Tugas 1 Lingkungan Sekitar Diana Ika Farida

19 TAHUN KU DIBESARKAN DENGAN PENUH KASIH SAYANG
Periode Balita
Malang, 8 februari 1994, aku telah dilahirkan di muka bumi ini dengan keadaan sehat dan selamat. Ibuku memberi nama Diana Ika Farida, dari kecil aku biasa di panggil dengan nama ida. Aku  bertempat tinggal di desa karangkates, kecamatan sumberpucung, kabupaten malang. Tiap malam ibuku selalu membuatkanku susu, agar pertumbuhanku cepat dan daya tahan tubuhku kuat. Mulai kecil ibuku juga membawa ke posyandu tiap bulan, memberikan suntik daya tahan tubuh agar tidak cepat terserang penyakit. Hari demi hari kulalui dengan penuh kasih sayang dan kehangatan orang tua. Tak terasa ibuku sudah membesarkan ku hingga berumur 4 tahun, dan sudah saatnya aku untuk bersekolah di  bangku TK.
Periode TK
Umur 5 tahun aku bersekolah di TK Tunas Harapan yang berada di dekat rumah. Awal bersekolah aku memasuki kelas A atau biasa di sebut dengan “nol kecil” tapi selang beberapa bulan aku dipindah di kelas B atau “nol besar” dikarenakan sudah bisa belajar di kelas A. Ibuku dengan ketelatenannya selalu mengajari ku untuk belajar, tiap malam selalu belajar untuk membaca hingga aku dengan mudah bisa belajar membaca sewaktu di sekolah TK. Saat itu aku diberi uang saku 500 rupiah untuk jajan, dan aku suka membeli jajan snack dan juga permen tanpa harus mengerti mana yang sehat dan tidak. Tetapi, ibuku masih selalu rutin untuk membuatkanku susu tiap akan tidur. Setahun kemudian umurku sudah mencapai 6 tahun lebih sedikit, sedangkan untuk bisa memasuki SD aku harus berumur 7 tahun. Tapi akhirnya bisa diterima di SDN Negri 01. Meskipun sekolahnya tidak terlalu bagus daripada yang lainnya tapi aku sudah senang karena bisa melanjutkan untuk bersekolah SD.
Periode SD
Mulai kelas 1 sampai kelas 3 SD aku bersekolah di SDN 01, tapi karena kemajuan sekolah yang tak mendukung sekolahku digabung dengan sekolah SDN 02, akhirnya mulai kelas 4 SD aku bersekolah di SDN 02 dengan teman dan tempat yang baru. Hingga menginjak kelas 6 SD dan menempuh ujian nasional sampai kelulusan. Lingkungan di SD 02 sangat asri dan bersih karena tiap pagi siswa-siswi harus melaksanakan piket di kelas masing-masing dan juga tukang kebun yang juga giat membersihkan taman-taman di depan kelas. Hal tersebut dapat membuat semua siswa dapat belajar dengan baik dan nyaman untuk menerima pelajaran. Saat itu aku bersama teman-teman suka membeli jajan bermacam-macam tanpa harus memperhatikan kebersihan jajan tersebut. Saat kelas 4 SD di Sekolah mengadakan suntik cacar guna melindungi daya tahan tubuh, bagian tubuh yang di suntik adalah lengan atas. Itu adalah salah satu cara menjaga kesehatan pelajar dalam jangka panjang. Di sekolah itulah aku juga lebih aktif untuk mengikuti lomba-lomba sesama sekolah dan antar sekolah.
Hingga menginjak kelas 6 SD dan menempuh ujian nasional sampai kelulusan. Berkat doa ibuku dan tak disangka juga aku bisa medapatkan peringkat pertama dari 18 siswa. Aku sangat bersyukur Karena keinginan ku melanjutkan sekolah adalah di SMP negri 04, sekolah faforit dan bonafit disaat itu. Tapi sebelum mencapai kelululusan dan meneruskan ke jenjeg SMP, aku sempet ditawari oleh kedua orang tua ku untuk memilih antara melanjutkan di SMP luar atau di pesantren. Awalnya aku tidak mau untuk melajutkan di pesantren karena harus berpisah dengan orangtua dan rumah, tapi setelah mendekati Ujian Nasianal dan kelulusan, aku merasakan bingung untuk menentukan 2 pilihan itu. Entah kenapa aku ingin untuk melanjutkan ke pesanteren karena selain mendapat ilmu agama tapi juga masih bisa mendapt ilmu dunia. Pada akhirnya aku memutuskan untuk memilih melanjutkan ke Pesantren. Ibuku mencarikan pesantren yang nyaman agar aku bisa krasan dan betah untuk menempatinya, mulai dari ponpes Gontor yang ada di Ponorogo kemudian ponpes Al-Munawariyah hingga ponpes An-Nur 2 yang menurut ibu ku sangat cocok dan nyaman untukku.
 Periode SMP
    Kusiapkan hati dan membulatkan niat untuk menuntut ilmu di Ponpes An-nur 2. Aku bertekad meskipun harus berpisah dengan orangtua dan rumah. Hari rabu, aku bersama ibuku berangkat dan memulai belajar di Ponpes. Sesampainya di sana aku langsung ganti baju seragam dan memulai untuk masuk sekolah di SMP An-nur. Banyak orang mengatakan bahwa di pesanteren itu tempatnya kurang bersih atau banyak benda yang berserakan tapi sebaliknya setelah saya mengetahui dan merasakan tinggal di pesantren ternyata terasa nyaman dan segar karena taman yang asri nan indah beserta keakraban saling menyayangi antar teman, harmonis kurasakan kerukunan tersebut . Seminggu berlalu aku merasa nyaman dengan posisiku yang berada di Ponpes, tapi setelah aku pertama dijenguk oleh ibuku, aku merasa tidak nyaman dan tidak krasan karena ingat sosok ibuku yang selalu memanjakanku, kini aku harus mandiri tanpa orangtua disampingku. Saat itu kamar yang aku tempati adalah kamar C3, pengurus kamar sangat rajin dalam mengurus kamar sehingga merasakan kenyamanan bagi penghuni kamar. Di kamar yang aku tempati juga terdapat lemari obat untuk persediaan santri yang sedang mengalami sakit yan ringan, seperti pusing, demam, diare, dan lain-lain. Hari demi hari berjalan tak terasa aku sudah kelas 2 SMP aku merasa tidah nyaman dan tidak krasan, perasaan ingin keluar atau pindahpun muncul di benakku. Tapi setelah menginjak kelas 3 perasaan itupun hilang dan berganti untuk tetap berada di ponpes, keinginanku bulat untuk meneruskan di Ponpes An-nur tercinta.

Gambar

Periode SMA
Dengan senang hati aku telah menjadi siswa SMA dengan berseragam putih abu-abu dan kini putih birupun telah kulewati dengan baik. Hari pertama aku sekolah, kakak osis yang telah membimbingku untuk melaksanakan MOS di sekolah. 4 hari kulalui dengan MOS dan pengenalan terhadap siswa baru di sekolah. Saat acara penutupan ada saja siswa yang mengalami pingsan dikarenakan kondisi yang tidak stabil dan terlalu capek, osis pengurus kesehatan segera membawa ke ruang UKS, agar siswa mendapat penanganan untuk disadarkan kembali. Yang paling menyedihkan lagi satu kelompokku telah kena hukuman karena tidak bisa menghabiskan minuman yang dicampu-campur dengan masako dan snack garuda. Sebenarnya hal tersebut tidak baik dalam kesehatan tetapi berhubung untuk latihan mental maka aku harus melakukannya. Huft. .rasanya campur aduk antara senang, susah, dan sedih. Tapi moment itulah yang sangat sulit untuk dilupakan. Akhir kelas 1 SMA waktunya memilih jurusan untuk melanjutkan ke kelas 2 SMA, aku berharap untuk dapat memilih IPA karena dari dulu aku sudah menyukai, dan akhirnya impianku tercapai untuk mengikuti progam IPA, meskipun banyak saingan yang lebih pintar tapi aku enjoy dan nyaman berada di program IPA. Tiga tahun berjalan serasa cepat bagiku, Ujian Nasional telah didepan mata, aku harus bisa menempuh dengan sebaik-baiknya. 40 hari kemudian, kelulusan akan dibagikan, ternyata dari pihak sekolah diberikan pada Pegasuh Ponpes. Kelulusan dibagikan di ponpes pada pukul 18.30 oleh beliau Pengasuhku, perasaanku tidak karuan tapi aku berusaha dan meyakinkan hatiku untuk dapat yang terbaik dan akhirnya aku dinyatakan LULUS dari SMA. Langsung ku bersujud syukur, memanjatkan doa kepada ALLAH kerena-NYA lah aku diberi kemudahan dan kelulusan.

Gambar

Periode Lulus SMA
Di ponpes terdapat program 1 tahun setelah lulus SMA guna menyelesaikan kitab Fathul Mu’in, ada juga beberapa temanku yang masih bertahan di Ponpes. Selain mengkaji kitab aku juga membantu Pengasuh untuk mengurusi santri-santri beliau. Aku  menjadi wakil kepkamar dari salah satu kamar di Ponpes putri, aku merasa nyaman dengan posisiku saat itu karena banyak adek-adek kelas yang membuatku merasa nyaman dan senang. Di ponpes juga sering diadakan penyuluhan atau seminar kesehatan, diantaranya yaitu penyuluhan pembalut wanita, penyuluhan tentang kesehatan mata, dan juga pemeriksaan kesehatan tiap minggu. Pernah suatu saat santri di ponpes banyak yang mengalami sakit mata. Awalnya satu anak yang mengalami sakit mata, tetapi karena sakit mata adalah penyakit yang menular, maka cepat sekali untuk menularkan dari anak satu ke anak yang lainnya. Agar sakit mata tidak tertular, santri yang mengalami sakit mata mengenakan kaca mata hitam, hal tersebut digunakan untuk mengurangi tertularnya penyakit mata. Ponpes An-nur juga mempunyai poliklinik untuk para santri yang ingin berobat. Santri yang berobat ke poliklinik An-nur harus mempunyai kartu kesehatan agar jika berobat tidak perlu membayar biaya pengobatannya. Ini juga salah satu usaha ponpes untuk menjaga kesehatan para santri, dan memudahkan santri untuk berobat tanpa harus berobat di tempat yang jauh dari ponpes.
Aku mempunyai keinginan untuk kuliah setelah setahun ini kuselesaikan, tapi aku masih bingung menentukan jurusan yang harus aku pilih. Saat itu aku sangat menyukai pelajaran KIMIA menurutku menarik untuk kupelajari lebih mendalam. Hari terus berlalu tak terasa masa setahunku di ponpes akan segera selesai, kurang 3 bulan aku keluar dari Ponpes aku harus mempunyai pandangan Universitas yang aku pilih. Sesuai dengan jurusan yang aku inginkan aku menlihat-lihat kampus negeri yang berada di Malang seperti UM, UB, dan POLTEK. Aku mulai memikir-mikir lagi jurusan yang kuinginkan dan Universitas yang aku pilih. Setelah kupikir lagi ternyata aku lebih memilih untuk kuliah di UM dan mulai mencari informasi tentang UM. Ketika sudah mendapat brosur dan melihat semua jurusan yang ada di UM, aku tertarik dengan jurusan Tata Busana, bukan yang pendidikan tapi yang murni. Kemudian setelah aku sudah yakin dengan pilihanku, aku mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi Mandiri. Dan akhirnya aku telah diterima sebagai mahasiswa UM D3 TATA BUSANA, rasanya senang sekali karena aku diterima pada jurusan dan universitas yang aku inginkan. Saat itu pula aku telah lulus dari Ponpes dan melaksanakan wisuda tanda tamat dalam mengkaji kitab kuning.
Periode kuliah di Universitas Negeri Malang (2012)
Memasuki jurusan teknologi industri, prodi Tata Busana sangat menarik bagiku, yang paling aku ingat adalah mata kuliah TDM, disitu aku harus bisa bagaimana caranya menjahit. Dari laboratium yang saya gunakan untuk praktik juga diterapkan keselamatan dan kesehatan dalam melaksanakan praktik, diantaranya ketika sedang melakukan praktik menjahit yaitu salah satunya dengan memakai clemek. Memasuki ke semester dua prodi D3 Tata Busana aku mengenal lebih banyak lagi dosen, dan berbagai cara dosen memberikan materi kepada mahasiswanya. Sekarang aku juga telah diajar oleh dosen PA ku sendiri di mata kuliah Pengantar computer dan Keselamatan kerja (k3).
Sekian sedikit cerita dari lingkungan sekitarku, ada yang menerapkan kesehatan dan ada juga yang masih menerapkan kesehatan dalam sebuah lingkungan dan kuucapkan banyak terima kasih kepada orangtuaku yang telah merawat dan membesarkanku tak lupa pula semua guru-guruku yang telah membimbingku dan teman-teman yang telah mendukung aku, sekian dari saya.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3 tata busana Diana ika farida, Dwi Astuti Sih Apsari dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s