Tugas 1 Lingkungan Sekitarku Shafiyah D3 Tata Busana

19 Tahun Hidup di Lingkungan Keluarga yang Menyenangkan

 

Periode Balita

          Namaku Shafiyah, aku biasa dipanggil shofi. Aku dilahirkan oleh seorang ibu yang sangat menyayangiku. Campuran darah Kediri dari Ibu dan Ayah dari Madura, lantas membuat kulitku cenderung sawo matang. Aku merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara .Masa kecilku sangat menyenangkan. Aku sangat merasakan kasih sayang Ibu dan Ayah. Kasih sayang mereka membuat saya menjadi orang yang lebih baik dan terdidik. Mengajariku berawal dari tidak tahu menjadi tahu. Aku hidup di Madura dengan banyak pengalaman. Lingkungan keluarga yang menyenangkan membuat aku tumbuh sehat. Mengajariku dan mendidikku dengan tulus. Ketika umur 20 bulan aku belum juga bisa berjalan, tetapi dengan keadaan seperti itu mereka tetap mengajariku dengan sabar dan telaten hingga aku bisa berjalan dengan normal seperti sekarang ini. Di usiaku yang masih 5 tahun aku sudah diajarkan Ayah untuk belajar membaca. Kata Ibuku, dulu aku pintar menggambar. Gambaran yang aku sukai yaitu ikan dan pemandangan.

          Dulu, sejak kecil aku sering jatuh karena suka lari-lari. Setiap kali aku berjalan aku tidak mau pelan-pelan yang akhirnya aku jatuh dan kakiku terluka. Meskipun kakiku terluka aku bisa sembuh karena obat-obatan di rumah sudah tersedia.

           Gambar

Periode TK

Usia 6 tahun aku mulai sekolah TK di TK PGRI 02 Bancaran, Bangkalan. Di sekolah aku belajar dan mendapatkan banyak pengalaman dari guru dan teman-teman. Awal aku sekolah TK aku mulai mengenal teman-teman. Kami sedikit malu-malu dalam memperkenalkan diri. Seiring berjalannya waktu dan kami sering bertemu, akhirnya kami selalu bercanda dan bermain-main, ternyata memiliki banyak teman itu menyenangkan.

Belajar di sekolah TK merupakan pertama aku sekolah. Aku mendapatkan banyak ilmu mulai dari belajar membaca, menggambar hingga  berhitung. Sebelum berangkat ke sekolah, setiap hari aku selalu sarapan dan minum susu agar aku sehat dan bersemangat dalam melakukan kegiatan di sekolah maupun di rumah. Aku pergi ke sekolah bersama dengan Ayah karena kebetulan Ayah bekerja dekat dengan sekolahku. Aku datang ke sekolah pagi-pagi, sementara tukang kebun membersihkan halaman sekolahku menyirami bunga dan membersihkan lingkungan sekolah. Warga sekolah TK ini sangat memperhatikan kebersihan dan kenyamanan sehingga siswa-siswi sekolah TK bisa belajar dengan nyaman. Begitu pula setiap hari minggu kita mengadakan kerjabakti sehingga lingkungan sekolahku tetap terjaga. Lingkungan sekolah yang bersih dan indah membuat kita semangat untuk belajar. Kami juga sering belajar bersama di luar kelas, terutama ketika pelajaran menggambar dan keterampilan tangan. Dengan belajar di luar kelas kami bisa menemukan inspirasi dan ide untuk dituangkan dalam menggambar. Selain pelajaran menggambar, kami juga melakukan aktivitas seperti olahraga. Olahraga di setiap minggunya membuat pikiran kami selalu fresh, sehingga ketika belajar kami selalu aktif dalam Tanya jawab. Mengingat kembali memori masa kecilku ketika TK sangat mengesankan dan lucu. Kelincahan dan kenakalan membuatku tertawa dan ingin kembali mengulang masa lalu. Dulu aku selalu berlari-larian dan tidak mau jalan pelan-pelan, sehingga membuatku sering jatuh dan terluka yang sampai sekarang bekas luka di kaki masih ada.

          Pulang sekolah TK aku sering ikut ibu guruku dan diantar sampai gang rumah. Sampai di rumah aku langsung belajar dan mengerjakan PR. Masa kecilku yang rajin membuatku bisa mendapatkan nilai yang bagus dan orang tuaku senang. Selain belajar di sekolah bersama dengan guru dan teman, aku juga belajar bersama ayahku di rumah. Selalu aku ingat ketika beliau mengajariku membaca, dengan ketelatenannya membuat aku cepat mengerti. Sehingga di sekolah aku selalu aktif untuk menjawab pertanyaan guru.

Dulu aku pernah sakit karena sering bermain di siang hari, aku dinasihati oleh ibu kalau di siang hari harus tidur, tetapi meskipun begitu sebagai anak kecil aku tidak bisa beristirahat, aku selalu bermain sepulang sekolah. Ketika itu ayah membawaku ke rumah dokter untuk diperiksa, meskipun diperiksa di rumahnya alat-alat medis di sana juga lengkap, seperti; ranjang pasien untuk anak-anak dan orang dewasa, berbagai macam obat, suntik, timbangan dan lain-lain, begitu juga dengan ruanganya yang meskipun tidak begitu luas tetapi tidak pengap, ventilasi dan penerangannya cukup baik  yang menurut saya penerapan K3 sudah cukup baik. Setelah diperiksa, aku diberikan obat yang harus diminum setiap harinya sebanyak 3 kali dalam satu hari. Dokter berpesan kepadaku agar aku tidak boleh terlalu capai bermain apalagi di siang hari.

          Di rumah aku selalu bermain dengan sahabatku. Permainan anak perempuan seperti; Jual-jualan, masak-masak dan main remi, membuatku ingin mengulang masa lalu. Tapi dalam persahabatan, kami juga sering bertengkar karena berbeda pendapat dan ada sesuatu yang tidak sejalan. Kami bertengkar bukan berarti kami bermusuhan dengan waktu yang lama, kami juga bisa menyadari atas kesalahan itu yang kemudian kami bisa saling memaafkan.

          Setelah Orang tuaku mengetahui aku dan sahabatku bermusuhan dalam beberapa hari, Ibu menegurku dan selalu mengajarkan aku kebaikan, Jika aku bermain dengan saudara, sepupu dan juga teman tidak boleh bermusuhan lagi. Dalam bergaul dengan tetangga yang lebih tua aku diajarkan untuk selalu menghargai dan menghormatinya. Bersikap ramah dan sopan merupakan pedoman dalam keluargaku untuk meciptakan persaudaraan yang baik. Aku sangat bersyukur dengan nasihat Ibu, karena membuat saya bisa menempatkan sikap yang baik dalam bergaul.

Di umur 6 tahun aku semakin mengenal lingkunganku. Aku suka dengan keadaan rumahku yang bersih dan di sekitarnya ada pemandangan yang indah. Di belakang rumahku terdapat sawah yang cukup luas dengan warna hijau yang sangat indah dipandang mata. Sehingga aku sering bermain di luar rumah. Sawah yang luas ditanami dengan berbagai makanan pokok seperti; jagung, padi, ketela dan lain-lain. Yang paling aku suka yaitu ketika sawah dibajak dan kemudian ditanami padi. Bermain kejar-kejaran bersama teman-teman di sawah membuat aku tidak kenal lelah. 

 

Gambar

Demikian juga dengan halaman di depan rumahku, rumahku selalu bersih dan tanaman bunga tertata rapi. Kami menaruh bunga tidak hanya di depan halaman rumah, tetapi di samping juga ada. Sehingga rumahku terlihat indah dan rindang. Gambar

Gambar

Selain halaman rumah, terdapat pula dapur yang tempatnya tidak jauh dari rumah. Dapur di rumah, menurutku sudah menerapkan K3. Tempatnya yang terbuka membuat ventilasi udara cukup baik. Penempatan kompor di tempat yang sedang membuat kami tidak kesusahan dalam memasak. Demikian juga, tempat makan dengan orang yang duduk sangat serasi. Gambar

 

 

Periode SD

     Ketika umur 7 tahun aku mulai sekolah SD kelas 01, di SDN Bancaran 01 Bangkalan. Hari pertama masuk sekolah aku sangat senang menggunakan seragam merah putih karena masih pertama kali aku menggunakannya. Dengan memasuki kelas baru aku segera memilih meja di deretan pertama dan pas di depan guru. Aku memilih duduk di depan agar aku bisa cepat mengerti dan dekat dengan guru. Memulai pelajaran kelas 01, aku rasa tidak begitu asing karena tidak jauh beda dengan pelajaran ketika aku duduk di bangku TK dulu. Yang paling aku suka dalam pelajaran SD yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Ketika guru memberikan soal tebak-tebakan di kelas aku selalu bisa menjawabnya, berhitung pun juga begitu. Dalam mengajar, setiap harinya Ibu guru selalu memberikan tebak-tebakan yang fungsinya untuk mengingat dan mengasah otak agar mudah dimengerti. Metode itu yang membuatku senang belajar, ternyata sangat bermanfaat bagi murud-muridnya. Selain belajar di dalam kelas, kami juga mendapatkan mata pelajaran olahraga yang di lakukan di depan kelas. Dengan adanya pelajaran olahraga, kami bisa sehat dan bugar.  Materi yang sangat aku suka saat pelajaran olahraga yaitu senam, karena gerakan-gerakannya membuat aku bisa rilex. Saat Ujian Akhir Sekolah tiba, Ibu guru mengambil nilai yaitu dengan berlari mengelilingi kelas di halaman sekolah. Dengan penilaian tersebut, kami juga disuruh untuk membuat nomor dan nama yang dipasang di punggung dan di muka. Selain itu kami juga disuruh untuk membuat bendera yang dibuat dari kertas minyak yang kemudian ditempelkan pada bambu yang tipis. Saat itu aku dibantu oleh ayah untuk membuat bendera.

          Hidup sehat tidak cukup dengan berolahraga, di sekolah juga mengadakan kerja bakti di setiap minggunya. Setiap anak diwajibkan membawa alat untuk bersih-bersih, seperti; sapu lidi, kain untuk membersihkan kaca, cangkul kecil dan lain-lain. Semua warga sekolah antusias melakukan kerjabakti karena kami menginginkan sekolah yang bersih dan indah. Setelah bekerja bakti, kami beristirahat sebentar dan kemudian masuk kelas dan belajar seperti biasa.

          Untuk menjadikan murid-murid cerdas dan sehat, Guru di sekolahku memberikan susu anak sekolah setiap bulan satu kali. Ketika bus mengantarkan susu ke sekolah, kami sangat senang karena sebentar lagi akan dibagikan. Kami minum susu anak sekolah tersebut di hari jumat dan tidak boleh dibawa pulang. Penerapan K3 di SD sudah cukup baik.

          Di sekolah SD ini yang paling mengesankan adalah ketika kelas 6. Aku sangat suka dengan sistem pembelajaran guruku, karena dalam mengajar beliau bermain tebak-tebakan yang membuat siswanya berebut nilai. Dalam menilai, Ibu guru menuliskan angka di papan tulis yang kemudian dirangking. Biasanya Ibu memilih 10 anak terbaik. Dari 10 anak tersebut Ibu guru memberikan hadiah, berupa alat tulis seperti buku, pensil, penggaris dan ada juga yang mendapatkan jepitan rambut. Ketika itu aku merasa senang sekali mendapatkan hadiah. Dengan system belajar yang seperti itu, aku semakin semangat untuk belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus.

                   Selain itu kami juga mengadakan bimbingan belajar. Bimbingan belajar ini dimulai dari 6 bulan sebelum UNAS berlangsung. Kami mengadakan bimbel itu di jam 6 pagi. Suasana pagi yang membuat pikiran kami bisa fresh dan bisa cepat mengerti dalam belajar. Kami belajar dengan sistem tebak-tebakan, sehingga pelajaran yang sudah berlalu masih bisa diingat kembali.

                   Tidak terasa, waktu UNAS semakin dekat. Kami semakin giat belajar dan mempersiapkan mental. Tidak lupa aku berdoa dan minta restu orang tua agar ujianku lancar. Selama UNAS aku berangkat ke sekolah lebih awal. Dalam pelaksanaan UNAS hanya terdapat satu kelas karena siswa di kelas kami hanya ada 19 siswa. Usai UNAS aku merasa tenang tetapi aku tetap berdoa. Ketika pengumuman kelulusan aku merasa senang karena nilai NUMku lumayan memuaskan.

          Periode SMP

          Setelah tamat dari sekolah SD. Aku melanjutkan sekolah SMP Negeri 04 Bangkalan. Sekolah adiwiyata adalah sebutan nama sekolah SMPku. Aku sangat senang sekolah di SMP 04 karena lingkungannya selalu bersih, rindang, sejuk dan indah. Selain itu aku lebih senang pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda ontel yang jaraknya tidak jauh dari rumah.

          Sekolah adiwiyata ini setiap minggunya mengadakan jumat bersih dan senam kebugaran bersama-sama. Selain bertujuan untuk mempererat persaudaraan, lingkungan sekolahpun tetap terjaga. Sekolah yang cukup luas membuat saya lebih leluasa dalam belajar. Kelas yang memiliki fungsi masing-masing membuat kami belajar lebih nyaman. Untuk menunjang pembelajaran siswa-siswi, kelas laboratorium juga tersedia. Mulai dari laboratorium Pengetahuan Alam, komputer, dan bahasa. Setiap ruang tersedia kipas angin dan perlengkapan lainnya. Selain itu, tersedia juga tempat parkir di belakang kelas dan kami harus menempatkan sepeda dengan rapi, ketika ada anak yang memarkir sepeda tidak rapi ia akan ditegur.

          Di kelas 1 SMP dulu aku masih membutuhkan banyak pengalaman, sistem belajarnya jauh berbeda dengan di SD dulu, baik dari cara guru mengajar maupun pemberian tugas. Sejak kelas 1 SMP pula aku mengalami model Ujian Akhir Sekolah yang berbeda dengan di SD dulu, perbedaannya yaitu ketika di SD satu bangku ditempati untuk anak perempuan dan laki-laki dalam stu kelas, sedangkan di SMP dalam satu bangku ditempati oleh dua anak juga, tetapi dicampur dengan kelas 2 dan 3. Di semester 2, satu minggu sebelum UAS aku sakit demam berdarah. Gejala sakit demam itu aku rasakan ketika aku berada di dalam kelas, aku merasakan pusing dan mual. Teman-temanku menawarkan aku untuk pulang, tetapi aku tidak mau pulang duluan karena waktu pulang sebentar lagi. Ketika pulang ke rumah, aku segera tidur dengan badan yang lemas dan panas. Ibu menanyakan, “kamu kenapa?, ayo makan dulu biar cepat sembuh”. Tetapi aku tetap tidak mau makan karena aku tidak selera untuk makan. Keesokan harinya aku pergi ke dokter special di dekat Apotek, setelah di periksa ternyata dokter menyampaikan kepada keluargaku kalau aku positif demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit. Mendengar itu, Ibuku terdiam dan sedikit kaget. Ayahku segera mengambil pakaianku dan barang-barang yang akan dibutuhkan di rumah sakit. Kami segera menuju rumah sakit yang bertempat di Bangkalan. Sampai di sana aku bertemu petugas di rumah sakit dan segera mengantarkan aku memakai kursi roda menuju kamar anak-anak. Di rumah sakit aku terbaring lemas. Ibu menjagaku selama berada di rumah sakit. Suasana di rumah sangat asing aku rasakan, tidak senyaman di rumah. Perlengkapan di sana cukup terjamin, seperti kipas angin, tempat tidur pasien yang bisa ditinggikan atau dipendekkan, bantal, meja, lemari kecil dan televisi. Di setiap satu golongan kamar pasien tersedia kamar mandi yang bersih, pencahayaan dan ventilasinya juga cukup baik. Setiap pagi cleaning servis disiplin dalam membersihkan lantai dan sekitarnya.

Untuk perawatan aku diberikan jatah makan 2 kali dalam satu hari. Untuk obat-obatan, kami membeli sendiri di apotek dengan membawa  askes yang kemudian mendapatkan obat itu secara gratis. Setiap harinya darahku diambil untuk dicek yang kemudian ibuku harus mengantarkan darah itu ke laboratorium. Pelayanan di rumah sakit sangat ramah dan memang benar-benar peduli dengan masyarakat. Menurut saya penerapan K3 di rumah sakit sudah cukup baik.

Selama 5 hari aku dirawat di rumah sakit, terpaksa aku tidak mengikuti UAS. Di hari ke-lima itu Dokter megatakan kalau aku sudah bisa pulang, mendengar itu orang tuaku senang. Meskipun sudah di rumah aku juga masih lemas dan tidak ingin untuk makan. Tetapi selama beberapa hari aku bisa makan dengan teratur meskipun sedikit.

Pulang dari rumah sakit teman-teman dan guruku menjenguk aku ke rumah dengan membawa kue. Meskipun mereka sudah bisa menjengukku, aku tetap masih pucat. Ibu guru mengatakan kepadaku bahwa, “nanti kamu ikut ujian susulan”. Beberapa hari kemudian aku masuk sekolah dan mengikuti ujian susulan sendirian di kantor. Meskipun aku ikut UAS susulan, aku masih bisa mendapatkan peringkat 10 besar.

          Seiring berjalannya waktu aku sudah menginjak kelas 3 SMP, UNAS semakin dekat. Selain mengadakan bimbingan belajar, warga sekolahku mengadakan Istighotsah bersama agar semua siswa SMP 03 lulus. Perlengkapan sebelum UNAS juga sudah disediakan dari sekolah, seperti pensil, alas dari kaca, penghapus , penggaris dan kartu ujian. Semua instruksi untuk menjalankan ujian sudah diarahkan oleh guru kepada siswa-siswinya.

 

Periode SMA

            Tamat SMP aku melanjutkan sekolah di SMA. SMA Negeri 03 Bangkalan yang jaraknya sekitar 4km cukup jauh dari rumah membuat aku berangkat sekolah lebih pagi. Aku berangkat sekolah diantar Ayah, sedangkan aku pulang dengan naik angkot.

          Sekolah adiwiyata, sama dengan sebutan sekolah SMPku dulu. Aku sangat senang mendapatkan tempat belajar dengan sebutan adiwiyata lagi. Sekolah yang sangat luas memberikan kenyamanan bagi warga sekolah. Saat kelas 1 SMA ruang kelasku tidak jauh dari halaman depan sekolah. Aku senang melihat pemandangan yang berwarna hijau karena membuat pikiran semakin fresh dalam belajar. Di depan kelas terdapat banyak tanaman dan bunga-bunga yang segar. Lingkungan sekolahku selalu terjaga kebersihannya.

          Di sekolah terdapat 20 kelas, mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 SMA. Selain itu ada juga ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium IPA, Musholla, BK, dan UKS. Dari beberapa laboratorium tersebut, laboratorium IPA yang terlihat kurang memperhatikan K3. Peralatan dan perlengkapan di Laboratorium masi belum lengkap, seperti jas lab dan masker masih belum ada, dan perlengkapan lainnya masih saling bergantian. Tetapi laboratorium tersebut masih bisa dikatakan cukup luas, meja dan kursi bisa tertata rapi. Demikian keserasian antara siswa dengan meja dan kursinya.

          Selain ruang untuk pembelajaran, ada juga tempat parkir. Dalam memarkir kita dituntut untuk menata kendaraan dengan rapi. Jika tidak, ban sepedanya siap untuk dikempeskan.

          Di sekitar lingkungan sekolah kami memang sudah terbiasa untuk bersih. Ketika pelajaran berakhir, semua warga sekolah diharapkan untuk memburu sampah terlebih dahulu sebelum membaca doa pulang.

          Di sekolahku setiap hari jumat mengadakan jumat bersih, jumat bersih ini biasanya dilakukan sebelum pelajaran dimaulai. Hal ini bertujuan agar kita belajar dengan tenang dan nyaman. Ketika kerja bakti berlangsung tidak ada siswa satupun yang berdiam, semuanya harus bekerja.

          Dalam hal pergaulan, aku bergaul dengan teman-teman yang baik. Sedangkan ketika berada di rumah, aku bermain dengan sepupu, bibi, dan keponakan. Kami selalu bercanda ria bersama mereka. Tapi dalam pergaulan ini aku bersyukur bisa bergaul dengan ramah dan sopan. Aku dan sepupuku sangat akrab, kami sering bermain bersama, bercanda dan belajar bersama. Hal indah yang paling mengesankan adalah kami selalu menyempatkan waktu libur sekolah dengan bermain remi, dan ular tangga. Hubungan kami begitu akrab, begitu pula dengan bibi dan sepupuku yang lainnya sering berkumpul bersama.

 

Gambar

Gambar

Gambar

 Lulus SMA aku melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Malang. Aku hidup di Lingkungan Malang dan jauh dari orangtua.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s