AZIIZA FITRIA FADHILLA. “TUGAS 2 PLUS MINUS LABORATORIUM TI” K3 SEMESTER 2 2012-2013 D3 TATA BUSANA

                            Aziiza fitria Fadhilla

120542332491

D3 Tata Busana

Kelengkapan Peralatan Sebagai Penunjang dalam Laboratorium

          Sebagai seorang mahasiswa yang sebagian besar waktunya di gunakan di dalam laboratorium. Tentu fasilitas dari adanya alat untuk menyelesaikan berbagai tugas praktek di dalam labolatorium sangat di perlukan. Namun dalam hal ini rupanya masih belum banyak di perhatikan lebih lanjut oleh pihak Universitas. Padahal apabila peralatan di dalam labolatorium dapat memadai, maka proses pelaksanaan praktik akan dapat dengan mudah di selesaikan para mahasiswa.

          Seperti pada saat mahasiswi akan melakukan praktik menjahit atau komputer, kebanyakan dari mahasiswa lebih sering terlihat harus membawa sendiri berbagai peralatan yang akan digunakan. Padahal apabila jarak dari tempat tinggal mahasiswa jauh dari kampus jauh, maka proses pembawaan alat akan mempersulit mahasiswa dalam perjalanan, dan hal itu juga akan memperlambat proses kegiatan praktik di dalam laboratorium. Dan dari rasa capek saat membawa peralatan yang tidak di tunjang oleh kampus scara memadai juga  akan berakibat pada kelelahan saat mengerjakan tugas praktik di dalam laboratorium, karena tenaga yang bagi mahasiswa terkuras saat pembawaan alat praktik. Dan apabila rasa lelah terbawa hingga mengakibatkan strees fikiran juga akan berakibat kurang maksimalnya mengerjaan tugas yang di berikan. Dan apabila pekerjaan praktik menjadi kurang maksimal. Maka pada hal ini tentu mahasiswa lagi yang akan menjadi korban karena mendapatkan nilai kurang maksimal dari kurangnya nilai saat mengerjakan tugas praktik.

     Dan kali ini ada beberapa dari para kakak tingkat angkatan 2011 yang akan memberikan brbagai masukan yang telah terhimpun terkait plus minus labolatorium TI. Dan berikut adalah hasil wawancara yang dapat tersampaikan.

Gambar

Gambar 1.1 Kakak Tingkat Busana

(Sumber: dokumen pribadi)

          Dari pojok kiri atas, Sutilah mengungkapkan bahwa dalam laboratorium bordir jumlah mesin jukki dengan jumlah mesin manual di rasa kurang memadai dan kurang seimbang jumlahnya pada saat akan digunakan para mahasiswa. Dan jumlah teknisi/laboran orang yang menangani, yang ada Cuma satu di lihat juga kurang jika harus menanggapi permasalahan jumlah mahasisa yang memerlukan bantuan dalam kendala mesin yang rusak dan alat yang di rasa kurang. Ada lagi perihal ruang penyimpanan yang kurang untuk di gunakan. Sehingga hasil yang sudah jadi dengan yang belum terkadang harus di campurkan menjadi satu, dan hal itu menjadi kurang enak saat di lihat. Namun ada nilai positif dari laboratorium bordir, yaitu dengan luasnya ruangan membuat suasana saat praktik tidak terkesan pengap, udara saat bernafas menjadi segar meski ada banyak bahan tekstil yang mengganggu. Dan dari pencahayaan juga terang untuk menunjang proses praktik yang memerlukan banyak cahaya. Serkulasi udara juga bagus, dan jendela juga sangat cocok di tempatkan di laboratorium bordir untuk mengurangi kejenuhan saat mengerjakan praktik karena adanya dukungan keindahan pemandangan dari luar. 

Gambar

Gambar 1.2 Strika

(Sumber: dokumen pribadi)

          Sedangkan Novia dari bagian tengah, juga turut memberikan nilai plus minus pada laboratorium tailor di G6. Pada laboratorium tailor, di rasa jumlah mesin jahit memang cukup memadai, namun jumlah antara yang memadai dengan yang kurang memadai lebih banyak yang kurang memadai. Sehingga pada saat mahasiswa akan melakukan kegiatan praktik harus membawa mesin jahit sendiri bagi beberapa mahasiswa yang tidak mendapatkan mesin yang bagus, karena dari banyaknya mesin yang sering rewel kurang mendapatkan perhatian lebih lanjut, belum lagi apabila listrik mati juga cukup merepotkan bagi mahasiswa yang membawa mesin jahit putih yang tidak bisa di pakai secara manual . Ada juga pada saat proses pemotongan kain di lantai, pada saat proses pemotongan ini menimbulkan rasa nyeri di punggung apabila terlalu lama. Padahal pada proses memotong harus segera cepat selesai, dan apabila rasa nyeri masih di biarkan terkadang punggung menjadi terbawa capek hingga pada saat malam harinya. Dan pada ruangan praktik sepertinya perlu adanya pelebaran, karena jumlah dari berbagai benda, peralatan, dan bahan-bahan di dalam laboratorium di rasa sudah cukup penuh. Hingga ada beberapa mesin harus berada di luar ruangan labolatorium, dan tanpa di sadari hal ini menimbulkan rasa stres bagi mahasiswa yang ada di dalamnya. Jumlah setrika juga di rasa kurang, karena apabila jumlah mahasiswa banyak. Proses praktik terkadang lama di antrian strika yang jumlahnya terbatas. Dan untuk nilai plus adalah dari sirkulasi udara membuat ruangan tidak pengap, dan adanya penunjang tipas angin untuk menetralkan udara.Gambar

Gambar 1.2 Laboratorium Bordir

(Sumber: dokumen pribadi)

 

          Ada pula tanggapan dari Putri di sebelah bagian kanan samping, seputar Laboratorium Komputer. Pada laboratorium komputer, alangkah baiknya jika kabel-kabel yang berserakan dapat lebih di rapikan. Karena dari adanya banyak kabel yang berserakan menimbulkan mahasiswa mudah tersandung dan bisa mengakibatkan konslet aliran listrik. Untuk listrik juga mudah nyala mati sendiri dan terkadang dapat meledak tiba-tiba, apalagi jumlah komputer banyak yang rusak dan mudah eror, dan akibatnya para mahasiswa dan dosen harus membawa laptop sediri-sendiri dari rumah masing-masing. Dan komputer banyak firus, pernah satu kali kejadian flasdis di masukkan dalam komputer kemudian di pindahkan pada laptop, file yang di kopi mengakibatkan laptop sekarat dan perlu di benarkan akibat firus yang mengganggu . Sehingga dari permasalahan yang ada mahasiswa harus membawa laptop sendiri dan file dari komputer laptop berakibat firus yang membandel.

Gambar

Gambar 1.3 Laboratorium Komputer

(Sumber: dokumen pribadi)

          Sehingga apabila melihat kenyataan tersebut, maka laboratorium TI memang sangat memerlukan adanya perbaikan demi menunjang proses perkuliahan mahasiswa dapat berjalan dengan baik, Dosen juga dapat mengajar lebih leluasa tanda ada gangguan yang bersifat ringan. Dan dari pihak Universitas setidaknya bisa memberikan solusi dari kurangnya perlengkapan yang ada dari tiap laboratorium.

           Dan semoga masukan ini dapat membagun laboratorium Ti menjadi lebih baik dari pada sebelumnya, karena dalam persoalan ini mahasiswa hanya berniat untuk membantu memberikan masukan dalam pembangunan laboratorium menjadi lebih baik dan lebih baik. Karena dengan memiliki laboratorium yang baik juga akan mendapatkan kenyamanan yang baik juga di dalam kelas.

Gambar

Gambar 1.4 Laboratorium G6

(Sumber: dokumen pribadi)

 

          Jadi dapat di simpulkan bahwa sebenarnya laboratorium Teknologi Industri pada prodi Tata Busana ini sebenarnya sudah baik, namun perlu adanya perbaikan dan penambahan sedikit agar laboratorium dapat menjadi lebih maksimal, lebih unggul dan maju guna menunjang para mahasiswa dan dosen saat berada di ruangan laboratorium menjadi lebih nyaman dari saat ini. Dan sekian hasil dari wawancara dan masukan seputar plus minus laboratorium Teknologi Industri yang dapat tersampaikan dari wacana ini. terimakasih. 

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s