari alat pelindung diri yaitu sarung tangan, celemek, perlindungan jatuh, dan pakaian pelindung penuh, serta perlindungan kepala, mata dan kaki. Menggunakan APD hanya salah satu unsur dalam program keselamatan kerja yang dapat diterapkan diantara berbagai strategi untuk memelihara lingkungan kerja yang aman dan sehat.  Penggunaan alat pelindung diri dengan baik dan benar akan membuat kita merasa aman ketika kita berdada diruang pekerjaan. Alat Pelindung diri merupakan bagian dari keselamatan kerja yang bertalian dengan mesin, pesawat (alat yang digunakan saat bekerja), alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Kewajiban akan pentingnya Alat Pelindung diri (APD) ketika bekerja, telah dikemukakan oleh pemerintah Indonesia melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.

          Hal ini telah tertulis pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentang pelindung diri. Adapun alat pelindung diri tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Safety Helmet

Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.

2. Sabuk Pengaman

Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi maupun peralatan lain yang serupa (mobil, pesawat, alat berat, dan lain-lain)

3. Sepatu Boot

Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja ditempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan dilapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat. Benda panas, cairan kimia, dan sebagainya.

4. Sepatu Pelindung

Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dan sebagainya.

5. Sarung Tangan

Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

6. Tali Pengaman

Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.

7. Penutup Telinga

Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.

8. Kaca Mata Pengaman

Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).

9. Masker

Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).

10. Pelindung Wajah

Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja

11. Jas Hujan

Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).

Alat pelindung diri, kesehatan dan keselamatan kerja tidak hanya dibutuhkan ketika kita berada didalam lingkungan kerja. Tetapi juga sangat perlu diterapkan dilingkungan sehari-hari. Semisal contoh ketika kita berada di lingkungan pendidikan. Kali ini saya akan membahas tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang ada dilingkungan Kampus terutama di lingkungan Teknologi Industri  Tata Busana Universitas Negeri Malang.

Di Universitas Negeri Malang terdapat beberapa Fakultas yang diantaranya yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FPPsi), dan Program Pascasarjana (PPs). Fakultas yang sedang saya tempati yaitu Fakultas Teknik di Jurusan Teknologi Industri. Jurusan Teknologi Industri memiliki dua Prodi yaitu Prodi Tata Busana dan Tata Boga. di PTN Malang, hanya di Universitas Negeri Malang saja kita bisa menjumpai jurusan Tata Busana dan Tata Boga.

 Jurusan Teknologi Industri memiliki beberapa ruang Laboratorium yang bertempat digedung G5, G6, dan H4. Laboratorium yang berada digedung G5 diantaranya yaitu Laboratorium Desain satu ruang, Laboratorium Bordir dan Jahit, Laboratorium Komputer yang terdiri dari satu ruang. Laboratorium yang berada digedung G6 diantaranya yaitu Laboratorium Boga satu ruang, Laboratorium Jahit terdiri dari dua ruangan. Sedangkan di H4 terdiri beberapa ruangan Laboratorium Boga, satu ruang resto yang diberinama Café Warna, dan satu ruang Laboratorium Rias.

Sering saya melihat Mahasiswa sedang menjalani praktik didalam ruang Laboratorium, namun beberapa dari mereka kurang penerapan dalam penggunaan alat pelindung diri. Padahal telah kita ketahui bahwa Alat Pelindung Diri adalah suatu kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dalam konteks ini adalah mahasiswa itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Karena disetiap satu pekerjaan pasti memiliki resiko sendiri-sendiri dan memungkinkan terjadinya sebuah hal yang tak diinginkan, maka untuk menghindari atau meminimalisir hal tersebut digunakan alat pelindung diri bagi para pekerja, untuk melindunginya dari sebuah kecelakaan kerja. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dfari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia dan atau harta benda (Depnaker, 1999:4). Maka dari itu penerapan Keselamatan Kerja sangat dibutuhkan dimanapun kita sedang beraktifitas. Ada beberapa tujuan penerapan keselamatan kerja yaitu sebagai berikut:

  1. Menjamin keselamatan dan kesehatan orang lain yang berada di tempat dan sekitar pekerjaan.
  2. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatan dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional.
  3. Menjaga keamanan hasil produksi khusus dari segi kesehatan, mencegah dan membasmi penyakit dari kecelakaan akibat kerja.
  4. Menjamin terpeliharanya sumber produksi dan pendayagunaan secara aman, efisien dan efektif

          Yang harus kita perhatikan bahwa alat pelindung diri yang akan kita gunakan harus sesuai dengan jenis pekerjaan serta kebutuhan perlindungan untuk bekerja, karena setiap pekerjaan tentunya membutuhkan alat pelindung diri yang berbeda juga. Begitu juga dengan yang ada pada bidang pembuatan busana.

Berikut beberapa alat pelindung diri yang digunakan seseorang yang bergelut pada bidang busana:

1. Celemek (Pelindung Badan)

Celemek bertujuan agar badan pekerja tidak terkena kotoran dari hasil jahit, seperti benang, serpihan kain, dan lain-lain.

2. Bidal

Bidal adalah sebuah benda penutup ujung jari tangan yang biasa dipakai saat menjahit agar tangan tidak tertusuk jarum. Bidal ini sangat jarang dipakai bahkan tidak ada img00756-20121219-1155yang memakainya karena berbagi alasan.

3. Masker

Masker ini sebagai alat penutup hidung dan mulut agar tidak terkena debu-debu tipis yang berterbangan saat pekerja melakukan proses produksi. Masker ini biasanya adalah barang yang tidak disukai para pekerja karena penggunaannya yang tidak nyaman akan tetapi ini masker dapat melindungi kita dalam jangka panjang.

4. Masker RS
Harnet

Harnet adalah alat penutup kepala atau rambut yang berfungsi agar ketika kita bekerja tidak merasa terganggu dengan rambut kita

ada beberapa indikator keselamatan kerja yang harus kita ketahui, yaitu:

a.         Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi:

1.         Pengaturan penerangan

2.         Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik

3.         Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak

b.     Keadaan tempat lingkungan kerja, yaitu meliputi:

1.         Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya

2.         Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya

3.         Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak

4.         Penataan alat yang tidak sesuai dengan ruang kerja

          Kecelakaan kerja juga dapat merupakan suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda, tentunya  hal ini dapat mengakibatkan kerugian jiwa serta kerusakan harta benda. Dengan demikian ada 3 hal pokok yang perlu untuk kita diperhatikan :

  1. Kecelakaan biasanya terjadi akibat adanya kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas tubuh atau struktur.
  2. Kecelakaan mengakibatkan kerugian jiwa dan kerusakan harta benda
  3. Kecelakaan merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki

Penyebab kecelakaan kerja di tempat kerja pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

–          Kondisi berbahaya yang berkaitan dengan Peralatan, Bahan, Mesin, dan lain-lain seperti:

  1. Lingkungan kerja: kebisingan, penerangan, dan lain-lain .
  2. Proses produksi: waktu kerja, sistem, dan lain-lain,
  3. Sifat kerja
  4. Cara kerja

–          Tindakan berbahaya yang dalam beberapa hal dapat dilatarbelakangi oleh -:

  1. kurangnya pengetahuan dan ketrampilan
  2. cacat tubuh yang tidak kelihatan,
  3. keletihan dan kelelahan,
  4. sikap dan tingkah laku yang tidak aman.

Manfaat Penerapan Keselamatan kerja dan Alat Pelindung diri

  1. Dapat menemukan bahaya fisik yang telah ada pada suatu pekerjaan dan sekaligus dapat menentukan metode yang tepat untuk menghilangkan atau mengendalikan kondisi dan tindakan yang dapat membahayakan
  2. Dapat menentukan jenis alat perlengkapan pengaman yang tepat sesuai jenis pekerjaan dan dapat untuk menentukan kualifikasi petugas, seperti kondisi kesehatan, keterampilan atau kemampuan khusus yang diperlukan, dan lain-lain
  3. Dapat memudahkan dalam merumuskan standar pelaksanaan pekerjaan yang selaras dengan tuntutan operasi yang efisien dan aman, termasuk instruksi, pendidikan dan pelatihan
  4. Penerapan standar pekerjaan yang aman akan meyakinkan setiap pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya secara konsisten dan aman sehingga dapat bekerja lebih produktif

          Banyak manfaat yang bisa kita ambil ketika kita menerapkan K3 dilingkungan kerja salah satu dari manfaat itu kita bisa mencegah timbulnya gangguan kecelakaan yang akan disebabkan oleh kondisi kerja. Keselamatan kerja tidak hanya perlu digunakan dilingkungan kerja tetapi juga dilingkungan pendidikan ketika kita sedang menjalani tugas praktik dilaboratorium.

 

pekerja_di_industri_tekstil_100629165424vnv173-53n1485
Rujukan :

http://psangiklangratis.blogspot.com/2012/12/alat-pelindung-diri-apd.html

http://mily.wordpress.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Alat_pelindung_diri

https://k3tium.wordpress.com/2012/12/15/tugas-3-serba-serbi-k3-ti-2/

www.scribd.com/doc/23928718/ALAT-PELINDUNG-DIRI

 

 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-AshfiyahIkaFirdaus, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s