Tugas 3 Serba-Serbi Laboratorium TI

Gambar

img00756-20121219-1155SARANA PRASARANA YANG ADA DI TEKNOLOGI INDUSTRI

 

Alat Pelindung Diri menurut Cahyono (2004) peralatan yang harus disediakan oleh instansi, pengusaha untuk setiap pekerjanya (karyawan). Alat pelindung diri merupakan peralatan keselamatan yang harus digunakan oleh tenaga kerja apabila berada dalam lingkungan kerja yang berbahaya.

Alat Pelindung Diri adalah peralatan yang digunakan untuk perlindungan diri pekerja didalam mengerjakan pekerjaannya. Menurut Apsari (2006) Pemakaian Alat Pelindung Diri mempunyai tujuan:

  1. Mencegah Kecelakaan Kerja
  2. Melindungi Tenaga Kerja
  3. Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Apsari (2006) juga menjelaskan tentang syarat-syarat menggunkan Alat Pelindung Diri:

  1. Enak atau Nyaman Dipakai
  2. Tidak Mengganggu Kerja
  3. Memberikan Perlindungan yang Efektif Terhadap Jenis Bahaya

Cahyono (2004) juga mengatakan tentang Jenis – jenis APD dan kegunaannya. Berikut jenis-jenis alat Pelindung diri:

  1. Alat Pelindung Kepala: Topi Pelindung/Pengaman (Safety Helmet), Tutup Kepala, Hats/cap, Topi pengaman
  2. Alat Pelindung Muka dan Mata: Safety Glasses, Face Shields, Goggles
  3. Alat Pelindung Telinga: Tutup Telinga (Ear muff ), Sumbat Telinga (Ear plugs)
  4. Alat Pelindung Pernafasan: Masker, Respirator
  5. Alat Pelindung Tangan: Sarung Tangan (Safety Gloves)
  6. Alat Pelindung  Kaki: sepatu bot
  7. Alat Pelindung  Badan: jas laboratorium
  8. Safety Belt
  9. APD untuk tugas khusus

Kegunaan Alat Pelindung Diri

  1. Alat Pelindung Kepala

–          Topi Pelindung/Pengaman (Safety Helmet): Melindungi kepala dari benda keras, pukulan dan benturan, terjatuh dan terkena arus listrik.

–          Tutup Kepala: Melindungi kepala dari kebakaran, korosif, uap-uap, panas/dingin

–          Hats/cap: Melindungi kepala dari kotoran debu atau tangkapan mesin-mesin berputar

–          Topi pengaman: untuk penggunaan yang bersifat umum dan pengaman dari tegangan listrik yang terbatas. Tahan terhadap tegangan listrik. Biasanya digunakan oleh pemadam kebakaran.

  1. Alat Pelindung Muka Dan Mata:

–          Melindungi muka dan mata dari:
a. Lemparan benda-benda kecil.
b. Lemparan benda-benda panas
c. Pengaruh cahaya

 Pelindung mata harus dikenakan ketika menggunakan:

  1. Benda yang tajam (kaustik), yang bersifat memusnahkan, atau bersifat iritasi
  2. Barang pecah belah di ruang hampa atau tekanan yang (ditambah atau dikurangi)
  3. Bahan karsinogenik
  4. Bahan mudah terbakar
  5. Bahan radioaktif
  6. Bahan ledak
  7. Laser (diperlukan perlindungan lensa khusus) Cahaya UV (diperlukan perlindungan lensa khusus)
  8. Biohazards

Pelindung mata juga harus dikenakan ketika melakukan kegiatan : pengelasan, sanding, penggerindaan, pengeboran, penggergajian. Peralatan perlindungan mata harus mudah untuk dibersihkan dan disinfekasi. Pelindung mata harus selalu dijaga dalam kondisi yang baik.

  1. Alat Pelindung Telinga :

Sumbat Telinga (Ear plugs )
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu.

Tutup Telinga (Ear muff )
frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB)
Untuk frekuensi biasa 25-30 dB.

Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi tak lebih dari 50 dB,karena hantaran suara melalui tulang masih ada.

  1. Alat Pelindung Pernafasan

Dikarenakan beberapa prosedur laboratorium tertentu menghasilkan uap beracun dan zat pencemar, diperlukan perlindungan pernapasan di lingkungan pekerjaan. Perlindungan pernapasan digunakan ketika melakukan pekerjaan dengan prosedur beresiko tinggi (misal: pembersihan dari tumpahan bahan terinfeksi). Pemilihan antara masker dan respirator, beserta jenis respirator akan tergantung pada jenis resikonya.

Respirator memiliki saringan yang dapat diganti-ganti sebagai perlindungan terhadap gas, uap, partikulat dan mikroorganisme. Perlu diingat bahwa tidak ada saringan selain dari saringan HEPA yang akan memberi perlindungan terhadap mikroorganisme, sehingga saringan harus disesuaikan benar dengan jenis respirator. Untuk mencapai perlindungan optimal, respirator harus cocok dengan wajah pemakai dan diujikan. Respirator disatukan dengan pemasok udara integral yang menyediakan perlindungan penuh. Dibutuhkan saran dari orang yang berkompeten, misalnya: ahli kesehatan, untuk pemilihan respirator yang benar.

Memberikan perlindungan terhadap sumber-sumber bahaya seperti:
a. kekurangan oksigen
b. pencemaran oleh partikel (debu, kabut, asap dan uap logam)
c. pencemaran oleh gas atau uap

Fungsi dan Jenis alat pelindung pernafasan :

  1. Memberikan perlindungan terhadap sumber-sumber bahaya seperti:

–  kekurangan oksigen

– pencemaran oleh partikel

– pencemaran oleh gas atau uap

  1. Alat Pelindung Tangan

–          Sarung Tangan (Gloves)

Jenis pekerjaan yang membutuhkan sarung tangan :
a. Pengelasan/ pemotongan (bahan kulit)
b. Bekerja dengan bahan kimia (bahan karet)
c. Beberapa pekerjaan mekanikal di workshop dimana ada potensi cedera bila  tidak menggunakan sarung tangan (seperti benda yang masih panas, benda yang sisinya tajam dlsb.).
d. Beberapa pekerjaan perawatan.

  1. Alat Pelindung Kaki

Perlindungan Kaki dirancang untuk mencegah luka-luka dari bahan kimia bersifat menghancurkan, bahan-bahan berat, goncangan elektrik, seperti misalnya memberi daya tarik pada lantai basah. Jika suatu objek bersifat korosif, berbahan kimia atau objek berat jatuh ke lantai, bagian yang paling rentan pada badan adalah kaki. Karena alasan inilah, sepatu yang dengan sepenuhnya menutup dan melindungi kaki, direkomendasikan.

Sepatu buatan pabrik, seperti sepatu tenis, bersifat menyerap cairan. Jika bahan­kimia tumpah di atas sepatu pabrik, buka alas kaki seketika. Ketika memilih alas kaki untuk laboratorium, pilihlah sepatu kokoh yang menutupi seluruh kaki. Hal ini akan menyediakan perlindungan terbaik.

Sepatu jenis berikut tidak boleh dikenakan di laboratorium:sandal,sandal kayu,sepatu tumit tinggi, sepatu yang terbuka.

–          Jenis jenis alas kaki yang direkomendasikan adalah :

  • Sepatu keselamatan (steel-toed) melindungi dari luka-luka disebabkan oleh dampak dari objek apapun selama aktivitas kerja (misal: pengangkatan bahan yang berat, menggunakan perkakas bertenaga besar, dll).
  • Sepatu treated, sepatu boot karet atau tutup sepatu plastik melindungi dari bahan­vkimia bersifat menghancurkan.
  • Sepatu Insulated melindungi dari goncangan elektris.
  • Sepatu boot karet dengan anti selip pada bagian luar sol menyebabkan daya tarik di dalam kondisi basah dimana terjadi kemungkinan selip. Sepatu keselamatan, sepatu boot karet atau tutup sepatu plastik melindungi dari jenis spesifik pencemaran kimia dan seperti sarung tangan harus dipilih untuk jenis resiko yang tepat.

–          Untuk mencegah tusukan

–          Untuk mencegah tergelincir

tahan terhadap bahaya listrik

–          Pakaian Pelindung: digunakan untuk melindungi tubuh dari benda berbahaya, misal api, asap, bakteri, zat-zat kimia, dsb.

Jas Laboratorium lebih baik seluruhnya tertutup dengan kancing.  Namun, jas laboratorium dengan lengan panjang, bukaan di belakang akan memberikan perlindungan lebih baik dibanding jas laboratorium yang umum digunakan dan lebih disarankan untuk digunakan pada laboratorium mikrobiologi  untuk pekerjaan yang berhubungan dengan kabinet Biosafety.

Jas laboratorium dirancang untuk melindungi kulit dan pakaian dari bahan kimia yang mungkin tumpah. Jas  ini harus selalu dipakai dan lebih baik jika panjangnya selutut. Ada beberapa jenis mantel laboratorium yang berbeda untuk jenis perlindungan yang berbeda;

  • Kapas melindungi dari objek inhalasi, tepian yang keras atau tajam dan pada umumnya perlindungan terhadap api
  • Wol melindungi dari percikan bahan yang dicairkan, cuka dalam jumlah kecil, dan nyala api kecil
  • Serat Buatan melindungi dari percikan dan radiasi inframerah atau ultra ungu.
  • Bahan anti statik

Jas laboratorium dari serat buatan dapat meningkatkan beberapa resiko laboratorium. Sebagai contoh, beberapa bahan pelarut bisa menghancurkan beberapa kelas serat buatan tertentu, dengan demikian mengurangi efek perlindungan dari mantel tersebut. Sebagai tambahan, pada kontak dengan nyala api, beberapa serat buatan akan meleleh. Jas  Laboratorium juga dapat   dibuat dengan snaps/fasteners yang membuat pemakai bisa bergerak cepat dalam suatu keadaan darurat.

Celemek merupakan suatu alternatif untuk mantel laboratorium. Pada umumnya dibuat dari plastik atau karet untuk melindungi pemakai terhadap bahan kimia bersifat menghancurkan. Celemek atau apron harus dikenakan di atas jas laboratorium jika diperlukan untuk memberi perlindungan terhadap tumpahan bahan kimia atau bahan biologi seperti darah atau cairan kultur.

  1. Safety Belt:
    Berguna untuk melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh, biasanya digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat serta tempat
    tertutup atau boiler.

–           Jenis :

  1. Penggantung unifilar
  2. Penggantung berbentuk U
  3. Gabungan penggantung unifilar dan bentuk U
  4. Penunjang dada (chest harness)
  5. Penunjang dada dan punggung (chest waist harness)
  6. Penunjang seluruh tubuh (full body harness

–          APD untuk tugas khusus
a. Apron untuk bekerja dengan bahan kimia ataupun pekerjaan pengelasan.
b. Full body harness untuk bekerja di ketinggian melebihi 1,24 meter.
c. Tutup telinga (ear plugs) untuk bekerja di tempat dengan kebisingan melebihi 85 dB.
d. Sepatu boot karet (rubber boot) untuk semua pekerjaan di kebun yang dimulai dari  survey lahan, pembibitan, penanaman hingga panen.

Sumber :

http://mysafetyshoes.wordpress.com/2011/10/27/tujuan-manfaat-jenis-dan-kegunaan-dari-alat-perlindungan-diri-apd/

http://www.asuransi-kesehatan.org/menggunakan-alat-pelindung-diri-apd-saat-bekerja

http://alatalatlaboratorium.com/Blog/alat-pelindung-diri-laboratorium

img0822a

img0830a

img0831a
img00706-20121218-1013

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-AlfitaNurochmah, Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s