TUGAS 4 K3 PENERAPAN KA3 DI INDUSTRI

Observasi Penerapan K3 Usaha Konveksi di Global Collection

 

 

 

Makalah

 

 

 

Untuk menyelesaikan tugas matakuliah

Keselamatan Kerja

yang dibina oleh Ibu Dwi Astuti Sih Apsari, M.Si

 

 

 

Oleh:

 

Aziiza Fitria Fadhilla

Gambar

Universitas Negeri Malang

Fakultas Teknik

Jurusan Teknologi Industri

Program Studi D3 Tata Busana

Maret  2013

 

KATA PENGANTAR

 

 

          Observasi adalah suatu kegiatan mengamati langsung pada suatu lokasi yang telah di tentukan terlebih dahulu. Seseorang yang melakukan kegiatan harus dapat menggali lebih dalam wawasan dan pengetahuan pada saat observasi. Maka dalam kegiatan observasi, seseorang atau kelompok anggota harus detail dalam mendapatkan informasi di tempat observasi.    

          Alhamdulilah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan pada penyusunanan makalah ini, penulis sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah merahmati hingga terselesaikan makalah ini. Penulis juga berterimakasih pada dosen pembina keselamatan kerja, Ibu Dwi Astuti yang membetikan pengetahuan terkait sistem K3 sebagai bekal sebelum observasi, dan terimakasih untuk global collection yang bersedia untuk di lakukan observasi.

          Dalam penyusunan makalah ini, mungkin memang masih terdapat banyak kesalahan dalam pembuatannya. Dan apabila ada tambahan dan saran demi pembenaran makalah sangatlah penulis harapkan. 

 

Malang, 15 Mei  2013

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang.

          Dalam menjalankan suatu bisnis usaha yang benar, sangat di butuhkan adanya suatu sistem K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) demi menunjang kesehatan dan keselamatan karyawan pada saat proses bekerja. Dan pada observasi yang telah di lakukan, sistem keselamatan pada bisnis konveksi busana di global collection menjadi tempat tujuan untuk di amati dalam penerapan K3. Karena dalam bisnis koveksi busana pasti akan banyak melibatkan kain yang bertumpuk dan berbagai mesin yang di gunakan, maka observasi di tempat ini akan dapat melihat langsung penerapan K3 di tempat yang mungkin beresiko dengan bahaya bahan tekstil di sekitarnya.

          Selain pada penerapan sistem K3 di tempat konveksi busana, informasi pemasaran dan awal terselenggaranya bisnis konveksi juga menarik perhatian untuk di bahas dalam makalah ini. Karena bisnis yang dilakukan di global collection berada dalam satu lahan pembuatan, dan pemasaran bisnisnya.

          Maka dalam makalah ini, selain mengamati sistem K3 yang di terapkan juga akan membahas sistem pergerakan bisnis usaha konveksi di global collecction. Sehingga makalah ini akan membahas isi dari keseluruhan bisnis konveksi di gelobal collectiion.   

 

1.2  Rumusan Masalah:

  1. 1.      Bagaimana proses berdirinya Global Colection?
  2. 2.      Bagaimana sistem k3 di Global Colection?

 

 

 

1.3  Tujuan.

  1. 1.      Untuk mengetahui proses berdirinya Global Colection.
  2. 2.      Untuk mengetahui prosedur k3 di Global Colection.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1  Proses bedirinya Global Colection.

        Global colection sebenarnya adalah suatu usaha konveksi yang tertangani dari suatu begron pekerjaan yang tidak berasal dari dunia busana. Pasalnya pada saat penulis mencoba mewawancarai pengelola global colection seakan tidak begitu paham mengenai seluk beluk dunia busana. Sehingga jika pekerjaan harus sesuai dengan jenjang pendidikan, hal itu tudak berlaku bagiBapak Ahmad Sodiq, karena dari latar belakang pendidikan  yang berbeda dari profesi beliau sekarang, ternyata usaha konveksi yang pada awalnya tidak di minati dapat menjadi sukses seperti sekarang. Bahkan untuk penjualan seratus pakaian perhari sudah begitu mudah di dapat setiap waktunya. Hingga pada akhirnya bisnis yang tidak di sukai menjadi ladang keuangan yang menjanjikan seperti sekarang ini. Ada suatu pernyataan yang cukup mengherankan saat penulis mewawancara beliau berkata. “saya ini inginnya jadi dosen agama, bukan menjalankan bisnis pakaian seperti ini. Orang jahit saja saya tidak bisa.” Maka dari sedikit wawancara ini sebenarnya dapat memotifasi setiap orang, bahwa bakat di dalam diri itu tidak seelamanya menjadi dasar pokokmenjadi sukses, karena sebenarnya hal itu dapat di kendalikan oleh usaha yang gigih untuk menjadi sukses seperti sekarang.

          Seperti pada saat penulis mencoba bertanya perihal kenapa menjalankan usaha yang sama sekali tidak di minati. Beliau dengan pasti menjawab, “bagaimana mau di tinggalkan, uang saya waktu itu sudah terganti dengan beberapa mesin jahit dan peralatannya. Jadi ya bagaimana pun harus tetap lanjut untuk balik modal, dan bisnis ini juga peninggalan orangtua saya.” Dan dengan perjuangan yang cukup berat akhirnya modal yang berawal Rp.1.700.000,00 dapat kembali hingga bertambah dan berpindah tempat di jl.K.H Zainal Arifin No 24 Pada tahun 1997. Dan pada sistem pemasaran produk, global colection lebih memilih untuk memasarkan usahanya sendiri tanpa perantara. Lahan usaha juga di buat satu lokasi dengan tempat pemasaran produk-produk yang di buat global colection. 

Gambar

Gambar 2.1 Lokasi Pemasaran global colection

(Sumber: dokumen pribadi)

          Dan pada saat ada event khusus seperti tahunajaran baru atau memenuhi pesanan partai, di global colection dapat mampu menjual produknya hingga ribuan jumlahnya.

Gambar

Gambar 2.2 Contoh Pesanan Produk

(Sumber: dokumen pribadi)

1.1  Sistem K3 di Global Colection

          Pada sistem keselamatan kerja di global colection sebenarnya sudah diterapkan, seperti para karyawan di berikan secara gratis sebuah masker untuk di pakai selama bekerja. Naun hanya saja kebanyakan dari para karyawaan menolak memakai masker karena merasa kurang nyaman untuk di pakai bekerja. Padahal dalam pemakaian masker sudah sering kali di sampaikan atasan untuk memakainya, hanya saja pada saat atasan tidak berada di tempat kerja, para karyawan tetap saja meleps masker yang di berikan. Dan untuk sangsi atas pelanggaran tidak memakai masker sampai saat ini hanya berupa teguran saja.

Gambar

Gambar 2.3 Proses Bekerja di Global Colection

(Sumber: dokumen pribadi)

 

 Dan seperti yang terlihat pada gambar di atas, para karyawan banyak yang melanggar ketentuan dalam keselamatan kerja. Dan alasan dari hal itu adalah rasa kurang nyaman dalam memakai masker.

          Ada satu fasilitas lagi bagi para karyawan di global colection, yaitu mendapatkan tambahan makan apabila karyawan menjalani lembur pekerjaan. Dan untuk sarana p3k juga tersedia di global colection.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

          Global colection merupakan usaha konveksi yang di miliki oleh seseorang yang tidak berasal dari dunia busana. Namun  pemilik meski awalnya tidak terlalu menyukai usaha yang didirikan lama-lama mulai menyukainya. Dan pemasaran di global colection lebih memilih untuk memasarkan produknya sendiri dari pada memakai jasa perantara. Sedangkan untuk pekerja di global colection sebenarnya sudah mendapatkan sejumlah fasilitas terkait keselamatan dalam bekerja, hanya saja para karyawan tidak memakai fasilitas dalam pemakaian masker walau sudah sering untuk di tegi.

 

3.2 Saran

          Untuk para pekerja sebaiknya dapat lebih menyadari dari pentingnya pemakaian masker di saat bekerja. Karena dari masker itu akan menjadikan tameng pada bahaya firus yang begitu medah berada di kondisi seperti itu. Sedangkan

 

 

 

 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s