Tugas 3 serba-serbi K3 TI

ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIGUNAKAN DI LABORATURIUM TEKNOLOGI INDUSTRI TATA BUSANA DAN LINGKUNGAN SEKITAR UNIVERSITAS NEGERI MALANG

       

        Saya salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang UM angkatan 2012 yang bernama Enno Evitasari. Saya di Universitas Negeri Malang UM mengambil jurusan Teknologi Industri dengan Prodi D3 Tata Busana. Tujuan saya mengambil prodi Tata busana yaitu untuk melanjutkan bakat saya yang awalnya dari SMK dengan jurusan tata busana. Pada mata kuliah di bidang busana ini saya mendapatkan jenis mata kuliah yang menjurus pada keselamatan dalam bekerja, yaitu lebih jelasnya mata kuliah K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Di bidang tata busana khususnya juga harus diterapkan tentang K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja bertujuan untuk melindungi bagian-bagian dari tubuh agar terhindar dari bahaya atau kecelakaaan kerja. Salah satu contoh alat pelindung diri di bidang tata busana yaitu masker dan celemek kerja, alat pelindung diri ini digunakan pada saat praktik berlangsung misalnya praktik menjahit.

            Pada mata kuliah K3 ini saya mendapatkan tugas untuk berbincang-bincang pada ketiga sumber alumni D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang UM untuk mewawancara tentang alat pelindung diri di laboratorium Universitas Negeri Malang pada saat itu. Ketiga sumber yang sudah saya wawancarai yaitu bernama Ocik Rosidah, Nurul Hidayati, Sisha, ketiga sumber ini salah satu alumni D3 Tata Busana yang input atau melanjutkan ke jenjang pendidikan S1 tata busana Universitas Negeri Malang. Pertama yang saya lakukan dalam wawancara tersebut yaitu menghubungi sumber dan melakukan suatu perjanjian kapan sumber tersebut ada waktu luang untuk saya melakukan wawancara. Dan jika sudah disepakati semua, tahap selanjutnya yaitu mewawancarai ketiga sumber tersebut dengan berbagai pertanyaan tentang alat peelindung diri yang digunakan pada laboratorium teknologi industi tata busana Universitas Negeri Malang.

            Pertama sumber yang saya wawancarai yaitu mbk Ocik Rosidah, mbk Ocik Rosidah mengatakan bahwa alat pelindung diri yang digunakan di laboratorium tata busana yaitu berupa “celemek saja”. Dan mbk Ocik juga mengatakan bahwa “Alat pelindung diri hanya celemek aja dek, itupun teman-teman kurang kesadaran diri buat pakai jadi lebih sering gak pakenya. Belum ada peraturan ketat tentang pemakaian alat pelindung diri juga”. (Ucap mbk Ocik Rosidah)

GambarGambar

Setelah saya pahami tentang apa yang dibicarakan oleh mbk Ocik Rosidah, saya menyimpulkan bahwa alat pelindung diri baju kerja yang digunakan di laboratorium tata busana yaitu celemek atau jas laboratorium. Celemek atau jas lab ini berfungsi untuk melindungi tubuh  dari kemungkinan genangan atau percikan darah atau percikan cairan tubuh lainnya yang dapat mencemari baju kerja atau jas lab tersebut. Selain itu sebagian besar mahasiswa Universitas Negeri Malang khususnya jurusan tata busana jika melaksanakan mata kuliah praktik jarang memakai alat pelindung diri berupa celemek kerja atau jas lab, penghambat hal seperti ini dikarenakan kurangnya kesadaran dari mahasiswa untuk mengenakan jas lab atau baju kerja yang sudah disediakan. Untuk menanggulangi atau mengatasi suatu hambatan tersebut maka pihak laboratorium tata busana mewajibkan mahasiswanya untuk memakai alat pelindung diri saat melakukan praktik kerja atau praktik industi sehingga mahasiswa tersebut tidak meremehkan alat pelindung diri.

            Wawancara sumber yang kedua yaitu bernama mbk Sishayatul Hanifah. Mbk Sishayatu Hanifah ini mengatakan mengenai alat pelindung diri yang digunakan di laboratorium tata busana itu “Jas lab atau celemek kerja salah satu baju kerja yang digunakan dari dulu di Universitas Negeri Malang UM hanya baju kerja aja tidak ada yang lain”. (Ucap mbk Sishayatul Hanifah)

            Dari wawancara yang dikatakan mbk Sishayatul Hanifah diatas alat pelindung diri yang digunakan dilaboratorium hanya celemek atau jas lab saja. Menurut saya dibidang tata busana alat pelindung diri bisa berupa masker fungsinya untuk penyaring udara yang dihirup saat bekerja ditempat dengan kualitas udara buruk misalnya berdebu, beracun dan lain sebagainya. Guna masker di bidang busana yaitu untuk menghindari debu atau serat kecil-kecil pada bahan kain, jika saat bekerja tidak menggunakan alat pelindung diri maka akan sulit untuk bernafas dan menyebabkan sesak nafas atau asma. Penggunaan alat pelindung diri sangat berperan penting untuk kesehatan dan keselamatan kerja

Menurut OSHA 3151-12R 2003, perusahaan wajib menjamin keselamatan pekerja dengan memberikan perlindungan keselamatan kerja, secara umum pengusaha bertanggungjawab untuk melakukan penilaian bahaya dari tempat kerja untuk mengidentifikasikan dan mengendalikan bahaya fisik dan kesehatan.

Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah bagi sebuah perusahaan atau lapangan pekerjaan yang dimana mencakup kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi namun timbulnya korban jiwa perkerja. Maka dari itu alat pelindung diri sangat bermanfaat bagi keselamatan kerja kita baik itu dibidang konveksi atau busana, perbengkelan, dan lain sebagainnya.

Untuk wawancara selanjutnya saya akan berbincang-bincang kepada alumni D3 Tata Busana  yang bernama Nurul Hidayati. Mbk Nurul Hidayati ini sahabat dari mbk Ocik Rosidah dan mbk Sishayatul Hanifah. Mereka bertiga sama-sama melanjutkan ke jenjang S1 Tata Busana di Universitas Negeri Malang. Menurut mbk Sishayatul Hanifal, alat pelindung diri yang digunakan dilaboratorium tata busana Universitas Negeri Malang yaitu “hanya celemek saja alat pelindung dirinya, kurang lengkap kalau menurut mbk Sishayayul Hanifah dan seharusnya ada alat pelindung diri berupa sandal khusus untuk menjahit dan alat pelindung diri seperti masker”.

Setelah saya mendengar dari apa yang telah diucapankan oleh mbk Sishayatul Hanifah, saya menyimpulkan bahwa alat pelindung diri yang digunakan di laboratorium Universitas Negeri Malang memang kurang dan juga butuh alat pelindung diri yang steril agar pada saat praktik tidak terjadi kecelakaan kerja dan bahaya kerja. Alat pelindung diri dibidang tata busana tidak cukup kalau hanya celemek saja yang digunakan pada saat praktik, tetapi juga membutuhkan alat pelindung diri berupa masker untuk melindungi pernafasan dari debu ataupun serat-serat kain yang berterbangan. Selain itu juga membutuhkan alat pelindung diri berupa sandal khusus untuk menjahit mungkin fungsi dari sandal ini untuk melindungi kaki dari sengatan listrik berbahaya dari dinamo mesin jahit.

Disuatu desa tempat saya tinggal yaitu desa Clumprit Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang masih ada alat perlindungan diri yang diremehkan atau disalahgunakan oleh masyarakat sekitar desa Clumprit.  Di kampung saya khususnya di desa Clumprit jarang yang kurangnya pemahaman K3 (Kesehatan Keselamatan kerja), sebagai contohnya yaitu pada saat menggendarai sepeda motor tidak memakai helm, di (bidang pertanian) petani didesa saya juga jarang menggunakan penerapan K3 (Kesehatan keselamatan kerja) misalnya tidajk memakai sarung tangan pada saat kerja atau saat memisahkan padi pada tangkainya atau jeraminya dengan cara memukul-mukulkan padi yang masih nempel pada jerami supaya rontok dengan menggunakan kayu yang ditata rapi seperti kursi, lalu ada juga para petani pada saat kerja tidak menggunakan topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari yang secara langsung, di (bidang Perbengkelan) para pekerja didesa saya juga masih belum atau masih meremehkan penerapan K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) misalnya pada saat mengelas besi tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan pakaian kerja kebanyakan pekerja tersebut menggunakan kaos biasa yang biasa digunakan sehari-hari dan itu semua akan menimbulkan bahaya atau kecelakaan pada saat kerja. Selain itu ada juga orang memasang lampu dipinggir jalan tidak menggunakan alat pelindung diri dan itu juga penerapan K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)-nya kurang begitu menguasai seperti misalnya berupa tidak memakai sabuk pengaman,tidak memakai baju kerja yang layak, tidak memakai sarung tangan dan sepatu dari karet, dan tidak menggunakan helm untuk keselamatan kerjanya.

GambarGambarGambarGambar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s