Tugas 1 lingkungan sekitarku

19 Tahun dalam Keluarga Bahagia dan Keharmonisan

Gambar

Aku Ayu Mustika Sari, mempunyai 3 saudara yang bernama Dewi, Wawa, dan wahyu. Aku anak pertama dari pasangan Bapak Sudjiwo dan Ibu Musiyam, terlahir pada tanggal 30 juli 1993 berbintang Leo dan mempunyai shio Ayam. Aku lahir dimalang semenjak aku kecil aku diasuh nenekku di Tulungagung selama 2 tahun, karena ayahku bekerja di Malang ibuku juga berada dimalang untuk menemaninya. Dengan ibuku hamil anak yang kedua, sambil mereka bersama-sama untuk membangun rumah baru di Malang, yang sekarang dapat kami tinggali bersama dengan keadaan yang nyaman, bersih menyenangkan dan yang paling penting Harmonis.

 

Sampai akhirnya aku diambil oleh orang tuaku dari Tulungagung kembali ke Malang, Aku menempati rumah tersebut semejak aku berumur 3 tahun, Setelah aku beranjak sekolah SD atau berumur sekitar 6 tahun aku mempunyai adik pertama bernama Dewi Mustika Sari, lahir tahun 1995, lalu yang kedua bernama Ragil Jiwandono yang sering dipanggil dengan nama Wawa, dia lahir tahun 2000 dan mempunyai adik yang terakhir diberi nama Wahyu Djiwandono yang dipanggil Wahyu dia lahir tahun 2003.

  Di rumah tersebut ayahku mempunyai bisnis Perternakan ayam, yaitu ayam jantan, broiler, dan potong yang dkelola setiap hari.  Karena kandang ayam dekat dengan rumah jadi kebersihan kandang harus di rawat setiap hari seperti, membersihkan kandang dengan menyemprot menggunakan Desipektan namanya Pormalin Antisep, berguna untuk membunuh bakteri atau kuman – kuman yang dapat menghasilkan penyakit, penyemprotan dilakukan selama DOC (anak ayam) akan masuk kandang dan sehabis panen. Lalu mengganti sekam ayam (alas ayam dalam kandang) saat ayam baru datang, dipindahkan karena usia yang beranjak dewasa (harus diganti selalu) agar kotoran ayam yang lama tidak menumbuhkan bibit penyakit dan bau, sehingga orang atau tetangga yang berada didekatnya tidak merasa terganggu dengan bau kotorannya, Yang selanjutnya membersihkan tempat makan dan minum ayam selama 2x dalam sehari, agar makanan dan minuman ayam tetap higienis, jika ada ayam yang mati harus cepat- cepat di kubur yang dalam atau di bakar. hal ini adalah cara untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, serta menjaga keselamatan dan kesehatan kerja pada keluarga kami dan orang-orang yang ada disekitarnya.

 Selain ayam kami juga memiliki peliharaan kucing ada 3 kucing dirumah, mereka bernama Cas, Cis, Cus kami biasa menyebut mereka 3C. Agar keluarga tetap sehat dan peliharaan kami tetap sehat maka kucing kami pun kami mandikan selama 1 minggu sekali terkadang 2 kali, meskipun kucingnya tidak tidur di dalam rumah namun tetap kami harus selalu menjaga kebersihannya. Selanjutnya jika kami hanya menjaga kebersihan peliharaan dan tempatnya saja tentu kurang efisien, oleh karena itu rumah yang kami tinggali pun juga harus tetap bersih rapi dan yang terutama untuk menjaga hubungan keharmonisan. Kami selalu bergotong- royong untuk membantu membersihkan lingkungan rumah kami misalnya  jika dalam rumah seperti menyapu, mengepel, membersihkan jendela, mengumpulkan barang yang tidak perlu, membersihkan gudang, itu yang di dalam rumah.

Di lingkungan kami membersihkannya seperti memotong rumput, agar rumput yang tumbuh liar dan tumbuh tinggi membuat pemandangan tidak nyaman, harus segera di potong jika terlihat tinggi. Lalu membakar sampah, agar sampah yang menumpuk tidak mengeluarkan bau dan tidak mengeluarkan bibit penyakit. Selanjutnya untuk menjaga keselamatan lingkungan maka jika ada pecahan beling seperti piring, mangkuk, gelas dan lain-lain maka segera kami menguburnya yang sangat dalam supaya tidak melukai kami sekeluarga maupun kami juga menjamin keselamatan orang lain sekitar, selebihnya di rumah juga tiap 6 bulan sekali dilakukan penyemprotan wabah nyamuk, supaya tidak ada yang terserang penyakit Demam Berdarah, tetapi disamping itu kami juga melakukan pencegahan wabah demam Berdarah, seperti mengubur atau membalik wadah tempat sarang nyamuk berkembang biak, menutup tempat air.

Selain itu kami juga mengumpulakan benda yang dapat melukai manusia seperti kayu yang terdapat paku, biasanya kami mengumpulkan lalu kayu kami bakar dan pakunya kami ambil, atau pakunya kami ambil langsung, selanjutnya mengumpulkan seng-seng yang kita dapati atau berserakan, mengambilnya kami gulung dan biasanya kami jual di penjualan barang bekas yang kerumah , biasanya kami menyebutnya “rombengan”. Tidak lupa kami sekeluarga bergantian membersihkan kamar mandi, kamar mandi harus selalu dibersihkan agar tidak menimbulkan bau, dan bibit penyakit.

 

 

 

Disamping rumah kami terdapat 2 tetangga yang tinggal bersama kami kira-kira jarak dari rumahku sekitar 30 m, setiap rumah yang ditempati pastilah cara kerja dan penerapan lingkungan pun berbeda pula, tetanggaku yang pertama rumahnya terletak pada pinggir jalan jadi setiap hari harus mengepel dan menyapu lantai, supaya tetap higienis di karenakan dia juga memiliki bayi, namun ada sisi negatifnya ketika malam hari, dirumah itu selalu banyak berkeliaran tikus liar, baik di dapur , ruang tamu dll, meskipun begitu mereka terus membasmi dan membasmi, tapi tetap tikus itu terus keluar, padahal tikus merupakan suatu hewan penyebar virus terutama bagi manusia, mungkin karena letak rumah kami dekat sungai dan sungai itu terdapat banyak gorong-gorong disana banyak terdapat ular dan tikus.

Meski rumah kami dekat sungai tapi kami dan warga kampung tetap menjaga kelestarian sungai tersebut agar tetap bersih dan tidak mengakibatkan banjir. Lalu tetangga yang satunya lagirumahnya besar , nan kebersihan dan K3 di rumah itu selalu di jaga, tapi sayang disana banyak hantunya, aku enggak suka jika terbangun tengah malam, sekitar jam setengah 1 selalu ada yang menangis terisak, padahal tidak ada apa-apa, lalu di kamar mandi yang sudah tidak terpakai disana jika menjelanh maghrib, apalagi kalau malam jum’at , biasanya sering ada yang mandi padahal pintunya dikunci dari luar, terus berlanjut sampai sekarang. Tidak begitu jauh di kampung, disamping lingkungan keluarga aku juga akan menceritakan tentang K3 dan penerapannya pada kampung kami, kampung kami nama desanya adalah Desa Dadaprejo kecamatan Junrejo Kota Batu, dengan dusun Karang Mloko Rt : 04 Rw : 05. Kampung kami selalu mengadakan kerja bakti , semua warga di kukmpulkan lalu diberika tugas masing-masing, misalnya seperti warga laki-laki bagian membawa clurit, cangkul dan lai-lain, lalu ibu-ibu membawa sapu lidi dan membuat makanan bagi pekerja laki- laki. Agar suasana kampung terasa bersih, rapi, indah kami pun selalu menjaga kelestarian lingkungannya seperti; membuang sampah pada tgempatnya lalu sampah di bakar, agar sampah yang menumpuk tidak menumbuhka bibit penyakit, kesehatan pun tidak terganggu, jika bekerja setiap warga masing-masing sebagian ada yang menggunakan masker, tapi lebih banyak menggunakan sepatu boot( wajib), topi ( agar tidak kepanasan), dan kaos oblong yang biasa buat bekerja, semua warga menggunakn itu merupakan upaya untuk menjaga kesehatan, menjaga keselamatan dalam bekerja khususnya di lingkungan luar. Kami warga kampung selalu mengerjakan itu selama satu bulaan 1-2 kali, biasanya kami warga kampung jika bersih desa, atau selamatan desa mengadakan acara pentas kampung, disana warga kampung menyuguhkan bakat mereka, sperti misalnya ; tari tradisional, tari modern, menyanyi, dan lain-lain. Dan besok paginya warga kampung mengadakan gerak jalan serempak, hadiahnyapun luar biasa seperti,aneka makanan instan, kebutuhan rumah tangga, hadiah keren khusus remaja spt kaos dll, dan biasanya hadiah utama seperti, kulkas, sepeda gunung, sepeda motor, mesin cuci, televisi, vcd ,Black Berry dll. Dengan disuguhkan hiburan seperti itu maka masyarakat akan selalu senang dan terhibur.

Demikian kegiatan yang dilakukan di dalam lingkungan kampung, dan sekarang aku akan menceritakan kegiatan yang dilakukan dalam penerapan K3 saat aku duduk di bangku SMP dan SMK, aku sekolah smp di Mts N Batu, sekolah itu dekat dari rumahku, dengan berjalan saja aku sudah sampai disana. Mulai dari keelas satu sampai kelas tiga smp, dalam kelas selalu ada piket yang ditentukan dari jadwal piket, dan biasanya ada acara sendiri seperti bersih-bersih sekolah. Piket setiap kelas ditentukan dari jadwal piket penerapan K3 pun pada sekolah diterapkan terus menerus untuk menjamin keselamatan pada diri masing – masing siswa, pekerjaan yang kami lalukan di kelas seperti menyapu sampah lalu dikumpulkan semua pada tempat terakhir atau tempat pembakaran di belakang sekolah, mengepel lantai supaya bersih, tapi setelah mengepel biasanya kami memberikan peringatan atau tanda “hati-hati lantai masih licin”, supaya orang yang berjalan melewati lantai tersebut melihat tanda bahaya tersebut agar tidak terpeleset ataupun luka karena terjatuh, melap jendela, membersihkan papan tulis, ini pembersihan seharusnya menggunakan masker supaya tidak mengganggu pernafasan dan paru-paru para siswa, tapi di dalam kelas hanya sebagian menggunakannya karena katanya terlalu repot menggunakan benda tersebut. selanjutnya menata kembali peralatan yang telah di gunakan seperti, menata alat pel dan alat sapu beserta kalengnya supaya orang yang berjalan tidak tersandung dan terjatuh lalu terluka.

Selanjutnya kegiatan dan penerapan dalam K3 di sekolah SMK, sekolahku bernama SMK N 01 Batu, aku jurusan Tata Busana dikelas terdapat 43 murid, kegiatan juga sama seperti penerapan di Smp, seperti piket , menyapu lantai, melap jendela , membuang sampah pada tempatnya tapi yang membakar bapak tukang kebun. Hanya perbedaaannya dari smp adalah setiap hari jum’at setiap 1x dalam 2 minggu, kami selalu mengadakan bersih sekolah bersama tapi hanya khusus seperti, memotong ranting atau daun yang kering-kering itu bagi siswa laki-laki, lalu menyapunya menggunakan sapu lidi ini tugas siswi perempuan, selanjutnya membersihkan kolam dibantu dengan tukang kebun, penerapan yang dilakukan hampir semua menggunakan sarung tangan, dan masker, ditutup dengan mencuci tangan menggunakan sabun, perlakuan ini dilakukan untuk menjaga kesehatan perorangan siswa dan siswi tersebut. Sikap ini oleh guruku di Smk masih di berlakukan sampai sekarang demi untuk kenyamanan dan kelancaran mengajar dan menerima pelajaran di sekolah.

Dari apa yang saya sampaikan diatas kesimpulannya adalah, bahwa segala sesuatu yang dilakukan dan memiliki konsekwensi bagi keselamatan dan kesehatan diri, maka harus di tunjang dengan peralatan dan perlengkan keselamatan dan kesehatan kerja dan harus tepat dan berguna.

Tentang k3tium

sehat dan bersemangat
Pos ini dipublikasikan di D3Bus2012-Ayu Mustika Sari, Dwi Astuti Sih Apsari. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s