Tugas-4 K3 di Industri Garment

Penggunaaan APD di Industry belum maksimal

Penggunaan Alat Pelindung Diri di Industry IC Colection. Sebelumnya kita lihat sejarahnya pemilik produksi IC Collection merupakan adalah Viviana bersama suaminya, Ale. Mereka mendirikan usahanya mulai tahun 2011, bersamaan dengan kelahiran anak putrinya yang bernama Aisyah. Sehingga nama perusahaannya diberi nama IC Collection (dalam bahasa Inggris).

Awal mula sebelum memiliki product sendiri, mereka melakukan proses marketing. Di mana proses marketing adalah menjual produk Kanada dari temannya untuk dipasarkan. Dari keuntungan memasarkan produk tersebut, mereka memulai bisnis dan membuat produk sendiri. Secara bertahap, pada awalnya mereka memiliki 5 karyawan. Dalam mengelola bisnis ini mereka selalu memperhatikan kualitasnya, sehingga mereka mencari karyawan atau orang-orang yang profesional. Dengan berjalannya waktu IC Collection ini memiliki cabang yaitu di Blitar. Di Blitar ini , mereka mempunyai banyak karyawan sekitar 40 orang. Dalam menciptakan produk, mereka tidak pernah berfikir produknya banyak, tetapi mereka memperhatikan kualitas dan kenyamanannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, mereka memanfaatkan teknologi ini menjadi sesuatu yang bermanfaat  yaitu menjual dengan online.

Berikut beberapa Faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja di Industry

  1. Faktor Lingkungan Kerja

Yang berkaitan dengan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang  ada hubungannya dengan lingkungn tempat  bekerja. Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan lingkungan kerja antara lain: penerangan, debu yang ada, kebisingan, pembuangan limbah, tempat – tempat sub bagian tertentu (tempat design dan tempat pemberian warna). Lingkungan kerja usaha ini tergolong ramah dan terkondisi, karena berada pada wilayah industri sehingga tidak mengganggu populasi yang lain misalnya masyarakat setempat.  Dengan luas wilayah yang berkisar kurang lebih 900m2, sub bidang usaha ini dapat tertata dengan baik,antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak pula mengganggu sub bidang yang lain. Dengan ketinggian atap yang cukup menghasilkan penerangan yang normal, maksudnya untuk ukuran pekerja itu tidak terlalu terang namun tidak terlalu redup pula. Kemudian, antara sub bidang pemotongan dengan yang lainnya jaraknyapun relative, artinya ketika sedang pemotongan tidak terjadi  polusi debu yang timbul dari pemotongan tersebut yang memungkinkan mengganggu  sub bidang yang lain. Begitu pula dengan sub bidang yang lain yang dinilai menghasilkan debu, antara lain pengemasan, pengecekan kualitas dan lain-lain.

 

 

Faktor yang lain yang masih berkaitan dengan lingkungan kerja antara lain faktor internal dan eksternal.

  • Faktor internal ialah faktor yang timbul dari dalam lingkungn kerja tersebut. Misalnya, saat mendesain memutar lagu cukup keras akan mengganggu pada orang yang membuat pola.
  • Faktor eksternal ialah faktor yang datang dari luar lingkungan kerja. Misalnya, kebisingan karena seringnya kendaran yang berlalu lalang.

 

Hal tersebut dapat diatasi dengan adanya  jarak antara jalan raya dan tempat bekerja yang cukup untuk menghindari suara kendaraan yang berlalu lalang disana. Paling tidak suara yang timbul itu tidak terlalu mengganggu, karena kembali pada awal pembahasan bahwa usaha ini berdiri diwilayah industri.

  1. Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja

          Seperti telah kita ketahui, potensi bahaya kerja yang terjadi pada beberapa bidang usaha  tergolong hampir sama. Antara lain bahaya kecelakaan karena peralatan kerja yang  dipakai. Potensi bahaya kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada perusahaan IC colection antara lain: 1. Di tempat pembuatan desain terjadi konsleting listrik. 2. Di tempat pemotongan bahan salah potong bahan. 3. Di tempat jahit jari tertusuk jarum.

 

  1. Sarana dan Peralatan Kerja

          Dalam pasal 3 UU no.1 tahun 1970 – 2, telah dikatakan bahwa memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.

          Dengan berdasar pada pasal UU tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan  pemberi kerja perlu adanya  keserasian antara sarana kerja dan peralatan kerja guna mendapatkan kapasitas dan kualitas kerja  yang optimal.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s