PENERAPAN K3 DI PERUSAHAAN IC COLLECTION MASIH DI

 

PENERAPAN K3 DI PERUSAHAAN IC COLLECTION MASIH DI BAWAH STANDART

LATAR BELAKANG         Dalam suatu perusahaan jika tidak melakukan penerapan K3 bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menimbulkan masalah bagi suatu perusahaan dan menjadi terganggu dalam usahanya. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar, namun lebih dari itu timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya.         Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh sumber teknologi apapun jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dilakukan dengan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di tempat kerja.           Sehingga, dengan melaksanakan K3 akan terwujud perlindungan terhadap tenaga kerja dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang dapat terjadi pada waktu melakukan pekerjaan di tempat kerja. Dengan dilaksanakannya perlindungan K3, diharapkan akan tercipta tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan tenaga kerja yang produktif, sehingga akan meningkatkan produktivitas kerja dan produktivitas perusahaan. Dengan demikian K3 sangat besar peranannya dalam upaya meningkatkan produktivitas perusahaan, terutama dapat mencegah korban manusia. Maka dari itu kami menulis makalah tentang K3 agar dapat menekan terjadinya kecelakaan kerja seminimal mungkin. RUMUSAN MASALAH           Secara umum, rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana penanggulangan yang harus ditangani jika terjadi kecelakaan dalam bekerja di suatu perusahaan? Secara khusus rumusan masalah tersebut dapat dijabarkan berikut ini.

  1. Bagaimanakah proses produksi dan permasalahan yang di alami?
  2. Apa faktor – faktor yang mempengaruhi proses pemantauan dan metode dalam produksi?
  3. Apa upaya penanggulangan terjadinya kecelakaan kerja dalam industri IC colection?

TUJUAN

  1. Agar pembaca mengetahui cara meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja.
  2. Agar pembaca mengetahui bahaya keselamatan kerja di dalam industri.

Tempat ObservasiGambar Perusahaan IC Collection merupakan tempat usaha produksi berbagai macam kerajinan tangan. Perusahaan IC Collection berada di Jalan Kepuh gang 01 Nomor 45 Sukun Klayatan, Malang. Pemilik usaha produksi IC Collection adalah mbak Viviana bersama suaminya, mas Ale. Tahun 2011 mereka mulai mendirikan usahanya, di saat itu juga mbak Vivi melahirkan seorang putri yang bernama Aisyah. Sehingga nama perusahaannya diberi nama IC Collection (dalam bahasa Inggris). Pada awalnya mereka belum memiliki product sendiri, tetapi mereka melakukan proses marketing. Di mana proses marketing adalah menjual produk Kanada dari temannya untuk dipasarkan. Dari keuntungan memasarkan produk tersebut, mereka memulai bisnis dan membuat produk sendiri. Pada awalnya mereka memiliki 5 karyawan. Dalam mengelola bisnis ini mereka selalu memperhatikan kualitasnya, sehingga mereka membutuhkan karyawan yang benar-benar professional. Dengan berjalannya waktu IC Collection ini memiliki cabang yaitu di Blitar. Di Blitar ini, mereka mempunyai banyak karyawan sekitar 40 orang. Dalam menciptakan produk, mereka tidak pernah berfikir produknya banyak, tetapi mereka memperhatikan kualitas dan kenyamanannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, mereka memanfaatkan teknologi ini menjadi sesuatu yang bermanfaat  yaitu menjual dengan online. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN Faktor lingkungan kerja –          Tempat mendesain/komputer          : Penerangan, luas tempat kerja dan                                                  jumlah pekerja. –          Tempat pembuatan pola                  : Penerangan, luas tempat kerja dan                                                  jumlah pekerja. –          Tempat memotong bahan                : Penerangan, luas tempat kerja dan                                                  jumlah pekerja. –          Tempat pemberian motif                : Penerangan, luas tempat kerja dan                                                  jumlah pekerja. –          Tempat menjahit                            : Penerangan, luas tempat kerja dan                                                  jumlah pekerja. –          Tempat pengepakan              : Penerangan, luas tempat kerja dan                                                   jumlah pekerja.   Potensi bahaya kecelakaan kerja –          Tempat mendesain/komputer          : Salah mendesain gambar. –          Tempat pembuatan pola                  : Salah pembuatan pola. –          Tempat memotong bahan                : Salah motong bahan, jari terpotong                                                oleh gunting. –          Tempat pemberian motif                : Salah memberi motif. –          Tempat menjahit                            : Ujung jari terkena jarum jahit. –          Tempat pengepakan              : –   Keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja –          Tempat mendesain/komputer          : Keserasian meja, kursi serta layar                                                  komputer. –          Tempat memotong bahan                : Keserasian meja dengan tinggi                                                        badan karyawan. –          Tempat menjahit                            : Keserasian meja mesin, dan kursi.     Faktor manusia       Permasalahan yang terjadi pada faktor manusia meliputi faktor menejerial dan faktor tenaga kerja. Permasalahannya dapat merupakan : a. Menejemen.

  • Pemahaman  yang  kurang tentang  hiperkes dan keselamatan kerja
  • Tidak  melaksanakan  teknik-teknik hiperkes dan keselamatan kerja
  • Tidak menyediakan alat proteksi/pelindung diri

b. Tenaga Kerja.

  • Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K-3
  • Tidak mengenakan  alat  proteksi yang telah disediakan
  • Tidak mempunyai naluri cara kerja sehat

 

PEMANTAUAN DAN METODA

Pemantauan merupakan usaha untuk mendapatkan data yang valid.  Lain dari pada itu, pemantauan merupakan salah satu cara dimana peneliti akan menemukan jawaban atas rumusan masalah yang ada.  Hal – hal yang berhubungan dengan pengidentifikasian masalah akan dibahas secara terperinci dalam bab pemantauan ini. Dari hasil yang telah diperoleh melalui observasi, IC colection masih banyak menggunakan cara manual, yang hasilnya dinilai lebih bagus dibanding menggunakan mesin yang canggih. Menurut UUD  Tahun 1945 pasal 27 ayat 2, yang berisi sebagai berikut ’’Tiap – tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan’’ , usaha ini sudah memenuhi syarat, bahwasannya usaha ini berdiri atas dasar kemanusiaan pula. Semakin banyaknya usaha ini semakin banyak pula peluang usaha yang ditawarkan pada masyarakat. Namun, tiap – tiap usaha pula harus memperhatikan dasar hukum yang tidak dapat dilanggar olehnya, yaitu sebagaimana yang telah disebutkan dalam  pasal 35 ayat 3 UU 13/2003 yang berbunyi   ‘’Pemberi kerja dalam mempekerjakan tenaga kerja wajib memberikan perlindungan yang mencakup kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan baik mental maupun fisik tenaga kerja’’. Dengan demikian kenyamanan  saat bekerja pun akan tercipta karena pekerja merasa terlindungi atas kecelakaan yang mungkin terjadi. Usaha bidang ini mayoritas menggunakan system shift, karena mereka mengejar target dalam proses produksinya. Perusahaan memberikan keringanan  yang berupa bebas izin untuk tidak bekerja (cuti kerja). Karena system pemberian upah pekerja diberikan dalam hitungan bulan. Tenaga kerja mengambil cuti ini biasanya ketika tenaga kerja  merasa malas bekerja sementara, atau ketika dia berhalangan hadir karena sesuatu urusan. Selain cuti kerja, perusahaan juga memberikan izin apabila tenaga kerja berhalangan hadir karena penyakit tertentu dalam waktu tertentu. Misalnya, ketika wanita sedang datang bulan dan nyeri yang menyebebkan  tidak dapat bekerja pada hari itu.  Tidak lepas dari uraian diatas, ada beberapa hal yang perlu dibahas secara mendetail berkaitan dengan konsep K3. Berikut ini adalah beberapa pembahasan yang akan dijabarkan secara terperinci yang berkaitan dengan rumusan masalah yang ada. FAKTOR TEKNIS Faktor Lingkungan Kerja Yang berkaitan dengan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang  ada hubungannya dengan lingkungn tempat  bekerja. Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan lingkungan kerja antara lain: penerangan, debu yang ada, kebisingan, pembuangan limbah, tempat – tempat sub bagian tertentu (tempat design dan tempat pemberian warna). Lingkungan kerja usaha ini tergolong ramah dan terkondisi, karena berada pada wilayah industri sehingga tidak mengganggu populasi yang lain misalnya masyarakat setempat.  Dengan luas wilayah yang berkisar kurang lebih 900m2, sub bidang usaha ini dapat tertata dengan baik,antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak pula mengganggu sub bidang yang lain. Dengan ketinggian atap yang cukup menghasilkan penerangan yang normal, maksudnya untuk ukuran pekerja itu tidak terlalu terang namun tidak terlalu redup pula. Kemudian, antara sub bidang pemotongan dengan yang lainnya jaraknyapun relative, artinya ketika sedang pemotongan tidak terjadi  polusi debu yang timbul dari pemotongan tersebut yang memungkinkan mengganggu  sub bidang yang lain. Begitu pula dengan sub bidang yang lain yang dinilai menghasilkan debu, antara lain pengemasan, pengecekan kualitas dan lain-lain.     Faktor yang lain yang masih berkaitan dengan lingkungan kerja antara lain faktor internal dan eksternal.

  • Faktor internal ialah faktor yang timbul dari dalam lingkungn kerja tersebut. Misalnya, saat mendesain memutar lagu cukup keras akan mengganggu pada orang yang membuat pola.
  • Faktor eksternal ialah faktor yang datang dari luar lingkungan kerja. Misalnya, kebisingan karena seringnya kendaran yang berlalu lalang.

  Hal tersebut dapat diatasi dengan adanya  jarak antara jalan raya dan tempat bekerja yang cukup untuk menghindari suara kendaraan yang berlalu lalang disana. Paling tidak suara yang timbul itu tidak terlalu mengganggu, karena kembali pada awal pembahasan bahwa usaha ini berdiri diwilayah industri.   Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja         Seperti telah kita ketahui, potensi bahaya kerja yang terjadi pada beberapa bidang usaha  tergolong hampir sama. Antara lain bahaya kecelakaan karena peralatan kerja yang  dipakai. Potensi bahaya kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada perusahaan IC colection antara lain: 1. Di tempat pembuatan desain terjadi konsleting listrik. 2. Di tempat pemotongan bahan salah potong bahan. 3. Di tempat jahit jari tertusuk jarum. Sarana dan Peralatan Kerja         Dalam pasal 3 UU no.1 tahun 1970 – 2, telah dikatakan bahwa memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.         Dengan berdasar pada pasal UU tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan  pemberi kerja perlu adanya  keserasian antara sarana kerja dan peralatan kerja guna mendapatkan kapasitas dan kualitas kerja  yang optimal.                 FAKTOR MANUSIA   Kesehatan Tenaga Kerja           Kesehatan tenaga kerja merupakan faktor yang tergolong penting, karena hal ini menyangkut kinerja tenaga kerja. Maksudnya, apabila tenaga kerja dalam keadaan yang kurang baik, maka kinerjanya pun tidak akan maksimal sebagaimana tuntutan parusahaan.         Dalam bahasan ini perlu digaris bawahi bahwa dalam penyelenggaraan pemberi kerja harus tetap memperhatikan peraturan / dasar hukum yang telah ditetapkan oleh  pemerintah, utamanya berkaitan dengan kesehatan tenaga kerja. Dalam rangka pemantauan kesehatan tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara berkala guna mendeteksi secara  dini kemungkinan adanya penderitaan penyakit akibat kerja.       Kesehatan tenaga kerja mulai terganggu ketika pekerja rutin memegang pekerjaanya. Misalnya, pada saat menuangkan warna pada benda yang akan diberi warna(tas, sendal, dll) tenaga kerja  secara tidak langsung menghirup  bau cat tersebut, yang ketika pencampurannya sedikit banyak menggunakan bahan kimia, yang mengganggu kesehatan mereka. Menurut pengakuan salah satu pekerja ini, mereka merasakan dampaknya dalam kurun waktu yang lama, contohnya untuk berlari tidak lagi sekuat dulu (terkait menumpuknya  zat kimia pada paru-paru yang telah dihirup). Pengakuan yang lain yang terlontar adalah pada saat design, gangguan kesehatan yang telah  mereka rasakan yaitu capek mata karena selalu berhadapan dengan komputer, karena adanya radiasi dari komputer.     Keserasian Sikap  dan Sistem Kerja           Dalam bekerja sebaiknya memperhatikan keserasian sikap kerja dan system kerja. Hal ini berguna untuk mencegah adanya kemungkinan penyakit yang mungkin timbul. Misalnya, pada saat menuangkan warna apabila posisinya terlalu menunduk maka akan terjadi nyeri pinggang, dan apabila berkelanjutan akan menjadi penyakit yang serius (Osteoporosis).         Dalam penerapan K3, keserasian sikap dan system kerja ini disebut ergonomi. Ergonomi sendiri  memiliki ketentuan tersendiri pada saat bekerja. Misalnya, tentang aturan menjinjing beban. Beban yang diangkat tidak melebihi aturan yang ditetapkan ILO sebagai berikut     :  

  • Laki-laki dewasa                  40 kg
  • Wanita dewasa                    15 – 20 kg
  • Laki-laki (16-18 th)    15-20 kg
  • Wanita (16-18 th)      12-15 kg

                      

BAB IV

UPAYA PENGETAHUAN, REKAYASA PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN

  • REKAYASA TEKNOLOGI PENGENDALIAN

LINGKUNGAN KERJA Dalam bekerja di suatu pabrik terutama di pabrik yang menggunakan bahan-bahan kimia yang tentunya mudah terbakar dan berbahaya bagi lingkungan maupun bagi kesehatan karyawan, maka suatu pabrik itu harus memperhatikan mengenai AMDAL. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ini dapat diterapkan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung untuk proses penyelesaian pekerjaan di suatu pabrik. Dengan terciptanya lingkungan yang kondusif maka akan tarciptalah suatu kenyamanan dalam bekerja dan akan menciptakan suatu kinerja yang maksimal, sehingga menghasilkan suatu produk yang masimal pula.   KESELAMATAN KERJA Selain memperhatikan lingkungan kerja, suatu pabrik juga harus memperhatikan keselamatan kerja baik dirinya sendiri maupun karyawan yang lain. Keselamatan kerja merupakan hal utama yang perlu di perhatikan dalam suatu perusahaan. Dikarenakan kondisi seorang pegawai dan keselamatan kerjanya sangatlah berpengaruh dalam proses kinerjanya. Salah satu contoh dalam observasi di pabrik IC colection. Dari berbagai bahan yang digunakan terdapat bahan-bahan kain yang berbau tajam(zat kimia). Hal ini dikarenakan zat kimia yang terkandung dalam bahan tersebut belum hilang sepenuhnya dan sangat berbahaya kalau langsung di hirup. Selain memperhatikan keselamatan kerja karyawan, pabrik IC colection ini juga memperhatikan keselamatan pabrik itu sendiri. Keselamatan pabrik itu merupakan suatu upaya yang di lakukan agar suatu pabrik tidak mengalami kecelakaan kerja sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar. PENERAPAN ERGONOMI Penerapan ergonomi adalah suatu penerapan keseimbangan antara pekerja dengan peralatan kerjanya. Penerapan ergonomi juga harus diperhatikan dalam suatu pabrik, karena keseimbangan antara pekerja dengan peralatan kerja itu sangatlah penting. Penerapan ergonomi ini meliputi keseluruhan alat kerja yang harus di seimbangkan dengan karyawannya. Hal ini di terapkan agar kinerja dalam suatu pabrik bisa seimbang dan tidak mengakibatkan kekurangan pegawai karna peralatan kerjanya terlalu banyak ataupun kelebihan pegawai karena peralatan kerjanya tidak memenuhi. Selain itu penerapan ergonomi diterapkan dalam suatu pagrik agar hasil yang di dapatkan bisa maksimal dan tidak mengganggu proses kinerja yang berlangsung. Dalam pabrik ini penerapan ergonominya sudah di terapkan. Antara pegawai dan peralatanya pun juga seimbang. 4.2     PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN DARI ASPEK MANUSIA 4.2.1 PENYAKIT AKIBAT KERJA Dikarenakan pewarna itu kebanyakan berbahan kimia sehingga mengakibatkan beberapa penyakit dalam seperti halnya sesak nafas dan batuk. Pewarna yang berbahan kimia ini juga mengakibatkan penyakit luar seperti halnya gatal-gatal, kulit kering, terkadang kulit sampai mengelupas dan lain sejenisnya. 4.2.2   SIKAP DAN SISTEM KERJA Dalam hal ini maka karyawan di harapkan lebih memperhatikan sikap dan kinerja dalam suatu pabrik. Hal-hal yang perlu di perhatikan meliputi:

  1. Mentaati peraturan yang diberlakukan dalam pabrik.
  2. Tidak melakukan hal-hal yang nenimbulkan kerugian pada pabrik dan diri sendiri.

KESIMPULAN             Dari hasil observasi di IC colection dapat disimpulkan bahwa penerapan K3 belum diterapkan dan masih di bawah standart. Selain itu lokasi usaha dekat dengan jalan raya yang bisa menimbulkan dampak lingkungan yang kurang baik. Gambar Gambar

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s