TUGAS 3 SERBA-SERBI K3 TI

KETIDAKMENTAATI PENGGUNAKAN ALAT PELINDUNGAN DIRI

Di Dalam jurusan Teknologi Industri UM terdapat dua program study yaitu Tata Busana dan Tata Boga. Keduanya tersebut menempati tempat yang sama di Gedung G5 dan G6 tetapi meskipun memiliki gedung yang sama, tata busana dan tata boga memiliki laboratorium yang berbeda. Didalam laboratorium tata busana tersebut kita tidak asal menggunakan mesin dan menempatinya laboratoriumnya aja. Kita harus tau tata cara menempati tempat laboratorium dan cara penggunaan alat dan mesinya. Berbagai macam alat dan mesin yang tersedia di laboratorium Tata busana untuk menunjang proses perkuliahan. Adapun alat dan mesin yang tersedia sebagai berikut:
1. Alat:
– Gunting
– Jarum jahit
– Tang
– Obeng
– Pinset
– Spul
– Skoci
– Seterika
– Rader
– Pendedel
– Spatu Jahit, dan lain sebagainya
2. Mesin:
– Mesin jahit
– Mesin obras
– Mesin Bordir
– Mesin serba guna
Banyak sekali terdapat alat dan mesin yang mungkin membahayakan kita, Kabel yang bergelantungan tanpa ada pengaman dapat membahayakan kita. Mahasiswa jurusan tata busana jika mengikuti mata kuliah yang bertempat di dalam laboratorium, akan mengikuti mata kuliah tersebut dengan serius. Dengan keseriusan tersebut terkadang kita bisa lupa kabel yang bergelantungan. Alangkah baiknya jika kabel-kabel tersebut ditata dengan baik yang mungkin bisa meminimaliskan terjadinya kecelakan. Meja seterikapun juga sudah waktunya berganti.
Laboratorium tata busana sangatlah erat hubungannya dengan menggunakan kain. Berbagai macam kain yang digunakan ketika melakukan praktek menjahit. Dapat menjahit adalah salah satu kunci untuk menjadi seorang desainer. Dengan menjahit kita pasti akan menggunakan kain dan bahan lainnya seperti benang, visiline, kain keras, karbon, kain gula dan lain sebagainya. Setelah melakukan pemotongan tentunya akan ada perca-perca sisa dari pemotongan kain. Serbuk sisa pemotongan kain tersebut juga bisa menimbulkan sesak nafas.
Tanpa banyak diketahui bahwa potongan kain yang sudah menjadi serbuk akan terhirup oleh kita saat bernafas dan akan mengalami mengganggu pernafasan kita. Oleh karena itu gunakanlah masker ketika kita melakukan praktek menjahit, gunakan pula jas lab yang telah kita miliki agar tidak mengotori baju kita. Seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja.
Beralih dari laboratorium tata busana, di gedung G6 maupun G5 terdapat kelas teori yang lumayan banyak. Di dalam ruangan teori tersebut terdapat dinding yang berlubang-lubang dan menurut saya sangat mengganggu keindahan ruang tersebut. Agar tidak mengurangi keindahan tersebut, segera dilakukan perbaikan yang mungkin bisa memberikan keindahan disetiap ruangan tersebut.
Tangga yang terletak disebelah ruangan teori 210 banyak kotoran yang menempel pada dinding, kotoran tersebut akibat dari tingkah laku mahasiswa yang selesai memakan gorengan maupun kotor akibat lain yang di usapkan ke dasar dinding. Alangkah baiknya jika dinding tersebut segera dilakukan perbaikan.
Tempat duduk yang patah namun sampai sekarang belum ada tindakan untuk memperbaikinya, tangga yang patah, jalan utama untuk dilewati banyak motor dan mobil belum mengalami perubahan sedikit pun. Hal ini pastinya akan berdampak buruk dan membahayakan bagi mahasiswa.
Berikut ini adalah macam macam alat pelindung diri:
1 Masker pada dasarnya masker membantu memfilter udara yang masuk ke hidung kita. Tentu saja masker sangat berguna apalagi jika ketika bekerjadengan menggunakan bahan kain. Masker berguna Sebagai penyaring udara yang dihirup saat melakukan praktekum menjahit.
2 Kacamata pengaman: alat yang berguna untuk melindungi mata kita dari suatu yang membahayakan. Biasanya kalau dalam menjahit kita sering kali kelilipan serbuk dari kain perca. Namun banyak mahasiswa juga yang tidak memakai kacamata kerja untuk melakukan aktivitasnya. Hal ini karena kesalahan pada diri masing-masing yang tidak berantisipasi sehingga mata memerah pun jadi.
3 Pelindung telinga sangat dibutuhkan apalagi ketika kita sedang bekerja dalam kondisi suara yang sangat berisik. Jika tidak menggunakan alat ini saat bekerja maka dalam waktu berkepanjangan pendengaran kita bisa terganggu. Dibawah kedung kita terdapat tempat untuk mahasiswa mesin melakukan praktekum. Alat pelindung diri ini berfugsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja.
4 Sarung tangan yaitu sebagai pelindung tangan agar tidak terkena jarum, pendedel maupun guntung pada saat melakukan praktekum.
5 Pelindung pakaian Dipakai untuk melindungi pakaian dari kotoran saat menjahit seperti perca kain, benang, dll.
6 Pelindung kaki berfungsi agar tidak mudah tersengat listrik
Dasar Hukum Alat Pelindung Diri
1. Undang-undang No.1 tahun 1970.
a. Pasal 3 ayat (1) butir f: Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat untuk memberikan APD
b. Pasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD.
c. Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk memakai APD.
d. Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan menyediakan APD secara cuma – cuma.
2. Permenakertrans No.Per.01/MEN/1981 Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan alat pelindung diri dan wajib bagi tenaga kerja untuk menggunakannya untuk pencegahan penyakit akibat kerja.
3. Permenakertrans No.Per.03/MEN/1982 Pasal 2 butir I menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan makanan ditempat kerja.
4. Permenakertrans No.Per.03/Men/1986 Pasal 2 ayat (2) menyebutkan tenaga kerja yang mengelola Pestisida harus memakai alat-alat pelindung diri yg berupa pakaian kerja, sepatu lars tinggi, sarung tangan, kacamata pelindung atau pelindung muka dan pelindung pernafasan
Aspek-aspek lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan APD adalah :
• Bentuknya cukup menarik
• Dapat diapakai secara fleksibel
• Tahan untuk pemakaian yang cukup lama
• Seringan mungkin dan tidak menyebabkan rasa ketidak nyamanan yang lebih
• Dapat memberiakn perlindungan yang kuat terhadap bahaya yang spesifik yang dihadapi oleh pekerja
• Tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi pemakaiannya yang dikarenakan bentuk dan bahayanya tidak tepat atau salah dalam penggunaannya.
• Suku cadang mudah diperoleh untuk mempermudah pemeliharaan
Pemeliharaan APD
Secara umum pemeliharaan APD dapat dilakukan antara lain dengan :
– Menyimpan dengan benar alat pelindung diri
– Mencuci dengan air sabun, kemudian dibilas dengan air secukupnya. Terutama untuk kaca mata, sepatu, pakaian, sarung tangan.
– Menjemur Di bawah sinar matahari untuk menghilangkan bau, terutama pada sepatu dan jas
– Untuk menjaga daya guna dari APD, hendaknya disimpan ditempat khusus sehingga terbebas dari debu, kotoran, gas beracun, dan gigitan serangga/binatang. Tempat tersebut hendaknya kering dan mudah dalam pengambilannya.
Faktor yang memepengaruhi terjadinya kecelakaan kerja:
– Ventilasi yang Minimum
– Luas Ruangan
– Debu
– Udara atau Cuaca
– Sarana Kerja
– Penerangan
– Management
– Tenaga kerja
Potensi bahaya saat melakukan praktekum yang dapat terjadi:
– Bahaya kebakaran, tersengat arus singkat.
– kerusakan pada penglihatan, ngilu pada persendian pada saat menjahit.
– Polusi udara, kerusakan pada penglihatan, terpeleset pada saat mengobras.
– Jari terpeleset mesin jahit, mesin itik, atau mesin obras.
– Jari terkena gunting, jari tergencet mesin seterika pada saat finishing.
Upaya menanggulangi kecelakaan tersebut:
– Lebih memperhatikan keselamatan para tenaga kerja dengan menyediakan alat pelindung diri.
– Memberikan pelatihan akan bahaya kerjanya terhadap karyawan baru.
– Memberikan pengumuman dan peraturan yang tegas terhadap karyawan akan pentingnya memakai alat pelindung diri
– Memberikan sangsi terhadap karyawan yang tidak menggunakan alat pelindung diri
– Mengadakan pemeriksaan organ dalam setiap 3 bulan sekali
– Mempersiapkan K3 untuk penanganan cepat terhadap karyawan yang mengalami kecelakaan

Sumber: http://share.pdfonline.com/8922b9514f424a87bdbe96ee5cf844a5/YOSI%20NOVITA.htm
http://www.ibudanbalita.net/info/macam-macam-alat-pelindung-diri.html

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-LilinChisyaAriyani, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s